
.
.
.
"apa lagi siasatmu sayang? ". batin Arka
Nana menarik kopernya dan berlari kecil ke arah Arka lalu memeluk Arka dengan erat seolah baru saja bertemu sekian tahun lamanya berpisah.
Arka merangkul pinggang Nana, "apa lagi ini hmm?". bisik Arka.
"aku merindukanmu Honey....! muaaahhh". Nana mengecup pipi Arka hingga wajah Arka memerah dan hal itu membuat siapapun menahan tawa.
"ayolah Honey..! aku buru-buru kesini bahkan belum sempat mencari Apartemen karna aku terlalu merindukanmu". keluh Nana memukul-mukul pahanya yang terasa pegal.
Arka terlihat panik dan menatap tajam Endra yang tengah menelan ludah melihat kaki panjang Nana,
"jangan kalian lihat milikku". bentak Arka
mereka semua terdiam, Arka memukul kepala Endra yang tersadar hingga yang lainnya segera menurunkan pandangan melihat lantai, diam-diam mata mereka mencari celah mengintip Nana yang sangat cantik, pantas saja Arka mencampakkan Celinne ternyata kekasihnya begitu menawan.
"Honeyy? ". rengek Nana.
"baiklah sayang..! aku ikuti permainanmu". batin Arka
Arka menarik koper Nana dan memberikannya ke Endra, Arka melepaskan jasnya dan memasangnya di tubuh Nana lalu menggendong Nana yang memekik kesenangan mengayun kaki panjangnya yang indah hingga perannya semakin di irikan oleh semua orang.
Arka tiba didepan Lift dan melirik Endra tapi tangan lentik nan cantik itu telah menekan tombol Lift hingga Arka melototkan matanya ke Endra yang buru-buru mengangkat jarinya yang tak disengaja menyentuh tangan Nana.
"naik Lift lain! ". titah Arka ke Endra
Endra menghela nafas pasrah, ia berdiam diri di depan Lift sementara Arka membawa Nana masuk Lift.
para karyawan Arkatama Group seperti biasa berkumpul dan mulai bergosip mengenai gadis cantik itu.
"ya Tuhan...! dia lebih cantik dari gosipan orang".
"ini tidak adil..! Tuan Vano dimana bisa menemukan Gadis semenawan itu? ".
"oh Tuhann...! jika aku terlahir secantik itu aku pasti sudah hilang akal".
"Tidaaak bisa menolak pesonanya..! kalau begini pantas saja Tuan Vano mencampakkan Nona Celinne".
"aku suka sekali dengan gadis itu yang sangat cantik dan ramah".
"gilaaa...! dia sangat cantik bahkan kulitnya sangat bersih".
"aaah.. aku menegang melihatnya". gumam Pria diantara mereka.
plak...!
"otakmu kotor sekali". ejek yang lainnya.
__ADS_1
.
sementara Arka telah membawa Nana melewati Beberapa orang yang membeku melihat Tuan Devano menggendong seorang Bidadari.
setibanya di Ruangan Arka, Arka menurunkan Nana lalu menatap lekat Nana yang melepaskan jas Arka.
"siasat apa lagi ini Nana? ". tanya Arka
"Buatkan aku Passport dan identitas palsu untukku Arka? ". Nana mendekat ke Arka hingga Arka melangkah mundur dan bersandar di dinding.
"maumu apa sebenarnya Nana? ". tanya Arka menatap manik mata indah Nana.
"buatkan aku Identitas Palsu yaitu Anna". pinta Nana tersenyum manis meletakkan tangannya dibahu Arka.
"kamu yakin? ini terlalu berbahaya sayang". bujuk Arka
Nana menggeleng kepalanya pelan, "beri aku Apartemen ya? aku berjanji akan membayar hutang-hutangku, kamu tau kan Arka aku ini Putri Penguasa?? ". Nana memainkan Telunjuk nya dibelahan dada bidang Arka.
Arka memejamkan matanya lalu menarik pinggang Nana dan memeluknya, "baiklah..! apapun akan aku lakukan untukmu".
Nana tersenyum puas lalu melepaskan pelukannya dari Arka, Nana menyentil hidung Arka.
"nakal..! ". Nana mengeryitkan hidungnya dan mengedipkan matanya hingga Arka terlena dengan peran Nana sebagai Anna yang centil dan menawan.
Nana berbalik pergi lalu melepas heelsnya sedang santai dan berjalan ke arah Kulkas milik Arka, Arka tertawa gemas melihat Heels itu sudah teronggok bagai barang tak berharga saja bagi Nana.
Arka mengambil heels Nana dan meletakkannya di rak sepatu,
"apa Tujuanmu Nana? kenapa buat identitas palsu? ". tanya Arka berjalan ke arah Nana.
"apa kamu lapar Nana? ". tanya Arka
"hhhmm..? lumayan, mau belikanku makan diluar? ". tanya Nana
Arka menggeleng kepalanya yang baru saja terhipnotis dengan kecantikan Nana, "jawab aku Sayang.!! apa tujuanmu sebenarnya hmm? ". tanya Arka serius.
Nana tersenyum lalu berjalan ke arah Sofa, "aku sudah tidak tahan bersembunyi Arka, penderitaan Mamaku hanya aku yang tau dan ingin cepat membalasnya".
"hmm? ". Arka semakin tidak mengerti.
Arka duduk disamping Nana, Nana menarik rambutnya lalu memberikannya pada Arka.
"berikan ini pada Papaku". kata Nana
Arka alias Devano tersentak, "kamu tau sesuatu sayang? kamu menyadapku? ".
Nana tertawa, "tidak.. tapi jika kecurigaan Papaku sudah memuncak aku yakin dia akan bertanya tentang DNA kan? ".
Arka menghela nafas panjang, "kamu yakin ingin Identitas baru yaitu sebagai Anna? ".
"iya aku yakin..! jika aku menggunakan Identitas sebenarnya, Mamaku bisa dalam masalah besar Arka". jawab Nana begitu yakin.
"baiklah..! aku akan berikan Apartemenku, tapi kamu harus pandai bawa mobil apa kamu bisa sayang? ". tanya Arka
__ADS_1
"kamu bisa mengajariku kan?". kekeh Nana.
Arka pun tersenyum mencubit pipi Nana, "baiklah..! karna aku mencintaimu aku akan melakukan apapun untukmu".
Nana tersenyum manis karna ia tau perasaan Arka dilihat Pria itu begitu patuh padanya, "aku tau tapi kamu tau perasaanku kan? ".
"tidak masalah..! manfaatkan aku sebanyak yang kamu mau Nana". jawab Arka tersenyum tulus.
"baiklah..! aku tidak akan melupakan jasa-jasamu". kekeh Nana
Arka tersenyum, "kamu begitu cantik..! dari mana kamu bisa mengenakan style begini hmm? ".
"sudah aku bilang aku gadis yang pintar". jawab Nana.
.
Arka membuatkan Identitas baru untuk Nana yaitu Anna kewarganegaraan Amerika-Indonesia, Nana tinggal di Amerika dan besar di Amerika, ia lancar bahasa indonesia karna Anna hanya punya Nenek disana berbicara bahasa Indonesia, bahkan memberikan Apartemen nya ke Nana.
ke esokan harinya Arka memberikan beberapa helaian rambut Nana ke Yardan.
"jadi Nana menggunakan Identitas palsu Anna? ". tanya Yardan.
"iya Tuan, saya tidak tau kenapa Nana bisa seberani ini". jawab Arka dengan lemas.
"baiklah..! Terimakasih Informasimu Vano, kamu memang sangat bisa diandalkan, jika Nana memang putri kandungku..! aku berjanji akan menikahkan kalian". kata Yardan serius.
Devano yang tadinya lemas dan khawatir kini berubah ceria, "benarkah Tuan? ".
"iya". jawab Yardan tersenyum tipis menepuk pundak Vano.
.
sementara ditempat lain
Celinne kembali mengamuk saat tau kekasih sempurna Devano telah kembali dari Amerika dan datang ke Perusahaan Devano, yang membuat Celin geram adalah Vano menjemputnya sendiri di lobi.
"jadi namanya siapa? ". bentak Celinne
"A.. Anna Nona". jawab mata-mata Celinne.
jujur saja Celinne masih stress saat tau Papa kandung Celinne adalah Yunus bukan Yardan hingga ia mengurung diri dikamar, tak disangka Anna datang membuat amarah Celinne semakin tidak terkendali.
"dimana mama hah? ". tanya Celinne
"Nyo.. Nyonya keluar Nona, mau mengurus lalat katanya Nona". jawab salah satu pelayan yang dipercaya Emma untuk menyampaikan pesannya.
Celinne menggeram marah, ia menjerit frustasi hingga para pelayan cepat melarikan diri bahkan mata-mata utusan Celinne pun segera melarikan diri karna takut terkena amukan Celinne.
mata-mata itu seorang Pria, menatap Nana saja sudah membuatnya Ileran pantas saja Arka begitu menggilainya hingga sanggup meninggalkan Celinne yang padahal identitasnya tak biasa yaitu seorang Putri Penguasa Wijaya. Jika perempuan seperti Nana jatuh cinta padanya sudah pasti ia mencampakkan Celinne wajar saja Devano memilih Anna si kekasih sempurna.
.
.
__ADS_1
.