Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
hadiah


__ADS_3

.


.


.


Nana memperlakukan pekerja itu dengan baik sampai sudah tenang, Nana membayar mereka satu persatu dengan jumlah yang tidak sedikit sehingga mereka sampai ada yang pingsan seketika


"itu temannya tidak apa? ". tanya Nana cemas tapi tidak menyentuh karna rekan-rekannya merangkul Pria itu.


"tidak apa Nyonya hanya syok saja".


"hehe.. iya Nyonya, dia memang suka pingsan kalau syok dan kaget".


"ta.. tapi Ny.. Nyonya i.. ini terlalu banyak".


Nana tersenyum, "tidak apa..! aku malah merasa tidak enak kalau kalian menolak upah yang aku berikan apalagi membawa lemari-lemari ini dari luar sampai kesini, maaf ya? aku juga cukup kesal Mansion ini terlalu luas".


mereka nyengar-nyengir malu,


"kalian tidak perlu memberi tau atasan kalian tentang upah yang aku berikan, jika kalian beritau aku yakin kalian tidak akan digaji". kekeh Nana


"eehhh?? ". mereka salah tingkah seketika.


Nana tertawa lebar dan itu terlihat sangat cantik tapi karna pekerja itu menghormati Nana segera menundukkan kepala, Nana adalah wanita yang sangat baik tentu tidak berani menatap kotor wanita yang baik jika mereka masih punya hati yang baik walau hanya sedikit.


"tunggu sampai teman kalian bangun ya? jangan terburu-buru, lagian aku sudah banyak beli perabot untuk atasan kalian jadi anggap saja kalian lagi cuti beberapa jam". bisik Nana


"baik Nyonya". jawab mereka serentak.


Noni tersenyum lembut, ia tak heran lagi dengan kebaikan hati Nana sebab Ibu Noni juga diselamatkan oleh Nana, kini Ibunya Noni bekerja di panti asuhan anak Yatim tempat Yardan sering berbagi rezeki.


Noni merasa sangat beruntung memiliki majikan seperti Diah dan Nana, tidak seperti teman-teman Noni yang sama berangkat dari kampung punya majikan yang galak, jahat, kejam dan menyiksa gaji pelayan sampai mereka tidak tahan dan memilih pekerjaan lain tapi gajinya kecil berbeda dengan Pelayan di Rumah Besar gajinya besar.


.


para pekerja perabot itu keluar dari Mansion Arkatama, didalam mobil mereka heboh dengan kecantikan dan kebaikan Nana, mereka malah diperlakukan dengan baik, selama mereka bekerja belum pernah punya pembeli orang kaya seperti Nana yang royal mengeluarkan uang.


rasa lelah para pekerja perabot itu terbayarkan dengan jumlah uang yang Nana berikan, Nana juga menelfon atasan mereka meminta libur sehari ini karna Nana membuat mereka bekerja keras, pemilik perabot menuruti Nana karna menebak pekerjanya kelelahan,


Mansion Arkatama dikenal oleh orang-orang sebagai Rumah terluas dan termegah walau tidak bisa melihat dari dekat karna dari pagar sampai ke Mansion sangat jauh, Pelayan Arkatama yang memberi tau kalau berbelanja ke pasar itu pun jika ditanya karna setiap orang dipasar suka bergosip.


mungkin itu sebabnya Leonard ingin punya Mansion megah yang diberi nama Mansion Anna.

__ADS_1


Nana melihat hasil karya nya, "perfect...! ".


Nana tersenyum puas, ia mengisi Ruangan itu begitu lengkap, buku-buku semua bahasa juga ada dan tak lupa juga ada kulkas berisi banyak susu disana dan lemari kaca yang banyak snack ringan.


"Nyonya..? saya yakin Nona kecil dan Tuan Kecil akan suka". kata Noni.


Nana tersenyum cerah, "terimakasih atas kerja keras kalian ya? bersihkan tubuh kalian lalu kembali padaku untuk mendapat upah". pinta Nana


"ba.. baik Nyonya". jawab semua pelayan yang membantu dengan bahagia.


semua orang pergi tinggallah Nana seorang diri di Ruangan itu, setelah itu ia masuk ke kamarnya membersihkan diri.


Sikembar pulang berlari memasuki Mansion, Diah menyambut Ren dan Rose dengan bahagia.


"apa tidak terlalu merepotkan mamah sama Papah?". tanya Diah ke Aman dan Sarah.


Aman dan Sarah terkekeh dan menjawab dengan mudah malah senang bukannya bosan, lagian mereka melakukannya sesekali bukan tiap hari, tiba-tiba saja Arka berlari memasuki Mansion sebab ia merasa terlambat.


"papa..? papa kenapa? ". tanya Rose berlari ke Arka yang menggendong Rose.


"Papa kelamaan dikantor sayang, klien Papa menyebalkan". gerutu Arka


Aman, Sarah dan Diah tertawa bisa-bisanya Arka pulang kelamaan padahal hari masih jam 1 biasanya Arka pulang suka larut malam karna sibuk, tapi sejak menikah dan punya anak Arka sering bekerja di Rumah dan suka pulang cepat.


.


"iya ma". jawab Ren yang manja mendekat ke Nana memeluk Nana sebisanya.


Nana bersimpuh mencium dan mengusap rahang kecil Ren yang tersenyum lebar,


"Mama sapa Eyang dulu ya? ". izin Nana ke Ren yang mengangguk-ngangguk


"nenek.. kakek". Nana memeluk Sarah dan Aman bergantian hingga mereka saling melempar tawa satu sama lain.


"kebiasaan Kakek sama Nenek selalu nyemplung kesini padahal anak Kakek dan Nenek ada di Mansion Wijaya". oceh Nana


Aman dan Sarah menjawab dengan enteng kalau Yardan mau disayang kembali jadi anak kecil saja.


Nana mendengus lalu menyalami suaminya dan mengecup pelipis Nana,


"mama kenapa? kok keliatannya senang sekali? ". tanya Rose


"kalian ikut mama yuk..! ". ajak Nana

__ADS_1


Rose segera menggeliat minta di turunkan, mereka sepertinya tau Nana sedang memberi kejutan untuk mereka tapi tidak tau apa yang pasti membuat mereka senang karna Sikembar tidak pernah kecewa hadiah Nana.


Arka melihat Diah meminta jawaban tapi Diah yang ditatap malah mengangkat bahunya tidak tau menau, Nana menggandeng tangan kecil kedua anaknya buru-buru Arka mengikuti keluarga kecilnya sedangkan Aman dan Sarah memilih ke dapur karna mereka sedang lapar.


Diah menggeleng kepalanya, mau membantu takut mengacaukan keromantisan Pasutri tua itu didapur.


"apa ini ma? ". tanya Ren melihat pintu dihadapannya.


"maksud mama ada hadiah besal dibalik pintu ini? ". tanya Rose menebak.


"anak-anak mama sangat pintar ya? ". gemas Nana


Sikembar menyeringai lebar,


"ada apa sayang? kamu ngasih apa sama sikembar?". tanya Arka penasaran.


"lihat saja..! selama ini aku merasa terlalu mengekang mereka sayang, jadi aku merasa tidak ada salahnya mencoba berani dengan membiarkan anak-anak melakukan apapun yang mereka suka". Nana


"mama..?". Ren dan Rose memeluk Mamanya dengan girang karna Nana akhirnya mau membiarkan mereka melakukan apapun yang membuat sikembar bahagia.


"ayo buka pintunya! ". ajak Nana


Ren dan Rose berebut membuka pintu hingga Nana tertawa, betapa terkejutnya mereka saat pintu terbuka banyak buku-buku, meja lemari dan hal mewah lainnya.


"disana ada meja kalian sayang..! mama belikan komputer". tunjuk Nana.


"apaaa??? komputel?? ". pekik mereka segera kocar-kacir berlarian mengelilingi ruangan.


"kamu tau anak-anak suka main komputer sayang? ". tanya Arka


"tentu saja sayang..! aku meletakkan rekaman CCTV di dalam hiasan bunga palsu, awalnya aku terkejut karna mereka bisa menghapus jejaknya di komputerku tapi setelahnya aku sadar mereka adalah anakku tentu punya hobi yang sama denganku". kata Nana


Arka merangkul Pinggang Nana mengecup dan mencium sayang kening Nana.


"mereka beruntung memiliki mama sepertimu sayang". bisik Arka.


"mereka juga beruntung punya papa sepertimu sayang". balas Nana juga.


Arka meradu keningnya dengan kening Nana, lalu serentak memutar kepala ke arah anak-anaknya yang berteriak bahagia.


bisa-bisanya sikembar bahagia diberi fasilitas orang dewasa bukan mainan anak-anak yang limited, bahkan saat sikembar dibelikan mainan murah tidak pernah sebahagia ini.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2