Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
ritual


__ADS_3

.


.


.


hari-hari Nana lalui dengan semangat walau diikuti oleh Arka dan 6 pengawal bayangan suaminya, bahkan Papanya pun juga meminta Pengawal bayangan untuk mengikuti Nana yang sudah persis seperti seorang Tuan Putri Mahkota.


pernah sekali Nana mencoba kabur saat menginap di Mansion Wijaya dengan mobil coklatnya yang limited tapi saat beberapa Kilometer meninggalkan Mansion Wijaya sudah banyak Mobil mewah menghadangnya memberi hormat pada Nana hingga Nana mengerucutkan bibirnya dengan tampang menggemaskan saat dibawa kembali masuk mansion Wijaya belum lagi terkena omelan Papa dan Mama nya plus lagi omelan Kakek serta Neneknya.


berbagai cara Nana lakukan tapi tak pernah berhasil, bahkan sekedar datang ke Perusahaan pun tidak boleh sampai Nana lahiran, hanya Ara yang terus datang ke Nana untuk mendapatkan tanda tangan Nana, lucunya Ara tidak mau membawa kabur Nana padahal Wanita yang sedang hamil itu berjanji akan membelikan Ara sebuah pulau pribadi tapi Ara tidak tergiur oleh sogokan Nana.


"maaf Nona..! saya tidak bisa mencari amarah Tuan Besar dan Tuan Muda Arkatama". begitulah kata-kata Ara dengan sopan ke Nana tapi Nana malah kesal karna Asistennya itu tidak bekerja dengannya lagi melainkan pada Papa dan Suaminya.


tidak terasa 7 bulan sudah umur kandungan Nana, perut Nana besarnya sudah seperti wanita hamil tua 9 bulan mungkin karna Nana hamil anak kembar.


"kita lakukan acara doa kecil-kecilan di Mansion Arkatama". kata Diah serius.


"lakukan". sahut semua orang dengan senang hati.


hari itu juga mereka langsung bersiap, orang kaya bisa melakukan apa saja dengan cepat, yang penting ada uang saja semua beres.


Nana pasrah saat diminta mengikuti segala ritual yang ada sampai dimandikan air bunga dan kepercayaan lainnya untuk kebaikan janin Nana.


"sudah sayang? ". Arka menyelimuti tubuh Istrinya lalu mencium sayang kening dan Pipi Nana.


"bawa Nana ke kamar nak..! acara untuk Nana sudah selesai, suruh Nana istirahat ya? ". kata Diah.


"iya sisanya biar kami yang urus Arka". sahut Dewi


"pergilah..! anak-anak Yatim ini biar kami yang atasi". Sarah


Arka mengangguk lalu membawa Istrinya dengan hati-hati menaiki tangga, sebenarnya Arka sudah menyiapkan Lift untuk Nana supaya tidak kesulitan naik-turun tangga tapi Nana ingin naik tangga, Arka menurutinya asalkan Arka disamping Nana.


"mau ganti baju? hmm? ". tanya Arka dengan lembut ke Nana menyibakkan rambut Nana yang basah.


"apa ada ritual 8 bulanan? 9 bulanan sayang? ". tanya Nana serius.

__ADS_1


Arka terkekeh, "katanya kamu dari desa tapi kenapa tidak tau ritual seperti ini hmm? ". gemas Arka.


"hei.. kami didesa tidak ada Ritual aneh ini hanya saja banyak pantangan yang harus dihindari oleh suami dan istri saat masa hamil". jawab Nana dengan kesal.


Arka pun meminta maaf lalu berkata,, "tidak ada ritual 8 bulanan atau 9 bulanan sayang, cukup 7 bulanan saja".


"benarkah? ". tanya Nana


Arka mengangguk lalu berjalan ke ruang ganti, Arka mengambil pakaian ganti Nana lalu mengecilkan AC dikamarnya, Arka juga membantu Nana mengelap tubuh Nana yang tidak boleh mandi lagi sampai air ritual yang membasahi tubuh Nana kering sendiri hanya boleh ganti baju saja.


"sayang kamu ngapaian? ". tanya Nana ke Arka yang tampak asik mengelus dan menciumi perut buncit Nana.


"aku gemas sama kamu sayang! seksi banget". balas Arka


Nana memutar bola matanya dengan malas, "aku gendut karnamu sayang".


Arka tergelak keras hanya Nana menatap suaminya dengan datar karna suaminya itu keliatan asik sekali dengan mainannya mengelus dan mencium perut buncit Nana.


"sayang aku mau pakai baju". pinta Nana mengangkat tangan Arka menjauhi perutnya.


Arka pun tersenyum membantu Nana memakai daster, Nana berdiri lalu berjalan memegang pinggangnya ke arah kulkas hingga Arka senyam-senyum sendiri melihat Istrinya yang sangat menggemaskan.


Nana yang sedang minum menyemburkan air dimulutnya seketika lalu memutar kepalanya menatap horror ke suaminya yang tertawa terbahak-bahak.


"sayaaang..! aku gembul karnamu". pekik Nana


Arka mendekati Nana dan memeluk Nana dari belakang menciumi bahu Nana dengan mesra berkata betapa gemasnya Arka melihat bentuk tubuh Nana yang sangat lucu.


kapan lagi Arka bisa melihat bentuk Tubuh Nana yang besar itu? Arka gemas karna dirinya lah yang membuat Istrinya buncit seperti itu.


Nana mengomel-ngomel pada suaminya yang suka mengejeknya gembul, kadang gendut, terkadang si buncit kesayangan, sedangkan Arka terkikik gemas mendengar omelan wanita yang akan jadi mama muda itu malah tangan Arka asik mengelus-ngelus perut Nana.


.


Nana terlihat gelisah di pangkuan Arka, Arka membenarkan cara tidur Nana memberi bantal dipunggung Nana yang sering sakit.


Arka mencium sayang kening Nana hingga Wanita yang telah merajai hatinya itu langsung tertidur berkat cekatannya Arka membantunya tidur dengan nyaman.

__ADS_1


Arka kembali memainkan ponselnya, hampir 7 bulan juga Arka tidak datang ke Perusahaan hanya Endra yang sering bolak-balik ke Rumah meminta tanda tangan Arka, kalau ada rapat penting Arka akan lakukan secara Online.


"sayang? ". gemas Arka meletakkan ponselnya dan memperhatikan Nana yang malah mendengkur.


"sepertinya Kamu kelelahan ya sayang? tidur yang nyenyak ya? ". bisik Arka


Arka mengerti kesulitan Nana yang sudah hamil besar padahal belum 9 bulan, mungkin karna Nana punya 2 calon bayi diperutnya.


Nana tidak menyusahkan suaminya yang sibuk bekerja juga mengurusinya sebab Nana sudah cukup sulit beraktifitas jadi butuh bantuan Suaminya, kalau Arka tertidur dimalam hari Nana hanya bisa menahan rasa sakit dipunggungnya saking tidak mau mengganggu tidur suaminya, kalau Nana sudah tidak tahan ia akan menangis tentu Arka terbangun.


Arka bukannya marah malah meminta maaf pada Nana padahal Nana telah mengganggu jam tidurnya Arka, betapa beruntungnya Nana punya suami idaman seperti Arka.


pagi-pagi


Arka tanpa malu membersihkan bagian bawah istrinya, Nana tidak bisa menc*k*r miliknya karna perutnya itu membuat Nana tidak bisa melakukannya seorang diri.


"terimakasih sayang". ucap Nana tersenyum manis mengelus rahang Arka.


"aku malah ingin lihat anak kita sayang". senyum licik Arka.


"tapi bukannya kita mau ke Rumah Sakit? ". tanya Nana dirangkul oleh Arka keluar kamar mandi dan Arka merebahkan Nana dengan hati-hati di atas ranjang.


"nanti siang bisa". jawab Arka menanggalkan pakaiannya.


Nana tak lagi menolak sentuhan Arka hanya menikmati saja, Arka sangat baik pada Nana bagaimana cara Nana menyenangkannya? tentu saja dengan menuruti permintaan suaminya.


siang harinya Nana ke Rumah Sakit ditemani Arka,


Arka sampai terharu melihat hasil USG dokter Heny bahwa calon bayi Arka nanti berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.


"bisa dicetak dok? ". tanya Arka


"bisa Tuan". jawab Dr. Heny dengan ramah sambil tersenyum.


Nana juga ikut bahagia melihat buah cintanya bersama sang suami telah tumbuh besar di rahimnya, walau Nana kesulitan saat tidur tapi ia tidak mengeluh dengan keadaan mungkin karna ada Arka disisinya (si Perfect Husband).


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2