
.
.
.
"sayang? ". teriak Nana
"iya?? ". sahut Arka berlari memasuki kamar mandi dan melihat Nana belum juga melepaskan gaunnya.
"tolong lepaskan resleting gaunku! ". pinta Nana
Arka menelan ludah, "aku sayang? ". tanya Arka menunjuk dirinya sendiri.
Nana berbalik menghadap Arka.
"lalu siapa kalau bukan sayangku yang buka? masa iya aku panggil Papa atau Mama". tanya balik Nana dengan datar
"iya.. iya.. aku bisa bukain". jawab Arka tergagap.
Nana kembali memunggungi Arka dan menyibakkan semua rambutnya kedepan, Arka memegang Resleting gaun Nana lalu memejamkan mata sambil menuruninya, Arka kan pria normal melihat tubuh istrinya bisa saja ia menerkam Nana tapi Arka sudah berjanji tidak akan memaksa Nana.
"terimakasih sayang! ". ucap Nana berbalik hendak memberi kecupan sebagai hadiah tapi Nana malah bingung dimana suaminya.
"kok hilang? ". gumam Nana
sementara Arka dibalik pintu mengelus dada dengan nafas memburu, ia menenangkan diri cukup lama hingga ia tertegun kembali mendengar suara pancuran shower.
glek...!
"Devano?? apa yang kau fikirkan?? sadarlah istrimu besok harus bekerja jangan pikirkan nafsumu saja". geram Arka memarahi otaknya sendiri
Arka segera pergi dari sana masuk ke Ruangan ganti sampai ia tidak mendengar suara air itu lagi, Arka menggeleng-geleng kepalanya.
"ternyata Cinta dan Nafsu itu beda tipis". gumam Arka berdecak memijit pelipisnya sendiri.
"aku mencintainya, iya.. aku bahkan sangat mencintainya tapi kenapa aku tidak bisa menjaganya? malah habis menikah aku hanya memikirkan hal kotor saja". dumel Arka yang tidak mengerti pikirannya sendiri.
Nana masuk ke Ruangan ganti dan memakai baju tidur tipis karna Nana suka, "semua sudah tertata rapi". senyum manis Nana melihat pakaiannya sendiri sudah ada di kamar Arka.
Nana mengerutkan keningnya mendengar seseorang bergumam-gumam tapi Nana tidak mendengar dengan jelas perkataan orang itu, Nana mengendap-ngendap ke arah asal suara lalu membuka dengan cepat
Nana kaget melihat suaminya yang tengah bersembunyi seperti anak kecil main petak umpet sementara Arka pun mendongak melihat Nana
"sayang? kamu sedang apa disini? ". tanya Nana berjongkok menangkup pipi Arka
"sayang..? kenapa pipimu merah begini?? ". tanya Nana khawatir
__ADS_1
"sayang..? aku hanya berpikiran kotor saat ini menjauhlah..! ". pinta Arka dengan serius
Nana tertegun mendengarnya, "pikiran kotor? ". beo Nana pelan
Arka menjelaskan pada Nana dirinya Pria normal yang bisa saja seperti binatang buas jika sudah ada mangsa didepannya, Nana tersenyum lembut mengelus rahang Arka.
"bersabarlah sayang..! kita akan melakukannya di Dubai, ku mohon tahan sedikit saja". bujuk Nana
Arka menatap Nana lekat-lekat lalu ia memeluk Nana dengan posisi sama-sama berjongkok, Nana mengelus punggung Arka.
"Maafkan aku sayang..! aku tidak tau jika sudah membuatmu seperti ini". ucap Nana
"aku yang salah sayang". sahut Arka menggeleng kepalanya.
Nana tau kewajibannya sebagai istri tapi Intan pernah mengatakan melakukan hubungan seperti itu sangat menyenangkan tapi ada konsekuensi nya nanti dipagi hari, jalannya tidak normal.
Nana ada rapat penting di Dubai tentu saja ia tidak boleh terlihat aneh, untuk itu ia terpaksa meminta Arka menahan diri walau ia berdosa tapi Nana berjanji akan membayarnya dengan sebanyak yang Arka inginkan tanpa protes sekalipun.
.
sekitar jam 1 malam mereka tidur berdua diatas sofa saling berpelukan satu sama lain, mereka tidak memakai selimut hanya mencari kehangatan satu sama lain.
sekitar jam 8 pagi
Nana dan Arka bersiap berangkat ke Dubai, semua Keluarga Nana masih kelelahan dan tertidur pulas dikamar masing-masing, Nana sudah izin pada mereka semua sebelum pesta Pernikahan digelar lalu ia meminta pernikahan di undur saja tapi Diah menolak berdasarkan ramalan tanggal lahir mereka semalam adalah tanggal yang paling cocok untuk anak serta menantunya mengikrarkan janji pernikahan
"kita sarapan dimana sayang? ". tanya Arka
"Ara sudah menunggu kita di Bandara sayang, kita kesana saja nanti sarapan didalam pesawat saja". jawab Nana melihat jam tangannya.
Arka mengangguk, ia menatap lekat istrinya yang sangat menakjubkan bisa dikatakan Perusahaan Nana jauh lebih besar dan terkenal dari Pada Perusahaan Arka tapi Nana tidak merendahkan Arka sebagai suami, Nana tidak pernah komplen mas kawin yang Arka berikan itu sebenarnya tidak sebanding dengan gaji Nana sebagai Presdir tapi Nana tetap bahagia menerima mas kawin dan mahar keluarganya.
Nana menoleh ke Arka, "ada apa sayang? ". tanya Nana
"aku sangat beruntung memilikimu sayang". jawab Arka
Nana terkekeh pelan lalu merangkul lengan Arka dan menyandarkan kepalanya di bahu Arka.
"maafkan aku yang sudah membuatmu tersiksa sayang". ucap Nana dengan nada merasa bersalah
Arka tidak merasa ini semua salah Nana, memang ini semua sudah salahnya juga mama nya yang tetap memaksa pernikahan di hari sabtu padahal minggu Nana harus berangkat ke Dubai.
.
di Dubai
Arka menemani Nana yang langsung pergi ke tempat rekan kerja sama nya di Dubai, Nana bahkan belajar bahasa negara mereka seorang diri tanpa membayar seseorang untuk membuatnya bisa bahasa asing.
__ADS_1
"Tuan? apa anda butuh sesuatu? ". tanya Ara
"tidak ada..! jam berapa selesainya? ". tanya Arka
"mungkin malam Tuan". jawab Ara sopan
Arka menghela nafas panjang, "apa Nana sudah makan? ".
"belum Tuan, Nona hanya memakan roti sambil menunggu Kliennya datang". jawab Ara
"kalau begitu aku akan belikan sesuatu, kamu jaga istriku". titah Arka
"baik Tuan". jawab Ara
terkadang Ara tidak mengerti Nana dan Arka yang saling mendorongnya menjaga satu sama lain padahal Ara kan bukan bodyguard saja tapi juga asisten Nana tapi Nana malah meminta Ara menjaga Arka yang seorang laki-laki.
Ara mendekati Nana dan berbisik di telinga Nana yang mengangguk, lalu Ara membantu kerja Nana semampunya, karna ia tidak tau bahasa mereka hanya mengerti dan faham bahasa inggris saja.
Arka datang membawa 3 bungkus makanan, ia tanpa ragu bergabung dan menyuapi Nana makan hingga rekan kerja Nana sampai takjub dengan kehebatan Arka yang sangat mementingkan jadwal makan Nana.
sesekali Nana harus berdiri menjelaskan kinerja nya yang profesional, diam-diam Ara merasa senang Nana memiliki suami yang pengertian
Perfect Husband itulah makna yang pantas untuk Arka dan Nana lah yang mendapatkan Pria sehebat Arka.
malam hari
"huh..! lelahnya". keluh Nana memijit bahu nya sendiri
Arka memijit bahu Nana hingga Nana mengelak dan memutar tubuhnya menghadap Arka,
"kenapa sayang? kamu bukan bawahanku". tanya Nana dengan kesal.
"siapa bilang aku bawahanmu hmm? aku hanya ingin membuatmu rileks sayang". jawab Arka
"tapi kamu memijitku sayang". kata Nana
Arka mendekat lalu memeluk Nana dengan erat, "aku sangat menyayangimu sayang, kamu perempuan menakjubkan malah menganggapku lebih tinggi darimu".
Nana menghela nafas panjang, "tentu saja aku istrimu". jawab Nana
"dan aku suamimu". balas Arka
mereka saling tertawa dan masih berpelukan lebih erat seolah tidak ingin kenyamanan itu hilang dengan cepat.
.
.
__ADS_1
.