Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
siapa?


__ADS_3

.


.


.


sepulang dari Rumah Sakit,


Mobil Arka dan Nana melaju lewat jalan besar, tiba-tiba saja dihadang oleh mobil lain.


"sayang..? kamu tidak apa-apa? ". tanya Arka khawatir melihat istrinya.


Nana menggeleng kepalanya pelan, saat mobil Arka ngerem mendadak tangan suaminya menahan tubuh Nana, tentu saja Nana baik-baik saja.


"tunggu disini sayang!". pinta Arka


Nana mengangguk demi membuat suaminya tenang.


Arka keluar dari mobilnya dan tatapannya begitu nyalang ke orang-orang yang baru saja keluar dari mobil itu.


"siapa kalian?? kenapa kalian menghadang jalanku?". tanya Arka dengan nyalang.


"Tuan tidak perlu tau siapa kami, berikan saja Nona itu pada kami". jawab salah satu Preman bayaran.


Arka tertawa keras tapi malah terdengar menyeramkan, "kalian meminta istriku? hebat juga nyali kalian". seringai Arka.


"mohon kerja samanya Tuan..! kami hanya butuh Nona itu saja". sahut Preman yang lain


"atas dasar apa kalian membutuhkan Istriku hah? ". tanya Arka dengan marah.


"anda tidak perlu tau". jawab Preman yang lain lagi.


Arka membuka jaketnya menyisakan baju kaos dan celana panjang di tubuhnya, ia hanya ingin tubuhnya ringan dan bisa bergerak bebas.


"langkahi dulu mayatku". tantang Arka


ketujuh Preman bayaran itu pun saling pandang ditempat lalu mengangguk seolah sudah mengkode satu sama lain.


"hiyaaa....! ". Preman 1 berlari ke arah Arka dengan mudah Arka mengelak lalu memberi tendangan putaran hingga Preman 1 tersungkur langsung tak sadarkan diri.


6 Preman yang tersisa langsung kaget melihat hal itu, mereka jadi waspada karna mengira Arka bukan orang lemah.


"cepat kalian maju! ". titah Arka memainkan jari telunjuknya ke arah mereka.


2 Preman mundur kebelakang majulah 4 Preman yang sudah saling berbisik merencanakan sesuatu, Arka menyerang ke empat Preman itu dengan gerakan cepat.


2 Preman berlari lewat jalan lain dan tanpa ragu mencoba memaksa Nana untuk ikut mereka tapi bukannya dapat membawa kabur Nana justru mereka sudah babak belur duluan karna ulah Nana yang memang wanita bar-bar.

__ADS_1


"berani sekali kalian menyentuh tanganku, kalian pikir aku siapa?? hanya suamiku yang boleh menyentuhku". marah Nana menepis-nepis lengannya bekas tangan kedua Preman tadi.


Arka yang tersulut emosi pun semakin liar menyerang ke empat preman tadi hingga terjatuh dam terlempar tak beraturan dalam keadaan tak sadarkan diri, Arka seperti hewan buas yang dibius obat gila hingga menyerang orang membabi buta.


"sayang? ". Arka berlari ke arah Nana lalu memegang bahu Nana melihat sekeliling tubuh Nana.


Nana memegang kepalanya yang terasa pusing diputar-putar oleh Arka, "lama-lama kepalaku pusing karnamu sayang, aku baik-baik saja".


"maaf sayang, tapi benarkah?". tanya Arka seolah belum percaya.


"ayo kita pergi..! sudah banyak yang lihat pasti mereka merekam kita lagi". gerutu Nana


Arka memutar kepalanya ternyata sudah banyak orang berkumpul, kebiasaan manusia yang ada dizaman sekarang adalah merekam aksi mereka dan akan disebarkan ke sosmed.


"ayo sayang..! ". ajak Arka merangkul pinggang Nana


Arka melindungi kepala Nana saat masuk ke mobilnya lalu Arka menutup pintu mengeluarkan uang tunai dari dompetnya.


"berobat sendiri dan jangan coba-coba mencari masalah dengan orang lain, Cari pekerjaan yang lain". kata Arka dengan dingin.


tidak ada preman yang mendengar perkataan Arka karna masih tak sadarkan diri, Arka tidak perduli sementara ia langsung mengitari mobilnya dan masuk ke mobilnya meninggalkan tempat itu.


di dalam mobil.


"sayang ngasih apa tadi di aspal? ". tanya Nana penasaran.


Nana terenyuh hatinya mendengar jawaban Arka, suaminya ini sudah berubah total.


"kenapa? kok dikasih uang? bukankah mereka yang duluan menyerang kita? ". tanya Nana terlihat penasaran padahal ia ingin tau saja alasan suaminya.


"sayang..? banyak pengangguran di kota kita ini, mereka itu Preman yang dibayar untuk mendapatkan uang, aku akan selidiki siapa pelakunya". kata Arka serius.


Nana mengangguk membenarkan perkataan Arka,


"aku juga harus cari tau". batin Nana


setibanya di Mansion ternyata anak kembar Arka dan Nana sudah bisa berjalan, anehnya mereka sudah ada di depan Pintu seolah sudah tau kalau Papa dan Mama nya akan datang.


"sayang??". Nana berlari menaiki anak tangga


"ya Tuhan..! kenapa anakku bisa diluar? ". gumam Arka khawatir.


Arka akan membayar seseorang untuk membuat pagar besi disekitar tangga luar Mansion nya, Arka tidak ingin suatu saat anak-anaknya terjatuh di tangga.


Ren dan Rose memekik kesenangan memeluk Mama Nana,


"kenapa diluar sayang?". tanya Nana dengan lembut.

__ADS_1


"Renn...? Rose...? kalian dimana? ". teriak Diah, Dewi dan Sarah dari dalam Mansion.


Nana menyahut hingga Ketiga wanita itu berlari keluar, mereka menatap sikembar antara gemas dan khawatir dengan tingkah kedua bocah itu yang menjemput Papa dan Mama nya.


Arka menggendong Ren yang menyeringai lebar, ia suka digendong oleh Papanya tapi tidak suka dicium oleh Papanya,


"kenapa bibir Papa ditutup nak? ". tanya Arka melihat tangan mungil Ren memegang bibirnya.


Nana menggendong Rose pun menoleh ke suaminya dan tertawa, Diah, Dewi serta Sarah pun terbahak, mereka mengatakan kalau Ren tidak mau dicium oleh Papanya.


Arka tersenyum meradu keningnya dengan kening Ren yang semakin riang saja tawanya, bocah itu memeluk leher Arka.


mereka membawa masuk anak-anak lucu itu,


"maaf ya sayang? boto berisi asi yang kamu buat sudah habis". ucap Dewi.


"iya sayang, mereka sangat kuat asi". sahut Diah


"Eyang Putri sampai pusing". sahut Sarah.


Nana tersenyum lembut, "tidak apa Mah, Mom, Nek".


"Mereka berdua memang kuat Asi dan kebetulan Asi Nana sangat banyak". sambung Nana lagi.


"mereka sudah dimandikan! ". kata Diah tersenyum lebar.


"udah mandi kesayangan mama ya? ". tanya Nana dengan gemas menoel-noel hidung Rose.


"ya sudah..! kalian bobok'in sikembar nakal ini". gemas Dewi


Nana dan Arka hanya tertawa membawa kedua anaknya masuk Lift, seperti biasa mereka menidurkan Sikembar terlebih dahulu baru mereka membersihkan diri bergantian.


Arka tidak mau meminta jatah pada istrinya yang masih lelah, sejak Arka melihat perjuangan Nana melahirkan sikembar membuatnya mengerti bagaimana pengorbanan seorang Ibu dan Arka tidak akan memaksa Istrinya.


"sayang? mereka udah tidur kan? sini bobok! ". Arka menepuk-nepuk bantal didekatnya.


Nana tersenyum dan mengangguk menuruti permintaan Suaminya, mereka hanya tidur saling berpelukan untuk melepas lelah walau hanya 20 menit.


malam-malam


Nana perlahan membuka matanya, "ada apa sebenarnya? siapa yang menyuruh para preman itu? apa aku dibutuhkan oleh mereka?". batin Nana.


Nana hendak melihat di komputernya tapi Arka terus saja memeluknya, alhasil Nana mengatakan pada dirinya sendiri untuk bersabar masih ada hari esok untuk mencari tau kebenaran itu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2