
.
.
.
Anna dan Caca pulang ke Mansion Arkatama karna Nana mengatakan bahwa mereka mendapatkan teman baru dan benar saja ada Sekar yang sedang menautkan jemari tangannya duduk disofa ditemani Diah yang asik mengelus kepala Sekar.
"sayang? itu teman kalian! ". tunjuk Nana dengan ekor matanya.
Anna dan Caca berlari ke arah Sekar lalu memperkenalkan diri, mereka tanpa berpikir lagi mau menerima Sekar menjadi teman mereka sedangkan Sekar masih kaku belum terbiasa bersama orang kaya itu.
Diah berdiri lalu mendekati menantu kesayangannya itu.
"Mom..? Nana kembali ke Perusahaan ya? ". Nana menoleh ke Diah.
"iya sayang..! jangan lupa jaga diri baik-baik ya? Mommy akan menjaga Sekar dengan baik". Diah mengelus pipi Nana yang tersenyum manis.
Diah sangat menyayangi Nana, semenjak Nana menjadi menantunya kehidupan Diah berubah begitu juga Arka yang sebelumnya tidak peduli orang lain malah menjadi peduli, Nana membawa perubahan besar pada keluarganya terutama Arka.
Nana menyalami Diah lalu pergi dari sana kembali ke Perusahaan, terkadang Diah ingin meminta Nana tidak usah bekerja tapi Arka menjelaskan pada Diah bahwa dirinya sudah berjanji pada Nana akan membebaskan Nana bekerja asalkan Nana bisa membagi waktu.
"hati-hati sayang". teriak Diah
"yes Mom". sahut Nana yang dibalas senyuman oleh Diah.
terkadang Diah mengagumi Nana yang tidak punya Izajah bisa lebih sukses dari Orang yang berpendidikan tinggi, lebih pekerja keras seolah tidak punya uang padahal jika Nana bersantai di Rumah Saja tetap ada uang masuk tapi Nana suka kesibukan.
Sekar dibawa jalan-jalan oleh Anna dan Caca mengelilingi Mansion, Caca tersenyum sesekali berbicara sementara Anna yang paling cerewet selalu mengoceh tiada henti tapi Sekar tidak muak malah mendengarkan dengan serius walau dirinya belum mau berbicara.
Anna tak heran lagi sebab saat pertama kali ada di Mansion ini Anna juga pendiam hanya pada Nana ia sering berbicara, itu pun sedikit demi sedikit sampai Anna sembuh ia berubah menjadi kepribadian ceria dan cerewet bahkan bercita-cita menjadi dokter seperti kakaknya bisa menyelamatkan orang lain.
.
.
"Nona masak apa? ". tanya Ara melihat Nana yang memasak di Ruangan Pribadi Papanya yang dilengkapi banyak peralatan dapur.
"Kamu lupa Ara? aku seorang Istri, aku ingin menjadi Istri yang sempurna untuk suamiku". jawab Nana terkekeh.
"Nona sudah menjadi Istri Sempurna Tuan Vano". jawab Ara
__ADS_1
"sudah-sudah, aku ingin membuat menu spesial untuk suamiku kamu kembalilah bekerja! ". titah Nana mengusir sang asisten.
Ara pun tak bisa menahan senyum, ia pergi dari Ruangan itu dan kembali bekerja.
Ara dan Abi dapat tugas mempercantik dapur di Ruangannya Nana menjadi lebih pantas, biasanya untuk buat kopi saja karna Papanya suka minum Kopi sebagai obat kantuknya saat bekerja, sekarang dilengkapi peralatan dapur khusus untuk Ibu Rumah Tangga, mereka merombak ulang Dapur itu menjadi milik Nana yang akan memasak untuk sang suami.
Nana menjadi Presdir dan Nana saat menjadi seorang Istri Arka benar-benar peran yang sempurna, mungkin wanita diluar sana tidak akan ada yang bisa seperti Nana sebab hanya Nana satu-satunya wanita yang tidak suka bermalas-malasan malah suka kesibukan.
.
"Nona?". hormat beberapa Karyawan Arkatama Group pada Nana.
"silahkan bekerja! ". pinta Nana
Nana berjalan dengan senyum manisnya masuk ke Lift biasa, sebenarnya Nana bisa naik Lift Khusus tapi Nana malah naik Lift biasa.
kedatangan Nana membuat kaget kedua Reseptionis khusus tamu CEO, Nana menautkan kedua alisnya melihat kekagetan mereka.
"ada apa? kenapa ekspresi kalian seolah memberitau kalau aku kini sedang memergoki suamiku berselingkuh? ". tanya Nana
kedua wanita cantik itu pun tanpa ragu menjelaskan alasannya pada Nana, Nana punya kepribadian baik untuk itu mereka tidak takut bersikap layaknya teman pada Nana tapi masih tau rasa hormat pada Nana.
"baik Nona". jawab kedua wanita itu sopan lalu kembali ke tempat kerja lalu menunduk sopan pada Nana saat melewati mereka berdua.
Nana main masuk saja ke Ruangan Arka tidak perlu mengetuk.
"Tuan? ". panggil seorang wanita dengan suara berat hendak memberikan kopi instan buatannya tapi malah pura-pura tersandung mengenai tubuh Arka dan memegang paha Arka.
"sialan kau...! apa yang kau lakukan?? ". teriak Arka mendorong kasar tubuh Sari hingga terjerembab mengenai meja sementara Arka berdiri dengan marah.
Arka sebenarnya tidak akan kejam pada wanita tapi berbeda jika menghadapi jal*ng memang harus tegas dan kejam.
"oupsss....! maaf Tuan, tadi saya terpeleset! ". ucap wanita itu yang tak lain ternyata adalah Sari mengelus keningnya.
"kenapa kau jadi Asistennya Pak Bara?". geram Arka menjauh dari Sari
"saya bekerja disana Tuan". jawab Sari berdiri dengan gaya seksinya.
Arka sibuk membuka jasnya, "sialan si Bara ini, kenapa malah mengirim jal*ng untuk masalah spele ini". umpat Arka
"menjauh kau! ". marah Arka melihat Sari ingin melangkah mendekatinya.
__ADS_1
"sekarang Keluar dari Ruanganku! ". teriak Arka menunjuk ke Pintu Keluar Ruangannya.
Nana tersenyum manis akan sikap kejam suaminya pada wanita lain, walaupun Arka terlihat kejam tapi mengapa Nana suka? menurut Nana suaminya itu punya pendirian tegas dan hal itu malah terlihat seksi dimatanya.
jika wanita lain ingin diperlakukan lembut membuat hati wanita meleleh tapi Nana malah semakin mencintai suaminya melihat sikap kejam suaminya pada wanita lain.
"anda belum tanda tangan Tuan! ". kata Sari tersenyum genit.
Arka tidak melihat hanya sibuk dengan aktivitasnya membuang Jasnya yang terkena tangan Sari, saat membuka ikat pinggangnya Sari tiba-tiba dihadapannya.
"Sialan kau...! berani kau menyentuhku! ". maki Arka mendorong kasar Sari seolah Sari adalah Virus.
"keluaaaarrrr!!! ". teriak Arka menyeret Sari saking geramnya ia mencengkram lengan Sari tapi tiba-tiba ia terpaku dengan mata melotot kaget melihat sang Istri tengah ada di Ruangannya.
"sayang? ". Arka melepaskan cengkramannya.
Nana menatap Sari yang diam-diam menyeringai tipis, jika wanita lain mungkin akan salah faham dengan keadaan mereka tapi Nana tidak akan karna ia wanita yang pintar tidak bisa ditipu atau masuk ke jebakan orang licik.
"Sayang? ini salah faham aku bisa jelaskan! ". Arka mendekat tapi tangan Nana mengudara
"seret dia keluar! ". titah Nana
Arka yang geram pada Sari pun menarik tangan Sari menyeretnya tak elit dan secara tak hormat keluar lalu menutup pintu Ruangannya dengan kencang.
Nana berjalan ke arah meja Arka lalu meletakkan bekal makan siang untuk sang Suami.
Arka berlari ke Nana lalu meminta Nana untuk tidak salah faham, ia takut Nana salah faham dan membencinya padahal Arka tidak tau hal ini akan terjadi.
"ikuti aku! ". pinta Nana masuk ke Ruangan Khusus Arka
Arka mengikutinya sampai masuk ke Kamar mandi, Nana menarik pergelangan tangan Arka tanpa ragu Nana menekan tombol dan Arka tersiram pancuran shower,
"aku harus bersihkan lalat itu dari tubuh suamiku". kata Nana serius.
Arka diam saja seperti anak kecil dipegang dan disentuh oleh Nana, hanya Nana yang diizinkan menyentuh tubuh Arka.
.
.
.
__ADS_1