
.
.
.
kebahagiaan Anna juga merupakan kebahagiaan Nana, walaupun Nana pernah memarahi Anna tapi adiknya itu malah semakin patuh dan lengket pada Nana.
"Nona? ". Ara mendekati Nana dan meminta Nana melihat e-mail.
Nana segera membuka ponselnya dan melihat pesan masuk lewat e-mailnya ternyata ada email masuk berupa undangan pelelangan Perusahaan Perhiasan terbesar di Indonesia.
"aku di undang? ". Nana menunjuk dirinya sendiri.
"benar Nona..! Nona diundang". jawab Ara tersenyum lebar.
Nana mengerutkan keningnya, "kenapa?? ".
Ara menepuk jidatnya akan pertanyaan Nana, ia harus sabar menjelaskan bahwa Perusahaan W Group adalah satu-satunya Perusahaan yang penjualannya sampai ke Manca Negara dan terkenal di Pasaran International bahkan mengalahkan Perusahaan Arkatama Group yang kini di Posisi kedua.
Perusahaan W Group dan Arkatama Group jika Presdirnya menikah entah bagaimana kekayaan mereka nantinya, sebab dunia hampir tau bahwa presdir utama di Kedua Perusahaan besar itu menjalin hubungan yaitu sepasang kekasih.
"apa Arka diundang? ". tanya Nana
Ara menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "bagaimana jika Nona saja yang bertanya? "
Nana pun mengangguk tapi raut wajahnya terlihat serius tengah mempertanyaan mengapa dirinya diundang? apa memang karna dirinya Presdir utama W Group?
"Kakaak? ". Anna tiba-tiba muncul membawa 1 piring kaca berisi kue tar ulang tahun nya di bali dibelikan oleh Leonard.
Nana tersenyum manis, "apa ini buat kakak sayang?". tanya Nana
"iya kak..! yang itu buat Kak Ara". tunjuk Anna ke Caca yang datang membawa piring kaca yang sama.
mereka berdua memberikan kue itu pada Nana dan Ara lalu mengucapkan terimakasih sudah mengajari mereka berenang.
"ya sudah...! kalian harus tidur cepat supaya tidak kesiangan besok untuk jalan-jalan menelusuri pulau bali ini". kata Nana menoel-noel hidung Anna.
Anna dan Caca pun pamit pergi menyelesaikan ulang tahunnya Anna yang merupakan ronde kedua, Ulang tahun Anna sebelumnya di Mansion Arkatama adalah uang dari keluarga baru Anna tapi di ronde kedua uang milik Leonard yang juga ingin merayakan ulang tahun Anna di pulau bali.
"kalau begitu saya pamit Nona! ". izin Ara dengan sopan ke Nana.
__ADS_1
Nana mengangguk dengan senyuman sambil berjalan ke sofa nya dan memakan kue tar pemberian Anna.
setelah itu Nana mendatangi kamar Arka, dengan senang hati Arka membiarkan Nana masuk ke kamarnya.
"Arka apa kamu diundang ke acara Pelelangan Perusahaan Perhiasan terbesar di negara kita? ". tanya Nana sambil melangkahkan kakinya ke Sofa kamar penginapan Arka.
Arka mengikuti Nana dan mengeluarkan ponselnya lalu menunjukkannya ke Nana.
"kamu juga diundang Arka? ". tanya Nana sekali lagi
"tentu saja sayang..! Perusahaan ini sudah lama mengundang Perusahaanku". jawab Arka
"tapi Papa tidak pernah menyebutkan Perusahaan ini". sungut Nana
Nana berdecak tidak bisa mencari tau Perusahaan itu sebab komputernya ada di Apartemen sementara mereka sedang berada di Bali, sebenarnya memakai ponsel bisa tapi tidak secepat Komputer Nana yang jauh lebih cepat.
"maksudmu Perusahaan Perhiasan (Yakin) terbesar itu tidak pernah mengundang Perusahaanmu sayang? ". tanya Arka
"hmm, apa pemiliknya Perempuan atau Laki-laki Arka?? ". tanya Nana
Arka menjawab apa yang ditanyakan Nana, lalu Nana hendak pergi dari kamar Arka tapi tangannya ditahan oleh Arka.
"hanya begitu saja hmm? mana hadiahku? ". tanya Arka
Arka berdecak kecewa lalu tersenyum memegang keningnya, ia segera memukul kepalanya sendiri karna sejak awal sampai sekarang Arka tidak henti-hentinya selalu bucin pada Nana padahal mereka berpacaran sudah lama.
di kamar penginapan Nana.
Nana sedang berusaha meretas dengan ponselnya tapi membuatnya tidak sabar karna jaringan ditempatnya kurang bagus, alhasil Nana hanya bisa melihat lewat internet saja pemilik Perusahaan perhiasan (Yakin) itupun harus sabar menunggu loadingnya, WIFI Hotelnya kini juga sudah banyak dipakai orang jadi tidak lancar.
"hah? Pria tua seumuran dengan pak Leonard? apa prasangka ku saja ya?". gumam Nana
Nana mencari tau kedekatan Pria itu dengan Leonard ternyata pernah berjabat tangan, bukan kerja sama hanya saja saat itu Leonard pernah membeli perhiasan limited Pria itu untuk Anna.
tapi Anna bukannya membawa Perhiasan itu kemana-mana malah meninggalkannya di Mansion Singapura.
Nana merasa Pria itu bukan musuhnya pun memilih tidur saja tanpa memikirkan orang itu.
.
pagi-pagi keluarga Nana sudah berlibur kesana-kemari menelusuri pulau Bali sementara Anna dan Caca membawa Iped untuk sekolah kemana-mana, sebab ini adalah Ujian akhir mereka tamat SMA.
__ADS_1
"apa kek?? jadi kita akan tinggal di Indonesia?? ". pekik Anna dengan senang.
"iya sayang..! Kakek sudah mengatur semuanya dan Perusahaan disana tidak ditutup, Kakek akan buka Perusahaan cabang kita disini". jelas Leonard.
Anna memeluk Leonard dengan erat, Leonard tak mengira waktu berlalu begitu cepat hingga tidak sadar Cucunya sudah menginjak usia dewasa bahkan akan masuk ke Perguruan tinggi.
Caca sibuk melihat hasil fotonya untuk ujian terakhir yaitu Praktek membuat Proposal tentang Penelitian tentang keindahan Bali.
.
"kapan kalian akan menikah? ". tanya Aman serius
Nana dan Arka saling pandang satu sama lain, Nana ingin menundanya tapi ternyata Dewi dan Yardan juga sama dengan Aman yaitu ingin Nana menikah bersama Arka.
"Mama mau Nana menikah? ". tanya Nana ke Dewi
Diah diam-diam sangat senang tapi wajahnya terlihat serius saja seolah mendengarkan padahal mereka sudah sepakat dibelakang Nana.
"iya sayang..! Mama mau kamu menikah supaya tidak ada fitnah diantara kalian berdua". jawab Dewi
"tapi kami tidak melakukan apa-apa ma". rengek Nana
Arka melihat arah lain menahan senyumnya sekuat tenaga, ia senang kalau mereka menikah dengan cepat hanya saja Nana suka kesenangan dan belum tau bagaimana indahnya memiliki suami.
"baiklah..! Nana mau menikah tapi setelah Anna masuk ke Perguruan tinggi ternama di Bandung bersama Caca". jawab Nana pasrah
mereka semua lega bercampur senang sebab Nana mau mendengarkan mereka terutama Yardan yang memang tidak memaksa Nana dan Arka untuk cepat punya keturunan hanya saja Yardan ingin nama Nana baik dimata masyarakat.
apa kata orang nanti jika lama-lama berpacaran? memang tidak melakukan apapun tapi apa orang diluar sana percaya? manusia sangatlah kejam dalam bertutur kata apalagi jika gosip sengaja dilebih-lebihkan lalu sampai ke orang lain masalah akan lebih sulit diatasi.
"iya Pa..! ". jawab Nana dengan patuh menundukkan kepalanya.
Yardan merentangkan tangannya lalu Nana masuk ke pelukan Papanya, Yardan menyayangkan waktu mereka yang terasa singkat tidak terasa anaknya sudah dewasa tapi Yardan juga tidak boleh egois menahan Nana.
lagian jika Nana menikah tidak ada yang berubah diantara mereka malah nanti nambah anggota baru yaitu Anak Nana dan Arka.
"Mama juga sayang..! walaupun Mama ada bersamamu sejak kecil tapi Mama memang merasa waktu berlalu begitu cepat". kata Dewi
"hei...? ada apa hah?? kenapa pembicaraan ini jadi sedih?? Nana menikah kan? bukan berpisah juga". Diah bertanya-tanya heran.
.
__ADS_1
.
.