
.
.
.
"in.. ini serius? ". gagap Adit ke Anna.
Anna tersenyum lebar, "aku sangat mengidolakan Kakakku, pantas saja dia suka menolong orang ternyata bisa memberi kebahagiaan tersendiri pada diri kita sendiri". Kata Anna
"hah? ". Adit yang orangnya sangat pintar pun tidak mengerti maksud kata-kata Anna.
"Anna?? ". panggil Caca
"maaf ya? temanku sudah memanggilku". ucap Anna ke Adit.
Caca berlari ke Anna, "kamu ngapain kesini? ". tanya Caca dengan khawatir.
"kenapa? ". tanya Anna ke Caca
"Tuan Leonard mencari mu bahkan Kak Nana juga mencarimu yang tidak balik-balik padahal izinnya tadi ke Toilet". kesal Caca
"aah.. iya.. perutku sakit". Anna memegang perutnya seketika lalu berlari tunggang-langgang masuk toilet disusul Caca yang ketar-ketir mengikutinya.
Adit tertawa untuk pertama kalinya, saat ia tersadar wajahnya berubah sedih menatap layar ponselnya.
"aku akan bayar hutangku ini padamu Anna". gumam Adit pelan dan penuh tekat.
berkat uang yang dikirim Anna, Adit bisa bayar biaya Rumah Sakit Ibu nya lalu memakamkan Ibunya dengan layak, Adit akan bangkit dari keterpurukannya langsung bisa membuat Passport dan pergi ke Luar Negri untuk Operasi, ia berjanji akan membayar hutang-hutangnya berlipat ganda ke Anna dan membalaskan dendam pada Istri kedua Ayahnya.
di dalam Mobil.
Leonard mengelus kepala Anna, "Kakek kenapa? ". tanya Anna penasaran.
"tadi kamu pakai uang 3 M untuk siapa sayang? ". tanya Leonard dengan lembut.
"Hehe.. Anna bantu Seseorang kek..! dia sangat menyedihkan bahkan ia baru kehilangan Ibu nya dan wajahnya ada bekas luka bakar". jawab Anna
Leonard terkekeh, ia tidak pernah mempermasalahkan uang yang dihabiskan Anna tapi Cucunya ini juga suka menolong orang mengikuti Nana yang pernah menolong Anna, kebaikan Nana begitu membekas dihati Cucunya bahkan dihati Leonard juga wajar saja mereka berubah karna Nana.
Caca dan Sekar yang mendengar perkataan Anna pun mengulum senyum, mereka sangat tau Anna begitu mengagumi Nana dan ingin menjadi seperti Nana.
"aku juga mengidolakan kak Nana". batin Sekar tersenyum lebar.
ketiga gadis remaja itu memang sangat mengasihi Nana terutama Anna,
di Mobil Arka dan Nana, Arka nyetir sementara Nana tertidur disamping Arka dibelakang Dewi tertidur pulas dipangkuan Yardan.
Arka dan Yardan menjadi supir bergantian, Arka menepikan mobilnya lalu memperbaiki cara tidur istrinya tanpa ragu Arka membuka jaketnya menyelimuti Nana.
muahhh..!
Arka mengecup bibir Nana dengan sayang lalu tersenyum tampan merapikan anak rambut istrinya, saat diperiksa, Dokter mengatakan kandungan Nana sangat baik bahkan anaknya sangatlah sehat.
__ADS_1
"sehat-sehat ya sayang". batin Arka.
diam-diam Yardan membuka matanya dan melihat cara Arka memperlakukan Nana membuat bibirnya melengkung ke atas, sebagai seorang Ayah tentu Yardan merasa bangga dan tidak menyesal telah mempercayai Putri kesayangannya ke Arka.
Arka melanjutkan perjalanannya sementara mobil keluarga Arka yang lain juga mengikuti Arka, tidak tau mengapa Arka berhenti tapi mereka yakin kalau Arka pasti melakukan sesuatu yang penting.
.
.
setibanya di Mansion Asia Group milik Leonard, semua Orang tumbang di Sofa mewah milik Leonard.
"tolong antarkan tamu-tamu pentingku ya der". pinta Leonard ke ART nya.
"baik Tuan". jawab Derlin.
Nana tak sanggup berdiri di gendong sang suami yang asik mengecup pelipis Nana, mereka dibawa ke Kamar yang dipersiapkan oleh Leonard untuk keluarganya.
bagi Leonard Keluarga Nana yang tulus menyayangi Anna adalah Keluarganya juga, sama seperti Yardan membuatkan kamar untuknya di Mansion Wijaya sama halnya dengan Diah juga melakukan hal yang sama di Mansion Arkatama, Leonard pun tidak mau kalah membuatkan kamar istimewa untuk orang-orang baik itu di Mansionnya yang disebut Mansion Anna.
di kamar Arka dan Nana.
"Sayang? ini Kamar kita? ". tanya Nana
"tadi Bibi ART nya membawa kita kesini sayang". jawab Arka mendudukkan Nana di Ranjang mewah mereka kini.
"dasar Kakek, apa dia membuat kamar untuk anak Putri Raja? ". gerutu Nana memegang kakinya.
"kaki aku pegal sayang". rengek Nana dengan raut wajahnya ditekuk masam.
Arka terkekeh gemas, "biar aku pijitin ya? ". Arka tanpa ragu duduk disamping Nana dan meletakkan kedua kaki Nana di pangkuannya.
Nana tersenyum manis menatap suaminya dengan penuh cinta, "aku tidak sabar menunggu anakmu lahir sayang, pasti wajah anak-anak ku mirip denganmu".
Arka tertawa lalu mengambil tangan Nana dan mengecupnya mesra, "aku juga tidak sabar menunggu mereka sayang, aku bahkan sudah menyiapkan 1 buku berisi deretan Nama untuk anak-anak kita".
Nana tertawa lebar, "benarkah? "
"iya sayang". jawab Arka dengan yakin dan terlihat serius.
.
1 malam mereka tidur di Mansion Anna,
keesokan harinya mereka kembali ke Mansion Masing-masing, tapi Nana pergi ke Mansion Arkatama bersama Arka (Diah sudah duluan dengan supirnya bersama Doody) dan tadi Nana sempat mampir di Mansion Wijaya.
di tengah jalan Nana tiba-tiba minta dibelikan jagung bakar,
"mau kemana sayang? ". tanya Arka melihat Nana begitu semangat keluar dari mobil.
"beli jagung bakar". jawab Nana dengan polos.
Arka tertawa mengelus kepala Nana, "biar aku yang beli sayang".
__ADS_1
"benarkah? tapi kamu capek sayang, biar aku aja ya? ". Nana.
Arka menggeleng kepalanya pelan, "kamu tetap disini sayang". pinta Arka serius.
Nana mengerucutkan bibirnya, "ya udah". jawab Nana dengan pasrah.
Arka melepas seatbeltnya lalu langsung turun dari Mobilnya berlari dengan langkah lebar ke pedagang pinggir jalan yang menjual jagung bakar.
.
.
Braaakkkh....
"aaahhhhh". jerit orang-orang disekitar Arka.
Arka menolehkan kepalanya hingga matanya membelalak melihat hal itu.
"tidaaaakkkk?? ". teriak Arka panik lari dengan langkah seribu menerobos kerumunan.
Mobil milik Arka ditabrak dari belakang dan diseret kedepan sampai tak berbentuk lagi, mobil yang menabrak sangat kencang,
Arka menjerit histeris memanggil istrinya.
orang-orang disekitar mulai mengkerumuni jalan dan kaget melihat Arka, mendengar teriakan pilu Arka membuat mereka berpikir Istri Arka ada didalam sana.
"Sayaaangg? ". Teriak Arka berlari ke arah Mobil yang sudah tergeletak ditengah jalan.
"berhenti..! tunggu..! ". teriak Arka menghentikan setiap mobil yang sedang mencoba menyelip-nyelip kemacetan.
Arka menangis sesegukan dengan langkah sempoyongan namun sedikit berlari pergi mendekati mobilnya, air matanya merembas turun tanpa bisa dibendung lagi membayangkan Nana dan Kedua anaknya terluka membuatnya lemas tak bertenaga.
sementara masyarakat yang ada disekitar mengamankan mobil yang menabrak mobil Arka, sebenarnya Mobil Arka parkir ditempat yang telah disediakan bukan sembarangan parkir saja.
"sayang? ". Arka memaksa membuka pintu mobilnya tapi tidak ada siapapun selain Ponsel Nana yang rusak parah dan tas Nana yang berserakan dengan Mobil jungkir balik roda diatas.
"tidak ada siapapun Tuan". jawab salah satu supir pengendara mobil lain yang menepi melihat kecelakaan itu.
"tidak mungkin pak, istriku tadi ada disini". Arka celingukan menghapus air matanya seperti air Sungai yang mengalir begitu saja.
.
.
.
hayooo??? Nana kemana ya?? wkwkkk.. selamat beraktifitas..! Nae emang jahat...! hahaha.. masih mau Nae up lagi??
.
.
.
__ADS_1