Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
tak perlu izin


__ADS_3

.


.


.


Nana ikut tertawa mendengar cerita adik-adiknya, "kakak bangga pada kalian".


"kami hanya mengikuti Kakak". jawab Anna tersenyum lebar.


Nana tersenyum manis lalu merentangkan tangannya, Anna, Caca dan Sekar memeluk Nana sebisanya.


"karna kakak mengandung, kakak tidak bisa melihat kalian sesekali ke kampus kalian". gerutu Nana


Anna dan yang lainnya tertawa, mereka mengerti mengapa Nana tidak bisa bebas.


"bisa ajari kakak sayang? gimana cara menggunakan kursi roda ini? ". tanya Nana ke Anna penasaran.


sebenarnya Nana bisa saja mencari tau tapi meminta bantuan Anna tidak ada salahnya supaya Anna tidak membenci masa lalunya saat berada dikursi roda.


Anna memberitau semua tombol-tombol yang ada dan Nana langsung mengerti.


"ya sudah..! makasih ya sayang,, habis ini kalian mau kemana lagi? ". tanya Nana dengan gemas ke Anna.


"kami mau ke Penjara kak! jenguk Papanya Sekar". jawab Anna


Nana tersenyum ke arah Sekar, "sampaikan salam kakak pada Papamu ya Sekar? ".


"iya kak". jawab Sekar dengan senyuman terlebarnya.


ketiga remaja cantik itu pun meminta izin pada Nana tapi tidak izin pada Arka, mereka tidak mau mengganggu konsentrasi Arka.


mereka memilih pergi dari pada melihat Arka mengeluarkan taringnya, Nana meminta mereka semua untuk berhati-hati.


"Mommy?? ". panggil Nana celingukan.


seorang Pelayan mendekat lalu memberitau Nana kalau Diah sedang keluar membeli semua perlengkapan sabun dan skincare nya sudah habis.


"kenapa matamu Noni? ". tanya Nana melihat mata Pelayan bernama Noni itu sembab.


Noni hanya menjawab, "hanya karna bawang merah Nona".


Nana memicingkan matanya curiga, "ada apa? kamu tau kan aku tidak suka dibohongi".


Noni langsung berkaca-kaca seketika memberitau kalau Ibu nya dikampung sakit parah, Noni tidak bisa libur karna sudah banyak ambil cuti, Noni sampai terisak menceritakan masalah hidupnya pada Nana.


"saya mau berhenti bekerja saja tapi bagaimana cara saya bisa dapat uang jika tidak kerja.. hiks.. hiks".

__ADS_1


Nana menghela nafas panjang, "apa kamu pernah melihat Mommy marah padamu hanya karna libur hmmm? kenapa merahasiakan semuanya? ".


"maafkan saya Nona..! saya hanya berpikir Nyonya dan Tuan beserta Nona sedang sibuk dengan kandungan Nona, saya tidak berani mengganggu dengan masalah saya". Noni menunduk takut.


"ya sudah..! lain kali terbukalah pada kami Noni, kami tidak bisa tau masalah mu kalau kamu sendiri memilih diam, apa kamu akan minta izin kalau Ibumu sudah meninggal hmm? ". tanya Nana dengan nada kesal.


Nana mendengar Noni menangis akhirnya Nana meminta maaf karna ia sangat kesal pada Pelayan Mansion Arkatama itu memilih diam dengan masalahnya.


Noni mendapat Libur 1 minggu dan meminta Ibunya Noni dibawa ke Kota bahkan Nana menjamin biaya pengobatan Ibunya Noni, Nana meminta Ara mengantar Noni.


"terimakasih Nona.. Terimakasih". isak tangis haru Noni.


"iya Noni..! berkemaslah ! sebentar lagi Ara datang mengantarmu ke Bandara, dia sudah memesankan tiket untukmu". Nana


Noni terduduk lemas dan hendak bersujud pada Nana tapi sudah ditahan oleh Nana yang melarang Noni melakukan hal itu.


"sana pergi! ". usir Nana tersenyum lembut.


Noni segera berpamitan menghapus air matanya, ia terlihat terburu-buru seperti dikejar-kejar setan hingga Nana menggeleng kepalanya pelan.


"bagaimana bisa dia menutupi masalah sebesar itu? apa dia berpikir kami sekejam itu tidak memberinya Izin". gumam Nana.


Nana mendengar suara Arka, "kenapa sayang? ". tanya Arka.


Nana memutar kursi rodanya, "Noni izin sayang, ibunya sakit keras jadi aku memintanya untuk membawa ibunya kesini, Mommy tidak marah kan? aku memberi cuti pada Pelayannya? ".


Nana tersenyum manis, "sayang masak apa? ". tanya Nana melajukan kursi roda listriknya.


Arka mengikuti Nana yang sudah bisa menggunakan kursi roda nya.


"aku masak sup ayam sayang". jawab Arka


Arka juga telah membuat Roti kukus kesukaan Nana untuk cemilan Istrinya nanti di kamar.


"hmmm??? kenapa Roti kukusmu sangat enak sayang? aku tidak bisa membuatnya persis sepertimu". racau Nana yang sudah menggigit Roti kukusnya.


Arka tersenyum tampan, lalu meminta Nana untuk makan pelan-pelan.


.


.


"Mommy? ". Nana menyambut Diah yang datang dengan banyak paperbag belanjaan nya.


"eeh..? sayang? ada apa sayang? ". tanya Diah tersenyum lembut memberikan belanjaannya pada pelayan disampingnya.


"Mom !! tadi Pelayan bernama Noni, Nana izinkan pulang kampung Ibunya sakit keras dan Nana minta Noni membawa ibunya kesini untuk diobati, Mommy tidak keberatan? kalau iya katakan saja Mommy, Nana akan beri tempat tinggal lain pada Ibunya Noni nanti". Nana

__ADS_1


Diah mengerutkan keningnya, "kenapa Mommy tidak mengizinkannya hmm? semua pelayan di Mansion ini sudah Mommy perintahkan untuk mematuhi apapun perintah menantu kesayangan Mommy ini, Mommy percaya kamu punya alasan yang baik sayang, tidak perlu izin Mommy ya? ".


Nana tersenyum lebar lalu Arka datang,


"sayang?? berapa kali aku bilang harus istirahat kenapa malah menunggu Mommy hmm? aku sudah bilang kalau Mommy tidak akan marah". Omel Arka mendekat lalu mengelus sayang kepala Nana.


Nana nyengir sedangkan Diah berdecak karna Nana malah menunggunya, lalu memerintahkan Arka membawa menantu kesayangannya Istirahat.


Arka mendorong kursi roda Istrinya, berkat kursi roda yang Arka berikan, Nana jadi bisa kemana-mana tanpa kesulitan tapi Arka dibuat gemas dengan Nana yang tidak bisa diam padahal perutnya buncit seperti hamil tua.


"kalian dengar?? apapun perintah Menantuku itu sama denganku, kalau aku tidak ada di Mansion kalian bisa bertanya pada menantuku mengerti?? ". titah Diah ke beberapa pelayannya.


"mengerti Nyonya". jawab mereka semua serentak.


"huuh.. menantu kesayanganku itu apa dia tidak sadar kalau kami sangat mencintainya? kenapa masih punya rasa segan? kalau dia masih gadis pasti bokongnya sudah aku pukuli". gerutu Diah dengan gemas.


di kamar


"mau apa sayang?". tanya Arka duduk disamping Nana.


"peluk! ". pinta Nana


Arka pun ikut berbaring disamping Nana yang langsung masuk ke pelukan Arka, Nana menduselkan kepalanya dibelahan dada bidang suaminya sedangkan Arka yang gemas dengan perut Nana hanya bisa senyam-senyum.


"tidur yang nyenyak ya sayang?". bisik Arka


"hmm". jawab Nana memejamkan matanya.


Arka mengelus kepala Nana dan punggung Nana, ia tau Istrinya lelah karna jam tidur Nana tidak cukup di malam hari.


di kantor polisi.


Han menangis haru melihat hasil karya Sekar,


"ini lukisanmu nak? ". tanya Han dengan nada bergetar.


"Iya pa..! ini untuk Papa ya? ". Sekar dengan senang hati memberikan lukisan mendiang nenek dan kakeknya pada Han.


Han meraba potret kedua orangtuanya, rasa bersalah timbul dihatinya karna menikahi wanita pilihannya bukan wanita yang dipilihkan oleh kedua orangtuanya.


Han menyesal menikahi mantan Istrinya tapi tidak menyesal memiliki Sekar, sekarang Istrinya juga berada di Penjara dengan kasus Narkoba wanita itu menjadi bisu tidak bisa berbicara karna ulah Nana.


Han tidak peduli wanita itu yang penting Sekar baik-baik saja.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2