
.
.
.
Sejak saat itu kehidupan Yunus berubah total, semua orang di Perusahaan tempat ia bekerja mencecar Yunus, apakah Yunus Ayahnya Celinne, atau Yunus punya dendam sendiri pada Devano, dan ada juga yang bertanya apakah Yunus menyukai Anna.
tapi kemungkinan terbesar adalah Yunus menyukai Anna dan mereka malah meledek Yunus yang tidak sebanding dengan Devano bahkan masih tampan Yardan dari pada Yunus.
"ada apa Yunus? kenapa hasil kerjamu akhir-akhir ini begitu kacau hmm? ". tanya Yardan tak suka hasil pekerjaan Yunus.
"maaf Tuan..! saya banyak pikiran dan tidak bisa fokus". ucap Yunus
"kenapa? apa kau ada masalah? ". tanya Yardan.
"masalah malam ulang tahun Nyonya Diah, Tuan". jawab Yunus.
"kenapa harus dipikirkan? bukankah semua itu tidak benar? kau bukan Ayah Celinne, juga tidak ada dendam pada Vano, dan tidak mungkin juga kau menyukai Anna kan? kenapa dipikirkan? ". tanya Yardan heran.
"biasanya kau tidak pernah seperti ini Yunus ! apapun perkataan orang lain kau tidak pernah terpengaruh". Yardan
Yunus terdiam,
"dan aku penasaran akan 1 hal, kenapa kau bilang pada Devano kalau aku memintanya menemuiku? jika kau ingin bicara dengannya ya sudah katakan saja secara langsung tapi kenapa bawa-bawa namaku? ". tanya Yardan
Yunus terpaku, ia tidak tau mau jawab apa.
"ya sudah..! liburlah selama beberapa hari ini, tenangkan pikiranmu". titah Yardan.
"baik Tuan". jawab Yunus hendak berbalik
"Apa kau mengatakan itu karna suruhan Emma? ". tanya Yardan tiba-tiba membuat Yunus berbalik dengan jantung yang berdegup kencang.
"a.. apa maksud Tuan? ". tanya Yunus.
"aku pernah bilang padamu kalau bukan Emma yang tidur denganku kan? malam itu kita sama-sama mabuk, apa kau menidur* seorang wanita juga?". tanya Yardan.
"tidak Tuan". jawab Yunus
Yardan tersenyum tipis, "baiklah..! kau boleh pergi".
Yunus pun keluar dari Ruangan Yardan, Yardan menatap pintu Ruangannya.
"bahkan kau masih menyembunyikannya dariku". gumam Yardan menggeleng kepalanya tak mengerti.
.
__ADS_1
Anna kini ada di Mal, Anna kini sudah terkenal di kalangan masyarakat karna disebut-sebut kekasih sempurna nya Tuan Muda Arkatama Group, mereka malah memekik mengatakan Nana jauh lebih cantik dari fotonya.
Nana memakai baju kaus dengan lengan pendek dilipat dan celana pendek, Nana membawa Troly dan sesekali melambaikan tangannya ke mereka semua.
"Nona boleh minta foto? ".
"boleh". jawab Nana menyibakkan rambutnya dan berfoto dengan perempuan yang meminta foto dengannya.
"sama-sama". jawab Nana tersenyum ramah lalu melambaikan tangannya saat ada yang merekamnya.
sepanjang Nana belanja, ia terus diikuti banyak orang seperti artis padahal Nana bukan Artis, namun jika Nana mau menjadi Artis aktingnya tidak diragukan lagi karna dirinya pantas menyandang julukan si Ratu Drama.
"Anna? ". panggil Celinne tiba-tiba
Nana berbalik hingga semua orang memberi jalan, Anna memiringkan kepalanya melihat wanita itu.
"disana ada tantangan wajah natural tanpa memakai make up, apa wajahmu asli? ". tanya Celinne menyeringai.
"wajahku? apa wajahku terlihat palsu? ". Nana memegang kedua pipinya sendiri dengan heran.
"bisa saja kau memakai bedak beberapa inci". jawab Celinne
"hmm? ". Nana semakin tidak mengerti.
"aku terima jika orang-orang menyebutku tebal make up tapi aku tidak percaya kau tidak pakai make up, tidak ada perempuan yang wajahnya sepertimu". Celinne
"lalu kau ingin melihatku tanpa make up? dan ikut acara itu? ". tanya Nana dengan tampang polosnya hingga orang yang mendengarnya menatap tak suka Celinne yang mereka tebak iri dengan kecantikan Nana.
"iya..! aku ingin melihat keaslian wajahmu, apakah yang mereka katakan tentangmu itu benar, apa memang alami atau hanya topeng belaka". Sindir Celinne.
"topeng? ". beo Nana
"apa kau takut Anna? kau takut kebohonganmu terbongkar hah? ". tanya Celinne meledek.
"kebohongan apa? aku tidak merasa berbohong, tapi aku malah bingung kenapa aku harus ikut acara itu hanya untuk memuaskan rasa penasaranmu itu? apa kau punya gangguan kepercayaan? coba pikirkan apa aku ini artis atau tidak? jika aku Artis bisa saja itu benar tapi kau harus tau kalau aku BUKAN ARTIS, jadi aku tidak punya alasan untuk menuruti kemauan mantan Tunangan kekasihku". kata Nana dengan santainya berbalik.
Celinne mengepalkan tangannya, hingga tiba-tiba Celinne berjalan ke arah Nana lalu menjambak rambut Nana hingga wajah Nana keatas dan meringis.
Nana tau hal ini akan terjadi tapi ia sengaja membiarkannya karna ia ingin semua orang tau betapa buruknya perangai Celinne.
"apa yang kau lakukan? ". bentak Nana memegangi rambutnya.
"aku sudah bilang kan kalau wajahmu itu hanya palsu". Celinne menyeringai mendorong Nana hingga terbentur dinding dibelakangnya,
Celinne mengambil botol air mineral berukuran besar dari sampingnya dan membukanya lalu menyiramnya ke wajah Nana hingga semua orang yang tengah merekam kekejaman Celinne berteriak.
Nana terbatuk-batuk seperti gadis yang teraniaya saja oleh kakak tiri, begitulah Nana memainkan perannya saat ini.
__ADS_1
wajah Nana sudah basah total, rambutnya pun basah beruntung Nana memakai baju kaos hitam jadi tidak transparan, tapi bajunya tetap basah.
"aku akan memperlihatkan wajah topengmu ini". seringai Celinne yang merasa sudah menang tanpa tau ini semua bagian dari rencana Nana.
"kau mau apa? lepaskan aku..!". teriak Nana
Celinne mengambil tisu disaku celananya lalu mengelap kasar wajah Nana hingga wajah Nana memerah, tapi berapa kali Celinne mencoba menghapus bedak Nana tapi tidak bisa hingga tiba-tiba suara seseorang menyadarkannya.
DEG..!!
"Apa yang kau Lakukaaannn? ". bentak Devano alias Arka menggelegar.
Endra menutup telinganya, ia tak menyangka Celinne begitu kejam hingga tidak sadar dirinya sudah trending saja di medsos.
Diam-diam bibir Nana tersenyum tipis yang penuh kemenangan, "hancur sudah reputasimu". batin Nana begitu puas.
Devano berjalan dengan langkah lebar lalu menarik tangan Celinne dan mendorongnya kasar ke lantai hingga Celinne terpekik.
"kurang ajar kau..! kau fikir ini etika wanita dari keluarga orang terpandang hah? ". marah Devano.
Celinne terkejut tak percaya melihat kedatangan Vano, bahkan tangan dan lututnya lecet ia tidak ingat lagi saking tak percayanya Devano akan datang ke Mal ini.
Celinne sudah menyusun rencana saat ini Devano akan pergi ke Bandung dan sudah ada diBandara karna tidak ingin terkena macet, tapi mengapa Devano tiba-tiba ada disini.
Nana memeluk tubuhnya sendiri dan menyisir rambutnya yang basah dengan jarinya, Nana malah semakin cantik dan Nana berjalan ke arah Vano.
"Arka? kenapa kamu bisa disini? bukankah kamu mau ke Bandung? tadi kamu bilang lagi diBandara kan? ". tanya Nana
"bagaimana aku bisa kesana saat aku tau kekasihku disakiti". Devano melepaskan jasnya dan memasangnya di tubuh Nana.
Endra sampai kehilangan kata-kata melihat situasi ini, dan menyayangkan kebodohan Celinne yang seperti sengaja bunuh diri, padahal jika Celinne pintar bisa saja Celinne cari Pria lain, bahkan banyak Pria bule yang masih bisa didapatkan oleh Celinne.
tapi Celinne bersikeras mengejar Devano yang jelas-jelas sudah begitu Cinta pada Nana.
.
.
.
terimakasih buat Para Readers yang suka sama Novel Nae.. beri dukungan yang banyak ya? seperti komentar dan Like nya kalau lainnya bonus boleh lah tapi Nae tidak memaksa hehe.. Maaf Nae tidak bisa Up banyak, Nae takut kehabisan Ide.. wkwk..
selamat beraktifitas pagi...! mampir juga di Novel Nae yang lain ya?? terimakasih..
.
.
__ADS_1
.