
.
.
.
Bagaimana Nana tidak kesal? Nana kecarian tak mendapati suaminya tapi ternyata Suaminya malah enak-enakan tidur memeluk bantal guling.
"ayo kembali ke Kamar! ". ajak Nana bangkit dari ranjang itu sambil menyeret Arka pergi
perlakuan Nana seperti membawa pulang anaknya yang nakal bermain di tepi Danau, Arka senyam-senyum membiarkan Nana membawanya kembali ke Kamar.
"punya Istri kenapa malah memeluk bantal guling hah?? ". omel Nana.
Arka tertawa kecil dan terdiam seketika melihat tatapan tajam Nana yang sangat menyeramkan, "galak amat". gumam Arka pelan.
Nana membentang lengan Arka dengan kesal lalu merebahkan kepalanya di bahu Arka yang senyam-senyum memeluk Nana dengan mesra.
Nana memejamkan matanya dipelukan Arka, Nana marah pada Arka tapi tidak bisa tidur nyenyak tanpa Arka.
"tidak sia-sia aku Like artikel itu". batin Arka tersenyum senang.
ke esokan harinya.
kabar Nona Presdir W Group tengah mengandung tersebar di Media, semua orang mengucapkan selamat pada Nana dan Arka.
Yardan dan Dewi datang ke Perusahaan W Group tentu tujuannya memberi kebenaran itu tak lupa mereka meminta pada Seluruh Karyawan Nana untuk memberi toleransi Nana tidak bisa datang ke Kantor tapi jika Nana dibutuhkan akan selalu ada untuk mereka dengan bantuan Ara yang akan menyampaikan semuanya ke Nana.
Yardan meminta para Karyawan W Group makan di Kantin tanpa membayar karna Yardanlah yang akan membayar semuanya, tentu yang nama nya gratis membuat siapapun senang.
"kami hanya minta doa tulus kalian semua semoga Nana dan Kandungannya akan selalu baik-baik saja". ujar Dewi dengan lembut.
"baik Nyonya, kami akan selalu mendoakan Nona Presdir yang akan melahirkan pewaris baru". kata salah satu dari karyawan Nana dengan sopan dan lembut juga.
para Pekerja Nana sudah tau siapa Ibu kandung Nana yang sangat lembut dan Baik hati pantas saja melahirkan anak yang baik serta sangat membanggakan sehingga Yardan sangat mencintai Putrinya padahal perempuan bukan laki-laki.
di luar sana banyak Pria kaya raya menginginkan Pewaris laki-laki tapi Yardan malah diberi Putri yang cantik jelita dengan kejeniusan nya yang membuat Orangtua manapun akan iri dengan apa yang Yardan miliki.
"terimakasih". ucap Dewi dengan senyuman hangat.
Yardan merangkul istrinya, walaupun mereka tidak lagi muda tapi Cinta Yardan pada Istrinya semakin besar saat mendapat kabar Nana hamil, Wanita yang melahirkan Nana itu sangat Yardan Cintai.
__ADS_1
.
di dalam mobil.
"kenapa mas? ". tanya Dewi heran
Yardan terkekeh, "Nana hamil sayang, artinya aku akan segera menjadi Kakek".
Dewi tertawa, "kenapa kamu bahagia sekali mas? seolah anakku itu istri keduamu". ledek Dewi.
Yardan menggelitiki Dewi yang meminta ampun, "maaf mas.. maaf.. ampun".
"Nana anakku bukan istri keduaku, Bisa pecah perang ketiga dengan Arka kalau sampai mendengar perkataan mu tadi". gemas Yardan.
"iya mas.. iya.. Nana hamil aku juga bahagia, aku minta maaf ya tidak bisa memberimu anak". kata Dewi dengan raut wajah merasa bersalah.
"aku tidak butuh itu lagi sayang, Nana adalah Pewarisku satu-satunya anak kita dan percayalah Nana yang hamil akulah yang paling bahagia". jelas Yardan merangkul Dewi.
"aku minta maaf yang terlambat menemuimu sayang, aku tau Emma bukan wanita bersamaku malam itu tapi aku tidak menemukan bukti hingga Putri kita yang jenius itulah yang membukakan jalan untukku menemukan buktinya". kata Yardan dengan nada pelan penuh rasa bersalah.
mereka saling menguatkan satu sama lain, Yardan dan Dewi adalah Pasutri yang paling akur di Keluarga Wijaya berbeda dengan Aman dan Sarah adalah Pasutri yang selalu ribut seperti anak-anak tapi Cinta mereka juga kuat dan tak perlu diragukan lagi.
Kabar kehamilan Nana pun sampai ke telinga Sari, Sari menggeram marah di Apartemennya hampir setiap hari ia datang ke Apartemen Nana dan Arka tapi tidak ada orang sebab Pasutri yang sedang kasmaran akan menjadi orangtua itu tinggal di Mansion Arkatama.
Sari sepertinya tidak takut ancaman orang misterius itu yang tak lain adalah Nana sendiri, ia masih terobsesi pada Arka.
Ara tak sengaja melihat Sari keluar dari Apartemen depan tepat berhadapan dengan milik Atasannya (Nana),
"kenapa wanita itu disini? ". gumam Ara yang memang tidak tau kalau Sari tinggal di Apartemen yang sama dengannya juga Nana.
Ara berdiam melihat Sari berlari terburu-buru melewatinya masuk Lift, "ada apa dengannya? apa ada masalah lain?".
"bodo amat yang penting Nona sudah aman di Mansion mertuanya". dumel Ara mengabaikan Sari karna menurutnya tidak penting.
Sari akan berubah menjadi cacing kepanasan karna tidak bertemu dengan Arka dan Nana yang tinggal entah dimana.
.
ditempat lain.
"kemana nek? ". tanya Nana ke Sarah yang datang ke Mansion Arkatama.
__ADS_1
"kita ke Dokter". ajak Sarah
"boleh..! kita bersama-sama ke Dokter". sahut Diah cepat.
"aku tidak sabar ingin melihat bentuk cucuku sudah sebesar apa". gumam Aman
Arka tersenyum lebar mengelus-ngelus perut sang istri yang anehnya Arka suka sekali membelai anaknya padahal perut Nana belum terlihat membuncit.
Nana menoleh ke Arka meminta sang suami untuk menolak permintaan Sarah tapi nyatanya Arka malah setuju hingga Nana beralasan malas.
"ya sudah biar Kakek gendong". kata Aman dengan yakin
"biar Arka saja yang gendong kek". sahut Arka
Sarah dan Diah mengangguk setuju biar Arka yang menggendong karna tau penyakit wanita hamil bermalas-malasan, alhasil mereka menunggu Yardan lalu Nana berubah datar dan Pasrah di gendong oleh suaminya pergi beramai-ramai ke Rumah Sakit.
sesampainya di Rumah Sakit ternyata Nana langsung masuk ke Ruangan Dokter Kandungan yang sudah dipesan oleh Sarah, ia menggunakan koneksinya sebagai Nyonya Besar Wijaya.
Dokter Wanita bernama Heny pun sampai kewalahan melihat banyaknya orang yang berbondong-bondong masuk ke Ruangannya padahal yang diperiksa hanya satu orang saja yaitu Nana, Heny menahan senyum melihat wajah datar Pasiennya seperti pasrah melirik seluruh keluarganya yang tengah mengkawalnya seperti seorang Bodyguard saja.
Nana diam saja menatap langit-langit Ruangan Heny saat Heny mengoleskan gel dingin di perut Nana lalu meletakkan benda diperut Nana dan matanya fokus ke monitor.
"sabar ya sayang". Arka mengelus sayang kepala Nana yang tampak pasrah di periksa.
"bagaimana dok? ". tanya Diah, Sarah dan Dewi serentak.
"dokter? ". desak Yardan, Aman.
"apa anak saya baik-baik saja dok? ". tanya Arka juga tak sabar.
Heny dibuat takjub dengan keluarga Nana yang terlihat sekali sangat menantikan bayi ini.
"selamat ya Nona, Nyonya-Nyonya dan Tuan-Tuan, di perut Nona Queen Adena ada 2 calon bayi". kata Dokter Heny dengan senyuman.
"hah? ". cengo mereka semua tidak mengerti alias belum faham.
"maksud saya ada 2 bayi yang artinya Nona Queen Adena sedang mengandung calon anak kembar". jelas Heny dengan senyum ramahnya.
.
.
__ADS_1
.