Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
sopan


__ADS_3

.


.


.


"beritahu aku alamatnya..! aku akan datangi Rumahnya". pinta Nana


"apa perlu ditemani oleh Pak Reza Nyonya? ". tanya Ara


Nana menatap Ara serius hingga Ara salah tingkah padahal yang menatapnya adalah Nana bukan orang lain, mungkin Ara gugup ditatap oleh wanita secantik Ara.


"kamu tidak mau menikah Ara? ". tanya Nana


Ara tersenyum saja tidak menjawab lalu mengetik sesuatu di ponselnya


tring..!


Nana membuka pesan masuk di Ponselnya ternyata dari Ara berupa alamat tempat tinggal Bianka,


"nanti aku urus masalah kalian, aku dengar kalian berpacaran". Nana menatap selidik Ara.


Ara membulatkan matanya, "Nyonya? tau dari mana? ".


"ckkk..! hei... aku ini Presdir disini yang artinya aku bukan orang bodoh, melihat cara kalian bertatapan saja aku tau". gerutu Nana melenggang pergi meninggalkan Ara yang mematung.


"kok Nyonya bisa tau? aku dan Abi berusaha senormal mungkin". gumam Ara tidak mengerti meraba matanya.


Ara menggeleng kepalanya lalu membenarkan berkas di Meja kerja Nana dan membawa berkas-berkas yang sudah ditandatangani oleh atasannya itu setelah itu ia keluar dari Ruangan Nana tak lupa juga ia menguncinya.


di dalam mobil,


Nana membawa alat-alat medisnya, "sudah lama aku tidak menggunakan jarum ajaibku, apa kemampuanku masih sama? ". gumam Nana pelan sambil melirik sesekali ke tas berisi alat medisnya yang Kuno.


sebenarnya Dokter Kuno dengan Dokter Modern sama saja hanya berbeda cara kerjanya, jika Dokter Kuno mementingkan Jarum akupuntur sedangkan Dokter modern penting olehnya sebuah Pisau dan alat canggih modern lainnya tapi tujuannya sama menyembuhkan pasien namun dokter Kuno juga bisa memegang pisau.


.


.


"permisi?? ". Nana


"aakkkh.. sakit mas..? ". teriak seorang wanita yang Nana yakini adalah Bianka.


Nana menerobos masuk lalu melihat pemandangan dimana Bianka di pukul dan ditendang oleh seorang Pria yang mirip psikopat.


"masss...?? ". teriak pilu Bianka.

__ADS_1


"hentikan.! ". titah Nana sambil menurunkan tas berisi alat medisnya.


Pria yang sedang asik dengan mainannya itu melihat ke arah Nana, Bianka segera beringsut.


"siapa kau? jangan ikut campur masalah Rumah Tanggaku". tanya Pria itu dengan tatapan tajam.


"dasar Binatang..!! bahkan binatang pun jauh lebih baik dari kau, haha..? penyakit?? aku tidak percaya kau sakit biasa dilihat tatapanmu itu seperti psikopat gila yang harus mendengar jeritan orang". Nana


"t.. t.. tolong saya Nyonya..! saya mencintainya tapi saya benar-benar tidak tahan..! hiks.. hiks..!". isak tangis Bianka.


"jangan ikut campur! ". teriak Pria itu dengan cepat mengambil kayu didekatnya dan hendak memukuli Nana seperti ia memukuli Bianka.


Bianka menjerit histeris, sedangkan Nana tidak beringsut sedikitpun lalu ia mengangkat kakinya dengan tinggi memutarnya ke kanan hingga kayu yang dipegang Pria itu terjatuh.


buggh...!


Nana meninju rahang bawah pria Itu hingga mendongak ke atas lalu Nana patahkan tangan kanan Pria itu yang suka memukul Istrinya hingga jeritan memilukan terdengar, Bianka menangis melihat itu.


"aku..?? tadinya aku berniat ingin menyembuhkanmu tapi tatapanmu tadi membuatku mengerti kalau kau adalah pasien sakit jiwa akut". kata Nana menyeringai


Nana tidak perlu menguji pasiennya hanya melihat dari ekspresi tubuh sudah membuatnya mengerti.


"aaakkh.. aaahhh". jerit Pria itu tersungkur.


"maafkan aku Bianka.. maafkan aku.. aku lupa minum obat". Pria itu merangkak ke Bianka walau tangannya terasa mau lepas tapi pengampunan Bianka adalah hal yang paling utama.


Nana memutar bola matanya dengan jengah, "jika kau mau mati ditangannya silahkan maafkan dia..! dia bukan sakit biasa, sarafnya benar-benar sudah rusak 70%, dia patut di kurung di Rumah Sakit Jiwa".


Nana menghela nafas, tidak ada hukuman bagi orang sakit Jiwa dan seberapa keras pun suami Bianka di bawa polisi hasilnya pasti dibebaskan karna dia tidak waras, pasti polisi meminta mereka membawa Suami Bianka ke RSJ.


"ampuni aku..! ampuni aku.. Bianka..! aku tidak gila, aku mencintaimu".


Bianka tidak memaafkan Pria yang sudah lama menjadi suaminya itu, sudah cukup lama Bianka menahan diri karna Cinta dan kewajiban Bianka sebagai Suster yang merawat Pria itu.


.


.


.


"kenapa melamun? kau menyesalinya? ". tanya Nana


"tidak..! terimakasih Nyonya sudah menolong saya tapi kenapa Nyonya bisa ada di Rumah saya? ". tanya Bianka penasaran.


"aku sudah tidak nyaman melihat luka ditubuhmu dipertemuan pertama kita". jawab Nana


"berjuanglah..! laki-laki bukan hanya dia saja kenapa kau mau membiarkan wajah dan tubuhmu menjadi samsak tinjunya? dasar wanita bodoh! ". kata Nana lalu pergi sambil mengomel-ngomel.

__ADS_1


Bianka tersenyum tulus lalu meringis karna rasa nyeri di tubuhnya.


Nana kembali ke Mansion Arkatama,


"eehh?? sayang? ada apa ini? ". tanya Nana melihat Ren dan Rose belajar bahasa inggris dengan Guru Privat.


"Mama..?". Ren dan Rose berlari ke arah Nana lalu menyalami Ibu kandungnya itu sambil tersenyum cerah.


Ren yang jarang tersenyum cerah kini sedang bahagia, apa karna belajar bahasa asing? anaknya tidak normal.


Guru Privat wanita itu memperkenalkan diri dengan sopan pada Nana,


"saya Flo Nyonya, saya akan menjadi guru Privat bahasa Inggris dan Mandarin untuk anak Nyonya". tunduk sopan Bu Flo.


Nana mengangguk ramah lalu meminta mereka melanjutkan pelajarannya, Nana mengedarkan pandangannya dan mendengar sesuatu dari dapur saat Nana pergi ke Dapur.


"sayang? ". Nana memeluk Arka dari belakang,


Arka mematikan kompornya lalu membalik tubuhnya ke Nana, "iya sayang..! kenapa?? ". tanya Arka merapikan dan menyibakkan rambut Nana.


"kenapa ada guru Privat? apa permintaan sikembar lagi? ". tanya Nana menebak


"hmm". jawab Arka mengulum senyum.


Nana memukul bahu suaminya, "senyum terus ya? aku kan bertanya dengan serius malah senyam-senyum". omel Nana.


Arka tergelak, Nana mencebikkan bibirnya melepaskan diri dari Arka mencari minuman dingin.


"tapi ngomong-ngomong kamu dari mana sayang? ". tanya Arka penasaran.


Nana menjawabnya dengan jujur hingga Arka terbelalak lalu menepuk jidatnya, Nana adalah sosok pahlawan super di dunia modern ini.


"ya sudah..! bersihkan tubuhmu ya sayang? aku akan masak roti kukus kesukaanmu". Arka


Nana tersenyum lebar dan mengangguk dengan semangat ia berlari kecil membawa sebotol minuman dingin yang hampir habis oleh Nana.


Nana melihat Sikembar yang belajar dengan serius, terlihat wajah imut mereka yang serius begitu menggemaskan.


"lakukan apa saja yang membuat kalian senang sayang". gemas Nana lalu memasuki Lift menuju kamarnya.


perlakuan sikembar pada Guru Privatnya benar-benar baik, bahkan Bu Flo sampai malu di perlakukan begitu sopan dan hormat padahal sikembar anak penguasa, saat Flo bertanya jawabannya mencengangkan Flo.


"kata mama..! Seolang Ibu dan Seolang Gulu itu setala halus diholmati". itulah jawaban sikembar.


Bu Flo tambah semangat akan mengajar sikembar jenius itu menguasai 2 bahasa yang ingin dikuasai sikembar apalagi Sikembar mudah menangkap pelajaran yang Bu Flo berikan walau terkendala dengan cadel sikembar malah terdengar imut bagi Bu Flo.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2