
.
.
.
"sepatu siapa ini haaahhh?? ". jerit wanita yang terkena lemparan sepatu itu
"Sari...? bukannya itu sepatumu ya? ". bisik Lala teman wanita yang mencekal kaki Nana tadi.
"mana mungkin..! aku tidak melakukan apapun". Sari menjawab sambil kakinya meraba-raba sepatunya.
"aku yakin itu sepatumu". bisik Lala
Sari terlihat tegang seketika saat melihat dengan senter ponselnya pun sepatunya tidak ada, "kok bisa kesana? tadi sepatuku disini saja". gumam Sari gelisah.
"Sari bagaimana ini? ". tanya Lala
"ayo kita kabur!! ". ajak Sari
Tidak ada yang mengakui sepatu itu membuat wanita yang terkena lemparan sepatu bersama teman-temannya pergi dari sana menunggu di luar, sebab Ruangan ini hanya punya satu pintu.
Arka melihat ke arah Nana hatinya berdecak kagum akan balasan Nana, bukan Nana yang menjambak atau menampar Sari yang mencekal kakinya tapi orang lain yang akan melampiaskan amarah Nana nanti pada Sari.
"ayo sayang..! ". ajak Arka
Nana pun menyimpan ponselnya lalu menyambut uluran tangan Arka sambil tersenyum, mereka berjalan duluan sedangkan Sari dan Lala keluar juga ditengah kerumunan untuk bersembunyi.
Nana melihat itu tersenyum miring saja fokus dengan langkahnya, tidak tau saja didepan semua teman-teman wanita tadi melihat setiap kaki orang yang keluar dari Ruangan.
"itu dia..! ". teriak salah satu teman wanita yang terkena sepatu.
Aya menoleh, ia adalah wanita yang terkena lemparan sepatu itu. Sari tertangkap karna hanya dia sendiri yang tidak memakai alas kaki.
"periksa tas nya! ". titah Aya
tas Sari di geledah tidak ada apa-apa namun temannya Lala pun terkena imbasnya, mereka menggeleda tas Lala sebab Sari tadi merangkul lengan Lala otomatis bisa saja menyembunyikan sepatu Sari.
"ini dia..! ".
Sari membelalak, "bukan aku pelakunya". bela Sari
"kau fikir aku percaya hah? ". pekik Aya tanpa ragu langsung menarik rambut Sari hingga wanita itu terpekik.
__ADS_1
Lala di pegangin oleh teman Aya tidak bisa bergerak, tidak ada yang mengganggu perbuatan mereka siapa suruh Sari usil melempar sepatu pada orang lain hingga kepalanya benjol begitu.
perkelahian diantara Sari dan Aya pun begitu dramatis saling tarik menarik rambut, Sari merasa rambutnya seperti dicabut dari kepalanya.
plak...! Sari menampar pipi Aya hingga Aya menjerit marah,
"kalian pegangi wanita ini! ". pinta Aya setelah merasa puas menjerit
Sari berusaha melawan sedangkan Lala yang dilepaskan segera mencari bantuan untuk melerai perkelahian itu.
Sari dipegang oleh teman-teman Aya, Aya menampar pipi Kiri Sari yang memekik kesakitan lalu menampar pipi Kanan Sari semakin frustasi saja dirinya.
"bukan aku yang melempar sepatunya bodoh...! ". jerit Sari sejak tadi
"lalu kau fikir sepatu itu melayang sendiri padaku begitu?? kau mau membodohiku?? tidak mempan". sinis Aya lagi-lagi menampar pipi Sari
Sari berteriak meminta bantuan dan kedua satpam yang dipanggil Lala pun tiba, mereka melihat itu pun segera pergi sambil tersenyum puas.
"kemana kalian hah?? kemari...! aku akan laporkan kalian ke polisi". jerit Sari yang kedua pipinya sudah bengkak dan rambutnya berantakan.
"Sari..? kau tidak apa-apa? ". tanya Lala.
"wanita tadi menamparku, sialan..! " maki Sari dengan marah
Lala sampai membekap mulutnya melihat wajah Sari, mereka dibawa ke ruang perawatan tapi Sari menolak memilih pulang.
"aku tidak mau nyeker ayam..! sini aku pakai". Sari mengambil sepatu itu dan memakainya sambil meringis karna pukulan Aya sangat kuat apalagi menamparnya berkali-kali.
.
"sudah sayang..ayo berangkat..! ". ajak Arka mengelus kepala Nana
Nana merangkul lengan Arka sambil tersenyum cerah, "aku rasa sepatu yang aku lempar mengenai orang yang tepat". kekeh Nana hingga Arka tertawa mencium kening Nana.
Sari tidak sengaja melihat Nana tengah tertawa bahagia bersama Arka, lalu keningnya mengkerut.
"jelas bukan aku yang melempar sepatu itu lalu siapa? tidak mungkin Lala, apa dia?? ". batin Sari yang mana Lala setia mengikutinya.
Nana menoleh dan melihat Sari lalu bibir Nana melengkung manis sambil mengedipkan sebelah matanya hingga Sari membelalak dan wajahnya kian memerah.
"aaahhhh.....!! ". jerit Sari seketika dengan begitu kencang hingga Lala disamping Sari pun kaget.
"ada apa Sari? ". tanya Lala khawatir
__ADS_1
semua mata melihat aneh ke arah Sari,
"Wanita itu yang melakukannya". jawab Sari menatap ke arah mobil Arka yang sedang membukakan pintu untuk Nana.
Lala melihat ke arah Nana yang melambaikan tangannya ke mereka hingga Lala mengerti, ia tidak menyangka Nana bisa sehebat itu membuat mereka tertipu.
Nana harus menjaga nama baik sementara ia suka menghancurkan image lawannya, itulah yang Nana lakukan pada setiap musuhnya pasti reputasinya di hancurkan lama-lama Nana akan membuka kedok musuh hingga tak bisa lagi melawan atau sekedar membela diri.
"waah... dia cantik sekali". gumam Lala tanpa sadar memuji Nana
"kau memujinya?". pekik Sari hingga Lala tersadar melihat kearah Sari.
"iya.. aku hanya memujinya sedikit, kamu sendiri yang menyerangnya memangnya apa masalah kalian sih? ". tanya Lala
"tadi aku lihat dia juga keliatan kaget saat kamu mencekalnya". lanjut Lala lagi
"karna dia aku putus dengan Celvin". jawab Sari mengepalkan tangannya penuh dendam melihat kepergian mobil Devano.
"ooh... jadi perempuan yang disukai Tuan Celvin itu adalah Calon Nona Arkatama Group ya? Presdir utama W Group? ". decak Lala
.
ke esokan harinya
Nana di kamarnya tengah mencari tau tentang Sari yang ternyata cukup terkenal karna pernah menjalin kasih dengan Celvin yang kakeknya pernah di tolong Nana.
"aahh...! aku tidak punya hubungan asmara dengan Celvin kenapa aku jadi imbas putusnya mereka? apa-apaan ini?? komentar mereka juga melibatkanku". celoteh Nana
Nana bukannya senang dibilang sangat cantik dan si sempurna wajar saja Celvin meninggalkan Sari demi Nana yang sangat jauh kelasnya dari Sari.
"kenapa Celvin bisa pacaran sama bocah? kalau tidak cinta ya sudah putus kenapa malah menyalahkan orang lain? lagian aku sudah dikenal pacarnya Arka, apa dia bodoh tidak memikirkan hal itu?? ". decak Nana.
Nana mencari tau tentang Sari yang berasal dari keluarga Perusahaan kecil yang hampir bangkrut, sejak bersama Celvin Perusahaan Keluarga Sari menjadi lebih baik tapi hanya sesaat sebelum Celvin memutuskannya saat putus ya Sari kehilangan suntikan dana.
"huuh...!! tapi bagaimana kabar Intan ya?? kenapa aku tidak melihatnya? ". gumam Nana tersadar bahwa ia tak melihat Intan.
siang harinya Nana pergi ke Rumah Ibu Ida dan mencari temannya ternyata Intan sedang di Luar Negri, entah apa yang Intan lakukan disana tapi yang jelas Intan tidak bisa pulang ke Indonesia malah meminta Ibu Ida untuk menyusulnya.
"ada masalah apa Tante? kenapa Intan tidak bisa kembali? ". tanya Nana
"Tante juga tidak tau sayang". jawab Ibu Ida juga tidak mengerti.
.
__ADS_1
.
.