
.
.
.
Arka menekan lantai 10, ia tadi melihat Nana pergi ke lantai 10 entah kemana itu tapi Arka harus mencari Nana untuk meminta maaf.
Arka memegang kepalanya, "wanita sialan..!! aku tidak akan memaafkannya". geram Arka menggeretakkan giginya.
Kepala Arka merasa ditusuk-tusuk dan pandangannya terkadang buram tapi ia harus kuat demi menemui Nana.
"sayang..? maafkan aku". lirih Arka
Arka tidak tau Nana hanya pura-pura marah, Arka malah menganggapnya serius hingga dirinya takut Nana akan meninggalkannya.
Nana adalah Cinta pertama bagi Arka dan untuk itu Arka tidak akan pernah melepaskan pujaan hatinya itu, apalagi Arka merasa tidak akan pernah mendapatkan perempuan seperti Nana yang luar biasa cantiknya baik didalam maupun diluar.
tring...!
Arka tidak bisa melihat dengan jelas ia melihat banyak orang berpakaian hitam seolah sedang menunggunya.
"Sayang.. ?Nana? ". panggil Arka
brakh..
Arka mengerang saat pria berpakaian serba hitam memukul kepalanya, Arka tidak bisa melihat dengan jelas orang yang menjadi lawannya hanya samar-samar pakaian serba hitamnya saja.
"dia tidak pingsan".
"pukul sekali lagi..! ".
"hei.. jangan kuat-kuat nanti dia mati gagal semua rencana bos".
"aah.. iya juga".
"tengkuknya pukul".
Arka tidak bisa mendengar dengan jelas karna suara mereka juga samar-samar didengar Arka, hatinya tak berhenti menyumpah serapahi wanita tadi hingga membuatnya menjadi pria lemah yang tidak bisa melakukan apa-apa.
Arka mencoba melarikan diri ditengah buramnya penglihatannya tapi ia tidak bisa lari ditahan oleh orang-orang berpakaian serba hitam itu, Arka berusaha melawan semampunya hingga ia tak sadarkan diri saat seseorang memukul tengkuknya begitu kuat.
teman-teman Pria yang memukul Arka malah memarahi nya sebab memukul Arka terlalu kuat, bisa saja Arka mati.
"lihat..! dia masih hidup, seperti kata bos dia punya 9 nyawa, 3 peluru saja bersarang ditubuhnya dia masih bisa hidup".
__ADS_1
Nana mengintip dari sebuah kamar, "sialan si Hema itu, dia memberi obat pelumpuh gajah pada kekasihku..! awas saja kau... lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu nanti". batin Nana mengepalkan tangannya dengan kuat.
Nana menutup kamarnya dengan hati-hati dan sangat pelan, Nana mengintip lewat kamera pengintai di pintu Kamar hotel.
Acara Peresmian W Group dan Asia Group masih digelar dilantai 2, khusus untuk acara penting yang membutuhkan ruangan luas dan bisa menampung banyak tamu undangan.
"aahh..! ". Nana kaget saat ponselnya bergetar
beruntung kamar nya kini kedap suara, dan Nana sudah menutup pintu jika tidak? bisa saja Nana ketahuan.
Nana mengambil ponselnya dan melihat layarnya dari Ara.
"halo..? Ara? ada apa? ". tanya Nana
"iya halo..? apa Nona? bisa-bisanya Nona bertanya ada apa? Nona dimana? ". omel Ara
Nana terkekeh pelan, "iya.. iya.. aku sedang mencoba menghancurkan rencana iblis bertubuh manusia".
"iblis bertubuh manusia? ". beo Ara
"iya.. Iblis ini lebih menakutkan dari Emma yang licik dan kejam, iblis ini berani-berani mencoba membunuh kekasihku dengan cairan pelumpuh gajah". gerutu Nana
Ara sampai syok mendengarnya, karna Nana hanya punya 1 Kekasih yaitu Devano,
"Nona dimana?? saya akan bantu apa yang bisa saya bantu Nona". Ara terdengar khawatir jika terjadi sesuatu dengan Nonanya.
.... ?
"Nona..? Halo.. Nona? ". panggil Ara khawatir.
Ara mengedarkan pandangannya mencari Abi, ia mengangkat gaunnya dan berlari ke arah Abi yang sedang berbicara dengan Yardan.
"ada apa? ". tanya Abi keheranan tapi masih berbicara dengan Yardan
Ara yang tak bisa berpikir jernih lagi mencium pipi Abi hingga Yardan berdecak memilih pergi, Abi melototkan matanya lalu bola matanya berputar melihat Ara.
"Kau...? ". Abi menuding hidung Ara
"kemari kau..! siapa suruh mengabaikanku". geram Ara menarik dasi Abi hingga ia merasa tercekik, para tamu yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala berpikir masalah pribadi.
"hei...? kau sengaja membunuhku ya? mentang-mentang Asisten pertama Nona Presdir jangan mencoba menindasku ya? aku ini Asisten utama Tuan Besar Yardan". marah Abi yang wajahnya tak lagi semerah tadi yang lehernya ditarik-tarik Ara hingga sulit bernafas.
"diam..!". Ara menarik bahu Abi dan mendekatkan bibirnya di telinga Abi dengan posisi yang intim sebab ada CCTV.
Abi membelalak mendengarnya, "benarkah?"
__ADS_1
"iya..! ". jawab Ara dengan nada setengah berbisik
"kalau begitu kenapa masih diam? ayo bergerak..! kita beritau Tuan Yardan dan yang lainnya". ajak Abi tanpa sadar memegang pinggang Ara.
Ara menepis tangan Abi dan berkata, "kau fikir aku melakukan tadi untuk apa hah? apa otakmu itu tidak bisa berpikir?? aku sampai mempertaruhkan bibir murniku untuk membuat Tuan Yardan pergi". marah Ara
"aah.. iya juga, lalu apa yang bisa kita lakukan? ". tanya Abi
keliatannya Ara dan Abi sangat akur tapi hanya didepan Nana dan keluarga Nana saja sebenarnya mereka tidak akur, sering bertengkar sebab Ara lebih bar-bar dari Asisten mana pun yang pernah Abi ketahui.
diluar sana Asisten sangat anggun dan berkelas tapi tidak dengan Ara yang hanya anggun didepan Nona dan banyak orang saja, jika bersama Abi lepas sudah topeng anggun nya itu, Ara menjadi gadis bar-bar yang tak punya hati mungkin tidak berbeda jauh dengan Nana,
bahkan Abi sempat berpikir Ara punya dendam pribadi padanya, sebab Ara hanya ganas padanya saja.
.
"bagaimana? ". tanya Hema
"berhasil bos.. tapi wanita yang disuruh untuk menjadi jadi teman tidur Tuan itu hilang entah kemana".
Hema mengerutkan keningnya lalu menghubungi nomor wanita yang juga begitu menginginkan Tuan Muda Arkatama itu.
"aku disini". sahut seorang wanita berjalan tertatih-tatih menenteng heelsnya.
"kau..? Nita?? kenapa penampilanmu menyedihkan sekali? ". tanya Hema heran saat Wanita bernama Nita itu ada di hadapannya.
"ini semua karnamu..! kenapa memintaku untuk menyuntik Tuan Vano hah? aku sampai terluka, dia sangat kejam padaku padahal aku perempuan". geram Nita
"jadi ini ulahnya? ". tanya Hema
"menurutmu?? dia melemparku sampai kepalaku sakit dan sekuat tenaga aku mengesot mendekatinya lalu menancapkan alat suntik yang kamu berikan itu, tapi masih sempat-sempatnya dia menendangku dan itu terlihat di CCTV, aku harus kesana meminta mereka menghapus hal memalukan itu".
para bawahan Hema menahan tawa hingga Nita marah dan Hema malah memarahi Nita balik dan membentak Nita untuk segera masuk ke kamar Devano yang sudah disiapkan oleh mereka semua.
"ya sudah..! kalian pergilah..! " usir Nita
Hema yang sulit menahan amarah akhir-akhir ini merasa tersinggung pun kini meledak tapi Nita juga membentak Hema, tak tanggung-tanggung Nita memaki Hema yang akan membatalkan rencana mereka semua.
"awas saja nanti kalau sampai kau gagal". ancam Hema
"kau yang awas..! aku akan mencekikmu jika kau membuat rencanaku gagal, karna bukan hanya kau yang rugi tapi aku juga". kata Nita mengibas-ngibaskan tangannya.
Hema memilih pergi sambil memaki diikuti para bawahan Hema.
.
__ADS_1
.
.