
.
.
.
ke esokan paginya,
Arka berangkat kerja dan berjanji akan pulang sekitar jam 11 siang nanti,
"tidak perlu memaksakan diri sayang, aku tidak keberatan kamu baliknya selesai makan siang". Nana mengelus rahang Arka.
"tidak bisa sayang..! aku bisa mati duduk disana tidak bisa melihat kalian bertiga". jawab Arka menggeleng tak terima.
Nana tertawa kecil, "ya sudah..! hati-hati ya? ".
Nana menyalim suaminya, Arka mengecup punggung tangan Nana lalu kening serta pipi Nana.
"tidak berubah selalu nakal! ". Nana menoel-noel hidung Arka.
Arka dan Nana saling melempar senyum bahagia,
"aku pergi kerja ya sayang". izin Arka sekali lagi
"iya.. iya.. aku bosan mendengarnya, tingkahmu ini seperti kita baru nikah semalam". gerutu Nana
Arka tersenyum lalu mencuri ciuman bibir Nana dan melarikan diri, Nana tertawa sambil menggeleng kepalanya tapi tangannya melambai melepas kepergian suaminya dari Mansion Arkatama.
Nana kembali masuk ke Mansion,
"Mommy mau kemana? ". tanya Nana
"sayang...? Mommy sama Mama mu akan pergi ke acara Arisan, Mommy minta maaf ya tidak bisa menemanimu". Diah memelas merasa bersalah tapi mau bagaimana lagi Diah sudah terikat Arisan.
Nana tertawa lebar, "tidak apa Mom..! Nana bukan anak kecil lagi".
"sayang..? kamu jangan lupa minum susu dan makan vitamin ya? kamu harus ingat asimu sangat penting untuk Cucu Mommy". pinta Diah mengomel
__ADS_1
Nana mengangguk, "hati-hati ya Mom..! Nana tidak bisa antar kedepan, tadi Nana tinggalin sikembar sarapan terus drama didepan sama Bayi besar jadi Nana mau cepat-cepat lihat mereka udah bangun apa belum? ".
Diah terkekeh, "Mommy mengerti sayang..! katakan saja jika kamu butuh sesuatu ya? panggil Noni, dia yang paling mematuhimu".
"Iya mom.. iya..! ". jawab Nana.
"katakan pada Mommy kalau mau bekerja ya? Mommy akan cari Babysister untuk sikembar". kata Diah
"tidak Mom...! Nana tidak mau kasih sayang sikembar terbagi, lebih baik Nana menggaji 50 Asisten untuk mengurus Perusahaan daripada memberi izin pada seorang Baby sister merawat bayi-bayi kami". jawab Nana serius.
Diah terharu dengan perkataan Nana, "Arka beruntung Punya Istri sepertimu sayang".
"terimakasih Mom..! Nana naik dulu ya? Mommy hati-hati sama Mama, sampaikan pada Mama kalau Nana sayang Mama, Hehehe... " cengir Nana.
"iya sayang.. iya". Diah pun berlalu sambil senyam-senyum.
drama ibu mertua dan menantu itu pun berakhir, para pelayan yang bekerja juga ikut baper dengan kata-kata Nana yang lebih memprioritaskan Anak dan Suami sementara Perusahaan bisa dipantau dari jauh.
diluar sana banyak Wanita karir yang lebih memikirkan Karirnya dari pada anak, tapi bagaimanapun Nana berasal dari Desa, ia sangat faham bagaimana pribadi seorang anak nanti jika tumbuh besar tanpa cinta orangtua atau kurang kasih sayang.
Nana masuk ke Kamarnya dan melihat kedua anaknya masih tertidur,
Nana berjalan ke arah Ruangan Komputernya lalu mencari tau masalah kemarin, Nana tidak bisa tenang sebelum mendapatkan alasan mengapa orang itu menyerang Nana bahkan ingin Nana ikut dengan orang suruhannya.
"siapa dia? ". gumam Nana memiringkan kepalanya melihat Pria paruh baya di layar cctv yang tertangkap itu.
Nana mengedit CCTV nya dengan kualitas tinggi supaya gambarnya jernih dan ternyata berhasil, Nana mengambil foto itu lalu mengotak-ngatik sesuatu berisi Surel yang panjangnya tidak bisa dihitung.
"Chevroni? ". beo Nana menatap seksama Foto itu ternyata memang Chevroni tapi ia tidak mengenal siapa Chevroni itu.
Nana tidak menyerah tapi saat ia ingin mencari lebih dalam lagi tiba-tiba Nana kepikiran anaknya, ia melihat jam tangannya dan segera Nana bangkit dengan raut wajah syok.
"2 jam sudah berlalu?". gumam Nana meninggalkan Komputernya lalu melihat Box Bayi yang ternyata anak-anaknya sudah terbangun.
"maaf ya sayang..? Mama kelamaan ya? ". Nana menggendong Ren lalu membawa Ren ke Kamar mandi, ia merendam tubuh Ren di baskom khusus Bayi.
"Ren diam disini dulu ya? mama bawa Adek Rose kesini ya?? ". bujuk Nana
__ADS_1
Ren menyeringai lebar dan Nana mengecup sayang kening Ren yang suka bermain air,
"uwaaah...?? kok mata Putri mama berair sih? ngantuk apa gimana sayang? ". tanya Nana dengan gemas.
Nana menggendong Rose membawa anaknya ke kamar mandi, Nana memandikan anaknya secara bergantian, Nana tidak kesulitan memandikan anak kembarnya karna baik Rose maupun Ren sangat patuh dan terlihat pintar bisa mendengarkan perkataan Nana bahkan mematuhinya.
"sayang..? pakai jubah mungilnya ya? ". Nana memasang di tubuh Rose lalu menoel-noel hidung Rose.
Rose terlihat semakin riang saja setelah bermain air, lalu Nana gendong dan diletakkan di box khusus tepat di ruangan ganti, Nana kembali ke kamar mandi tak lama balik lagi ke Ruangan ganti membawa Ren yang memakai jubah mandi mungil yang kecilnya sama hanya berbeda warna.
Nana ingin anaknya tumbuh baik, tidak akan tumbuh menjadi anak bandel atau nakal karna biasanya anak nakal atau bandel itu kekurangan kasih sayang, mereka ingin diperhatikan itu sebabnya mereka banyak tingkah supaya dilihat oleh orangtua.
"nahh...? udah wangi kan?? temani Mama main komputer ya? ". ajak Nana
Nana menggendong kedua anaknya sekaligus yang memeluk Nana dengan posesif, Nana meletakkan kedua anaknya di karpet kecil lalu memberikan banyak mainan tak lupa Nana menutup ruangannya.
"ok..! sekarang Mama mencari tau orang jahat ya sayang? kalian main yang benar ya? ". kata Nana mengelus kepala kedua anaknya.
seolah mengerti kedua anak-anak Nana tidak menangis atau cengeng, mereka bermain dengan riang di ruangan itu sementara Nana sibuk mencari data diri Chevroni.
"hmmm?? tunggu.. tunggu... ini maksudnya apa? ". gumam Nana melihat layar komputernya memperbesar gambar ada Foto Diah saat muda bersama Alm. Nyonya Shinta (Ibu Yardan yang mirip dengan Nana).
"apa hubungannya Pak Chevroni ini dengan Mommy?". gumam Nana penasaran.
Nana semakin serius mencari tau tentang Chevroni yang ternyata identitasnya Nana temukan yaitu Saudara sepupu jauh Diah, Pria itu sempat jatuh Cinta pada Diah tapi Diah tidak mencintainya malah mencintai Suaminya (Papa Arka) yang telah tiada, bahkan setelah Tiada pun Diah tidak menikah dengan Pria manapun hanya fokus membesarkan Arka saja buah hatinya dengan Pria yang dicintainya.
"lalu apa hubungannya denganku? kenapa dia memintaku ikut dengannya? apa mau Om ini? ". gumam Nana memicing curiga.
Nana memutar kepalanya dan melihat Rose sudah berdiri didekatnya, mata bulatnya mengerjab-ngerjab sambil mendongak menatap Mama nya.
"sayang. ? kenapa hmm??". tanya Nana menggendong Rose lalu mengeluarkan sebelah payud*r*nya memberi put*ngnya ke Rose yang langsung melahapnya dengan rakus.
Nana mengelus sayang wajah Rose yang ternyata sangat lapar, Nana bersenandung sambil memejamkan mata hingga matanya yang terpejam kembali terbuka saat ia merasakan ada tangan mungil memegang kakinya.
"eeh..?? putra mama kenapa? lapar juga? ". gemas Nana.
.
__ADS_1
.
.