
.
.
.
"sayang? ". Nana mengelus rahang suaminya yang tertidur pulas menunggunya.
Arka terbangun lalu berkata, "udah siap latihannya sayang? ". tanya Arka dengan suara seksinya khas bangun tidur.
Nana tersenyum lembut dan mengangguk, "mereka sudah dijemput oleh Kakek".
"hah? ". Arka tersadar hari sudah gelap.
"sayang? kenapa tidak membangunkanku hmm? ". tanya Arka dengan khawatir memegang kedua pipi Nana.
Arka takut Nana kedinginan menunggunya bangun, padahal jika Nana cepat membangunkannya Nana tidak akan menunggu kan?
Nana terkekeh gemas, "ayo pulang..! tidurmu nyenyak sekali padahal aku sudah lapar".
Arka pun bangkit lalu tanpa aba-aba menggendong tubuh Nana yang tidak kaget lagi dengan pengertian Arka, Nana memberi Arka perhatian lebih tapi Arka malah membanjirinya kasih sayang yang berlebih-lebih hingga Nana semakin mencintai suaminya.
Arka tidak pernah mengekangnya hanya ingin Nana tetap sehat dan hasratnya juga terpenuhi, Nana sangat hebat membagi waktu.
.
"loh..? ini dimana sayang? ". tanya Nana
"kita makan diluar saja ya? ". kata Arka
"tapi Keluarga kita bagaimana? mereka menunggu kita kan? ". tanya Nana
"aku sudah konfirmasi ke mereka sayang dan ternyata mereka sudah pada makan diluar". jawab Arka
"hah? ". Nana hanya bengong karna dirinya memang tidak tau
Arka menjelaskan semua kesibukan Keluarga Nana ternyata bukan Nana saja yang sibuk, sejak Nana hadir di antara mereka ada saja kesibukan mereka semua padahal tidak bekerja malah mendapatkan uang dari hasil lain.
Anna dan Caca makan bersama Leonard di Restaurant yang baru saja buka atas nama keluarga Caca, Resto Caca.
"kalau kita pulang kerumah pasti istriku ini akan memasak, aku tau kamu sedang lelah sayang aku aja lelah berada di hutan itu padahal tidak ngapa-ngapain". Arka
Nana tersenyum mengelus rahang Arka, "terimakasih sayang".
"iya..! lain kali jangan terlalu lelah ya? adik mu yang Tuan Putri itu selalu saja senang merepotkan kakaknya". ledek Arka
__ADS_1
Nana memukul lengan Arka yang terkekeh pelan.
"adikku bukan Tuan Putri, Sayang". amuk Nana
Arka pun meminta maaf, ia tau dirinya tidak salah karna Anna memang tidak bisa melakukan hal diluar nalar seperti Nana tapi mau seperti Nana, itu sebabnya Arka mengejeknya Tuan Putri supaya Anna menerima keadaannya itu yang memang Tuan Putri tapi ternyata Anna keras kepala malah tidak suka diejek Tuan Putri.
Arka meminta maaf supaya Nana tidak tersinggung saja, ia sangat menjaga perasaan Istrinya itu.
Arka keluar dari mobilnya lalu membukakan pintu mobil untuk Nana tentu Nana menyambut tangan Suaminya tak lupa bibir mereka saling melempar senyum satu sama lain.
Nana dan Arka berpegangan tangan dengan mesra, beberapa orang yang mau keluar dari Restaurant pun memilih berhenti ditempat demi melihat pasangan pengantin baru itu.
di lorong Restaurant tiba-tiba ada Pria tua yang berjalan sempoyongan seperti orang mabuk saja, tapi tubuhnya penuh dengan darah seperti baru saja dipukuli.
"hei...! lihat-lihat kalau jalan! ". bentak Arka yang dengan cepat melindungi Nana dengan lengannya.
Nana mengerutkan keningnya melihat seorang Pria tua yang terlihat menyedihkan seolah sedang mencoba untuk lari hingga ia tersadar Pria ini adalah Pak Hannado yang menipu Abi.
"kau..? ". Nana menunjuk wajah Pria itu.
"T.. Tolong saya Nona..! ". ucap Pak Han dengan lirih
Arka menepis tangan Pak Han, "kau berani menyentuh tangan istriku hah? ". teriak Arka
Nana menahan lengan Arka, "tenang sayang..! "
Nana melihat ke arah pak Han, "apa yang terjadi? bukankah anda sudah menipu asistenku untuk biaya Anakmu? ".
Arka mengeraskan rahangnya, "jadi dia yang menipumu sayang? ".
"iya sayang". jawab Nana
Arka yang marah hendak memukul Pak Han tapi tiba-tiba
"aku melepaskannya karna untuk anaknya Sayang, aku ingin memberinya pelajaran saat Operasi anaknya telah berhasil". jawab Nana hingga Arka memukul angin dan mengumpat geram.
"dimana orang yang merebut uangmu? ". tanya Nana
Pak Han berdiri dengan langkah bergetar dan sempoyongan berlari semampunya ke arah ruangan mewah yang sedang berpesta ria dengan uang hasil yang mereka rampas dari Pak Han.
Brakhhh....!!!
Nana dan Arka menendang dengan Kaki mereka hingga pintu terbuka lebar, musik pun berhenti lalu Nana masuk bersama Arka dan Pak Han.
"oh.. kau datang ya Mas? ". kata seorang wanita yang ternyata adalah mantan istrinya Pak Han
__ADS_1
"kau wanita iblis...! anakku sakit tapi kau yang seorang ibu malah mengambil uang itu untuk operasi anakku". teriak Pak Han dengan terbatuk-batuk.
wanita yang berpakaian seksi itu malah mencibir lalu mengatakan dengan enteng.
"Sekar itu sudah skarat..! kenapa harus diobati? biarkan saja dia mati". kata Lestari tanpa beban.
Arka melototkan matanya sementara Nana yang mendengarnya langsung memutar badannya dan menendang Lestari hingga terlempar mengenai dinding
semua yang ada di Ruangan itu berdiri ditempat, bahkan Suami baru Lestari pun kaget melihat kehebatan Nana malah menatap lapar Nana yang sangat mempesona.
"kau gilaaaa! ". teriak Lestari dengan marah mencoba untuk berdiri
mereka membayar preman untuk memukuli Han demi mendapatkan uang itu, bahkan para preman yang ada diRuangan itu malah menatap tak berkedip ke Nana bukannya membantu Lestari dari tendangan maut Nana.
Nana berjalan ke arah Lestari lalu mengangkat dagu Lestari dengan ujung sepatunya, "wanita sepertimu tidak pantas bicara, sepertinya aku harus menghancurkan pitas suaramu ya? enak sekali kau berkata seperti itu". seringai Nana
Lestari berusaha menepis kaki Nana tapi Nana menendang bahu Lestari hingga tubuh Lestari berputar sekali lagi mengenai dinding, Nana mengeluarkan jarum cantiknya lalu menancapkan jarum akupunturnya di titik vital pitas suara Lestari yang terus saja berteriak sampai suaranya hilang, Lestari membelalak tak percaya suaranya benar-benar hilang.
"jika sampai anak itu dengar aku tidak bisa membayangkan betapa sedihnya dia mendengar perkataanmu jadi aku buat kau bisu". kata Nana menyeringai mendorong Lestari sampai terlentang tak berdaya.
Lestari bukannya tidak mampu berdiri tapi ia berusaha berteriak karna suaranya tidak ada membuatnya panik.
Nana menoleh ke arah Pria selingkuhan Lestari yang dipukuli habis-habisan oleh Arka, Nana berteriak pada orang-orang didalamnya bahwa mereka tidak akan bisa kabur.
"jangan bergerak...!! ". tiba-tiba puluhan polisi masuk menodongkan senjata api ke arah mereka semua kecuali Nana dan Arka yang melaporkan semuanya.
Pak Han juga diseret polisi tapi Pak Han berteriak meminta Nana dan Arka untuk mengantarkan uang-uang yang berserakan itu ke anaknya.
"lepaskan dia sementara pak..! aku yang akan mengantarkan dia ke Kantor polisi setelah semua selesai". pinta Nana
"baik Nona! ". jawab 2 orang polisi akhirnya melepaskan pak Han.
para wanita yang ada didalam acara itu pun berteriak hendak melarikan diri apalagi Kekasih gelap Lestari tapi Polisi menembak kaki nya hingga terjatuh dan tak lagi bisa berlari.
Pak Han merangkak dengan segala kemampuannya mengumpulkan uang-uang itu helai demi helai tanpa ada yang tersisa, Nana melihat Pria Tua itu sedang menghapus air matanya saat mengutip uang-uang milik Perusahaannya.
"kamu tidak apa-apa sayang? ". tanya Arka memegang bahu Nana dan menatapnya khawatir.
"tidak apa sayang, kenapa kamu memukulnya? lihatlah tanganmu berdarah". Nana melihat tangan Arka.
"dia berani menatap kotor istriku, hanya aku yang boleh menatapmu seperti itu". jawab Arka
Nana mendengus lalu mereka segera melangkah mundur dan mundur saat Pak Han memungut lembaran uang dikaki mereka.
.
__ADS_1
.
.