
.
.
.
"terimakasih Nona.. Tuan..! setelah ini saya rela masuk Penjara menerima hukuman saya Nona, saya mohon beri saya waktu". Han menangkupkan tangannya ke Nana
Han menipu Perusahaan Nana melalui Abi dan membawa lari uang Perusahaan Nana untuk Operasi anaknya.
"anda memang harus dihukum pak..! karna bukan cuma aku korbannya sudah banyak korban sebelumnya kan? ". tanya Nana serius.
"benar Nona..! saya akui karna anak saya butuh uang untuk cuci darah, saya tidak punya uang jadi melakukan hal itu Nona.. Tuan". jawab Han
"nanti aku akan hubungi Polisi untuk mengikutimu, saat operasi anakmu berhasil anda harus rela dibawa polisi". tegas Arka
Pak Han pun menundukkan kepalanya dengan hormat bahkan sangat hormat sebagai tanda terimakasihnya telah dihargai oleh Arka dan Nana padahal dirinya hanya seorang penjahat.
Nana dan Arka mengikuti Pak Han yang langsung ke Rumah Sakit, Pak Han memberikan semua uang yang didapatkannya ke Suster yang sibuk menghitung uang dengan alat canggih sebab Uang-uangnya berantakan tidak tersusun rapi.
"Operasinya akan dimulai 1 jam lagi". kata Suster
Pak Han pun terduduk lemas bukan karna sedih tapi terharu akhirnya bisa menyembuhkan anaknya.
Nana mengobati tangan Arka sesekali melihat ke arah Han yang tak henti-hentinya bersyukur.
tak berapa lama kemudian Polisi datang sesuai dengan perkataan Nana dan Arka lalu mendekati mereka memberi hormat pada orang hebat itu.
"pak..? kawal saja dia sampai Operasi anaknya selesai lalu bawa dia". kata Nana
"baik Nona". jawab 2 polisi
Pak Han tidak peduli ada Polisi di dekatnya, ia sibuk mondar-mandir menunggu Operasi pencangkokan kedua ginjal anaknya yang tidak bisa berfungsi, bahkan sudah mendapat donor ginjal yang cocok tapi tertunda karna biaya.
berjam-jam Pak Han menunggu hingga akhirnya Dokter keluar dari Ruang Operasi dan tersenyum lebar.
"Operasi berhasil Pak ! saya sebenarnya takut karna saya pikir sudah terlambat ternyata belum terlambat dan semua berhasil". kata Dokter dengan lega
"terimakasih dokter..! terimakasih banyak". ucap Han dengan haru memegang tangan dokter Pria yang ada dihadapannya.
Dokter itu belum menyadari ada polisi saat Han terkulai di lantai akhirnya ia melihat ada 2 orang polisi dibelakang Han.
"ada apa pak? kenapa ada Polisi? ". tanya si Dokter penasaran sambil membantu Han berdiri.
__ADS_1
"saya menipu Perusahaan W Group Dokter demi biaya operasi anak saya". jawab Pak Han
Si dokter menghela nafas, ia tidak heran lagi akan jawaban Han sebab sebelumnya juga sering menipu Orang lain tapi yang ditipu oleh Han sekarang adalah Nona Presdir Utama W Group apalagi jumlah Uang nya tidaklah sedikit.
"kita pindahkan pak! ". kata dokter
Han terharu melihat anaknya keluar dari Ruang Operasi dengan Brankar, ia membantu mendorong sambil sesekali menghapus air matanya sampai tiba di Ruangan VIP dan Han mengedarkan pandangannya.
"kenapa di Ruangan ini Sus? ". tanya Han mengedarkan pandangannya.
"Nona Presdir yang menjamin biaya perawatan anak ini anda tidak perlu memikirkan biaya perawatan lagi". jawab Suster dengan sopan.
Han terduduk dilantai, orang yang ia tipu malah membantu nya membiayai anaknya sampai sembuh.
Han berdiri mendekati Sekar, anaknya yang masih berumur 17 tahun seumuran Anna dan Caca, Han berbicara banyak hal hingga Nana menyahut.
"jika anda memang menyayanginya terimalah hukuman anda, jangan khawatirkan dia aku menjamin semuanya". kata Nana
Han menoleh dan dengan cepat mendekati Nana bersimpuh di kaki Nana tapi Nana membantunya berdiri, Nana mengatakan bahwa dirinya tidak akan menuntut kembalian uang tapi minta pada Han untuk menerima hukuman.
Han pun berpamitan pada Putrinya terlebih dahulu lalu dibawa oleh kedua Polisi yang mengikutinya kemana-mana, Nana menjanjikan kesehatan Sekar dan Han mempercayainya.
.
"sayang? kenapa kamu membantunya? ". tanya Arka merangkul pinggang Nana dengan mesra
Arka mengecup pelipis Nana, "kamu baik sekali sayang".
"aku jadi ingin memakanmu". bisik Arka.
Nana mendengus tak heran lagi akan kemesuman suaminya, "aku tidak mau ditempat ini sayang, di Kamar saja".
"iya sayang.. iya". jawab Arka terus saja menciumi pelipis Nana
Nana mendorong pelan tubuh Arka hingga rangkulan nya terlepas, Nana mendekati Sekar yang masih pengaruh bius lalu berkata.
"Ayahmu harus menjadi seorang Penipu demi membuatmu sembuh jadi bertahanlah sampai Ayahmu keluar dari Rumah Sakit, nikmati setiap nafas yang dikorbankan Ayahmu". Nana
"ayo kita pulang sayang! ". ajak Arka
Nana menoleh dan mengangguk lalu Arka mengulurkan tangannya disambut oleh Nana, mereka pergi dari Ruangan Sekar dan kembali ke Mansion Arkatama.
.
__ADS_1
ke esokan harinya
Nana dan Ara pergi ke Rumah Sakit tempat Sekar dirawat.
"kamu sadar? ". tanya Nana dengan senyuman tipisnya.
"kakak siapa? dimana Papaku? ". tanya Sekar mengedarkan pandangannya.
"dia berada di penjara". jawab Nana
"a.. apa? kenapa di Penjara? ". tanya Sekar kaget
Nana menjawabnya dengan jujur kalau Han menipu Asistennya yaitu Abi untuk biaya Operasi Sekar, Sekar sembuh karna uang itu dan Han sedang menerima hukumannya.
Sekar menangis terisak-isak, ia merutuki dirinya yang sakit-sakitan membuat Papanya menjadi penjahat tapi Nana menjelaskan kalau itu adalah rasa Cinta dan Kasih seorang Ayah pada Putrinya.
"kamu sudah dewasa pasti bisa mengerti alasan Papamu melakukan kejahatan itu bukan? dia sedang menjalani hukuman tapi asal kamu tau dia bahagia disana menerima hukumannya apalagi saat aku bilang kamu sudah sembuh". kata Nana
"lalu apa yang harus aku lakukan kak? ". tanya Sekar
"nikmati hidupmu jangan lupakan Jasa Papamu". Ara yang menjawab.
Sekar kembali menangis lalu Nana menghubungi Abi yang ada di Penjara menjenguk Han yang menipunya, Han dan Sekar bertatap lewat Vidio Call. Sekar tak henti-hentinya menangis karna Han tidak menyesali perbuatannya yang tujuannya memang ingin Sekar sembuh setelah itu hukuman apapun akan diterima olehnya.
.
"bagaimana? ". tanya Nana ke Sekar
"iya Kak..! aku akan jalani kehidupanku sampai Papa keluar dari Penjara dan kami akan hidup bersama dengan bahagia, aku yang akan bekerja demi biaya kehidupan Papa nanti". jawab Sekar dengan yakin menyeka air matanya.
Nana dan Ara tersenyum melihat semangat Sekar menerima kehidupan baru yang diberikan oleh Papanya, Sekar tidak akan malu mengakui Papanya yang mantan Penipu karna tau perjuangan Papanya demi memberinya kehidupan baru.
"istirahatlah..! setelah keluar dari Rumah Sakit kamu akan tinggal bersama keluargaku". kata Nana
"hmm? ". Sekar tidak mengerti.
"aku sudah berjanji pada Papamu akan menjagamu sementara dia akan menjalani hukumannya". jawab Nana
"anda tidak perlu takut pada Nona saya". Ara menegaskan
Sekar tak lagi bisa berkata-kata karna Nana menegaskan akan menjaga Sekar sesuai janji Nana pada Han.
.
__ADS_1
.
.