Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
hasilnya sama


__ADS_3

.


.


.


Celinne sesegukan menghapus air matanya hingga celak dimatanya belepotan dan mata Celinne menghitam.


"benarkah? mama sudah menghabisinya? ". tanya Celinne sesegukan.


"iya..! mama sudah menghabisi wanita yang akan melahirkan Putri Penguasa Wijaya sayang". jawab Emma


"mama yakin? ". tanya Celinne


"kamu meragukan mama?". tanya Emma


"bisa saja dia masih hidup dan akan merebut posisiku lagi, sudah cukup Tuan Vano diambil perempuan lain, aku yakin aku bisa merebutnya kembali tapi jika aku tidak lagi menjadi Tuan Putri Wijaya sudah pasti hidupku akan hancur ma". isak Celinne.


"semua itu tidak akan terjadi sayang..! jika dia memang masih hidup kenapa dia tidak kembali? hmm? kamu adalah Putri kesayangan Kakek dan Nenekmu kan? manfaatkan mereka supaya posisimu tetap aman". bujuk Emma


Celinne pun tersenyum lalu Emma merentangkan tangannya, Celinne memeluk Emma dengan erat.


"Nama perempuan itu Anna ma, dia baru kembali dari LA. kenapa dia bisa begitu cantik ma? bahkan tadi aku melihat tidak ada make up diwajahnya kenapa bisa seperti itu? kenapa dia bisa punya wajah yang cantiknya begitu berlebih? ". isak Celinne


"kamu iri dengan wajah cantiknya kan? kalau perlu hancurkan wajah cantiknya itu". saran licik Emma


Celinne melepaskan pelukannya dari Emma, "hancurkan maksud mama bagaimana? ".


"apa kamu bodoh sayang? anak sialan itu meninggalkanmu karna kekasihnya sangat cantik kan? bagaimana jika dia jelek? siapa yang akan mau? sudah pasti mantan tunanganmu itu akan meninggalkan nya lalu kembali padamu". jelas Emma dengan senyumannya.


Celinne tersenyum senang padahal wajahnya berantakan saat ini, "benarkah ma? kenapa aku tidak berpikiran seperti itu ya? mama benar.. aku harus membuat Tuan Vano mencampakkannya karna dia jelek".


Emma tersenyum dan mengangguk, "jika kamu tidak bisa dapatkan dia secara baik-baik maka lakukan cara apapun yang penting kamu mendapatkan pria yang kamu cintai sayang".


Celinne tersenyum lebar dan kembali memeluk Emma, "Mama adalah yang terbaik".


"hmm.. untuk itu jangan terlalu membenci Ayah kandungmu ya? ". bujuk Emma


"baiklah". jawab Celinne tersenyum senang karna suasana hatinya sedang baik saat ini.


.


Yardan ada di Rumah Sakit dan menerima hasil tes DNA nya, kini Yardan berjalan cepat ke mobilnya saat didalam mobil perlahan Yardan membuka isinya dengan degup jantung yang tak henti berdebar kencang.

__ADS_1


"semoga hati kecilku tidak salah". gumam Yardan


"jika Nana memang putriku artinya dia sebenarnya tau kalau aku memang Papanya". Yardan membuka setiap lipatan kertasnya.


DeG..! DEG..! DEG...!!!


Yardan melebarkan matanya yang ternyata hasilnya sangat benar, 99,99% Nana memang darah daging Yardan. kali ini Yardan yakin karna ia pergi ke Rumah Sakit yang ada di Bogor jauh dari Jakarta yang bisa saja di manipulasi lagi oleh Emma.


Yardan meneteskan air matanya, tangannya bergetar hebat. "b.. berarti ibunya memang wanita yang bersamaku malam itu, tidak perlu melihat tanda lahirnya, ini sudah membuktikan Nana memang darah dagingku".


"Queen Adena Sasikirana Arundati? kamu tau dia adalah Putri Penguasa yang sebenarnya dan kamu beri dia nama Queen? aku berterimakasih telah bertahan selama ini". Yardan memeluk surat hasil tes DNA nya dan menangis seperti anak kecil yang ditinggal ibunya.


tidak ada yang melihat Yardan, dan Yardan sudah berhati-hati saat ingin melakukan tes DNA ini hanya Arka alias Vano yang tau tapi Yardan percaya pada Vano yang tidak akan membeberkan rahasianya.


Yardan menghapus air matanya, "sekarang putriku sudah ditemukan, aku tinggal mencari ibunya saja".


Yardan langsung melajukan mobilnya, ia akan kembali ke Jakarta detik ini juga walaupun jalanan macet tak membuatnya gerah malah bibirnya terus melengkung ke atas melihat amplop berisi hasil tes DNA nya.


"dari awal aku sudah tau, wajahnya sudah membuktikan kalau dia adalah Putriku jika tidak? bagaimana bisa wajahnya mirip nenek pertama, apa Nenek Pertama masuk ke raganya? ".


Yardan berbicara sendiri ditengah macetnya jalan.


di tempat lain.


"terimakasih..! ". ucap Nana mengedipkan matanya dengan nakal kepada 2 reseptionis cantik yang tersenyum lebar menatapnya.


Nana begitu berbeda dengan Celinne, jika Celinne akan bertanya dengan sombong lalu menerobos masuk saja tidak menghargai pekerjaan mereka.


Nana berjalan dengan anggun dan berkelas, ia tersenyum sambil menundukkan sedikit kepalanya pada karyawan Arka yang sedang berada di lift yang sama dengannya. siapa yang tidak akan terpesona dengan keramah tamahan Nana.


"mereka akan membanding-bandingkan aku dengan Celinne, dan Celinne akan dinilai buruk oleh mereka". batin Nana tersenyum tipis.


"silahkan Nona! ". seru mereka bersamaan saat Lift lantai ruangan kerja Arka terbuka.


"terimakasih! ". ucap Nana mengedipkan matanya dengan gemas dan centil lalu berjalan duluan hingga mereka semua meleleh.


Nana pun menyapa Sekretaris yang mengatur tamu untuk Atasan tertinggi mereka, tentu tidak ada yang melarang Nana malah mereka tersenyum lebar tanpa ragu bertanya pada Nana apa merek lipstik Nana.


"hanya lipstik murah". jawab Nana mengeluarkan lipstiknya dan memberikannya pada mereka.


"i.. ini? ".


"ambillah..! aku akan beli yang baru, aku sudah bosan warnanya". jawab Nana tersenyum gemas.

__ADS_1


"terimakasih Nona". ucap mereka berdua begitu gembira.


"ok". jawab Nana.


Arka keluar dari ruangannya bersama Endra yang membawa banyak berkas-berkas penting,


"Nana? ". panggil Arka.


Nana berbalik, "oh My Honey". senyum lebar Nana berjalan cepat ke arah Arka lalu memeluk Arka dengan gemas lalu melepaskan pelukannya.


"mau kemana? kamu sibuk Honey? ". tanya Nana meletakkan tangannya dibahu Arka juga wajah Nana terlihat penasaran.


"aku ada rapat penting sekarang sayang..! apa kamu mau menungguku? ". tanya Arka dengan lembut.


"boleh, aku ingin bertemu dengan Mommymu, rasanya sudah lama sekali tidak bertemu dengannya". jawab Nana, padahal mereka janji akan belajar naik mobil hari ini.


Arka tersenyum dan itu sangat tampan hingga kedua pekerja perempuan Arka yang baper dengan senyuman atasan mereka yang tak pernah dilihat itu.


"Mommy pasti senang dia sangat merindukanmu". Arka meradu keningnya dengan kening Nana yang tersenyum


Endra berdehem,


"oh Hai.. Endra". sapa Nana mengulurkan tangannya ke Endra seperti minta dikecup karna gaya orang Luar negeri seperti itu.


Endra tentu tau kebiasaan gadis luar negri itu tapi Arka sudah menarik pinggang Nana hingga Endra hanya memegang angin.


plakk..! Endra memukul kepalanya sendiri karna tak bisa mengendalikan hipnotis dari gadis menawan milik bosnya itu.


"hei.. Honey hanya kecupan biasa saja". kekeh Nana.


"aku tidak suka". jawab Arka didengar oleh kedua sekretaris meja depan Arka.


Arka tanpa ragu membawa Nana masuk ke Ruangan rapatnya, mereka menyambut CEO mereka dan tertegun melihat Nana yang juga ikut masuk ke Ruangan rapat penting mereka.


"duduklah disini". Arka memberikan kursinya ke Nana.


Nana tersenyum mengelus rahang Arka yang menatap lembut dirinya, Nana duduk dengan gaya elegannya.


Endra pun mengambilkan Kursi lain untuk Arka yang pasti tidak semewah Kursi kebesaran Arka yang hanya untuk seorang CEO saja.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2