
.
.
.
Pagi-pagi buta Nana tersentak bangun dan mengedarkan pandangannya tak menemukan suaminya hingga senyum manis terpancar diwajahnya yang baru saja bangun tidur.
"apa Sayangku ada di kamar mandi? ". gumam Nana mencari Arka di Kamar mandi dan hasilnya Tidak ada,
Nana menggulung rambutnya asal lalu berlari kecil menuju ruangan kecil berisi khusus komputer baru yang dibelikan suaminya untuk Nana.
"kita lihat dari mana pelakunya berada". gumam Nana menyeringai.
Wajah Nana khas bangun tidur pun terlihat sangat cantik, ia akhirnya terbebas dari cengkraman suaminya yang menghilang entah kemana, mungkin saja Arka tengah berada di Dapur membuatkannya sarapan penuh Cinta.
Nana mengotak-ngatik komputernya dan mencari rekaman CCTV yang terkait dengan Mobil Truk plat yang sudah Nana tandai sengaja menabrak mobil suaminya dengan modus kecelakaan padahal remnya baik-baik saja, Supirnya pun dalam keadaan sehat bebas alkohol juga negatif narkoba.
"eehhh? ohh.. jadi dia dibayar". seringai Nana ternyata tebakannya benar.
Nana mencari asal wanita yang membayar Supir itu, "ooh.. Ya Tuhan..! wanita ini hanya perantara". gerutu Nana lalu terkekeh pelan.
"siapapun kau yang berusaha tidak ingin terlacak aku bisa melacakmu". kata Nana dengan senyuman tipisnya yang misterius.
"lari dan bersembunyilah karna selagi kau tinggal di Bumi yang sama denganku, kupastikan kau akan ku temukan kecuali kau Alien". kekeh Nana.
Bagi Nana selagi pelaku WNI pasti bisa Nana temukan, kalaupun berasal dari Luar Negri pasti punya Identitas, manusia tinggal di muka Bumi ini pasti punya Identitas termasuk Bayi yang baru lahir.
Jika Nana tidak bisa menemukan pelakunya maka Nana bisa menemukan Identitasnya jika wajahnya sedikit saja sudah tertangkap Kamera CCTV, karna tidak mungkin pelaku itu Transparan kan (hantu)? kemampuan Hacker Nana sangat patut diberi penghargaan oleh dunia.
Nana fokus mencari rekaman CCTV itu lalu mencari ponselnya dan Nana tersadar karna Ponselnya sudah rusak.
"beruntung saja otakku cerdas". gumam Nana merasa lega karna ingat semua Nomor Ponsel yang tersimpan di Ponselnya yang rusak itu.
Nana mengirim pesan lewat Komputernya ke Detektif swasta yang ia percaya akhir-akhir ini, Nana tau identitas detektif Pria ini tapi Pria itu tidak pernah bertemu langsung dengan Nana.
__ADS_1
"baik Nona". balas Detektif swasta itu pada Nana muncul di Komputernya.
Detektif Swasta itu mengenali Nana lewat tandatangan di ujung Pesan Nana yaitu Rahasia, jika sudah ada pesan itu artinya dari bos Misteriusnya walau tidak tau bosnya itu Nana, ia menebak entah itu Asisten Nana (Ara), Abi, penjaga Nana siapapun itu yang jelas bagi Detektif itu Bos Misterius ini sangat hebat, sekali Detektif itu menyelesaikan Pekerjaannya dengan baik maka Bos Misteriusnya itu akan langsung mengirim upahnya ke detektif itu.
Bos Misterius (Nana),
Nana mendengar suara langkah Kaki, "kenapa pendengaranku jadi semakin tajam? ". gumam Nana heran mematikan komputernya lalu buru-buru kembali ke ranjangnya.
Nana mengobrak-ngabrik rambutnya yang tadi sudah ia rapikan dengan cara disanggul tadinya kini dilepas olehnya, Nana tidur memejamkan matanya seolah alibinya supaya Arka tidak curiga.
Arka duduk di tepi ranjangnya lalu meletakkan nampan berisi sarapan darinya untuk Nana, Arka merapikan rambut Nana.
"aku sangat mencintaimu sayang". bisik Arka dengan suara bergetar lalu matanya terpejam tangan yang tadi membelai pipi Nana mengudara dan tangan itu mengepal kuat.
Arka langsung keluar tanpa membangunkan Istrinya yang Arka pikir sedang kelelahan,
ceklek..!
Nana membuka matanya lalu melihat ke arah Pintu Kamarnya, "aku dikunci? ". gumam Nana tak percaya sang suami menguncinya di kamar.
"eeh..? ada suratnya". Nana tersenyum mengambil kertas yang ditimpa sedikit oleh gelas susu ibu hamil untuk Nana.
"sayang?? ku Mohon tetaplah dikamar ya? aku akan mencari pelakunya dan menghukumnya sampai aku tenang". pesan Arka.
Nana tersenyum lembut, "suamiku, cintaku, sayangku, aku juga mencintaimu". balas Nana.
Nana mengelus perutnya, "sayang? kalian tau kan betapa Papa kalian mencintai Kita? baik-baik ya diperut mama ya?".
Nana memilih membersihkan tubuhnya terlebih dahulu lalu sarapan buatan suaminya, setelah kenyang Nana bermain didepan komputernya sambil mengunyah buah-buahan segar yang ada di Kulkas kamarnya.
3 jam kemudian.
Nana tersentak mendapat kabar dari Detektif bayarannya, ia menerima pesan berupa sebuah rekaman Suara.
"bayar ini padanya jangan sampai kau ketahuan oleh orang lain, awas saja sampai aku terekspos kau akan aku habisi". rekaman itu terdengar jelas oleh Nana.
__ADS_1
"baik Nona Sa...? ".
"diam..! ". potong Wanita itu dengan marah.
Nana mendengar percakapan mereka berdua lalu sudut bibir Nana terangkat karna tau pelakunya adalah Sari, Nana sangat kenal amarah Sari saat membentak dan memaki.
wajah Sari dan Tubuh Sari memang berbeda tapi pitas suara tetap sama kan? Nana memiliki ingatan yang sangat bagus.
Nana langsung mengirim bayarannya ke Detektif Swastanya itu bahkan menambah gajinya sampai 3 kali lipat, sudah pasti Detektif itu menangis haru disana, Nana sangat puas hasil kerja Pria itu.
"Mau mengabaikan Peringatanku yaa? Ok..! aku akan sebarkan Vidio Se*s mu". seringai Nana.
Nana tanpa berpikir panjang langsung menguploud rekaman CCTV Sari dengan Pria asing yang tidak tau siapa tapi Nana blur wajah Pria itu, Nana tidak main-main dengan peringatannya.
dalam hitungan menit Vidio se*s Sari tersebar luas di sosmed menjadi tontonan banyak orang tapi khusus 21+ keatas, Sari pasti menggila di Apartemennya.
Sari terlalu mengabaikan si Hacker yang menerornya, ia tidak tau siapa Orang itu karna berapa kali Sari mencoba membayar orang mencari tau Si Hacker malah uang itu dikembalikan oleh orang suruhannya (Menyerah).
"sebenarnya Detektif Swasta ini sangat bagus, pantas saja Abi merekomendasikannya ya? tapi kenapa dia dipecat oleh atasannya? ". gumam Nana pertanya-tanya heran.
Nana mencari tau Detektif Swasta (pekerjanya Nana) yang pernah bekerja menjadi seorang Agen Rahasia Negara berbagai cara Nana cari tau karna meretas data Negara yang sangat dilindungi itu mudah dikuasai atau diambil alih oleh Nana.
"Rezantara Hindiro, 36 tahun. Seorang Pengangguran 3 tahun setelah dipecat secara tidak hormat oleh Perusahaan Keamanan Data Negara karna membocorkan Rahasia Negara?".
"Ckk...! rahasia negara apa yang dibocorkan olehnya? ". kekeh Nana merasa lucu saat tau Pria bernama Rezantara Hindiro itu dipecat karna masalah kecil membocorkan data negara.
"bukankah kalian sudah di mengikat janji diatas kitab suci? jika dia memang membocorkan data Negara kenapa tidak dilaporkan ke Polisi? kalian pikir aku tidak tau? hahaha..! menarik juga bermain dengan kalian ya? ". seringai misterius Nana.
Nana sangat suka menjatuhkan harga diri orang jahat dengan mempermalukan orang itu lalu membuat orang itu menderita secara batin dan perbuatan busuknya diketahui masyarakat pasti dikucilkan oleh Masyarakat, menjadi gunjingan setiap orang.
.
.
.
__ADS_1