Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
ancam


__ADS_3

.


.


.


Miniatur yang El berikan sangatlah indah apalagi penuh dengan gemerlap bintang,


"abang kasih ini buat lose? ". tanya Rose sekali lagi dengan senang.


"iya..! ini bonekanya juga". El memberikan boneka AngryBirdnya membuat wajah Rose terlihat kesal.


"nggak mau..! lose nggak mau boneka itu, Lose hanya mau boneka hello kitty". tolak Rose


El tertawa cekikikan, "siapa bilang ini buat adek lose?? ".


"abannggg! ". pekik Rose meletakkan miniaturnya berlari mengejar El.


El tertawa terpikal-pikal, tangan kecil Rose mengudara hendak memberi pukulan mematikannya pada El yang suka sekali menggodanya.


keluarga mereka sampai tertawa melihat betapa menggemaskannya Rose saat marah dan El yang tertawa lepas padahal selama ini El jarang tertawa tanpa beban seperti itu.


"kenapa Celvin? ". tanya Arka ke Celvin sambil melihat kelakuan anak Celvin yang suka menggoda anaknya.


"aku hanya senang melihatnya seperti itu". jawab Celvin.


"ckk". Arka malah kebalikannya.


Ren melihat mereka dengan tenang lalu kembali fokus memainkan gamenya, Ren lebih suka main game dibanding menggoda adiknya sebab Ren selalu memanjakan adiknya, menuruti adiknya, bukan menggoda seperti El.


El suka menggoda Rose karna gadis mungil itu begitu bar-bar, El sampai gemas bagaimana bisa anak seumuran Rose bisa memukul El yang sekolah dasar (SD), El sering mencoba menggoda anak-anak lain tapi tidak asik malah Rose yang lebih menyenangkan.


El hanya menguji saja, wajarlah El kesepian tidak punya abang atau adik hanya punya orangtua yang menyayanginya, walau El banjir kasih sayang tapi namanya anak pasti ingin punya adik atau abang yang bisa diajak bermain melepas rasa bosan.


bugghh...


Rose melayangkan tinjunya di punggung El, El tertawa terbahak-bahak sambil mengelus punggungnya dengan tangan, ia tidak marah walau El sampai patah tulang pun El tidak akan bosan menggoda Rose.


"ketawa lagi..! gigi abang los lontokin mauu?? ". tanya Rose berkacak pinggang dengan wajah galaknya yang imut.


El menoel-noel pipi dan hidung Rose, Rose dengan kesal menggigit ujung jari El hingga El meringis tapi orangtua mereka tidak melarang karna Rose adalah gadis kecil yang bar-bar tidak akan mau ditindas sedangkan El juga tidak bermasalah di pukul oleh gadis kecil bar-bar itu.


jika Rose dan El saja tidak mempermasalahkannya mengapa Orangtua mereka harus melarang? Nana dan Intan tau kalau El kesepian tidak punya adik,


Intan pernah mengandung tapi keguguran karna ada masalah, sejak itu Intan merasa bersalah pada anaknya yang sangat ingin punya adik, bagaimana pun Intan hanya manusia biasa yang tidak bisa berbuat apa-apa jika yang maha kuasa belum memberinya kepercayaan.


itu sebabnya Nana dan Arka tidak mempermasalahkan perbuatan bodoh El, sudah tau Rose galak dan bar-bar tapi tetap saja menggoda Rose, bukan Orangtua Rose yang menghukum El tapi Rose sendiri yang memukul dan meninju El.


"terimakasih sudah membawa anakmu kesini Vano". ucap Celvin serius ke Arka.

__ADS_1


Arka tersenyum miring, "kenapa anakmu tidak pernah kapok hmm? kenapa dia selalu menggoda anakku apa dia bodoh merelakan tubuhnya menjadi samsak tinju anakku".


Celvin terkekeh, "yahh.. kau benar Vano..! tapi asal kau tau sebanyak apapun aku membelikannya mainan membawa nya pergi keluar negri tapi anakku itu hanya senang kalau bertemu dengan Rose, hanya Rose yang bisa membuat anakku tertawa selepas itu".


"dia bodoh! ". ledek Arka


"enak aja..! anakku sangat pintar". bantah Celvin


"lalu kenapa otaknya bermasalah? ". ejek Arka


Celvin mendengus, "tau apa kau jatuh cinta pandangan pertama heh? ".


Arka mendengus, "kau fikir aku tidak pernah jatuh cinta? ".


Celvin dan Arka saling tatap tajam satu sama lain, lalu merasa dingin tiba-tiba seketika kepala mereka berputar secara perlahan dan melihat mata horror Istri-Istri mereka.


"ckk..! ".


sontak saja mereka saling merangkul satu sama lain, tertawa bersama berpura-pura akur seolah tidak ada masalah sama sekali.


Nana dan Intan mendengus,


"kenapa kak? ". tanya Nana


"apa kamu mau anak-anak kita di jodohkan Nana? ". tanya Intan tiba-tiba.


"tapi hanya Rose yang bisa membuat anakku seperti itu Nana". jelas Intan.


Nana memijit pelipisnya, "anakku masih terlalu kecil kak..! mana mungkin aku mengatakan hal itu padanya".


"iya.. iya.. aku rela menunggu sampai dia dewasa nanti, aku ingin dia menjadi menantuku Nana". pinta Intan merengek.


Nana menjatuhkan rahangnya, "ja.. jadi? kakak mau mengikat anakku? ".


"tidak..! biarkan waktu yang menyatukan mereka". jawab Intan tersenyum lebar


Nana mengerutkan keningnya, "kenapa aku takut dengan kalian? Celvin tidak balas dendam padaku melalui anakku kan? ". tanya Nana menyelidik.


Intan menatap datar Nana yang nyengir kuda,


"bisa saja kan..! habis perkataan kakak tadi mencurigakan". jelas Nana dengan kikuk.


"aku tidak sejahat itu, lagian suamiku sangat mencintaiku". kata Intan dengan bangga


"kamu pikirkan saja Suamimu dan aku pikirkan suamiku, sekarang aku hanya membahas anak ku saja, memiliki menantu perempuan seperti Rose adalah impian semua ibu mertua". sambung Intan dengan serius.


mereka tersentak melihat Rose yang sekali lagi memekik memukuli El, Nana meringis.


"lihatlah anakku Kak..? dengan kelakuannya itu kakak masih mau dia menjadi menantumu? apa tidak takut dimalam pertama anakmu akan masuk Rumah Sakit?? ". cecar Nana

__ADS_1


Intan tertawa terbahak-bahak, "aku malah suka..!".


Nana tak habis fikir kelakuan Intan yang bersikeras menerima Rose menjadi menantunya setelah melihat bagaimana ganasnya Rose memukuli anak kandungnya itu.


"abaaang...! los bunuh nih". ancam Rose


El menjulurkan lidahnya dengan kedua mata hitamnya kedepan (juling),


"issh.. Tante..! ijinkan los bunuh bang El ya? ". Rose bertanya pada Intan dengan tatapan polosnya itu yang sedang kesal.


Intan tertawa keras,


"jangan sayang". Nana yang menjawab.


Rose mengerucutkan bibir mungilnya, betapa gemasnya El mencubiti pipi Rose yang menatap kesal El dengan geramnya ia menginjak kaki El.


"aaahhh". El menjerit kesakitan sambil memegang kakinya melompat-lompat dengan satu kaki.


"lasakan itu". giliran Rose yang menjulurkan lidahnya.


El mengejar Rose tapi kaki Rose kecil langkahnya pasti kecil dan kini berhasil ditangkap oleh El, mereka bertengkar dengan cara yang lucu dan beberapa kali Rose menjerit histeris bukan karna menangis tapi marah.


beberapa pelayan Rumah Celvin dan Intan begitu gemas mendengar jerit Rose, apalagi gelak tawa El. semua orang yang ada di Rumah itu tau bagaimana El saat di Rumah selalu menjaga image nya seperti pria sombong dan angkuh tapi satu-satunya gadis yang bisa membuat El begitu bodoh yaitu Rose.


.


"Mama..? lose mau pulang". rengek Rose


"kemana dek? nggak boleh, makan dulu ya? ". El menarik tangan Rose yang tidak mau dibawa namun digendong oleh El seperti koala.


"Papaaa? ". Rengek Rose


Arka hendak menyusul Rose tapi dicegat oleh Intan yang menyeringai,


"Tuan Vano mau saya buat diusir dari kamar oleh Nana? ". ancam Intan.


"son..! ". pinta Arka ke Ren


"iya pa". Ren berlari menyusul Rose.


Arka berdecak menatap Intan dengan kesal lalu meninggalkan Intan.


mereka sudah lama berteman hampir bertahunan seumuran dengan umur El lebih kurang 7 tahun, jadi tak heran tau kelemahan masing-masing.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2