Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
mengajak


__ADS_3

.


.


.


Leonard menemui Nana


"terimakasih Bapak sudah datang memenuhi permintaanku". ucap Nana dengan sopan


Leonard tersenyum tulus, "sekarang aku mengerti kesalahanku nak..! terimakasih sudah menyadarkanku atas kesalahanku yang ternyata selama ini jarang menghabiskan waktu berdua dengannya".


Nana tersenyum, "tidak apa Pak..! Anna itu seperti diri saya sendiri dari pantulan cermin, apa yang Anna rasakan saya bisa merasakannya". kata Nana


"itu sebabnya Anna sangat menyayangimu Nana, terimakasih telah memberi kebahagiaan yang berlimpah untuk cucuku". ucap Leonard juga


Nana berkata, "apa boleh aku memanggil bapak juga Kakek? ". tanya Nana


Leonard terkejut, "tentu saja..! sudah lama aku menginginkannya tapi tidak berani mengatakannya karna aku merasa kakekmu sudah yang terbaik".


Nana terkekeh, "aku sangat haus dengan kasih sayang keluarga Kek, sama seperti Anna".


Leonard terkekeh pantas saja Anna sulit diberi banyak mainan dari berbagai negara yang sangat limited ternyata Anna haus kasih sayang, Leonard tidak menyadarinya sama sekali, awalnya Leonard merasa Anna ingin punya orangtua itu sebabnya ingin tinggal bersama keluarga Nana.


"Pak Leonard? ". Yardan tiba-tiba datang


"ada apa ini? situasi kenapa menjadi hangat ya? ". Aman menyahut melihat situasi.


mereka semakin akrab, bahkan Yardan dan Aman meminta maaf pada Leonard tidak bisa memberi kasih sayang yang diinginkan Anna.


"Kakek dan Papa apa-apaan sih? kalian punya nilai tersendiri dihati Anna hanya saja kehadiran Kakek kandungnya sangat berarti bagi Anna, hanya Kakek Anna ini saja yang bisa menyempurnakan kebahagiaan Anna". jelas Nana menggerutu


Yardan dan Aman tertawa, Nana mendekat lalu memeluk Aman dengan manja hingga sebagai Kakek membuat Aman senang menciumi kening Cucunya yang sangat mirip dengan ibunya hanya saja versi muda, Yardan mengelus kepala Nana dengan penuh cinta.


Leonard belajar banyak dari keluarga Nana bukan cara bisnis tapi cara memberi kasih sayang pada Nana hingga Leonard bisa mempraktekkannya ke Anna nanti.


.


"jadi kamu Cucu tunggal Pak Leonard ya Anna? ". tanya sang guru Seni dengan nada tak percaya


"kenapa Bu guru? ". tanya Anna dengan polos


"itu artinya kamu putri Penguasa Asia Group". kata guru itu lagi.


Anna tersenyum kikuk, "tapi Anna tidak ingin bu Guru ceritakan pada orang lain, Anna mau hidup bahagia seperti biasa tanpa ada yang memikirkan Anna adalah Cucu kakek Leonard".


Guru seni hanya tersenyum lembut, Anna memiliki kepribadian yang hangat dan lembut, ingin bebas dan tidak terikat dengan tahta.


"Anna? ". panggil Caca lalu menunduk sopan pada Bu Guru nya.


Guru itu pun mengelus kepala Caca dan Anna lalu pergi dari sana mengira Caca sahabat baik Anna, belum tau saja Guru itu kalau Caca adalah pengawal Anna kalau tau entah bagaimana ekspresinya nanti, seorang anak seumuran Anna seperti Caca bisa beladiri hingga punya kelebihan sendiri menjaga Anna.


"Bu guru bicara apa Anna? ". tanya Caca

__ADS_1


"ibu guru hanya kaget kalau aku cucu kakek". jawab Anna


"Anna tenang saja aku sudah melihat kalau Tuan Leonard membayar semua orangtua/wali murid untuk tidak membeberkan rahasia itu termasuk pada anak mereka sendiri". kata Caca yakin


Anna tersenyum lebar, "aku sangat senang Caca!! ". kata Anna dengan riang.


Caca ikut tersenyum, mereka berpelukan seperti saudara kandung saja.


.


.


ke esokan harinya,,


Leonard meminta semua keluarga Nana dan Arka datang ke Restaurant yang sudah di Reservasi tempat untuk makan 1 keluarga besar.


"Kakek..? ". teriak Anna saat berada di dalam mobil ternyata disampingnya ada Leonard.


Caca langsung duduk didepan memberi waktu untuk Anna dan Leonard, Leonard mengatakan tujuannya bukannya terkejut Anna malah senang dan ternyata itu impiannya makan besar dengan keluarga barunya ditambah ada nya Leonard.


.


di tempat lain


Nana mendapat kabar dari Ara pun tersenyum sambil menggeleng kepalanya pelan, "sepertinya Kakek sudah tau cara menyenangkan hati Anna". gumam Nana pelan lalu tertawa kecil.


Ara juga tersenyum karna tau Nana sedang senang bukan karna diajak makan bersama tapi karna Leonard sudah tau bagaimana cara membuat Anna bahagia.


"Arka?". Nana mendongak ternyata ada Arka yang sudah ada di Ruangannya.


Nana langsung memeluk Arka dengan manja, Arka mengeratkan lingkar tangannya dipinggang Nana.


"kenapa kesini? ". tanya Nana


"tentu saja menjemput pacarku untuk makan gratis". kata Arka entah mengapa ketularan Nana yang suka makan gratis.


Nana tergelak melepaskan pelukannya, Arka yang gemas mencium pipi Nana dan Nana memukul-mukul bahu Arka tapi masih tertawa.


"sejak kapan seorang Arka doyan makan gratis hah?? ". tanya Nana dengan heran tapi masih tertawa.


"bukankah pacarku yang mengajarkanku begitu? dia suka makan gratis dan suka mentraktirku makan, lumayanlah aku tidak akan bangkrut menikahinya". kata Arka dengan bangga


Nana mendelik, "dasar Pria pelit! ".


giliran Arka yang tertawa keras saat ini, "mudah sekali membuatmu kesal sayang".


Nana memberengut memukul bahu Arka lagi, bukannya terdiam Arka masih tertawa.


.


Nana dan Arka keluar dari Lift berpegangan tangan, pemandangan itu sudah menjadi tontonan Karyawan disana malah tak heran lagi dengan tingkah kemesraan mereka namun tak membuat mata siapapun bosan melihat kemesraan Nana dan Arka.


didalam mobil

__ADS_1


"hmm...? bagaimana keadaan Celinne ya Arka? ". tanya Nana tiba-tiba


Arka mengerutkan keningnya tapi tidak berkomentar hanya melihat Nana sesekali, Nana menoleh ke Arka dan bertanya sekali lagi.


"Celinne bagaimana? ". kesalnya.


"kenapa bertanya padaku sayang? ". tanya Arka balik


"ya udah". jawab Nana diam


Arka menggaruk tengkuknya yang tak gatal, "apa aku salah lagi? ". gumam Arka pelan tapi Nana mendengarnya namun hanya diam tak berkomentar.


.


.


"Arka kenapa kesini? ". tanya Nana dengan heran melihat Arka malah parkir di tempat parkiran RSJ.


"bukankah kamu penasaran bagaimana keadaan wanita itu kan? aku tidak tau dan sekarang kita melihatnya". jawab Arka


"lalu makan siangnya bagaimana? mereka pasti menunggu kita Arka". Nana


"sayang..? ini masih jam 11 pasti Anna baru saja dijemput oleh Kakeknya". jawab Arka


Nana melihat jam tangannya, karna kesal pada Arka ia melupakan hari ini masih belum waktunya istirahat atau belum jam makan siang.


"terimakasih! ". ucap Nana dengan tulus ke Arka


"iya sayang, lain kali kalau mau melihatnya katakan padaku ya? jangan tanyakan bagaimana keadaannya padaku karna aku tidak tau". pinta Arka


Nana tersenyum manis, "iya Sayang! ". balas Nana mengelus rahang Arka.


Arka terdiam, "panggil Aku sayang terus ya? ".


Nana tertawa lalu menggeleng kepalanya, "tidak mesra dong kalau dipanggil tiap hari".


"siapa bilang tidak mesra? ". tanya Arka datar


Nana memilih keluar dari mobil Arka, melihat Nana pergi buru-buru Arka keluar mengejar kekasihnya itu.


"sayang..? ". rengek Arka


"sudah ya bayi besarku..! nanti kalau sudah menikah saja baru panggilanku seperti itu padamu". kekeh Nana


"benarkah? kamu mau menikah denganku sayang? ". tanya Arka berbinar


"kalau aku menemukan Pria yang lebih tampan darimu bisa saja aku berpaling". ledek Nana sengaja mengerjai Arka.


"tidak ada yang lebih tampan dariku". Arka merangkul bahu Nana dengan posesif.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2