Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
tau


__ADS_3

.


.


.


sesampainya di Perusahaan W Group, Arka menggendong Nana hingga beberapa pekerja Nana yang melihat itu langsung baper, diam-diam memotret moment Nana digendong oleh Arka didalam lift.


"jangan memotret! ". titah Ara


"biarkan saja Ara..! biar semua orang tau Nana milikku". sahut Arka


Ara pun terdiam tak lagi bersuara, mendapat persetujuan langsung dari Arka tentu saja mereka yang ada di dalam lift tak menyia-nyiakan waktu langsung memotret Arka yang menggendong Nana.


di Ruangan Nana,


Arka menurunkan Nana di sofa lalu tanpa ragu Arka melepaskan heelsnya Nana.


"dasar nakal..! berapa kali aku bilang jangan pake heels terlalu sering". gumam Arka melihat luka dikaki Nana.


"ambilkan kotak P3K Ara". pinta Arka


Ara pun segera mengambilkan kotak P3K dan memberikannya ke Arka, Ara merasa jadi pengganggu pun memilih pamit undur diri dari pada nunggu diusir.


Arka mengobati kaki Nana dengan hati-hati lalu menyelimuti Nana, Arka menatap lekat Nana yang tengah tertidur.


"tidurlah yang nyenyak sayang.!". bisik Arka mengecup lama kening Nana.


Arka melihat jam tangannya pun segera keluar dari Ruangan Nana menemui Ara lalu mengatakan pada Ara bahwa ia akan menjemput Anna dan Caca lalu mengantarnya pulang, untuk itu biarkan Nana istirahat pasti lelah pulang pergi ke kantor cabang.


Sore hari, Nana tersentak kaget saat bangun.


"hah..? jam 4 ?". pekik Nana


Nana turun dari sofa dan berlari ke Meja kerjanya menghubungi Ara yang ternyata Anna dan Caca sudah dijemput oleh Arka.


Nana pun lega lalu duduk di kursi kebesarannya, "Arka.. Arka..? kamu selalu membuatku panik bukannya membangunkanku malah membiarkan ku tertidur". gerutu Nana lalu tersenyum menggeleng-geleng kepalanya.


Nana merasa ada yang beda dengan kakinya, ia melihat nya. "hmmm? apa kakiku luka lagi? ". gumam Nana melihat kakinya terpasang handiplast.


"dia pasti marah, Heelsku? dia tidak membuangnya kan? ". Nana bangkit dan berlari mencari heelsnya yang ternyata tertata rapi di rak sepatu.


"syukurlah dia tidak membuangnya". gumam Nana semakin lega.


kabar Ponsel di Hack oleh orang misterius pun tenggelam karna kabar W Group telah resmi bekerja sama dengan Perusahaan terbesar di Asia yaitu Asia Group dan kedua Perusahaan itu akan mengadakan pesta peresmian di Indonesia.


berita Pesta Peresmian Kerja sama Perusahaan itu pun sudah sampai ke telinga Hema yang memang menunggu-nunggu acara penting seperti Pesta apapun itu supaya Hema bisa melancarkan aksinya.

__ADS_1


.


.


"maafkan kakak ya Anna? kakak ketiduran jadi tidak bisa menjemputmu". ucap Nana meminta maaf pada Anna


Anna tersenyum lebar, "tidak apa Kak..! lain kali Anna akan minta supir pribadi yang bisa dipercaya sama Kakek untuk antar jemput kami sekolah".


"hmm? supir?". beo Nana


"Kak..? Anna tau Kakak sangat sibuk bekerja, Anna tidak masalah kok dijemput sama supir asalkan Anna punya teman yaitu Caca". Anna merangkul Caca disampingnya.


"apa mesti kepercayaan Kakekmu sayang? ". tanya Nana


"Kak..? Kakek nanti sedih kalau Anna terlalu mengandalkan kakak nanti Kakek merasa kalau Anna membuangnya dan berpikir Anna tidak butuh Kakek lagi". jelas Anna hingga Nana tersenyum mendengar alasan Anna yang bijak.


"baiklah..! nanti malam Kakekmu akan datang bersama Kedua orangtua kita". jawab Nana


"Kakek Anna juga Kakeknya Kakak". kata Anna meralat perkataan Nana.


"iya.. iya..! Kakek kita". jawab Nana


Anna menyeringai lebar, mereka berdua pun berpelukan hingga Nana bisa melihat ada Arka yang tengah bersidakap dada menyandar di dinding menatap ke arah mereka.


"Arka? ". sapa Nana


Anna melepaskan pelukan mereka lalu berlari bersama Caca yang kaget juga ikutan berlari mengikuti Anna, meninggalkan Nana bersama Arka.


Arka tersenyum menutup kamar Nana di Mansion Arkatama, "sayang? ". panggil Arka


Nana menghela nafas panjang saat Arka mengajaknya makan malam di luar, tak bisa menolak karna hukuman Nana yang membuat kaki Nana terluka padahal ulah Nana sendiri, kaki juga Kaki Nana sendiri tapi tingkah Arka malah seperti Nana melukai Kaki Arka.


mereka menghabiskan waktu berdua, bermain melepas stress akibat orang-orang tak berguna yang menambah kerjaan Nana saja.


"terimakasih Arka..! kamu membuatku senang dan bebanku sudah hilang". ucap Nana dengan tulus ke Arka.


Arka tersenyum lalu menangkup kedua pipi Nana, "lain kali jangan terlalu serius ya? aku tidak mau kamu sampai sakit".


Nana tersenyum dan mengangguk.


"ada yang mau aku tanyakan sayang". kata Arka


"hmm? tanya apa? ". tanya Nana


Arka bertanya tentang Peretas yang bekerja dengan Nana bisa meretas Ponsel setiap orang bahkan Arka pun kena, Nana terkekeh lalu mengatakan itu semua ulahnya betapa syoknya Arka mendengarnya


awalnya Arka berpikir Nana hanya bercanda tapi melihat wajah serius Nana pun membuatnya diam tapi masih belum percaya hingga Nana membuktikan dengan menghack ponsel Arka dengan ponselnya sendiri hingga Arka hampir saja tumbang.

__ADS_1


"kan aku udah bilang itu ulahku". jawab Nana dengan kesal


"ba.. bagaimana bisa? ". Arka seakan tidak percaya


"lebih baik aku pulang..! Papa sama Mama pasti udah datang". Nana melenggang pergi.


Arka yang tersadar segera mengikuti Nana tapi matanya tak bisa lepas memandang Nana, ia tak mengira Nana itu seorang Peretas? bagaimana Arka tidak syok coba? setelah sekian lama berpacaran dengan Nana baru hari ini Arka tau kebenaran itu.


.


di Mansion Arkatama


"Kakekk?? ". Anna berlari seperti biasa namun ditarik-tarik oleh Caca karna Anna suka sekali berlari ia selalu terkejut.


Caca bukannya menghadapi penjahat tapi malah mengontrol Anna yang tidak bisa diam, ada aja tingkah absurd nya itu terutama lari.


Leonard berjalan cepat ke arah Anna lalu memeluk Cucu kesayangannya, "kenapa tidak mau ketemu kakek disana hmm? haruskah Kakek yang selalu menemuimu kesini iya? ". cecar Leonard.


Anna tersenyum lebar lalu mendongakkan kepalanya, Caca pun memilih pergi menemui orangtuanya yang juga datang bersama Leonard biarlah Anna bersama Kakeknya menghabiskan waktu berdua.


sementara Keluarga baru Anna sedang berkumpul di ruang tamu membahas pesta peresmian itu dimulai.


"dimana anak sulungku Diah? ". tanya Dewi


Diah terkekeh, "dia makan diluar sama Vano". jawab Diah


"huuuh...! aku sangat merindukan putriku". gumam Yardan


"Papa..? Mamaa..? ". Nana tiba-tiba muncul sambil bertingkah imut dengan menangkupkan tangannya di pipi.


Yardan dan Dewi tertawa, Diah pun tersenyum lembut sedangkan Arka berjalan seperti robot rusak ke arah Diah yang terlihat heran dengan tingkah anaknya.


"kenapa nak? ". tanya Mommy Diah.


"Nana itu yang meretas ponsel kita semua Ma, bukan hanya kita tapi seluruh masyarakat indonesia dengan nomor +628". jawab Arka lemah


Diah membelalak mendengarnya, "Nana? ". bisik Mommy Diah sekali lagi demi memastikan pendengarannya tidaklah salah.


"iya mom". balas Arka


Mommy Diah berdecak kagum melihat ke arah Nana.


"Mommy tidak kaget? ". tanya Arka malah heran ekspresi mommynya.


"Mommy sudah tau dia hebat jadi tidak heran lagi". jawab Diah


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2