Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
preman


__ADS_3

.


.


.


"maaf.. maaf sayang..! Mama tidak bermaksud menertawaimu tapi mama tidak bisa menahan tawa karna anak mama sudah besar dan kini sedang jatuh cinta". Dewi


"jatuh cinta? ". beo Nana tampak serius mendengarkan mama nya.


"iya sayang..! apa yang kamu rasakan sama seperti mama rasakan saat menyukai Papamu dan lama-kelamaan kamu akan berdebar padanya, itu adalah awal dari kamu mencintai seseorang sayang". Dewi


Nana memang hebat dan pintar tapi tidak tau tentang Cinta, tentu hanya pada Mama nya saja Nana percaya dan mengadu.


Nana terdiam mendengar penjelasan Dewi pun menganga lebar, Dewi mengangkat dagu Nana hingga mulut Nana yang terbuka lebar pun tertutup.


"Mama kenal dengan Diah baru beberapa hari, dia sangat baik dan Mama yakin pasti anaknya baik tidak berbeda jauh dengan mommynya". Dewi mengelus pipi Nana.


"bagaimana mama bisa yakin? ". tanya Nana


"sayang..! anak yang baik itu terlahir dari wanita baik-baik, berbeda jika wanita nya jahat sebaik apapun suaminya pasti anaknya tetap jahat karna dia berasal dari rahim wanita yang jahat". jelas Dewi


"seperti Celin ma? ". tanya Nana


Dewi tersenyum dan mengangguk, "kamu merasakan sendiri kan bagaimana Arka memperlakukanmu? apa kamu tidak lihat Kudamu begitu gemuk? dia terlihat bahagia mempunyai pasangan".


Nana tersenyum, "Nana jadi ingin melihatnya".


"ya sudah..! temui Pria yang kamu cintai itu". goda Dewi


"mamaa...?? ". rengek Nana memelas supaya Mamanya tidak menggodanya lagi hingga Dewi tertawa.


Nana segera melarikan diri dan datang ke Kamar Arka, saat Arka membukanya yang tadi mata Arka mengantuk langsung berbinar melihat pujaan hatinya.


"Ada apa Tuan Putri? ". tanya Arka mengambil tangan kanan Nana dan mengecupnya dengan mesra.


"A.. Arka aku mau ketemu sama Kudaku". Nana.


Arka tersenyum, "dengan senang hati Tuan Putri".


"jangan mengejekku Arka". Nana berpura-pura kesal dan meninggalkan Arka yang tertawa mengikuti Nana padahal tidak tau Nana hanya mencoba mengalihkan perhatiannya saja yang gugup bersama Arka.


.


"Den Vano? ". sapa mang Koko memberi hormat pada Arka.


"neng..? Neng Anna ya? ". tanya Koko dengan sopan ke Nana


"iya..? ". jawab Nana tergantung tidak tau memanggil Koko apa, ia pun menarik-narik baju kaus Arka meminta memberitaunya siapa nama perawat kudanya.


"nama saya mang Koko Nona". jawab Koko

__ADS_1


"eeh..? iya Mang". senyum manis Nana


"waaah... neng teh manis pisan atuuh..! mang sampai terhipnotis". decak mang Koko dengan jujur


Arka mengalihkan pembicaraan, Nana pun mendatangi kuda nya yang terlihat begitu gemuk dan Nana meledeknya.


Kuda Nana hanya mengingkik pelan dan mengendus-ngendus wajah Nana.


"sepertinya Aa teh rindu sama neng Nana". jawab mang Koko tersenyum lebar.


Nana mengelus-ngelus leher kudanya, "aku juga merindukanmu Aa".


.


.


Nana kaget melihat kedatangan Aman, Sarah dan Yardan.


"Nana?? ". panggil Aman berlari ke arah Nana dan memeluk Nana seperti anak sendiri.


Sarah pun mengelus kepala Nana, pipi dan dagu lancip Nana yang sangat mirip dengan mertua tersayangnya.


Yardan merangkul Dewi, "kita bisa menikah? ".


Dewi terperanjat kaget mendengar perkataan Yardan, "apa Tuan sudah cerai dengan Emma? ".


"sudah". jawab Yardan


"memang tidak sabaran dia". decak Aman.


"kita makan apa hari ini? ". tanya Arka tiba-tiba


"Roti kukus buatanmu enak Arka". Nana menyahut.


Arka tersenyum lebar, "tapi kamu harus makan nasi sayang..! besok pagi akan aku buatkan untukmu".


Sarah dan Aman saling pandang, "Vano kamu akan melanjutkan permintaan terakhir papamu? ". tanya Aman.


"iya Kek..! jika Nana adalah cucu tunggal keluarga Wijaya, Vano tidak akan mengelak bahkan kalau bisa dipercepat". Arka tersenyum senang.


Sarah melihat ke Nana, "kamu mau nak? mau menikah dengannya? ".


"belum Nek..! tapi jika nenek, kakek dan Papa ingin Nana menikah dengannya, Nana tidak akan menolak hanya beri Nana waktu". Nana


"kamu dengar Vano? ". tanya Diah meledek


Devano pun menjawab dengan sumringah, "dengan senang hati Tuan Putri". Arka membungkukkan badannya hingga semua orang tertawa.


banyak kabar bahwa hubungan Nana sangat dekat dengan Keluarga Wijaya padahal Nana sudah mengambil posisi Celinne, namun saat semua orang tau Celin bukan Putri Penguasa yang sebenarnya pun mereka semua bertanya-tanya siapa Putri Penguasa yang sebenarnya.


Nana mengabaikan rasa penasaran semua orang, ia hanya fokus dengan balas dendamnya yang belum tuntas pada Emma.

__ADS_1


.


.


Kini Nana tengah berkendara dengan mobilnya hingga tiba-tiba Nana menginjak rem nya dan bunyi decitan rem membuat semua orang melihat ke arah Mobil Nana,


"apalagi ini? apa mereka polisi? tadi baik-baik saja kok tiba-tiba ngerem mendadak?". gumam Nana melepas seatbeltnya dan keluar dari mobilnya.


Nana kini menjadi Anna dengan dress pendek tapi panjang lengan dan rambutnya digerai bebas. Mobil itu sejak tadi memang didepan mobil Nana tapi tidak tau kalau mobil itu akan ngerem mendadak.


"awas saja jika mobilku lecet". Nana melihat mobil depannya ternyata.


"aaaahhh...! tidaaaakkkk! mobilku". pekik Nana seperti seorang gadis yang sangat menggilai kemewahan.


sosok Anna adalah glamor, karna ia berasal dari Luar Negri.


"Nona..? anda menabrak mobil kami! ". tiba-tiba 3 pria berbadan besar keluar dari mobil depan Nana.


Nana menatap tajam mereka bertiga, "apa kalian tidak pandai bawa mobil hah? kenapa tiba-tiba berhenti tanpa aba-aba? ". bentak Nana.


"kami tidak butuh penjelasanmu itu, siapa suruh anda terlalu dekat dengan kami". jawab Pria yang satu.


"bukankah ini kekasihnya Tuan Devano? ". tanya si Pria 2


"dia wanita dari LA Ketua.! bukankah wanita barat sangat hebat diatas ranjang". seru si pria ketiga


Nana menatap mereka satu persatu dengan tatapan tajam.


"kalian masih sempatnya bergosip hah? siapa yang akan mengganti rugi mobilku? ". tanya Nana bersidakap dada dengan gaya angkuhnya.


"lalu kami yang ganti? seharusnya kami yang minta ganti rugi". ledek Pria ketiga.


"apa perlu kita pergi dari sini..? kau bisa ganti dengan tubuhmu itu". ejek si pria pertama yang dipanggil Ketua oleh 2 Pria lainnya.


Nana memicingkan matanya, "akuu? aku Anna tidak terima kerugian".


"apaa?? lalu kau mau ganti rugi dengan uang? kami tidak terima model kartu, harus uang tunai. jika tidak ada?? ayo ikut kami.!". Pria kedua menyeringai menatap tubuh Anna.


tidak ada yang berani menolong Anna, mereka semua yang melihat Nana dikepung oleh 3 Pria itu seolah kenal dengan ketiga preman itu adalah sampah masyarakat yang selalu meresahkan mereka semua.


"kalau aku tidak mau ganti rugi? ". tanya Nana menyibakkan rambutnya kebelakang.


"kami akan paksa! ". jawab siketua


Nana menyibakkan lengan dresnya yang memang panjang, Arka memperlakukan Nana seperti istrinya karna Anna suka memakai gaun dengan bahu terbuka membuat Arka cemburu tanpa persetujuan Nana dress-dress Nana sebelumnya diganti dengan yang baru yang pasti lebih sopan dan yang pasti membuatnya hatinya tidak terlalu terbakar api cemburu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2