
.
.
.
Nana bahagia dengan kehidupannya sementara ditempat lain Qiki berusaha mencari tau tentang Hacker misterius itu hampir 7 bulan lama nya tidak menemukan apa-apa.
Qiki benar-benar dendam pada sosok itu yang menghancurkan reputasi yang telah dibangun olehnya bertahun-tahun lama nya, bagaimana bisa puluhan tahun berjuang lalu hancur seketika dalam hitungan menit karna si Hacker tak tau asal usulnya tiba-tiba menyerang privasi Qiki.
"kenapa belum bertemu jugaaa...? cari sampai dapattt". titah Qiki dengan geram
"baik pak". jawab orang setia Qiki.
Qiki masih tetap kaya seperti biasa tapi ia gagal menjadi CaPres karna reputasinya sudah hancur ulah si Peretas pembela kebenaran.
Qiki mengepalkan tangannya sampai jari-jarinya memutih, wajahnya memerah membayangkan betapa bahagianya hidup si Peretas yang sudah menghancurkan reputasinya, ia tidak akan berdiam diri membiarkan orang itu bahagia.
"siapa dia? kenapa dia bisa tau rahasiaku? bukan hanya aku tapi dia juga mencampuri urusan orang lain, aahhhh.. Iya... coba aku tanya pada Presdir wanita itu, beberapa kali Peretas itu membantunya pasti dia tau sesuatu". Qiki menyadari sesuatu.
Qiki menghubungi bawahannya untuk mencari tau dimana tempat tinggal Presdir Wanita nomor 1 yang sangat disegani, Queen Adena Sasikirana Arundati yang dikenal dengan Nona Nana.
di tempat lain
Nana dan Arka tengah berbahagia melihat betapa aktifnya baby kembarnya, kedua malaikat kecil mereka suka merangkak kesana-kemari saking aktifnya Arka sampai membuatkan pagar besi di tangga supaya anaknya tidak celaka.
"sudah sayang..? kenapa dari tadi merangkak terus hmm? ". gemas Nana menoel-noel hidung mungil Ren
Rose digendong oleh Arka, sejak Baby kembar begitu aktif Arka lebih sering bekerja di Mansion saja dari pada ke kantor, kini mereka berempat tinggal di Mansion Arkatama.
"sayaaannng...? ". heboh Sarah dan Dewi ditemani sang suami masing-masing.
Nana dan Arka menjatuhkan rahang melihat para orangtua mereka datang malah merebut buah hati Nana dan Arka, kasih sayang keluarganya berpindah pada anak-anak mereka yang menggemaskan.
"kita main ya? ". ajak Dewi menciumi wajah menggemaskan Rose.
.
"sayang? kita kesepian lagi". keluh Arka merangkul pinggang Nana.
Nana terkikik geli melihat wajah kusut suaminya, "sabar ya sayang..! bukankah kamu dengar apa kata mereka? kalau mau diberi kasih sayang seperti itu kita harus berubah bayi dulu".
__ADS_1
Arka berubah masam memeluk Istri tercintanya sementara Anak-anaknya sudah dibawa kabur oleh Keluarganya, itu sebabnya Arka bisa merengek ke Nana.
Anna, Sekar dan Caca sesekali datang ke Mansion Arkatama malah mencari si baby kembar, bertemu Nana hanya sekedar menyapa saja.
tapi jujur Nana bahagia anak-anaknya banjir kasih sayang dari Kakek, Neneknya tidak seperti Nana dulu hanya punya Ibu hebat yang berjuang untuk membesarkannya.
"sayang..? kita buat dedek lagi yuk! ". ajak Arka
Nana memukul kepala suaminya supaya sadar, Arka memberengut seperti anak kecil saja.
"anak-anak masih ketergantungan asiku sayang, jadi jangan mikir yang lain-lain". gerutu Nana ke Arka.
"kan bisa beli susu mahal". gumam Arka membela diri.
"tidak mau.! Asiku penuh dan kemana mau disalurkan? kalau asiku banjir kenapa harus beli susu mahal? jangan macam-macam sayang, kamu tau sendiri bayi kita kuat asi". omel Nana melenggang pergi meninggalkan Arka yang tak bisa berkutik.
"aku bisa". gumam Arka dengan nada lemas.
di dalam Kamar Nana mengomel-ngomeli tingkah suaminya yang cemburu pada keluarganya suka mengambil anak-anaknya yang menggemaskan alhasil bicaranya ngawur ingin punya anak lagi supaya tidak rebutan.
Nana menautkan kedua alisnya melihat teleponnya berdering, ia mengangkatnya ternyata dari Satpam.
"iya mang?". sahut Nana
sejak Nana sudah memiliki Anak, Nana dipanggil Nyonya Muda,
"ada Tuan Qiki yang pernah mencalonkan diri menjadi Presiden, dia ingin bertemu dengan Nyonya Muda, apa saya izinkan masuk atau tidak Nyonya?".
Nana menyeringai tipis, "katakan padanya ini bukan Rumahku jadi bertemu di Cafe Ontime 5 menit lagi".
"baik Nyonya Muda".
Nana menutup teleponnya lalu segera berganti pakaian, tubuh Nana kembali ramping dan langsing lagi seperti anak gadis padahal sudah melahirkan sikembar.
Nana berpamitan pada suaminya yang bekerja di Ruangan, Arka mengizinkan Istrinya yang selalu izin padanya kalau mau keluar Rumah, memang sederhana tapi Arka semakin mencintai Istrinya yang berpamitan padanya artinya menghargai Arka sebagai Suami Nana.
di Cafe Ontime.
Nana mengedarkan pandangannya lalu salah satu Pria kurus melambai ke Nana, Nana mendekati Pria itu lalu dituntunlah Nana ke salah satu ruangan kedap suara di Cafe itu.
Cafe Ontime memang kecil tapi punya Ruangan Khusus, itu pun hanya 1 bayarannya cukup mahal setara dengan harga bayaran menginap 1 malam di hotel bintang 5 kelas terendah tapi fasilitas Cafe itu juga bagus.
__ADS_1
"senang bertemu dengan anda Nona Presdir". Qiki menunduk sopan pada Nana yang baru saja memasuki Ruangannya.
"hmm, ada apa bapak Qiki yang terhormat meminta bertemu dengan saya secara pribadi?". tanya Nana langsung.
"silahkan duduk dan minum dulu Nona eh.. sekarang Nyonya muda ya? saya dengar Nona Nana sudah memiliki anak? tapi dimana anaknya?".
Nana tersenyum miring, "tidak usah sok akrab Pak, saya tidak suka bertele-tele".
Qiki tersenyum menyeringai, "anda memang pantas dijuluki Dewi Bisnis langsung tau tujuan klien mengajak bertemu".
"tentu saja". jawab Nana bersidakap dada.
"silahkan duduk! ". pinta Qiki yang umurnya akan genap 40 tahun, ia kagum dengan kecantikan Nana yang lebih menawan dari foto yang tersebar.
Nana masih terlihat waspada tapi ia tidak boleh menaruh curiga pada Pria ini, Nana masih ingin bermain-main dengan Pria brengs*k ini yang hati serta pikirannya sangat bejat melebihi iblis.
"saya mau bertanya apa Nyonya Muda kenal dengan Peretas terkenal itu?". tanya Qiki langsung.
Nana menghela nafas, "kenapa orang-orang selalu bertanya peretas itu padaku? aku bahkan tidak tau bentuk batang hidungnya". gerutu Nana pelan tapi bisa didengar oleh Qiki.
"anda tidak tau Nyonya? ". tanya Qiki.
Nana pura-pura kaget menutup mulutnya lalu berubah serius.
"tidak tau Pak..! anda adalah orang yang ke 98 kali bertanya pada saya sosok itu, saya hanya menguasai bisnis mana saya tau ilmu tentang meretas itu hingga saya kenal dengannya, jujur saja saya juga tidak kenal dia". jelas Nana dengan aktingnya yang begitu apik.
Qiki mengetuk-ngetuk meja dan Nana melihat gerakan Pria itu sepertinya harus menelan pil kekecewaan tidak mendapatkan apa-apa dari Nana.
"kenapa Bapak mencari tau tentangnya? ". tanya Nana penasaran
"anda pasti tau Nyonya saya mencalonkan diri menjadi Presiden tapi gagal karna orang ini, saya penasaran apa alasannya ikut campur masalah saya, berapa kali saya bilang pada semua orang kalau itu semua hanya bohong tapi tidak ada yang percaya". keluh Qiki.
Nana pura-pura prihatin, "sebenarnya saya juga penasaran siapa orang itu pak..! dia membantu saya mengatasi Orang yang Korupsi, apa dia tidak suka para Koruptor ya? ".
Qiki membenarkan juga penjelasan Nana yang mengatakan Peretas tersembunyi itu selalu membantu membongkar kejahatan berupa penggelapan dana, Nana sudah 2 kali dibantu oleh orang itu dan masalahnya sama yaitu penyelewengan dana.
.
.
.
__ADS_1