Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
ke desa


__ADS_3

.


.


.


"apa dok? anak saya 2?". cecar Arka berbinar


"cicitku 2 dok? ". cecar Aman


"cucuku ada 2 dok? ". tanya Yardan.


Sarah, Dewi dan Diah saling berpelukan senang.


Heny memberi tau analisisnya yang membuatnya yakin Nana hamil anak kembar, Arka berdecak bangga pada keluarganya bisa membuat Nana hamil anak kembar.


tapi keluarganya malah berbondong-bondong ke Nana mengabaikan Arka yang tengah berbangga diri itu.


Nana menghela nafas berkali-kali mendengar celotehan keluarganya, ia pun mengangguk pasrah mengelus perutnya.


"sayang? ". rengek Nana ke Arka.


"Arka.. Arka..? kamu dipanggil nak". Yardan menarik Arka bersama Aman juga menarik Arka padahal tadi sempat diabaikan.


"iya sayang? kamu mau apa hmm? ". tanya Arka dengan lembut mengelus kepala Nana dan mencium pelipis istrinya.


"aku mau kembali ke desa Kawang". rengek Nana dengan manja.


"hah? ". cengo semua orang.


"aku pengen bermain disana bersama kuda-kuda kita". jawab Nana


"Pa? Ma? ". Arka menoleh ke Yardan dan Dewi


"kita turuti..! ". sahut Sarah tiba-tiba


"benarkah? ". tanya Diah.


"itu Ngidam Nana dengan Cicitku harus di turuti". jelas Sarah pada semua orang yang menatapnya tanda tanya mengapa Sarah malah menuruti kemauan Nana.


alhasil mereka harus menuruti kemauan Nana dan bersiap-siap pergi ke desa Kawang, Arka meminta Pengurus Kuda barunya yaitu Pak Doddy untuk menyewa mobil membawa kuda-kudanya ke Kampung kecil yaitu ke desa Kawang.


Nana bahkan menuruti kemauan keluarganya meminum susu yang membuatnya mual demi pergi ke Desa Kawang.


"udah Mom..! Nana nggak kuat". rengek Nana tak bisa menghabiskan susu ibu hamil itu 1 gelas penuh.

__ADS_1


"ya sudah kalau begitu ini siapa yang habiskan? ". tanya Diah dengan lembut mengelap sisa susu di pipi Nana.


"Sayang Arka Mom". jawab Nana tersenyum cerah


Arka yang baru saja datang pun bertanya mengapa namanya disebut dan ternyata Nana ingin Arka menghabiskan sisa susu nya Nana.


"cepat sayang! ". pinta Nana mendesak.


Arka menutup hidungnya dan meneguk sisa susu itu, walaupun aneh tapi ia tetap meminumnya karna itu membuat Nana senang.


Diah sampai melongoh bodoh sebab tau dari kecil Arka tidak terlalu suka minum susu putih kalaupun mau ya itupun kalau lagi mau saja, tapi jelas tadi Diah mendengar Arka tidak mau berarti setetes pun Arka tidak akan meminumnya tapi nyatanya Arka malah meneguknya sampai habis.


"bagaimana sayang? ". tanya Nana


Arka mengangguk-ngangguk tapi muka nya memerah ingin memuntahkan semuanya tapi melihat tatapan datar Nana segera Arka minum air putih untuk membuang rasa mualnya.


Diah sampai terharu dengan kelembutan Arka pada Nana, ia sangat menyayangi Nana ternyata Arka lebih menyayangi Nana hingga begitu rela melakukan apa saja demi Nana walau bertentangan dengan Kemauan Arka.


.


setibanya di Desa Kawang.


semua warga desa mengkerumuni banyaknya mobil mewah datang ke Desa mereka, Mobil mewah itu terparkir tak jauh dari gubuk tempat tinggal Nana dan Dewi dahulu.


Gubuk didekat sawah itu milik Dewi, perjuangannya dapat beberapa tapak tanah disana lalu membangun rumah sederhana atas kebaikan hati orang-orang desa.


"haaaahh? Itu Nana? ". teriak salah satu wanita yang berpakaian kampungan ke Nana.


"Nanaaaa? ". teriak para wanita-wanita itu berlari ke Nana.


dulu mereka semasa gadis selalu bermain dengan Nana tapi sekarang semua gadis-gadis itu sudah menikah dan punya anak sementara Nana juga sudah menikah dan baru kembali sekian tahun lamanya ke Desa yang membesarkan Nana selama 19 tahun.


"haiiii...? apa kabar kalian semua?? waah.. Butet.. kamu sedang hamil besar ya? ". pekik Nana dengan heboh melihat teman nya si Butet sudah hamil besar.


"kau masih ingat kami Nana? kami kira kau betah dikota sebagai anak Orang Kaya raya". kesal si Butet.


Nana tergelak, "aku juga hamil aku kenali dengan suamiku ya? ".


"mana-mana?? ". teriak 5 wanita rempong teman-teman Nana dulu.


Nana memanggil Arka lalu memamerkan suaminya pada teman-temannya yang sangat kagum dengan ketampanan Arka, Arka berusaha untuk ramah pada teman-teman Nana karna Istrinya sendiri yang memintanya untuk bersikap ramah.


Dewi membawa Yardan bertemu pak Kepala Desa (Pak Junet) yang pernah di tolak oleh Dewi tapi Pak Junet tidak membenci Dewi tetap menolong Dewi namun anaknya (Santo wikarto) terlihat sedih menatap Nana yang sudah bersuami padahal Santo juga sudah punya Istri dan Anak berumur 2 tahun dengan salah tau teman masa gadis Nana yaitu Yuli.


Sarah dan Aman membagi-bagikan bingkisan pada Orang-orang desa yang telah berbaik hati menerima Menantunya (Dewi) tinggal di Desa itu walau sedih dengan tempat tinggal Dewi dahulu tapi mereka juga tidak bisa apa-apa selain membayar kebaikan orang desa dengan uang yang mereka miliki.

__ADS_1


Pak Doddy mengeluarkan Aa dan Tina (Kuda jantan dan betina milik Arka dan Nana).


Aa mengingkik kuat seolah menyambut tempat tinggalnya dahulu, sepertinya Kuda Arka tidak risau dengan tempat baru ini.


.


.


"hah?? kok bangun tenda? ". tanya Nana melihat tenda-tenda cantik yang sudah terpasang disebrang Gubuk tempat tinggal Nana dan Dewi dahulu.


"karna kamu mintanya tiba-tiba sayang aku harus buat tempat tidur yang layak untuk istriku". kata Arka.


"Rumah ini sepertinya harus di rombak". ujar Yardan


"tapi lahannya sedikit mas". jawab Dewi.


"diperluas ke atas juga bagus". sahut Diah


"iya.. ke atas lebih lapang". sambung Sarah


Aman menepuk tangannya, Nana hanya bisa menganga lebar melihat banyaknya para pekerja yang datang ke Desa nya, memang Nana heran mengapa ada Mobil truk banyak bawa orang mengikuti mereka sejak tadi ternyata mereka semua utusan Aman.


terjadilah hal yang diluar nalar Nana, Gubuk mereka di robohkan lalu semua orang bergerak membuat Rumah baru tapi tidak dengan dinding beton melainkan hanya Triplek tebal dan diperkiraan Rumah itu siap di huni 1 minggu kedepan.


Keluarga besar Nana disambut baik oleh Orang-orang desa, tanpa ragu mereka juga ikut masak besar untuk makan beramai-ramai dengan para pekerja Rumah.


Nana sangat bahagia di Desa itu tapi tetap saja Arka, Yardan dan Aman mengawasinya seperti takut Nana menghilang saja membawa kabur Calon penerus keluarga mereka.


"aku mau naik kuda". rengek Nana


"tidak boleh..! ". jawab Arka, Yardan dan Aman serentak.


Nana mendengus pelan,, "Sayang? ". rengek Nana ke Arka dengan jurus rayuan mautnya.


"tidak boleh..! sayang kamu harus ingat janjimu tidak bisa bergerak dengan naik hal ektrim, berbahaya". jelas Arka


Nana menghela nafas panjang, "jadi ngapain kesini kalau nggak boleh naik Kuda? ". tanya Nana dengan datar.


"sayang? ku mohon berhati-hatilah..! kamu sedang mengandung 2 anak kita". bujuk Arka.


"kalau aku bilang aku ngidam pengen naik Kuda gimana? ". tanya Nana dengan serius.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2