Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
menuruti


__ADS_3

.


.


.


Nana dan Arka masih tidak melakukan apapun hanya tidur saling berpelukan satu sama lain, ke esokan harinya setelah sarapan mereka jalan-jalan berdua disekitar hotel penginapan.


mereka seperti terlihat semakin mesra dan Nana semakin manja saja pada Arka karna suaminya itu selalu bilang ada pikiran kotor tapi masih bisa menjaga perasaannya, menjaga kesehatannya, bahkan tidak mau melakukannya saat Nana lelah walau Nana tidak menolak.


"mau naik Unta? ". tanya Arka


"hah? mana? ". Nana mengedarkan pandangannya dan mengerjabkan matanya.


"aku mau coba! ". jawab Nana cepat


saat Arka melakukan pembayaran sedangkan Nana mengelus-ngelus kaki Unta itu, ia tak bisa tak tersenyum melihat tinggi unta itu lebih tinggi dari kudanya.


seorang pengurus Unta memberi kode pada Unta itu yang menekuk kakinya sampai Nana berdecak kagum, engsel kaki Unta itu 2 tidak seperti kuda hanya 1.


"ayo naik..! ". ajak Arka


mereka naik Unta sendiri-sendiri dan ternyata Unta itu juga sepasang berbeda jenis kelamin, Arka tersenyum bahagia melihat Nana begitu riang mengelus punuk Unta.


.


"terimakasih sayang...! aku sangat senang". ucap Nana dengan senyum manisnya memeluk Arka dengan manja.


Arka mencium kening Nana, "aku hanya ingin kamu bahagia sayang".


"ayo kita kembali ke kamar! ". ajak Nana


"hmm? tapi kita belum selesai jalan-jalan sayang, bahkan belum jadwalnya makan siang". Arka melihat sekeliling


ia yakin kalau hari masih siang tapi Nana malah minta ke kamar,


"aku akan bayar hutangku! ". kata Nana sambil tersenyum manis meradukan keningnya dibibir Arka.


Arka mencium kening Nana, jantungnya berdebar kencang mendengar sendiri dari mulut Nana bahwa ia akan mendapatkan haknya.


di kamar


"kamu mau aku pakai baju apa Sayang? ". tanya Nana


"tidak usah pakai baju". jawab Arka melihat Nana yang memakai jubah mandi.


Nana memiringkan wajahnya menghadap Arka, "tidak usah? ".

__ADS_1


Arka mendekat lalu meraba wajah Nana yang tersenyum memejamkan matanya, perlakuan Arka terhadapnya adalah Cinta dan Nana tau itu walaupun Arka terkadang merasa dirinya semakin bernafsu saja pada Nana tapi Nana tidak marah karna Arka tidak memaksanya bahkan mau menunggu.


Arka meraba leher Nana yang mendongak secara perlahan, bibir Arka mendekat dan mencium leher Nana dengan lembut.


lalu mereka saling bertatapan cukup lama hingga Nana memilih memejamkan matanya saat wajah Arka semakin mendekat padanya.


walau Arka menginginkan Nana tapi tidak melakukannya secara terburu-buru, ia melakukan pemanasan.


"Pelan-pelan Sayang..! aku tidak pernah melakukan hubungan seperti itu pada siapapun". pinta Nana merengek manja


"aku akan lakukan selembut mungkin sayang". jawab Arka mengecup puncak hidung Nana


Nana pun menenangkan diri supaya tidak tegang disentuh suaminya, Arka melihat itu malah gemas menciumi bibir Nana berkali-kali


"Sayang..? aku sedang menenangkan diri". protes Nana


"kamu cantik sekali seperti itu sayang". jawab Arka dengan kekehannya.


Nana memukul bahu Arka yang tak lagi berpakaian, saat ini Nana dibawah Arka yang telah bersiap-siap tapi melihat Nana gugup malah membuatnya gemas, padahal tadi Nana sudah menggelinjang tak karuan sekarang malah takut saat mereka sudah tidak berpakaian.


"biarkan aku tenang Sayang! 1 menit! ". pinta Nana memelas mengelus rahang Arka


Arka tersenyum mencium lama kening Nana malah membuat Nana menjadi lebih tenang, ia memejamkan matanya hingga Arka mencium bibir Nana, tangan Nana meraba dada bidang suaminya dan Arka menahan tangan Nana lalu menguncinya saling berpegangan tangan sejajar dengan bahu Nana.


"aakhhh...! ". jerit Nana seketika


Arka pun berdiam diri sesaat dengan tetap mencumbu wajah Nana dengan penuh kelembutan tangannya menghapus air mata Nana.


Nana memeluk Arka seolah meminta Arka melakukannya lebih cepat supaya bisa melewati rasa sakit itu, Arka melakukannya tetap pelan dan hati-hati hingga Nana yang menahan sakit tidak terasa sudah mencakar-cakar punggung Arka seperti kucing mengamuk.


berbagai drama mereka melakukannya akhirnya Nana mulai menikmati perlakuan Arka dan bibirnya malah mengeluarkan suara lenguh*n manja dan mend*s*h serta menggelinjang tak karuan.


sekitar jam 3 sore mereka akhirnya selesai melakukan adegan panas yang tertunda di malam pertama,


"terimakasih sayang..! ". ucap Arka dengan bahagia tak habis-habisnya mencium kening Nana yang kelelahan.


"Sayang..? ..a.. aku lapar". keluh Nana


"baiklah..! kita mandi ya? biar aku yang belikan makanan". ajak Arka


"Sayang..? aku nanti saja mandinya". pinta Nana masih terlihat kelelahan.


"baiklah..! tunggu disini ya? aku mandi hanya sebentar". bujuk Arka dan Nana mengangguk pelan.


Arka buru-buru bangkit tanpa berpakaian berlari ke kamar mandi sedangkan Nana tidak melihat sama sekali hanya tertidur karna kelelahan, entah mengapa hanya sekali saja Nana sudah lelah apa karna akhir-akhir ini Nana memang sangat sibuk.


Arka seperti punya kekuatan super membeli makanan untuk istrinya, wajahnya berseri-seri bahagia karna sudah mendapatkan Nana seutuhnya hatinya berjanji akan menjaga Nana dengan sangat baik, menyayangi dan mencintai Nana sampai ia tua.

__ADS_1


.


1 jam kemudian Arka kembali membawa banyak makanan dan berbagai buah segar untuk istrinya.


"sayang? ". Arka mengedarkan pandangannya mencari Nana


Nana keluar dari kamar mandi sambil berpegangan pada dinding


"udah kembali sayang? bantu aku..! ". pinta Nana


Arka meletakkan semuanya dan buru-buru mendekati Nana lalu menggendong Nana dengan sangat hati-hati.


"kenapa bergerak sendiri hmm? kan aku sudah bilang tunggu aku". kata Arka sambil menuruni Nana pelan-pelan di sofa.


"badanku sudah lengket sayang, tentu saja aku harus mandi". jawab Nana dengan senyuman.


"apa masih sakit?". tanya Arka bersimpuh didepan Nana


Nana tersenyum lembut mengelus rahang Arka, "iya..! tapi masih tertahankan".


"aku lama karna mencari obat ini sayang, katanya bagus untuk wanita yang baru saja melakukan malam pertama". Kata Arka sambil mengeluarkan sesuatu dari kantong plastik.


Nana mengerutkan keningnya, "apa kamu bilang pada mereka sayang? ".


Arka menjawabnya dengan jujur hingga wajah Nana kian memerah lalu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


"malu nya...? ". racau Nana.


"sayang..? mereka tidak tau yang mana istriku, aku kan hanya ingin kamu sembuh sayang". Arka menuangkan ramuan itu ke sebuah gelas yang disediakan pihak hotel.


alhasil Nana menuruti perkataan Arka dan ternyata benar, obat itu memang berkhasiat walau sangat pahit.


.


"bagaimana sayang? udah baikan sekarang? ". tanya Arka


Nana menoleh ke Arka dan tersenyum manis, "terimakasih sayangku sangat pengertian".


Arka tersenyum tampan lalu menarik pinggang Nana dan memeluknya posesif, "karna aku mencintaimu sayang".


"aku juga mencintamu suami sempurnaku". balas Nana


mereka tertawa bersama, "kamu juga istri sempurnaku sayang". balas Arka


Nana jadi mengerti betapa menyenangkannya punya suami dan menjadi istri, benar apa yang Intan katakan bahwa menikah dengan orang yang kita cintai akan lebih bahagia dari perkiraan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2