Jodoh Sang Penguasa

Jodoh Sang Penguasa
Kado spesial untuk si machan


__ADS_3

Episode khusus Natal gaess🌲🌲😍😍😘😘😘


25-12-2020.


"Hallo, ada apa sih malem-malem nelpon gue?"Suara yang serak ciri khas bangun tidur.


"Datang ke basecamp mu sekarang juga!"Di matikannya panggilan itu setelah mengatakannya.


"Hish, apaan sih mau dia?ini udah jam berapa?" Diliriknya jam dinding yang jarum jamnya menunjukan angka 23.30.


"Emangnya gue boleh keluar sama daddy?" Ia pun bangun dan beranjak dari tempat tidurnya.


Dilangkahkan kakinya menuruni tangga.


Tok..tok..tok..


Pintu kamar orang tuanya diketuk beberapa kali oleh si gadis berisik.


Ceklek..


Sebuah kepala menyembul di balik pintu dengan wajah ciri khas bangun tidur dan bertelanjang dada.


"Astaga, daddy seksi!"Ia berbalik sambil terkekeh.


"Hemh, kayak yang baru lihat saja.Ini kan cuma atasnya doang."Ucap daddy dan anaknya cuma cengengesan.


"Ada apa kamu kesini?ganggu olah raga malamnya daddy aja!"Lanjut daddy.


"Waduh, olah raga malam?hemh..otak suciku ternodai!"Rengeknya membuat daddy terkekeh.


Diketuknya kening si putri bungsu dengan gemas. "Hei, piktor.Daddy sedang mijitin kaki mommy kamu yang tadi keseleo.jadi, daddy harus mengeluarkan sedikit tenaga supaya kaki mommy kamu enakan!"Sedangkan anaknya malah semakin cengengesan.


"Hehehe..kirain!"Dia terkekeh dengan penuturan ayahnya.


"Kamu mau ngapain sih malem-malem gangguin?tumben"Tanya daddy.


"Gini dad, si king ice telpon barusan.Dia nyuruh aku datang ke basecamp.Aku juga gak tau mau ngap..."Ucapannya terhenti karena daddy memotongnya cepat.


"Sana pergi.jangan biarin dia nunggu terlalu lama.Kasihan dia!"Daddy mendorong tubuh putrinya.


"Daddy ngizinin aku pergi?"Tanya putrinya yang diangguki ayahnya.


"Astaga, aku gak percaya kalau daddy bakal ngizinin pergi.Apa karena dia si king ice sampai daddy dengan cepat menyetujui permintaannya?kalau And the genk yang minta, mesti daddy melarang jika lewat jam 21.00"Dia menggelengkan kepala karena tak mempercayainya.


"Sudah sana pergi.dia nungguin!"Di tutupnya pintu kamar dan menguncinya kembali.


"Jangan ganggu lagi.Daddy sama mommy lagi olah raga!"Teriak daddy saat tangan Sherly mau mengetuk pintu lagi.


"Astaga, kenapa daddy tahu kalau aku mau mengetuk pintu lagi?"Dia ikut berteriak.


"Sana pergi, sayang.kasihan Zidane menunggu!"Mommy ikut berteriak.


"Ya ampun, mereka kompak bener sih.Hemh, mau gak mau gue harus kesana!"Dia pun menyambar kunci si sweaty dan melangkahkan kakinya keluar rumah.


Di jalankannya si sweaty di jalan beraspal menuju basecamp yang tak terlalu jauh dari rumahnya.


Sesampainya di basecamp, keadaan terlihat sepi.Ia pun bingung dengan keadaan di sana.


Diedarkannya pandangan keseluruh halaman basecamp namun tak terlihat siapa pun.


"Katanya nyuruh gue kesini, tapi orangnya dimana?"Ia melangkah masuk ke dalam ruangan.


Saat di dalam, tiba-tiba lampu menyala.


Klik..


Sebuah meja dengan hiasan bunga yang cantik di atasnya dan ruangan pun di hias dengan indah.


Balon-balon bertuliskan selamat ulang tahun tergantung cantik di atas sana dengan balon yang lain juga.



Disana juga sudah terduduk si babang tampan pujaan hati otor dengan menyiapkan cake bergambar kepala macan dan ia tersenyum sangat manis.




Sherly menatap haru.Ia sampai tak bisa berkata-kata.Tak ada satu pun kata keluar dari bibir seksinya.Cuma senyuman yang bisa ia perlihatkan sebagai ungkapan kata.


__ADS_1


"Selamat ulang tahun, Machan ku sayang!"Ia pun menyalakan lilin di atas cake bergambar macan.


"Ayo, berdoa dulu lalu tiup lah lilinnya!"Pinta Zidane yang dituruti Sherly yang kemudian diaminkan mereka.


Tuhan, aku gak mau kehilangan dia.Please, satukan kami untuk selamanya.Jangan biarkan ada yang memisahkan kita.Amien..


Sherly menyatukan kedua tangannya dan berdo'a dengan khusu.Sedangkan Zidane hanya tersenyum mendengar do'a si gadis berisiknya.


Aku akan mengabulkan setiap keinginanmu, Machan ku sayang.


"Amiiin"Kedua mengucapkannya berbarengan dengan meniup lilin.


Sherly mendongakkan wajah cantiknya."Kok tahu sih kalau gue..eh aku ulang tahun hari ini?"Bertanya pada Zidane setelah meniup lilin.


"Aku kan serba tahu!"Ucapnya singkat.


"Cih, belagu!"Dia memalingkan wajahnya.


"Apa kamu suka?"Tanya Zidane yang diangguki Sherly.


"Aku dari sore lho menyiapkan ini semua. Jadi, kamu harus menghargainya."Kata Zidane.


"Aku selalu menghargai apapun yang kamu lakukan.Terima kasih!"Ia berdiri dan mencolek krim di pipi Zidane yang tersenyum menerimanya.



"Ayo, potong kuenya!"Zidane memberikan pisau kue ke arah Sherly yang menerimanya dengan tersenyum.


"Terima kasih, king ice.Karena sudah menyiapkan semua ini."Ia menyuapi si babang tampan potongan kue pertamanya.


Zidane membuka mulutnya untuk menerima suapan dari tangan Sherly, namun Sherly menariknya kembali dan memakan potongan kue itu.


"Ini kan kue dari kamu.Jadi, aku dong yang makan kuenya.Hehehe"Ia cengengesan sambil memasukan potongan kue ke mulutnya.


Zidane menatap gadis berisiknya dengan tersenyum miring.Di dekatinya si gadis berisik yang langsung mundur.


Tangan Zidane langsung menarik tengkuk Sherly dan langsung menggigit potongan kue yang masih di bibir Sherly dengan tersenyum nakal.


"Kalau kamu gak mau menyuapiku dengan tangan, dengan ini pun boleh juga.Malahan aku tambah senang."Ia mengusap bibir Sherly yang belepotan krim cake nya dan mengunyah potongan kua yang diambil dari bibir Sherly.


Sherly tercengang dengan yang di lakukan Zidane sampai ia melongo seketika. Jantungnya berdegup kencang tak karuan.


"Mau lagi?"Zidane mengambil potongan kue dan menaruh di bibirnya lalu mendekatkan ke arah bibir Sherly sambil menganggukan kepalanya memberi kode supaya Sherly maju.


Zidane menaruh kembali potongan kue dan tertawa lepas."Hahaha..kamu lucu, Machan" Di cubitnya pipi si Machan dengan gemas.


"Ish, dasar.bisanya ngeledekin gue doang!" Sherly cemberut karena di ledek terus oleh kekasihnya.


Zidane pun gemash di buatnya.Ia menarik tengkuk Sherly dan mencium bibir merah itu dengan mesra.


Tangan kiri Zidane mengusap kepala Sherly kemudian ke pipinya lalu mengusap bibir Sherly yang basah karena ulahnya.


"I love you, Machan!"Bisiknya lirih.


Sherly tersenyum dengan manis"Love you too"


Mereka berdua tersenyum satu sama lain kemudian berpelukan.


"Terima kasih ya karena kamu mau datang kesini!"Zidane mengecup kening Sherly dengan mesra.


Sherly memejamkan matanya saat bibir Zidane mendarat di keningnya.


"Aku yang sangat berterima kasih sama kamu. Karena kamu memberikan hadiah spesial untukku!"Ucap Sherly tulus.


"Ini belum seberapa, sayang.Besok akan ada hadiah spesial yang bukan cuma untukmu, tapi untukku juga!"Zidane mengingatkan sesuatu.


"Oh astaga.besok hari pertunangan kita ya?Hemh, aku harus bersiap-siap dong!"Ucap Sherly dengan menepuk keningnya pelan. "Yuk, pulang sekarang!"Ia pun berdiri namun tangannya di tarik Zidane sampai ia duduk di pangkuan.


"Ini malam untuk kita berdua, sayang.Jadi, jangan kecewakan aku"Bibir Sherly di bungkam lagi oleh bibir tebalnya Zidane.


Mereka saling meluapkan isi hati masing-masing dengan bahasa isyarat saja.


β–ͺβ–ͺβ–ͺβ–ͺβ–ͺ


Hari ini mungkin hari biasa bagi mereka. Namun, bagi si gadis cantik tapi galak ini adalah hari spesial untuknya.


Karena, di hari ini si babang tampan tapi dingin akan datang untuk melamarnya sesuai janjinya.Yaitu dua hari setelah kedatangannya kemarin.


Semua persiapan sudah di atur sedemikian rupa untuk menyambut kedatangnya. Tapi eh tapi...mereka tidak tahu apa yang di rencanakan si king ice untuk si gadis berisiknya.


Tempat yang sudah di persiapkan untuk acara pertunangan di hias sedemikian rupa.

__ADS_1


Kak Aisyah yang mengatur semua dekorasi bersama para karyawannya dan mereka sangat senang melakukannya.


Mereka berbondong-bondong datang untuk menghadiri pesta pertunangan kedua insan muda yang sedang dimabuk asmara.


Semua tamu undangan sudah hadir untuk menyambut pasangan baru itu.Namun, mereka tak terlihat dimanapun.


"Sayang, kemana sih adik terbawelku itu?" Kak Al bertanya pada istrinya yang sedang merias wajahnya.


"Aku gak tahu, mas.mungkin dia di kamarnya!" Jawab kak Aisyah.


"Hemh, cepetan kamu susul gih.Tamunya sudah pada dateng, dan rombongan keluarga Prasetyo juga bentar lagi sampai!" Perintahnya pada sang istri.


"Ish kamu, aku kan lagi sibuk!"Ia cuek dengan titah suaminya.


"Dasar wanita, berdandan saja lama banget" Kak Al keluar dari kamarnya yang dulu dan melangkahkan kaki ke atas menuju kamar adik tercintanya.


Namun, sebelum kak Al menaiki tangga. Ia berpapasan dengan seorang pelayan rumahnya yang akan naik dengan membawa kado besar di tangannya.


"Hei, kamu mau kemana?"Tanya Al kepada pelayan itu.


"Maaf tuan Al, saya membawakan ini untuk nona muda."Di serahkannya barang itu kepada Aldrian.


"Kado dari siapa ini?"Ia meilik bungkusan kado yang lumayan beratnya dan juga besar.


"Tidak tahu, tuan.Ini tuan Hadi yang menerimanya."Jelas pelayan itu.


Kak Al yang bersiap membuka kado pun tak jadi membukanya.Ia menyerahkan kembali bungkusan kepada pelayan rumahnya itu.


"Antarkan padanya, dan bilang juga untuk cepat turun!"Kak Al turun kembali dan melangkah pergi ke luar untuk menemui ayahnya.


Si pelayan menerima kembali kado besar itu dan langsung menaiki tangga menuju kamar si anak majikannya.


Tok tok tok


Pintu kamar Sherly di ketuk dari luar oleh pelayan.


Sherly berkata tanpa menoleh."Masuk"


Terlihat dia sedang merias wajahnya sendiri.


"Nona, ini ada hadiah dari seseorang." Pelayan masuk dengan kado di tangannya yang langsung di serahkan kepada Sherly dan di taruh di meja.


Sherly menghampirinya."Dari siapa ini?gede banget"Ia melihat kertas kalo yang sudah sobek sedikit."Pasti ulah kak Al!"Menunjuk bagian kado yang robek.


"Tidak tahu, nona.Ini tuan besar yang menerimanya.Dan untuk robekan itu memang tuan Aldrian yang melakukannya."Tutur pelayan.


"Sudah gue duga.Kakak gue yang jelek itu selalu kepingin tahu urusan adeknya.ckk, dasar"Sherly berdecak karena ulah kakaknya."Hem, daddy yang nerimanya?Dari siapa ya?" Lirikan matanya tertuju pada pelayan yang sedang berdiri di sana.



"Tuan besar tidak bilang apapun, nona.Beliau juga baru menerima dari kurir yang mengantarkannya tadi."Jelas pelayan.


"Ya sudah, kamu boleh keluar.Nanti aku turun sebentar lagi.Terima kasih, ya mbak!"Ucapnya dengan ramah.


Pelayan pun keluar dari kamar Sherly dan menutupnya kembali pintu kamar nona mudanya.


"Apa ini?"Di bukanya kado itu.



"Wah, cantiknya!"Ia tersenyum melihat isinya.


"Pakailah itu, dan lompat dari jendela.Aku menunggumu!" Sebuah pesan masuk ke ponsel Sherly.


"Jangan bilang siapapun!" Pesan kedua masuk .


"Eeh, siapa ini?nomor baru"Sherly menatap ponselnya.


"Hish, masih sempatnya ada peneror di saat begini.Ah, biarin lah penggemar misterius itu.Gue mau menemui si king ice.Pasti mereka sudah pada nunggu di bawah."Dia pun cuek dan melangkahkan kakinya.


Karena Sherly tak turun juga dari jendela.Si pengirim pesan naik dan langsung membekap mulutnya.


"Hhmmmpphh"Sherly meronta saat sebuah tangan menutupi mulutnya.


Sherly yang akan melangkah keluar untuk melaksanakan pertunangannya dengan Zidane pun harus meronta melawan si misterius yang membekapnya.


Sedangkan tamu undangan dan para keluarganya serta keluarga Zidane sudah menunggu di bawah.


Bersambung gaess..πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


Aduuuhh...ada saja gangguannya gaess.

__ADS_1


Cuss kita lanjut..


__ADS_2