
Kriiiiing....kriiiiing..
Suara notifikasi panggilan masuk terdengar kencang, membuat si pemilik ponsel terganggu.
"Brisik, gue masih ngantuk!"Ia menutup telinganya dengan bantal dan tak menghiraukan ponsel yang berbunyi terus.
Suara itu terus terdengar dan tak mau diam.
"Haaaaaa...tidur saja di gangguin, kesel gue" Ia duduk dan mengambil ponselnya di atas nakas samping tempat tidur.
"Dek, kamu dimana sih?cepet dateng ke butiq kakak sekarang juga"Pesan singkat yang masuk ke ponselnya di kirimkan oleh kakak ipar tercinta.
"Ada apa sih kak Aisyah nyuruh gue ke butiq?tumben bener dah."Sherly menggerutu kesal karena tidurnya terganggu.
Ia pun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
"Hoaamh, masih ngantuk"Ia berjalan dengan malas.
Tok..tok..tok.
Kini pintu kamar di ketuk dengan kencang oleh seseorang.Ia pun tak jadi masuk kamar mandi dan membuka pintu kamarnya.
"Ada apa?"Tanya nya malas sambil mengucek mata, bukan cucian.
"Tuk.."Keningnya di ketuk orang itu.
"Aduh, apaan sih pake....Eeh, mommy!Hehe.." Marah pun tak jadi karena sang ibu negara yang melakukannya.
"Anak perawan jam segini baru bangun, mau jadi apa kamu?tiap hari bangun tidur keduluan sama ayam tetangga."Ceramah di pagi hari di mulai.
"Ya jadi orang lah mom, masa jadi ayam.Hoaaammhh, masih pagi mommy udah ribut aja sih!"Sherly bersandar di pintu.
"Pagi katanya?Hei, coba kamu melek dan lihat keluar.Matahari sudah terang benderang gitu di kata masih pagi,"Ibunya menyibakkan gorden kamar anaknya.
"Tuh lihat, orang sudah berlalu lalang di jalan, supir angkot udah bolak balik tujuh balikkan, sedangkan kamu baru bangun tidur, bekas iler aja masih nempel di pipi"Ceramah sang ibu negara masih berlanjut.
Sherly memegang pipi dan mengelap ujung bibirnya."Ish mommy, aku gak ngiler ya?"
"Sudah sana mandi, kak Aisyah nelpon terus dari tadi.nyuruh kamu cepet ke butiqnya!" Tutur mommy.
"Ada apa sih?bikin rusuh aja pagi-pagi"Ia melangkah malas dan duduk kembali di sofa kamarnya.
Mommy pun di buat kesal dan geleng kepala, Ia melangkah dan menarik tangan anaknya supaya berdiri.
"Ini sudah jam sepuluh, kak Aisyah butuh kamu sekarang juga.cepet sana mandi"
"Ish mommy, aku masih ngantuk"Rengeknya.
"Ya tuhan, ampunilah dosa hamba."Tangan mommy menengadah ke atas.
"Kamu bangun jam segini masih ngantuk?kak Al saja dulu suka bangun jam empat subuh tapi gak bilang ngantuk, padahal dia gak pernah tidur siang.Lah kamu, bangun jam sepuluh bilangnya masih ngantuk"Mommy bertolak pinggang di hadapan putrinya.
"Itu kan kak Al, kalau aku beda."Elaknya.
"Sherly, kamu itu anak gadis.sedangkan Aldrian anak laki-laki, masa karakternya kebalik sih?"Mommy tak habis pikir dengan tingkah putri bungsunya itu.
"Masa kalah sama Reihan yang masih kecil!" Lanjut mommy.
"Iya lah..iya lah, selalu saja bikin ribut tiap pagi."Ia berjalan ke kamar mandi sambil menggerutu.
"Sherly!"Teriak mommy karena masih mendengar gerutuan putrinya.
"Iya mommy ku sayang, aku mandi nih!"Di tutupnya pintu kamar mandi dan ia pun menyalakan keran air.
Beberapa menit kemudian.
"Lalalaaaaaa"Sherly keluar sambil bersenandung.Namun ia terhenti karena terkejut dengan sosok perempuan yang berada di kamarnya sedang duduk menatap dirinya.
"Huaaaaaa...astaga, bikin gue kaget saja ih?"Sherly melempar handuk kecil ke arah sosok itu.
"Iiih, songong kamu.masa aku di lempar handuk?" Protes Nania.
"Lagian, elu ngagetin gue saja sih!"Sherly bertolak pinggang di depan Nania.
"Sorry deh, galak.Oh iya, aku denger kamu mau ke butiq kakak ipar kamu ya?"Nania bertanya dengan mata berbinar yang di jawab Sherly singkat."Kenapa?"
"Ikut dong!Hemmmmm"Ia memperlihatkan wajah lucunya.
"Mau ngapain lu kesana?"Ketus Sherly.
"Mau lihatin baju-baju bagus, kali aja ada yang cocok di badanku!"Kata Nania.
"Ajakin ya?please!"Ia memohon.
"Entar di sana ngerusuh lagi, orang-orang pada lihatin baju melayang sendiri"Cibir Sherly.
"Enggak, serius dah"Nania mengangkat dua jari di depan wajahnya.
"I'm Promise"(Aku janji)
"Ckk, ya sudah.Tunggu gue pake baju dulu." Sherly pun begegas memakai pakaiannya.
Setelah siap, ia pun turun ke bawah bersama hantu cantik itu.
"Mom, aku berangkat ya?"Ia berpamitan setelah meminum jus jeruk di meja makan.
"Sayang, kamu gak makan dulu?"Nyonya Fansisca berlari dari dapur ke ruang makan untuk mengejar putrinya.
"Enggak mom, kak Aisyah udah nelpon lagi nyuruh cepet dateng katanya."Ia menutup pintu depan dan pergi dari rumah.
__ADS_1
Ibunya mengejar putrinya itu sampai ke luar.
"Hei, kamu belum mencium mommy ini!"
Sherly berbalik lagi setelah membuka pintu sweaty, ia pun mencium pipi ibunya.
"Sudah kan?aku pergi ya.udah telat nih!Bye.."Lambaian tangannya masih masih melambai di udara sampai mobilnya keluar dari halaman rumah.
"Hati-hati di jalan!"Mommy pun ikut melambaikan tangan.
"Dasar anak nakal, dia itu seorang gadis tapi tingkahnya kaya anak lelaki"Fransisca tersenyum mengatakannya di depan asisten rumah tangganya.
"Dia putri kecilmu, nyonya."Ucap kepala pelayan sambil tersenyum.
"Kamu benar, mbok.hahh, gak terasa ya mereka sudah besar, dan aku sekarang sudah jadi nenek dari anaknya Aldrian.Sebentar lagi Sherly pun akan memberiku cucu"Tutur Fransisca.Mereka berdua tersenyum.
Sherly yang mengendarai sweaty si mobil sportnya dengan kecepatan penuh di jalan beraspal.Ia terburu-buru karena suara telponnya yang berbunyi terus.
"Gak diangkat tuh panggilan?"Kata Nania yang duduk di samping kemudi.
"Gue males denger kak Aisyah teriak, biarin dia kesel, kan gue bentar lagi nyampe."Sherly tetap fokus menatap jalanan.
"Oh iya, elu kok bisa ada di rumah gue sih?Biasanya kan di rumah si king ice"Tanya Sherly pada Nania.
"Iya biasanya gitu, tapi semalam saat aku mau masuk ke rumahnya, tiba-tiba aku gak bisa tembus masuk ke sana.aku juga gak tahu kenapa itu?Makanya aku dateng kesini biar kamu nanyain tentang ini ke si ganteng!" Tutur Nania.
"Kok bisa gitu ya?Emm, elu udah coba lewat jendela kamarnya?"Sherly menoleh ke arah Nania sekilas.
"Aku udah mencoba dari kiri, kanan, atas, dan bawah.Tetep saja gak bisa."Kata Nania.
"Seperti ada yang menaruh jimat pelindung gitu!"Perkataannya mendapat tatapan serius dari Sherly.
"Apa si ganteng melakukan itu padaku?Tapi, kayaknya gak mungkin deh!"Nania menampiknya.
"Jangan berburuk sangka, bisa jadi dia gak tahu kalau elu gak bisa masuk kesana!"Kata Sherly.
"Tumben kamu bijak, biasanya kamu yang selalu ambekan"Cibir Nania.
"Hemh,"Ucap Sherly singkat.
"Eh Galak, itu kayak pamannya si ganteng deh!"Tunjuk Nania pada seseorang yang sedang duduk di pinggir jalan bersama seorang gadis muda.
"Siapa?Kak Hendri?"Ia melirik kiri dan kanan.
Sherly pun melambatkan laju Sweaty supaya melihat dengan jelas.
"Tuh, yang sedang duduk di kedai kopi." Tunjuk Nania lagi.
Terlihat Hendri yang sedang duduk berdua dan mengobrol dengan seorang gadis muda, mereka terlihat serius.
"Kita samperin atau..."
"Cepat dateng ke butiq sekarang juga, kalau enggak?Aku tuntut ke mommy kamu!" Ancaman ini bukan berasal dari kakak iparnya, melainkan Zidane.
"Cih, dia ngancem gue."Sherly membaca pesan singkat itu.
"Eh bentar, kok dia bisa di butiq sih?"Ia pun berpikir sambil menyalakan mesin sweaty kembali dan melaju dengan cepat menuju butiq kakak iparnya.
Sesampainya di sana, ia buru-buru masuk ke dalam.
"Manda, kak Aisyah dimana?Tanya Sherly pada pegawai kak iparnya.
"Ibu di kantor, mbak.sama tamunya!"Jelas Manda.
"Oke!"Dia pun berjalan menaiki tangga menuju lantai dua.
Tok..tok..tok..
"Masuk!"Ucap seseorang singkat.
"Kak, kenapa kakak nyuruh aku kesi...Eh, ngapain lu disini?"Tanya nya bingung saat melihat Zidane yang menunggu dia di kantor kakaknya.
"Kenapa kamu gak pernah tepat waktu, aku sudah menunggumu cukup lama, dan waktuku sangat berharga.Mengerti!"Nada bicara Zidane yang dingin dan datar tak mempengaruhi Sherly, dia tidak perduli.
"Emangnya, kita ada janji?harus tepat waktu segala sih!"Dia tidak ingat kalau pernah membuat janji pada Zidane.
"Ckk, kemaren kamu menemuiku ke kantor dan memintaku untuk jadi model baju rancangan barumu, apa kau lupa?"Zidane mengingatkan.
Sherly pun terdiam, ia mengingat memori waktu kemarin.Ia pun tersenyum dan merasa bersalah pada Zidane.
"Oh iya, sorry deh king ice, gue beneran lupa. Elu mau kan maafin gue?"Ia bersikap merendah dengan tangan ke belakang dan sedikit menggoyang-goyangkan badannya.
Sherly harus meminta maaf, karena memang dia yang salah.Tapi sebenarnya, walaupun dia yang salah juga dia gak bakal minta maaf, tapi ini demi rancangan barunya yang akan di pajang di majalah, dan tabloid.
Zidane yang melihat tingkah Sherly yang seperti itu pun akhirnya luluh, ia pun menghela napas panjang."Haahh, ya sudah"
Imut sekali sih dia.
Zidane mengalah, ia pun menghampiri Sherly dan berbisik tepat di telinganya.
"Setelah ini, temani aku makan dan kamu yang harus mentraktirku."Ucapnya lirih.
"O..oke!"Sherly gugup karena napas Zidane menyapu leher jenjangnya.
__ADS_1
Zidane tersenyum melihat wajah Sherly yang sudah merona.Namun, ia sangat pandai menyembunyikan ekspresinya.
"Ayo cepat jalan, selesaikan semuanya supaya aku bisa mengakhiri ini.Karena aku sudah sangat lapar"Ketus Zidane.
"Iya bawel, dasar pria dingin!"Sherly menggerutu sambil menuruni tangga.
"Kak Aisyah mana sih, kok gak kelihatan?"Ia mencari kakak iparnya dan bertanya pada asistennya.
"Bukannya tadi ibu di atas, mbak?"Kata Manda.
"Dia gak ada di atas, yang ada cuma cuma si king ice"Sherly melirik sesidit ke arah Zidane sambil berbisik.
Manda mengikuti lirilan Sherly, ia pun tersenyum.Mbak Sherly sama si mas tampan itu cocok, yang satu dinginnya minta ampun, yang satu bawelnya kagak ketulungan.hihiii.
"Kenapa kamu tersenyum, mau aku tampol?" Ia mengangkat tangannya ke arah Manda cuma sekedar candaan.
"Ampun tuan putri, hamba mengaku salah." Mansa terkekeh sambil menyatukan kedua tangannya.
"Gedeg banget gua sama elu, bikin laper aja sih!"Sherly menekan pundak Manda.
"Sebenarnya, kak Aisyah dimana sih?"Ia pun bertanya lagi.
"Tadi sih ada bapak kesini, terus pergi deh" Kata Manda.
"Saat si mas tampan kesini juga, ibu udah gak ada di ruangannya"Lanjutnya.
"Makanya aku suruh dia tunggu di dalam dan segera telpon ibu biar cepet pulang, tapi....?"Ia tak bisa menyampaikannya.
"Terus?"Sherly penasaran.
"Ibu bilang, dia bakal balik setelah jam makan siang"Bisik Manda karena Zidane masih di situ.ia takut Zidane tersinggung.
"Mbak Sherly hibur dulu mas gantengnya deh, sambil nunggu ibu balik kesini, ya?"Pinta Manda padanya.
"Haish, dasar tuh kakak ipar durjana, menyusahkan orang saja. Bisa-bisanya pergi ninggalin tamu sendirian.Awas lu ya?"Sherly yang kesel dengan kakak iparnya, tanpa sengaja menghentakkan kakinya dan menginjak kaki Zidane sampai ia hampir terjatuh.
Injakkannya yang kencang membuat Zidane mengaduh seketika."Aduh, apa kamu sudah Gila?"
Sherly terkejut dengan rengekkan Zidane.Ia berbalik ke belakang dan melihat ke bawah.
"Ups, sorry.gue gak sengaja"Ia cengengesan.
"Dasar, gadis...."
Sebelum Zidane menyelesaikan perkataannya, Sherly langsung menarik tangannya."Gue traktir makan, oke"
Dasar gadis bodoh, selalu saja bikin aku deg-degan.aku marah bukan terinjak, tapi tak tahan melihat wajah imutnya saat cemberut.
Zidane tak jadi berbicara, ia memandang Sherly dengan tatapan dingin.Tanpa berkata, ia pun melangkahkan kakinya ke luar butiq.
Waaah, dia marah.hehh, ternyata cowok dingin itu ambekkan!
Zidane berhenti karena suara isi hati Sherly, ia berbalik dan menoleh padanya."Bayarin semua tagihan makanku!"Ia pun melanjutkan langkahnya.
Sherly termenung tak mengerti."Hahh??"
"Dia memintamu mengikutinya, gadis galak" Nania muncul dan berkata padanya.
"Gitu saja gak ngerti, huuuhh"Cibir Nania.
Ckk, yang cowok dingin tapi bucin, yang cewek galak tapi gak pekaan.Dasar pasangan two in one.
"Oooh, gitu ya?"Sherly pun berlari dan mengekor di belakang Zidane."Hei, tungguin gue!"Berusaha mensejajarkan langkahnya.
"Manda, bilangin sama kak Aisyah kalau kita akan pergi makan dulu"Pamitnya pada karyawan kakak iparnya itu sebelumia berlari mengejar Zidane.
Dengan santainya Zidane melangkah dan terhenti di depan mobil Sherly yang terparkir di sana."Buka!"Perintahnya.
"Heh, apaan yang di buka?"Sherly bingung, mungkin karena ia suka bangun siang makanya otaknya kudu di carz.
"Kamu pengennya apa yang di buka?atasnya atau bawahnya?"Kata Zidane terkekeh.
"Eh, elu songong ya?Walaupun kita udah kenal lama juga, elu pikir gue mau buat...."
Zidane mengerti apa yang di pikirkan gadis itu.dengan cepat ia beekata."Pintu mobilnya"
Sherly pun gelagapan, ternyata ia salah paham."Aaahh, heheheee"Ia menjadi salah tingkah.
Zidane mendekat sampai Sherly mundur ke belakang dan punggungnya menyetuh badan mobil.
"Kalau kamu mau membuka yang lain, silahkan.Aku tak keberatan!"Ia berbisik tepat di telinga Sherly.
Sherly langsung mendorong tubuh jangkung Zidane dan ia membuka pintu mobilnya.
"Aa..ayo kita pergi!"Ajaknya dengan gugup.
Bisa-bisanya dia ngomong seperti itu?haish, gue salah mengerti akan ucapannya sampai dia jadi meledek gue.haduh Sherly.
Zidane tersenyum sambil berjalan memutar ke bangku samping kemudi.Menyembunyikan senyumnya dan berkata dengan dingin.
"Antarkan aku ke tempat yang enak buat makan.biar aku berselera!"Kata Zidane setelah duduk di samping Sherly.
"O..oke!"Ia menjadi gugup dan tak karuan.
Senengnya bisa ngerjai gadis berisik ini.
Tanpa di sadari, ia tersenyum lebar namun Sherly tak melihatnya, kecuali Nania yang selalu memperhatikannya.
Dasar, pasangan two in one.Ada saja yang bikin orang iri.Walaupun mereka belum jadian, tapi aku yakin suatu saat nanti mereka akan bersatu.Semoga saja.
__ADS_1
Mobil Sherly pun meluncur lagi di jalan dan menuju restaurant.
Bersambung...