
Zidane terus memikirkan keadaan Sherly yang kadang bisa berubah seperti itu.
Diliriknya sang istri yang sudah tertidur lelap di ranjang milik mereka. Raut wajah Zidane sangat kusut karena ia terus mencari tahu penyebab kejadian yang menimpa istrinya.
Di langkahkan kakinya berjalan menuju ruang kerjanya dan masuk kedalam ruangan khusus yang ada di ruang kerjanya itu. Ia menutup pintu dengan sandi supaya tak ada yang masuk kesana dan ia pun mencari sesuatu di lemari buku miliknya.
"Apa yang membuatnya seperti itu?"
Ia berusaha mencari tahu tentang keganjilan pada istrinya.
Sebuah buku peninggalan orang tuanya di buka. Kata demi kata, lembar demi lembar ia teliti membaca setiap tulisannya.
Sudah beberapa buku ia buka namun belum ada yang menjelaskan tentang penyebab seseorang bisa berubah atau kerasukan barang ghaib.
"Aku harus mencari lebih teliti lagi."
Dia terus meneliti setiap tulisan di buku-buku baik yang kuno ataupun buku sejarah sekarang.
Entah apa itu yang penting istrinya sembuh.
Setelah dua jam di dalam ruangan itu, tanpa sadar Zidane menemukan sebuah buku yang mempunyai rahasia tentang tanda bulan dan bintang yang tulisannya berasal dari bahasa kuno.
Ia membuka dan membaca setiap tulisan yang ada di dalam buku itu.
Arti dari tulisan itu adalah:
●Jika pria yang memiliki tanda bulan dan wanita yang memilik tanda bintang bersatu, maka mereka tak kan bisa di kalahkan atau di ganggu makhluk ghaib.
Kita kan sudah bersatu. Tapi, kenapa masih bisa di ganggu maklhuk ghaib?
Dia pun melanjutkan lagi membacanya.
●Jika pria dan wanita yang mempunyai tanda khusus sudah bersatu tapi tetap saja diganggu makhluk ghaib, kemungkinan besar barang milik makhluk ghaib masih menempel di diri kalian.
Zidane tampak berpikir. "Barang milik makhluk ghaib? Aku tak punya barang dari alam ghaib, kecuali si Machan."
Oh, mungkin cincin bermata bitu itu penyebabnya.
Ia pun melanjutkan lagi membuka halaman berikutnya dengan teliti.
●Jika barang sudah di buang dan di kembalikan ke alam ghaib namun tetap saja masih diganggu, maka kalian harus mempunyai sesuatu untuk menghalangi pemicu kekuatan besar dari diri kalian. Misalnya kehadiran seorang bayi.
Jadi, keturunan kami yang akan membuat si Machan tak terpengaruh oleh makhluk ghaib?
Halaman berikutnya di buka kembali dan di baca dengan seksama.
Salah satu penyebab seseorang bisa berubah jadi seperti makhluk ghaib peliharaannya.
1.Batinnya tertekan.
2.Amarah yang meluap melebihi batas kesabaran.
3.sering melamun dan pikirannya kosong.
4.Melihat orang yang disayangi tersakiti.
5.Tidak bisa mengendalikan diri untuk berbuat sesuatu.
Selalu buat pasangan kalian bahagia dan tidak setres.
Jika salah satu pemicu itu terjadi pada kalian, maka tidak akan ada yang bisa menahan kekuatan besar yang keluar dari makhluk ghaib yang mengikuti kalian. Kecuali, pengorbanan.
Pengorbanan? Pengorbanan seperti apa yang dimaksud?
__ADS_1
Zidane membuka lagi halaman buku itu namun halaman itu ternyata robek. Entah siapa yang melakukannya, pasti itu orang yang menginginkan rahasia di balik buku ini.
"Haish, apa yang harus aku lakukan? Pengorbanan apa yang dimaksud buku ini?" Dia tampak kebingungan.
Saat ia sedang fokus menatap bukunya, tia-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah ruangan itu. "Tak tak tak."
Ceklek, krekeettt.
Handle pintu di tarik kebawah dan dorongan perlahan dari pintu tanda terbuka.
Dia bangun
Zidane langsung menyimpan buku itu kembali ke tempatnya. Dan ia berjalan mengendap ke arah pintu dan menempelkan telinga di balik pintu untuk mendengar pergerakan seseorang yang masuk ke ruangannya.
Tak lama kemudian pintu kembali tertutup dan orang itu keluar dari ruang kerja Zidane.
Pintu rahasia ruangan ini tak dapat di lihat oleh orang lain karena Zidane mendesainnya seapik mungkin sampai tak kan ada yang menyadari bahwa itu adalah pintu ke ruangan rahasia.
Perlahan dia membuka kode rahasia dan terbuka lah pintu itu. Ia megendap keluar dari ruangan itu dan menutupnya kembali setelah ia keluar.
Zidane berpura-pura sedang mengerjakan sesuatu di meja kerjanya. "Ekhem."
Sherly yang dari tadi mencari keberadaan suaminya namun tak menemukannya dimana pun. Saat mendengar deheman Zidane, ia kembali ke ruang kerja itu.
"Lho, king Ice. Sejak kapan kamu disini?" Sherly terheran menatap suaminya yang sedang anteng dengan pekerjaannya.
Zidane menoleh ke arah istrinya. "Aku dari tadi disini, sayang. Memangnya kenapa?" Balik bertanya.
"Tapi, aku tadi sudah kesini dan mencarimu diseluruh ruangan ini namun tak terlihat batang hidungmu sedikitpun!" Ucapan Sherly membuat Zidane tertawa lepas.
Zidane berdiri dari kursinya dan ia menghampiri sang istri. "Hahaha, sayangku. Kamu itu lucu sampe pengen aku gigit. Masa orang cuma kelihatan batang hidungnya saja. Kan tidak mungkin!"
"Ya siapa tahu kan yang terlihat duluan itu hidungnya." Zidane terkekeh mendengar ucapan istrinya.
"Dasar si Machan. Ada-ada saja." Di ciumnya pipi sang istri dengan gemas.
"Aku terbangun karena tak merasakan pergerakkan di sampingku. Rasanya aku takut." Sherly memeluk erat tubuh suaminya.
Zidane tersenyum senang karena istrinya ternyata merindukannya.
Aku harus bisa membuat dia selalu bahagia selamanya.
"Ya sudah, ayo kita tidur kembali!"
Mereka pun melangkahkan kaki menuju kamar dan melanjutkan tidurnya.
⚘⚘⚘⚘
"Mahardika. Kamu niat bekerja gak sih?" Teriak si bos yang melihat Dika tertidur di meja kerjanya.
Dika terperanjat mendengar teriakan si bos.
"Maaf kan saya pak. Semalam saya kurang tidur."
"Saya tidak mau tahu. Itu urusan kamu, bukan urusan saya. Perusahaan tidak menerima alasan yang sepele seperti itu." Kata si bos.
"Lebih baik kamu keluar dari perusahaan saya." Lanjutnya.
"Tapi, pak. Saya ...!"
"Pergi sekarang juga. Saya tidak menerima karyawan pemalas sepertimu!" Ucap bos lantang.
Dika yang ingin protes pun gak bisa karena si bos sudah pergi meninggalkannya.
Padahal, ini hari pertama Dika masuk kerja di bagian pemasaran. Namun karena kesalahannya yang tertidur saat waktu kerja, dia pun langsung di pecat oleh bosnya langsung.
__ADS_1
"Hadeuh, Maharani." Ia memanggil nama lengkap bayi nya.
Dika pun melajukan motornya menyusuri jalanan dan mencari lowongan pekerjaan lain.
Banyak sekali iklan lowongan kerja yang di tempel di sepanjang jalan. Namun sudah terisi penuh.
Dika duduk di pinggir jalan sambil merenung. "Susah sekalinyari kerjaan!"
"Memang susah, mas." Seseorang mendekati Dika.
Dika pun menoleh ke arah suara. "Maaf," Ia tersenyum ke arah orang itu.
"Aku saja sudah muter-muter kesana kemari tapi tak ada satu pun yang masih kosong. Semuanya sudah penuh. Orang-orang gerak cepat saat melihat loker." Kata orang itu.
"Iya kok. Hemh, aku jadi nyesel semalam bergadang." Dika sedih.
"Gara-gara semalam bergadang, aku jadi ketiduran. Alhasil, di pecat deh!" Lanjut Dika.
Flashback.
Dika yang sedang bahagia namun sangat tersiksa karena harus terganggu oleh tangisan baby girl nya.
"Sayang, kenapa nangis mulu sih? Bunda kan jadi tak bisa manjain ayah." Rengek Dika pada bayi mungil.
"Kamu itu ya. Masa sama anaknya sendiri gak mau mengalah." Iren terkekeh melihat Dika yang merengek karena tangisan putrinya yang membangunkan mereka.
"Biar aku kasih susu lagi ya, yank. Nanti waktu buat kamu setelah Rani tidur." Kata Iren mengelus punggung suaminya.
Dika mengangguk senang seperti anak kecil yang di kasih permen.
Dia menunggu di ranjangnya dan melihat istrinya memberikan susu untuk bayi kecilnya.
"Bayi yang menggemaskan." Dika tersenyum melihat putrinya itu.
"Hei, sayang. jam segini kok melek sih? Ayo dong kita bobo lagi." Putrinya malah tertawa karena di ajak ngobrol sama ayahnya.
"Lihat, dia menggemaskan bukan?"
"Iya, dia cantik seperti kamu beb!" Kata Dika.
"Tapi menurutku, dia lebih mirip kamu deh yank!" Kata Iren.
"Ya lah, aku kan bapaknya. Masa mau mirip si Jalu." Iren tak marah dengan perkataan Dika. Mungkin dia sudah tak ada perasaan apapun sama Indra.
"Aku malah pengennya dia mirip Geri. Baik dan dewasa. Gak kaya kamu atau Indra." Ucap Iren terkekeh.
"Woi, apaan itu? Aku kan yang bikin adonan. Masa cetakkannya jadi si Jawir?" Iren semakin terkekeh mendengar protesan dari suaminya.
"Tahu ah."
Oweeeekkk ...oweeekk.
Tangisan si mungil mengganggu keduanya sampai menoleh dan tertawa setelahnya.
"Hahaha, kamu itu ya bener-bener deh! Gak boleh saja lihatin ayah sama bunda bermesraan."
Mereka pun akhirnya bergadang sepanjang malam dan bercanda dengan si mungil sampai Dika bangun kesiangan.
▪▪▪
Maaf ya readers, otor upnya telat. ***Insyaallah kedepannya akan update rutin lagi.
__ADS_1
Lupyuh always.😘😘😘***