Jodoh Sang Penguasa

Jodoh Sang Penguasa
Doyok..Otoy..Ali oncom


__ADS_3

Di sebuah tempat pelatihan senam terbesar di kota, beberapa orang tampak masuk berlalu lalang.Setiap pagi mereka datang ke tempat ini untuk melatih otot-otot tubuhnya.


Melatih kelenturan badan, ketahanan jantung, membentuk otot atletis dan ada juga yang hanya ingin langsing biar terlihat seksi.Itu semua mereka lakukan karena mencintai diri sendiri.


Terlihat tiga orang wanita muda sedang berjalan ke lorong belakang menuju kamar tempat berganti pakaian.Mereka berjalan sambil mengobrol.


Saat mereka masuk di salah satu kamar itu, tiba-tiba terdengar suara gaduh dari kamar ganti sebelah.Membuat mereka terganggu seketika.


"Ish, apaan sih tuh di kamar samping?"Tanya salah satunya.


"Hooh berisik banget, kaya orang lagi pada ribut"Yang satunya menimpali perkataan temannya.


"Woy, ribut banget sih.berantem ya lu?" Mereka menggedor bilik samping supaya dia diam.


Tapi, seseorang yang berada di bilik samping tetap tak mau diam.seperti sengaja melakukan keributan itu.


Akhirnya, mereka pun keluar dan mengetuk pintu bilik samping itu.


"Woi, keluar lo.dari tadi udah di peringatin jangan berisik tetep aja ngeyel."Salah satu dari mereka berteriak dan menggedor pintu bilik itu.


~Hening tak ada jawaban~


"Sepi bener.Bukankah tadi berisik ya, kok sekarang sepi banget sih?"Ia menempelkan telinganya di pintu.


"Dia takut kali sama kita."Salah satunya berkata dengan terkekeh.


"Bagus lah kalau dia takut sama kita." Ucapnya dan melangkah bersiap untuk pergi.


Belum sempat mereka pergi dari sana, terdengar sesuatu yang terjatuh dengan keras dari dalam kamar itu.


"Apaan tuh?"Mereka bertanya dan saling pandang.


Mereka mengetuk kamar itu lagi karena penasaran.


"Hei yang di dalam, kau kenapa?apa yang terjadi?"Mereka terus mengetuk bilik itu.


"Perasaan, kaki aku basah deh.kaya ada sesuatu di bawah"Kata salah satunya dan mereka pun menunduk.


"Astaga, darah?"Mereka panik karena ternyata kaki mereka sudah berlumuran darah yang membanjiri tempat itu.


"Darah dari mana ini?"Mereka saling pandang dan kebingungan.


Tiba-tiba muncul tulisan di semua cermin yang ada di ruangan itu dan mereka pun membaca semua tulisan yang tertulis dengan darah.


"Kenapa kalian melakukan itu padaku?"


"Apa salahku pada kalian, sehingga kalian tega melakukannya padaku?"


"Tolong, jangan lakukan itu lagi kepada orang lain"


"Jika kalian ingin maju, berusahalah.jangan melakukannya dengan jalan pintas dan melenyapkan nyawa seseorang.karena aku pun sama seperti kalian, punya keluarga!"


"Tulisan siapa itu?perasaan tadi kan gak ada tulisan apa pun"Ucap salah satunya.


"Iya, tapi tulisannya dengan darah.membuat ku takut saja"Ia pun bergidik ngeri.


"Tapi aku masih penasaran.di dalam kamar ini ada siapa?apa jangan-jangan ada orang bunuh diri.dan ini di lantai darah semua"Ia membuka pintu bilik itu yang ternyata tidak di kunci.


Saat pintu terbuka, tak ada siapa pun di dalam dan darah yang ada di lantai itu pun tak ada jejak dari mana asalnya membuat mereka ketakutan.


Mereka pun mundur dan melangkah menjauh dari bilik kamar itu.Namun mereka harus terhenti dengan suara sesuatu.


Sreekkk..sreeekkk


Suara seperti benda tajam menggesek tembok membuat mereka memperhatikan sekitar.


"Suara apa itu?"Mereka mengedarkan pandangannya.


Kreeeettt...blugh


Pintu tertutup dengan kencang dan menimbulkan suara keras.


"Astaga, pintunya tertutup"Mereka pun berlari ke arah pintu dengan ketakutan.


Namun, sesuatu mengejutkan mereka dari arah belakang dan membuat mereka menoleh secara bersamaan.


Praaaang..


Semua cermin yang bertuliskan dengan darah yang ada di ruangan itu pecah dengan sendirinya tanpa ada yang menyentuh atau melempar apapun ke arah cermin itu.


Namun anehnya, pecahan cermin itu seketika berterbangan ke arah mereka membuat mereka berteriak histeris.


"Haaaaaaaaaaa"Jeritan mereka melengking di ruangan tertutup itu dan tak ada satupun yang mendengarkan.

__ADS_1


♧♧♧♧♧♧♧♧


Saat ini, And the genk sedang berkunjung ke tempat pelatihan senam Sevia.


Mereka akan menyelidiki kasus kematian Sevia yang melibatkan teman latihannya di mulai dari tempat itu.


Pusat kebugaran adalah tempat dimana Sevia menghabiskan banyak waktu.Ia lebih sering di sana di bandingkan di rumahnya sendiri.


Maka dari itu, And the genk memutuskan akan memulai misinya di sini.


"Waaaah, tempatnya lumayan gede ya?" Indra mengedarkan pandangannya ke seluruh bangunan itu.


"Gila mamen, bayarannya pasti mahal nih latihan di tempat kek gini."Dika mengikuti langkah Indra berkeliling di sana.


"Kita pasti sehat nih kalo latihan di tempat ini. Tuh lihat, banyak cewek bening dan seksi" Geri terkekeh saat melihat sekelompok gadis muda yang sedang senam di halaman samping.


"Ah elu, seneng lihatin doang.Giliran suruh macarin salah satu, gue yakin elu kagak bakal mau!"Cibir Indra.


"Bukannya gak mau bro, gue belum siap pacaran."Geri membela diri.


"Ckk, belum siap pacaran katanya.Bilang aja kalo elu kagak mau ngeluarin biaya buat ngajak jalan cewek."Kata Indra.


"Itu pun salah satunya.hehehee"Geri malah cengengesan.


"Hehh, sampai kapan lu bakal ngejomblo?keburu bulukan tuh si Doyok?"Dengan santainya Dika berkata sambil melangkah.


"Wei bentar.si Doyok itu siapa, gue kagak kenal?lagian nih ya, apa hubungannya gue ngejomblo sama si Doyok bulukan?"Geri sangat penasaran.


"Masa elu kagak tahu si Doyok?"Tanya Dika kepada Geri yang menggelengkan kepalanya dan Indra menyimak pembicaraaan mereka.


"Si Doyok itu kan adek lu."Lurus bener jawaban Dika kaya jalan tol.


"Apa, adek gue?"Geri terlihat syok atas nama pemberian Dika kepada juniornya.


"Haish, gak ada nama yang lebih keren dikit gitu?Masa nama abang sama adek lebih keren nama abangnya?"Protes Geri.


"Kenapa?itu pas tahu buat elu."Kata Dika.


"Dan adek si Indra, gue kasih nama Otoy" Melirik Indra yang sedang cuek dengan pertengkaran mereka.


Sontak membuat Indra berbalik dan menoleh ke arah keduanya."Kok gue keseret arus kesesatan sih?"Indra langsung protes.


"Arus kesesatan katanya.Dikata pengikut sesat?woi mamen, gue itu sangat baik hati dan tidak sombong, rajin menabung dan rajin menabur kasih sayang.Gue dengan suka rela memberikan nama adek lu si Otoy, itu atas pertimbangan.mengingat persahabatan kita yang bagaikan kecebong"Panjang di tambah lebar di kali tinggi penjelasan Dika.


"Elu dengan suka rela ngasih nama adeknya orang.lha gue yang kagak enaknya.si Jalu yang ganteng berubah nama jadi Otoy letoy." Indra yang emosi dengan pemberian nama oleh Dika.


"Bener juga lu, Tong.Doyok..Otoy..Ali oncom" Ledek keduanya.


"Kok jadi gue yang gak enaknya ya?"Dika menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Bhahahaaaa, rasain lu.kena batunya juga kan lu"Keduanya menertawakan Dika.


"Kalian ngetawain apaan sih?"Sherly datang bersama Zidane dengan menenteng kantong kresek berisikan minuman.


"Nih ambil"Dia membagikan satu persatu untuk temannya.


"Makasih, eh Zidane gak kebagian?"Geri yang mengambil minuman terakhir di kantong kresek itu.


"Kalau gitu, ambil aja punya gue.Gue bisa barengan sama mereka"Tutur Geri denga menyodorkan minuman dingin itu.


"Gak usah, dia gak boleh minum minuman dingin.gue udah beliin dia coffee late."Kata Sherly dengan memberikan kantong kresek satunya lagi.


Zidane mengambil kantong kresek berisikan coffee late dan langsung meminumnya.


Mereka saling berpandangan."Kok elu tahu kalau dia gak boleh minum yang dingin?" Tanya mereka dengan penasaran.


Pertanyaan mereka membuat Sherly terbatuk karena tersedak minumannya. "Ukhuk..ukhuk"Ia pun menepuk dadanya pelan sebelum barkata.


"Soalnya...soalnya"Sherly terlihat bingung dan berpikir sedangkan Zidane terlihat cuek.


"Waktu di rumah sakit dulu kan dokter ngomong gitu.iya kan?"Dia mengeles kaya bajaj.Pinteran lu ah


"Ooohhh!"Serempak mereka membulatkan bibirnya.


"Gue mau tanya, kok elu bareng mulu sama Zid...?"Indra ingin bertanya karena penasaran dengan sahabatnya itu.Namun Sherly dengan cepat menghentikannya.


"Yuk masuk, kita harus cepat nih.sebelum mereka selesai latihan!"Ajak Sherly yang menghindar dari pertanyaan mereka berikutnya.


Sherly melangkah dan menghindari sahabatnya itu dengan buru-buru masuk ke tempat pelatihan itu.


Sedangkan ketiga sahabatnya cuma memperhatikan tingkah Sherly yang mencurigakan menurut mereka.


"Haish, dia menghindar dari pertanyaan gue"Indra menyikut kedua sahabatnya.

__ADS_1


"Mungkin mereka ada hubungan kali, Ndra!" Kata Geri.


"Gak mungkin, Sherly sudah punya cowok.Gue lihat waktu itu dia di tembak sama seseorang yang pasti bukan dia orangnya"Tutur Dika dengan perasaan sedih.


"Masa sih?gue gak percaya.Kalo dia sudah jadian sama orang lain, gak mungkin lah dia lengket terus sama si tuan muda tamvan itu" Jelas Indra yang keukeuh dengan pendapatnya.


"Hooh, gue juga yakin kalo mereka ada apa-apa?Buktinya, dia selalu menghindar saat kita tanya kebenaran tentang hubungan mereka." Perkataan Geri menyinggung Dika.


Ia menjadi merasa bersalah pada Indra.Dika bingung harus menjelaskan apa jika suatu saat Iren menikah dengan Indra dan Indra tahu kalo Iren sudah tak suci lagi.


Dika pun menunduk lesu.Perasaannya saat ini sulit untuk di katakan.Kebenaran itu pasti akan membuat persahabatan mereka yang sudah terjalin sejak kecil itu menjadi terpecah belah gara-gara kebodohannya.


Gue harus berbuat apa nanti saat elu tahu kalau gue menghianati persahabatan kita, Ndra?


Gue yang bodoh bisa masuk perangkap orang karena saking cintanya sama Sherly. Padahal dia gak mencintai gue sama sekali.


Dika yang melamun pun menarik perhatian keduanya.


"Elu kenapa bro, jelous ya?"Indra menepuk bahu Dika dan mengejutkannya.


"Gu..gue..?"


"Wajar lah, Ndra.Dia selalu memendam perasaannya sama Sherly yang selalu cuek sama dia."Geri ikut menepuk bahu Dika.


"Gue udah bilangin suruh nembak dia, elu nya kagak mau mulu."Lanjut Geri.


"Pinter kalau nyuruh orang buat nembak cewek, dia nya sendiri kagak berani nembak cewek.padahal tuh cewek udah kenal dari orok"Cibir Indra.


"Bodo amat lah.yuk masuk, keburu letinggalan mereka!"Dika berlari mengejar Sherly dan Zidane yang sudah masuk duluan.


"Lah bocah, kalo ngomongin orang pinter. Giliran diomongin, dia kagak mau!"Indra menoleh pada Geri.


"Iya, dasar tuh bocah.Woi, tungguin kita" Teriak Geri sambil menarik tangan Indra dan berlari mengikuti Dika.


Sherly dan Zidane sudah berada di dalam, mereka mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang ada di sana.


Tempat itu terlihat sepi karena yang di pakai buat latihan adalah ruangan yang di depan saja.ruangan belakang sudah tidak di pakai karena sering ada kejadian aneh yang membuat mereka tak berani berlatih di sana.


"Sepi ya?"Kata Sherly pada Zidane.


"Ssttt, disini ada sesuatu!"Telunjuk Zidane menempel di bibir Sherly membuat gadis itu diam seketika.


"Ada hawa siluman yang sangat kuat. Berhati-hatilah."Ia memperingatkan Sherly.


"Siluman?siluman apa?"Sherly bertanya dengan penasaran.


"Ayo, ikuti aku!"Zidane menarik tangan Sherly ke sebuah ruangan di ujung lorong tempat itu.


Mereka mengendap-endap bagaikan maling yang takut ketahuan.


Tanpa mereka sadari, ketiga temannya pun mengikuti mereka dengan cara mengendap-endap dari belakang.


"Kita mau kemana?"Tanya Sherly yang di jawab Zidane dengan "Sssttt" doang tanpa menoleh.


"Kita nyari apa sih?"Bisik Dika menepuk lengan Sherly yang di jawab "Sssstttt" oleh Sherly dengan menempelkan jari di bibirnya.


"Kita mau ngapain sih?"Pertanyaan Indra di jawab oleh Dika dengan cara yang sama.


Geri pun menepuk pundak Indra."Apa kata mereka?"Tanya Geri yang paling belakang dan diikuti Indra dengan menempelkan jari di bibir kaya mereka."Ssssstttt"


pundak Geri di tepuk oleh seseorang dari belakang dan bertanya.


"Kalian lagi ngapain?"Pertanyaan itu pun di jawab Geri dengan mengikuti mereka."Sssttt"


"Elu ngomong ama siapa?"Indra bertanya pada Geri.


"Dia!"Tunjuknya dengan menggoyangkan bahu tanpa menoleh.


"Kita kan cuma berlima kesini, Zidane di depan, Sherly kedua, Dika ke tiga, gue keempat, dan u kelima.Lah yang ke enam siapa?"Sontak perkataan Indra membuat mereka berhenti dan menoleh ke belakang.


Di belakang sudah berdiri sosok tinggi dengan kulit hitam legam dan juga gigi taring panjang serta bertanduk.


Mereka pun terkejut dengan sosok di belakang Geri itu.Sontak membuat mereka berteriak.


"Whooooooaaaaaaa"


☆☆☆☆☆


Jalan-jalan ke pameran,


jangan lupa naik bis kota,


Jika kalian penasaran,

__ADS_1


Ayo baca episode selanjutnya.


Yukkk, capcuuusss....


__ADS_2