Jodoh Sang Penguasa

Jodoh Sang Penguasa
Berhati iblis


__ADS_3

Mereka terkejut dengan kedatangan seseorang yang sudah mereka kenali cukup lama.


Orang itu terburu-buru datang karena atas kabar yang di terimanya lewat asisten rumah tangganya.


⚘⚘⚘


Kak Aldrian yang berpikir bahwa orang tua Zidane akan khawatir mengenai putranya.maka, ia pun memberitahukan kondisi Zidan melalui telpon selularnya dan menghubungi rumah kediaman Zidane.


Saat itu, seorang asisten rumah tangga yang menerima sambungan telpon itu.ia terkejut dengan keadaan tuannya yang di larikan ke rumah sakit.


Namun, mereka pun senang karena tuan mudanya di temukan dalam keadaan selamat.tidak seperti yang di kabarkan di berita televisi ataupun media lainnya.


Mereka langsung menghubungi paman dari si tuan muda.karena, ia sudah tak memiliki orang tua lagi.


Kak Al ataupun Sherly dan yang lainnya, tak mengetahui bahwa Zidane seorang anak yatim piatu.


Yang mereka ketahui cuma Zidane adalah seorang pebisnis hebat. bahkan Sherly belum mengetahui tentang Zidane sepenuhnya.karena, ia cuma dua kali bertemu dengannya dan itu pun saat Zidane menolongnya.


"Jadi, kak Hen ini adalah paman si king ice ya?"Sherly yang melihat ke khawatiran di mata Hendri.


"Iya Sher, Zidane adalah keponakan saya.dia dititipkan pada saya saat usianya sepuluh tahun.waktu itu, orang tuanya meninggal karena kecelakaan."Tutur Hendri dengan sedih.


"Jadi, dia sudah tak punya orang tua kak?kasihan sekali"Ketiga pemuda itu menyimak perkataan Hendri dan mengasihani nasib Zidane.


"Heemh.dan lebih kasihan lagi, orang tuanya meninggal bersamaan di hari itu juga"Hendri menundukkan kepalanya dan menitikkan air matanya.


Mereka pun menjadi terharu dengan cerita Hendri tentang kehidupan Zidane.


"Oh iya Hen, siapa yang memberitahu mu kalau keponakanmu itu sudah ketemu dan di bawa kesini?"Tanya kak Al langsung pada Hendri.


"Pembantu di rumah.ia bilang, bahwa tuan mudanya sudah di temukan dan di bawa ke rumah sakit oleh seseorang."Jawab Hendri.


Saat sedang mengobrol, keluarlah seorang suster dari ruangan itu.


"Maaf, siapa diantara kalian yang keluarga pasien?"Tanya suster.


"Saya sus"Jawab Sherly dan Hendri bersamaan.


Mereka semua pun menoleh ke arah keduanya.


"Oh, kalian boleh menjenguknya sekarang.dia sudah siuman"Jelas suster pada mereka.


"Bisakah kami masuk secara bersamaan sus?"Tanya kak Al.


"Boleh kok, dia sudah tidak apa-apa.tapi ingat ya, jangan membuat gaduh!"Suster itu mengingatkan dengan tersenyum.


"Baik suster, terima kasih"Mereka mengucapkannya serempak dan tentunya dengan senyum ramah.


Sepeninggalan suster, dokter pun keluar dan memberitahukan kondisi Zidane pada mereka.


"Dokter, bagaimana kondisi keponakan saya?apa lukanya tidak parah?"Tanya Hendri kepada dokter.


"Tidak pak.seperti yang anda lihat, ia sudah membaik.oh iya, saya cuma mengingatkan untuk selalu membersihkan lukanya dengan air hangat dan mengganti perban setiap kali basah.karena itu bisa membuat infeksi di sekitar lukanya."Jelas dokter.


"Baik dok, saya akan melakukan seperti yang dokter katakan."Kata Hendri.


"Oh iya pak, apa pasien mengalami suatu kejadian di masa lalu sehingga ia mengalami trauma berat?"Tanya dokter kepada Hendri.

__ADS_1


"Trauma?saya tidak tahu dok, memangnya seperti apa itu dok?"Ia pun bertanya karena tak mengerti.


"Sepertinya, tubuhnya tak menerima suhu dingin.jadi, tolong usahakan supaya suhu tubuhnya tetap hangat.karena, saya melihat kondisinya memburuk setelah ia kedinginan dan mengakibatkan demam."Kata dokter lagi.


"Saya tidak tahu semua itu dok, karena saat ia dititipkan pada saya. Dia sepertinya baik-baik saja"Hendri menjelaskan di depan mereka.


"Saya akan menjaga dia sesuai instruksi dokter."Lanjutnya.


"Baiklah, kalian bisa menemuinya sekarang. Silahkan"Dokter pun mempersilahkan mereka masuk untuk menemui Zidane.


"Terima kasih dokter"Ucam mereka.


"Yuk, kita masuk"Ajak Hendri pada mereka semua.


Mereka pun masuk untuk melihat kondisi Zidane.


"Hai king ice, gimana keadaan lu sekarang?sudah enakan?"Sherly menghampiri Zidane yang terbaring lemah.


"Aku sudah baikan kok, jangan khawatir"Ucapnya lirih.


"Mereka...?"


"Iya, mereka yang sudah nolongin dan membawa lu kesini."Kata Sherly.


"Kenalin, kak Al ini kakak gue.yang ini Dika, Indra dan Geri.mereka sahabat gue"Lanjutnya.


"Hai"Ucap mereka berempat yang di sambut senyuman Zidane.


"Kamu sudah mendingan kan?"Seseorang yang muncul di balik tubuh kak Al.


"Siapa yang memberitahu mu kalau aku disini?"Zidane sepertinya tak senang dengan kedatangan pamannya.ia berkata dengan ketus.


"Biarkan Sher, wajar jika dia marah padaku.karena, aku kurang memperhatikannya!"Ucap Hendri dengan sedih.


"Hehh, gak usah berpura-pura baik di depan mereka.aku tak butuh kau disini.pergi sana"Usir Zidane pada Hendri.


"Hei king ice, lu gak sopan banget sih sama pamannya sendiri"Bela Sherly.


"Terserah"Zidane pun memalingkan wajahnya ke arah jendela.


Mereka terdiam, tak tahu harus berkata apa?mungkin mereka ada masalah, atau...ah, yang pasti bukan urusan mereka juga.


"Ya sudah, kita pamit dulu.biar kamu bisa istirahat oke!"Ucap kak Al.


"Terima kasih kak, karena kalian sudah menolongku"Zidane mengucapkannya dengan tulus.


"Gak masalah, ya sudah kalau begitu kita pamit ya"Mereka pu berpamitan pada Zidane.


"Ayo, sayang!"Ajak kak Al pada adiknya yang terus menatap ke arah Zidane.


Sherly tak mendengar ajakan kakaknya, ia terus memperhatikan wajah sendu Zidane.


"Sherly, ayo!"Teriak kak Al memanggil namanya.


"Hah"Sherly terkejut dengan panggilan kakaknya.


"Ayo kita pulang dek, mommy and daddy mengkhawatirkan kamu sayang"Kata kak Al lembut.

__ADS_1


"Oh, oke!"Jawab Sherly singkat.


"Gue, pulang dulu ya.nanti gue balik lagi oke!"Pamitnya pada Zidane yang cuma mengangguk pelan. Sepertinya dia tak mau jika gadis berisik itu pergi.


"Kita pamit ya, semoga kamu cepet sembuh"Ucap ketiga sahabat Sherly yang dari tadi cuma diam.


"Terima kasih ya, semuanya" Ucap Zidane tulus.


"Sama-sama."Mereka pun melangkahkan kakinya ke luar dan pulang.


"Kita pulang dulu kapten Hendri" Mereka pun berpamitan pada Hendri.


"Oke, hati-hati di jalan ya" Ucap Hendri ramah.


Sherly menatap terus ke arah Zidane sebelum ia pergi dari sana dan melirik sepintas ke arah Hendri yang sedari tadi diam karena penolakan Zidane.


Sebenarnya, ada masalah apa sih mereka sampai seperti itu.hemh, gue bakal satuin mereka lagi nanti.


Ia pun pergi bersama keempat pria tampan itu.


"Apa kamu masih berteman dengan para hantu itu?"Tunjuk Hendri pada sosok hantu wanita yang sedang berdiri di dekat jendela.


"Bukan urusan mu"Ketus Zidane padanya.


"Hehh, lebih baik kau berteman dengan para hantu itu.kau tak pantas berteman dengan manusia"Cibir Hendri.


"Ingat, jangan pernah berpikir untuk mendekati Sherly lagi. Dia akan menjadi milikku untuk selamanya"Tutur Hendri dan ia pun pergi dari ruangan Zidane.


"Dia itu siapa kamu sih ganteng?huhh..laganya gitu amat sih!"Nania menghampiri Zidane yang terbaring di ranjang rumah sakit.


"Dia orang baik berhati iblis.kamu jangan dekat dengannya."Kata Zidane pada Nania.


"Kenapa dia bilang kalau si gadis galak itu akan jadi miliknya?"Nania tak mengerti maksud dari Hendri.


"Dia sudah tahu kelebihan gadis berisik itu.Jadi, dia pasti akan memanfaatkan kelebihan gadis berisik itu buat tujuanya yang tak baik"Jelas Zidane.


"Wah..kau sudah mengetahui tujuan jahatnya ya?"Nania antusias dengan penuturan Zidane.


"Dari dulu, dia itu jahat.cuma, selama ini ia memakai topeng supaya terlihat baik di depan semua orang."Tutur Zidane.


"Terus, gimana sama si galak itu.apa dia akan mengetahui kebusukan orang jahat itu?"Tanya Nania lagi.


"Kalau dia pintar, mungkin ia akan segera mengetahuinya nanti"Zidane berkata dengan lirih.


"Apa paman kamu itu sangat jahat?"Sebuah pertanyaan yang membuat Zidane mengingat kesedihannya.


Zidane terdiam dan memejamkan matanya. Ia tak mau mengingat semua kejadian di masa lalunya.namun, karena pertanyaan dari Nania.ia menjadi sedih dan tak terasa air mata membasahi pipinya.


▪▪▪▪


Sebenarnya, apa penyebab Zidane membenci Hendri?


Mengapa ia tak mau jika Hendri mendatanginya?


*Hemh, otor penasaran nih?🤔🤔


**Jika kalian sama penasarannya seperti otor, maka pantengin terus cerita otor ini ya.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungan klean semua***.


😘😘😘😘


__ADS_2