Jodoh Sang Penguasa

Jodoh Sang Penguasa
Bangkit dari kubur


__ADS_3

Semua orang melangkah pergi dan meninggalkan jasad Sherly yang terkubur.


Saat akan melangkah pergi, Zidane seperti mendengar sesuatu dari dalam makam Sherly.


Kenapa gue ada disini sih?Disini pengap dan gelap lagi.Apa gue balik ke rumah sakit?Tapi, ini kaya peti.Eh, apa...peti?Astaga, siapa yang ngurung gue dalam peti?kurang ajar nih orang..Ia berusaha membuka penutup peti.


"Tolong!"Suara itu dari dalam makam.


"Apa itu?"Ia tak jadi melangkah pergi dan berbalik arah sehingga membuat mereka berhenti.


"Tolongin gue..woi..!" Suara itu terdengar namun, hanya Zidane lah yang mendengarkannya seorang.


"Dia kembali..dia kembali!"Teriak Zidane dengan histeris dan berbalik arah menghampiri makam Sherly.


"Ya tuhan, segitu cintanya dia sama si bos sampai jadi gila?"Geri dan Indra merasa kasihan.


"Gue memang mencintai Sherly, tapi gak sampai kayak dia juga kali.langsung jadi setres"Bisik Dika.


"Astagfirullah, kasihan sekali kamu, Zidane" Semuanya menatap haru dan bersimpati kepada pemuda itu.


Zidane tak memperdulikan rasa simpati atau cibiran mereka.Ia menempelkan telinganya dan mendengarkan suara itu lagi dari dalam tanah kuburan.


Ish, mereka itu apa-apaan sih?masa gue di kurung gini?


Kenapa gue ngerasa kaya dalam peti mati ya?baunya kaya bau parfum buat mayat ini mah.


Gerutuan kesal Sherly dari dalam tanah ternyata di dengar Zidane seorang.tak ada satu pun yang mendengar gerutuan itu selain dirinya.


Huaa...mommy, daddy, kak Al, aku pengen keluar.disini gelap dan pengap.Bisa mati gue..


Zidane tersenyum senang mendengarkan rengekan si gadis berisiknya sehingga membuat semua orang menatapnya aneh.


"Dia kembali..Alhamdulillah ya Allah," Ia memanjatkan rasa syukurnya.


Dengan tangannya sendiri, Zidane menggali dan menyingkirkan tanah makam itu sampai membuat semua marah.


"Apa-apaan lu, hehh?"Kak Al sangat marah melihat Zidane mengobra-abrik makam adik kesayangannya.


"Elu gila, apa?"Dika mendorong tubuh Zidane dengan kencang sampai ia tersungkur di tanah.


"Aku bisa gila jika kehilangan dia untuk yang kedua kalinya.Jadi, biarkan aku menolongnya"Ia melanjutkan penggaliannya dengan cangkul tukang yang tertinggal di sana.


"Hei, berani benar lu mengganggu peristirahatannya?kita menghargai elu sebagai tuan muda Prasetyo.tapi, kalau cara elu yang seperti ini, gue gak akan ngebiarin lu mengganggu ketenangan Sherly."Indra yang marah dengan cepat mengambil cangkul di tangan Zidane.


Tolongin gue, woi.Gue udah sesak napas ini!


Rengekan terdengar lagi dari dalam tanah.


Tanpa memperdulikan mereka, Zidane kembali melanjutkan penggaliannya menggunakan tangannya kembali.


"Udah gue bilangin, jangan mengganggu ketenangannya lagi.Bedul!"


Bugh..bugh..


Wajah dan tubuh Zidane di hantam oleh Dika dan Indra, sementara Geri dan kak Al berusaha menahan keduanya.


Zidane yang mendapat pukulan dari kedua sahabat Sherly tak merasa sakit ataupun marah juga tak berusaha membalasnya.


Ia tahu jika mereka tak akan percaya dengan ucapan Zidane tentang kembalinya gadis brisiknya.Zidane ingin membuktikan perkataannya dengan menggali makamnya.


Semua orang terlihat marah namun juga bersimpati padanya.


Zidane menatap mereka semua yang terlihat marah."Biarkan aku menolongnya, aku mohon!"Di satukannya kedua tangannya di dada sambil memohon dengan tulus.


Mereka pun merasa iba kepada pemuda itu.


Tak pernah si tuan muda itu memohon kepada orang untuk hal yang tak masuk akal.


Tuan Hutama meminta izin kepada tuan Hadi untuk membiarkan Zidane menyampaikan alasannya.


Tuan Hadi pun mengangguk."Apa alasannya?" Tanya tuan Hadi.


"Aku mendengarnya berteriak meminta tolong!"Alasan yang sulit di percaya oleh semua orang.


Mereka terdiam sejenak sebelum mendengar perkataan Zidane lagi.


"Dia kembali, om.jika kita tak menolongnya, dia akan pergi untuk selamanya.Jadi, aku mohon untuk membiarkan aku menggalinya dan membuktikan pada kalian jika perkataanku ini benar"Tutur Zidane.


Dika, Indra, dan Geri maju ke arah Zidane dengan perasaan kesal.


Namun tuan Hadi mengangkat tangannya.


"Baiklah, ini demi menghormati kakekmu dan perasaan sayangmu pada putriku. Lakukan apapun yang kau mau, tapi jika terbukti perkataanmu itu mengada-ngada, saya sendiri yang akan menghajarmu disini, di depan makam putriku!"


Zidane tersenyum bahagia karena tuan Hadi memberikannya izin.Sedangkan nyonya Fransisca terus menangis di pelukkan kak Aisyah dan Reihan.


Dengan bersemangat, Zidane menggali makam Sherly menggunakan cangkul yang tadi di rebut darinya.


Tanpa letih dan tanpa bantuan orang lain, Zidane menggalinya sendirian.

__ADS_1


Mati gue, napas gue udah mau abis.


"Sabar, sebentar lagi aku akan mengeluarkanmu!"Ucapan Zidane cuma membuat mereka saling berpandangan.


"Kamu harus tahan, please.demi aku!"Lanjut Zidane.


Sherly terus menggedor peti itu karena sudah tak tahan.


Siapa aja tolongin gue!Kalau gue bisa keluar dari sini dengan selamat dan ada yang nolongin gue, siapa pun orangnya bakal gue peluk.


Gue berjanji, jika dia wanita bakal jadi sodara gue, tapi jika dia seorang pemuda, bakal gue jadiin suami.


Tapi please, tuhan.Yang ganteng ya.Jangan yang jelek kaya kak Aldrian.Boleh, enggak?


Zidane tersenyum mendengar suara hati Sherly tentang janjinya itu sampai membuatnya bersemangat.


Awas kalau kau mengingkarinya.


Senyuman Zidane terlihat aneh di mata mereka semua yang memperhatikannya sedari tadi tanpa membantu.


"Tolong sediakan air minum saat dia naik ya!"Pinta Zidane kepada mereka yang langsung dituruti kak Al.


Awalnya, mereka memandang remeh pada Zidane.Namun saat mendengar sesuatu, mereka dengan panik menghampiri dan melongo ke bawah kuburan.


Brukh..brukh..brukh..


Peti itu di ketuk olehnya dari dari dalam sehingga membuat semua orang terheran.


Zidane semakin bersemangat menyingkirkan sisa-sisa tanah dari atas peti.


Di bukanya peti itu dan keluarlah sosok cantik memakai gaun putih.


"Huuaaahhh"Di dobraknya dengan keras dan ia berdiri di atas pembaringan itu.


"Aaaaaahhhh...leganya.Akhirnya gue bernapas dengan bebas"Ototnya di regangkan dan ia menghirup udara sampai bahunya naik turun dengan menutup matanya.


Semua orang terdiam sejenak melihat gadis yang dinyatakan mati setelah sembilan jam, kini berdiri dengan sempurna tanpa rasa sakit dan kekurangan apapun.


Zidane tersenyum senang dengan napas yang terengah karena kelelahan menggali sendirian."Hah..hah..hah..tepati janjimu!"


"Eh,"Sherly tersadar dengan ucapan orang itu.Diliriknya Zidane yang sudah berdiri di depannya."Ma..maksud lu, apa?"Ia bingung dengan yang di katakan Zidane.


"Bukankah tadi kamu berjanji jika ada yang menolongmu, kamu akan memeluknya.Dan siapapun itu orangnya, kamu akan menjadikannya suami!"Suara Zidane lirih.


Lho kok, dia tahu sih?


Semua orang terkejut dengan apa yang di lihatnya dengan mata kepala sendiri sampai membuat mereka terdiam mematung.


"Apa dia beneran bangkit dari kubur?"Geri menepuk bahu Dika dan Indra.


"Dia asli Sherly bukan sih?"Bisik Indra.


Dika menghampiri ke arah Sherly dan berjongkok."Apa itu elu, baib?"


Tatapan Sherly teralihkan kepada Dika.


"Mahardika"Tangannya terulur untuk meminta bantuan kepadanya sambil berteriak manja.


Dika melompat ke bawah dan langsung memeluk Sherly."Gue kangen...sangat!"Di peluknya erat tubuh Sherly membuat Zidane mengepalkan tangannya.


Zidane terdiam melihat Sherly yang di peluk oleh Dika.Ia pun mundur dan naik ke atas kemudian berjalan menjauh dari makam.


Sherly melihat kepergian Zidane yang pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun lagi.


"Sayangnya mommy kembali!"Teriak nyonya Fransisca sambil menangis.


"Ya Allah, adik gue hidup lagi.Alhamdulillah"Di isapnya wajah tampan itu dengan kedua tangannya dan ia pun mendekat ke makam.


Tangannya terulur ke bawah."Welcome, baby" Kal Al tersenyum ke arah adiknya yang menyambut uluran tangannya.


"Kakak..huaaa..huhuu"Ia menangis histeris.


"Ssstt, kamu selamat, sayang"Di elus dan di ciumnya pucuk kepala Sherly.


"Gue takut, kak.di bawah gelap banget tahu!Huhuuui"Ia terus menangis.


Kedua orang tuanya pun menghampiri dan memeluknya serta menciumnya dengan perasaan haru."Kamu selamat sayang, kamu kembali kepada kita!"


"Iya, semua ini berkat Zidane!"Ucapan ayahnya menyadarkan mereka.


"Kita tadi gak percaya lho kalau kamu masih hidup.Tapi, saat di rumah sakit sampai kau di makamkan, Zidane tetap keukeuh pada pendiriannya jika kamu masih hidup, sayang"Tutur sang daddy.


"Zidane sampai di pukul oleh ketiga twmanmu karena membongkar paksa makammu, tapi ia tak marah atau membalasnya.malah dia semakin mempercepat galiannya.Apa mungkin dia mendengar teriakanmu di dalam?"Perkataan sang mommy membuat Sherly menunduk merasa bersalah.


"Eh, iya.Zidane kemana barusan?Tadi dia yang semangat dan membuat kita membiarkannya membongkar makam. Sekarang, kemana orangnya?"Mereka celingukkan mencari keberadaan Zidane.


"Jadi, dia yang membongkar makam demi menolongku?"Pertanyaannya diangguki keluarganya.


Aduh, apa tadi dia marah ya waktu gue pura-pura gak tahu.Mungkin gak sih dia dengar teriakan gue dari dalam sana?

__ADS_1


Sherly menjadi tak enak hati pada Zidane. Ia pun mengedarkan pandangannya ke semua arah untuk mencari keberadaan si king ice.


Terlihat Zidane berjalan tanpa melirik ke belakang.Ia tak perduli dengan mereka yang sedang bergembira dan ia akan pergi dari tempat itu.


Dengan melihatmu selamat saja, aku sudah bahagia.Mungkin kamu gak mau jika aku bersamamu.Maka dari itu, aku akan pergi saja.


"Tunggu!"Teriakan Sherly tak menghentikan langkah Zidane.


"King ice, behenti!"Namun Zidane tetap melangka


Sherly berlari ke arah Zidane yang tetap melangkah pergi.


Setelah langkahnya sedikit lagi mendekati Zidane.Sherly berlari dengan cepat dan..


Brukk


Di peluknya tubuh Zidane dari belakang dengan erat."Don't leave me, please."Suara Sherly terdengar memelas.(Jangan tinggalkan aku, kumohon)


"I'm sorry, oke!"Wajahnya menempel di punggung Zidane.


Zidane tersentak saat Sherly memeluknya dengan erat.Dia tak tahu harus berkata apa.


Dia pun berbalik ke arah gadis berisiknya.


"Will you keep your promise?"(Apa kamu akan menepati janjimu?)Pertanyaannya diangguki Sherly.


"Are you sure?"(Apa kamu yakin?)Lagi-lagi Sherly mengangguk.


Zidane langsung memeluk gadis berisiknya itu dengan erat.Rasa rindu yang selama ini ia tahan kini tertumpahkan semuanya.


"I love you, baby"Zidane mencium bibir mungil yang sudah menjadi candu untuknya.


Ia tak memperdulikan semua tatapan orang.


Dika memegang dadanya yang terasa sesak dan sakit walau tak berdarah.


Melihat keduanya sangat mesra, membuat hati Dika menjadi hancur berkeping.Namun, ia menahan segalanya dengan berpaling muka.


Indra dan Geri yang mengerti akan perasaan Dika pun menjadi iba.Mereka menepuk bahu Dika dengan tersenyum.


"Ayo lah, bro.elu kuat"Tepukan berulang dari keduanya di bahu Dika.


Dika tersenyum kecut."Gue kuat kok!"


"Welcome to my life, honey!"Zidane tersenyum setelah mengecup kening Sherly.


Kemesraan mereka harus terganggu oleh ketiga sahabatnya.


"Woi bos, elu kaya si nyai kuntai aja.Bangkit dari kubur, pake baju putih lagi!"Geri mencairkan suasana tegang diantara mereka.


Sherly melirik ketiga sahabatnya."And the genk, gue kangen!"Mereka berempat berpelukan di hadapan Zidane.


"Ekhem"Deheman Zidane menghentikan mereka.


"Hai kakak ipar, selamat bangkit dari kubur ya!"Rian dan Andin berkata dengan terkekeh.


"Apa?Bangkit dari kubur?"Sherly cemberut.


"Kalau bukan bangkit dari kubur, terus apa?"


Mereka meledek si gadis berisik.


"Tauh ah!"Ia cemberut.


Zidane mendekat."Bukan bangkit dari kubur, tapi bangkit dari peti mayat!"Dia terkekeh.


Sherly melirik Zidane dengan kesal."Sama aja dong!"


"Iya, kata lain bangkit dari kubur!Hahaha.."


Semuanya menertawakan Sherly yang berteriak merengek dengan manja.


"Huaaaa, mommy!"Teriakannya di sambut tutup telinga berjamaah oleh mereka.


☆☆☆☆


Aaahhhh...Otor memenuhi keinginan readers untuk up 2 eps kali ini sesuai permintaan ya.


So, jangan mengecewakan otor dengan like, komen, dan vote sebanyaknya.


Satu hari nulis 2 episode dengan per episode 2087 kata dan yang ini 1804 kata.


Gimana coba?tapi demi memenuhi permintaan readers, otor mengusahakannya.


Total up sekarang 3891 kata.


Jangan kecewakan otor ya gengs


Terima gajih..eh terima kasih😍😘😘

__ADS_1


__ADS_2