
Sherly yang diam dan berpura-pura tak tahu jika itu bukan roh Indra, melainkan roh jahat yang menggoda dan memancing Sherly supaya menunjukan kemampuannya justru membuat Iren menjadi salah paham terhadapnya.
Iren mengira jika Sherly tak senang dengan kesembuhan Indra, dan dia tak mau tahu tentang keselamatan sahabat sekaligus pacarnya Iren itu.
"Sher, elu kenapa?kelihatannya kok kagak seneng gitu sih?" Tanya Iren dengan sedikit menyelidik.
"Bukan gitu Ren, gue seneng kok kalo Indra sembuh.cuman gue..gue...!"
"Assalamualaikum.."Ucap mereka yang baru masuk ke ruangan itu sedikit mengejutkan mereka berdua dan keduanya menoleh ke arah mereka.
Terlihat orang tua Indra dengan membawa seorang pria paruh baya yang di ketahui bernama Ustadz Syafei, yang sebelumnya telah di hubungi lewat telpon oleh Iren atas instruksi Sherly.
Disusul oleh Ma'enya Geri dengan membawa seorang lelaki muda yang bernama Ustadz Ikin, yang tadi berpapasan dengan orang tua Indra di jalan.dan mereka pun ikut bareng kesana karena permintaan Sherly.
Juga Dika dan Geri yang ikut kesana dengan Enyak nya yang sudah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
"Sebenarnya ada apa sih ini neng Iren sama si ujang?kok jadi begini?"Tanya emaknya Indra yang bingung harus di jawab apa.
"Kok kita disuruh kesini dengan membawa pak Ustadz segala?"Tanya mereka yang penasaran dengan maksud kedatangannya.
"Gak tahu, Sherly yang nyuruh.bukan aku!" Jawab Iren dengan nada ketus.
"Gimana neng Sherly, kita di suruh apa nih?"Tanya Emak kepada Sherly yang diikuti tatapan mereka.
"Emmm..Maaf sebelumnya.apa semuanya sudah menunaikan sholat maghrib?"Tanya Sherly balik.
"Belum, ini kami baru mau ke mushola Soalnya adzan juga belum selesai" Jawab mereka barengan.
"Gimana kalo kalian semua sholat berjamaahnya disini aja?"Pinta Sherly yang ditatap heran mereka.
"Kenapa?"Tanya mereka kompak.
"Emmm, nanti aja aku jelasinnya. yang penting kalian sholat disini ya?" Ucap Sherly yang bingung harus gimana cara jelasinnya.
"Hmh, dia agak aneh.gue curiga ada sesuatu nih!"Bisik Geri pada Dika.
"Udah turutin aja, pasti dia ngelakuin ini ada sebabnya"kata Dika kepada mereka semua yang pasti bertanya tanya dalam hati.
Mereka pun berjamaah di ruang perawatan Indra.dan Sherly sendiri keluar dari ruangan itu.
"Gue tau elu pasti kecewa!tapi kalo elu tau yang sebenarnya, pasti elu sangat kecewa.gue juga gak mungkin mencelakai elu dengan kemampuan gue Ren, gue sayang sama lu semua" Gumam Sherly yang sedang duduk di bangku tunggu lorong Rumah Sakit sambil menundukkan kepalanya dan memijat dahinya dengan tangan.
"Lagi bingung ya?"Tanya seseorang yang baru datang dan duduk di samping Sherly.
"Iya nih, gimana ya cara ngejelasin sama mereka semua?"Kata Sherly yang tetap dengan posisinya.
"Bilang aja terus terang, gampang kan!"Ucap orang itu lagi.
"Gak segampang itu kali, soalnya ini menyangkut keselamatan sahabat gue dan semua yang ia sayangi"Tutur Sherly yang mendapat tepukan di bahu oleh seseorang.
"Sedang apa lu?ngomong sendirian gak jelas gitu?"Tanya Dika yang datang dengan kursi roda.
"Hah"Sherly terkejut mendongakkan kepalanya menatap Dika,"Eh elu Dik?kenapa?"Tanya Sherly balik.
"Di tanya malah balik nanya!elu tadi ngomong ama siapa sih?"Dika mengulang pertanyaannya.
"Tadi gue lagi ngomong sama.....sama siapa ya barusan?"Tanya Sherly sambil menengok kanan kirinya yang tidak ada siapa pun disana.
"Mana gue tau, elu ngomong ama siapa?justru itu yang gue tanyain!" Seru Dika pada TTN (teman tapi ngarep)nya.
"Gue juga gak tau sih, hehehe.."Kata Sherly sembari cengengesan.
"Dasar, kebiasaan lu!"
"Oh iya Dik, elu kenapa kesini?bukannya lagi ikut berjamaah ya?" Tanya Sherly.
__ADS_1
"Udah selesai gue, yang lain masih wiridhan.eh tau gak sih lo?tadi gue liat tangan si Indra gerak tapi..."
"Indraaaaa"Jeritan Iren menghentikan perkataan Dika, yang akan bercerita karena keanehan Indra.membuat mereka bergegas masuk ke ruangan.
"Ada apa ini?"Tanya mereka berdua.
"Masya Allah!"Seru Dika yang melihat Indra berdiri dengan mata yang melotot, wajah yang pucat pasi dan meliuk-liukan kepalanya sambil menjulurkan lidahnya.
"Sial, gue kecolongan!"Seru Sherly.
"Kecolongan?jadi maksud diam lo itu, ini?" Tanya Iren yang baru mengerti maksud sahabatnya itu dan Sherly hanya mengangguk.
"Ini maksudnya apa?"Tanya mereka yang bingung dengan keadaan ini semua, dan si Emak hanya menangis.
"Jadi menurut penglihatan Sherly, kalo jiwa Indra terperangkap di kamar 108.yang dekat kamar perawatan kapten Hendri.saat kami menengoknya tadi siang"Tutur Iren sedih mengingat kejadian tadi siang.
"Terus apa yang terjadi pada tubuh anak Emak?"Tanya Ibunya Indra di sela tangisnya.
"Tubuhnya di masuki roh jahat, yaitu siluman ular.dari tadi dia ingin menguji kesabaranku"Tutur Sherly dengan tegas, dan Iren pun terkejut dengan penuturan sahabatnya.
"HAHAHA....TERNYATA AKU BENAR! KAU MAMPU MELIHATKU DENGAN MATA TERBUKA"Ucap makhluk itu dengan tawa yang menggelegar.
Makhluk yang ada di tubuh Indra itu melompat dari ranjang dan akan menerkam Sherly,namun terhalangi tubuh Geri yang tinggi dan tegap.
Dengan sigap, Geri memegangi tubuh Indra yang meronta saat mendekat.
"Ini gimana Sherly?si Indra makin ngamuk aja"Kata mereka.
"Iket dia Ger, lalu kalian semua mengaji. pada bawa Al-Qur'an kan?" Perintah Sherly pada mereka.
"Di ikat, tapi anak emak gak bakal kenapa-napa kan?"Si Emak yang sedih dengan keadaan anaknya.
"Enggak mak, Sherly jamin"Ucap Sherly yakin.
Mereka pun mengikat tubuh Indra yang meronta dan mengamuk dengan tak jelas, kemudian mereka mulai membaca Al-Qur'an.
Melihat dia meronta dan ingin melepaskan diri, Sherly berkata "Teruskan.."Membuat makhluk itu mendelik ke arahnya."AWAS KAU MANUSIA SIALAN"Jeritnya.
"Neng Sherly, makhluknya akan segera keluar nih!gimana?apa kita masukin kedalam botol atau.."Tanya Ustadz Syafei yang di potong oleh Sherly cepat.
"Masukin pak, kita tidak bisa membiarkan dia melapor kepada pemimpinnya!"Seru Sherly.
"Kalau begitu ayo, kita tangkap dan kurung dia!"Kata Abahnya Indra.
Mereka pun melanjutkan mengajinya dan kedua Pak Ustadz yang bersiap dengan do'a-do'anya serta Sherly yang siap menangkap roh jahat itu.
"Aaaaakkhhhh.."Jeritannya menggema di seluruh ruangan itu.
Roh itu keluar dari raga Indra dan langsung di tangkap Sherly dibantu oleh kedua Ustadz.
"Gue gak akan lepasin lu, makhluk terkutuk"Kata Sherly dengan mencengkram tangannya.
"LEPASIN AKU GADIS CANTIK.JIKA KAU MELEPASKANKU,AKU JANJI AKAN MEMBERIMU KEKAYAAN YANG BERLIMPAH"Kata makhluk itu.
"Kau merendahkan ku?orang tuaku sudah cukup kaya, dan aku tak butuh kekayaan darimu."Jelas Sherly.
"Ayo neng, kita masukin dia ke suatu wadah!"Seru pak Ustadz kepadanya.
"Ger, cariin sesuatu buat mengurung roh jahat ini!"Pinta Sherly pada Geri yang dengan cepat melakukannya.
"Ini Sher,"Kata Geri menyerahkan botol kecil bekas obat sirup, walaupun ia tak bisa melihat sesuatu di depan.
"Buka tutupnya Ger, arahkan kesini" Pinta Sherly lagi yang dituruti Geri.
"Tapi ingat, elu harus pegang dengan kuat itu botol.jangan sampai lepas!" Kata Sherly mengingatkan Geri.
__ADS_1
"Oke!"
Dengan susah payah dan di bantu Do'a kedua Ustadz, Sherly menarik dan mendorong roh jahat itu masuk ke dalam botol kecil.
Tanpa mereka sadari, sosok lain menyaksikan kejadian itu dan pergi dari sana untuk melaporkan pada pemimpinnya.
"Gawat, ada yang lain datang!biar aku kejar dulu ya?"Seru Sherly yang merasakan hawa jahat selain roh yang dimasukan ke dalam botol itu.
"Ingat!jangan pernah keluar dari sini dan teruskanlah mengaji dan berdo'anya.biar kita bisa selamat dari sini"Ucap Sherly sebelum pergi.
Sherly pun berlari keluar dan mengejar roh jahat itu.
"Ger, kejar Sherly.gue khawatir dia sendirian!"Seru Dika pada Geri yang langsung dituruti.
"Sher, tunggu!"Teriak Geri yang berlari mengejar Sherly.
"Elu kenapa ikut gue?"Tanya Sherly.
"Gue mau nemenin lo!"Jawab Geri dengan terengah-engah."Suasana Rumah sakit ini kok sepi ya?gak kaya kemaren deh!"Tanya Geri yang berjalan mengikuti Sherly.
"Waktu kita udah di kendalikan mereka Ger,"Bisik Sherly yang sudah melihat keanehan."Sebenarnya kita udah masuk dunia mereka, saat kita keluar dari kamar perawatan Indra" Jelas Sherly yang tahu kalau Geri pasti akan bertanya lagi.
"Gila, secepat itu?"Tanya Geri lagi yang diangguki Sherly.
"Kemari lah"Ajak Sherly untuk bersembunyi.
"Itu ada dokter dan suster, mereka kelihatan biasa aja deh Sher!"Seru Geri yang tak melihat keanehan sedikitpun dari mereka.
"Mereka semua sudah jadi mayat Ger!melihat dari fisiknya, mereka sudah mati sepuluh tahun lalu"Jelas Sherly membuat Geri melongo.
"Apa?sepuluh tahun?gila"Pekik Geri yang mendapat tepukan di dadanya pelan oleh Sherly.
"Sssstttt...elu mau kita ketahuan mereka?"Sherly menempelkan jari telunjuknya di bibir sambil bertanya.
"Eh, iya gue lupa!"Bisik Geri.
"Ayo kita jalan lagi, tapi hati-hati ya?soalnya disini banyak setannya" Kata Sherly membuat Geri bergidik.
Mereka pun menuju kamar dengan nomor 108, yaitu kamar yang di huni para arwah gentayangan.
Saat semakin dekat dengan kamar itu, tiba tiba segerombolan hantu penasaran datang dari arah lain yang membawa arwah yang baru saja meninggal di Rumah Sakit itu.
"Astaga!apa itu Sher?"Tanya Geri ketakutan yang melihat penampakan mereka dengan berbagai bentuk."Kok gue bisa liatin mereka sih Sher?" Tanya nya lagi.
"Elu tuh ya, yang ini belom di jawab, udah nanya lagi."Kata Sherly dengan menolak pinggang."Itu namanya sebangsa siluman, mereka itu ada berbagai bentuk.tuh liat, ada siluman kera, ****, kelabang, buaya dan siluman ular kaya yang masuk ke raga Indra tadi.dan elu bisa liat karena kita masuk ke dunia mereka" Jelas Sherly pada Geri yang diam mendengarkan dengan seksama.
"Terus, gimana cara kita buat keluar dari sini dan bebasin rohnya si Indra, sedangkan yang jaganya kaya gitu semua?"Tanya Geri yang bingung.
"Udah lah ikutin gue aja, setelah kita ketemu rohnya Indra, kita buru-buru balik ke tempat tadi sebelum jam dua belas malam bahkan jangan sampai lebih.jika lebih, kita akan terperangkap disini bersama mereka" Jelas Sherly yang dimengerti Geri.
"Ayo!"Serunya sambil melangkah.
Setelah menunggu para roh jahat itu pergi, Sherly dan Geri mengendap-endap mendekati kamar 108, mereka berdua mengintip dari balik pintu kaca kamar itu.terlihat roh Indra yang duduk dan di siksa oleh roh jahat itu tanpa ada pemimpinnya.
Mereka cuma terdiri dari siluman dan para hantu dengan bentuk yang menyeramkan.saat akan membuka pintu itu, tiba tiba ada yang mau keluar dari ruang membuat mereka harus bersembunyi.
"Gawat, ada yang mau keluar!kita ngumpet di sini aja Sher"Ajak Geri menarik tangan Sherly masuk ke dalam kamar depannya.yang ternyata kamar perawatan Hendri.
"Eh, kaya kenal gue?"Dia nampak berpikir."Bukannya itu kapten Hendri ya?"Tanya Geri sambil menunjuk orang yang sedang duduk sendiri.
***Bersambung....
Like, komen, vote, favoritkan dan share
jangan lupa follow juga ya.
__ADS_1
Hatur nuhun😘😘***