
Malam begitu sunyi, bunyi hewan malam terdengar saling bersautan.
Entah apa yang terjadi, tapi malam ini begitu terasa berbeda dari malam-malam sebelumnya.
Di depan sebuah rumah warga, terdengar bunyi gonggongan anjing seperti sedang memergoki sesuatu di atas rumah itu.
"Ooeeeek..oooeeek...."Terdengar tangisan bayi dalam rumah warga.
Ibu sang bayi berusaha mendiamkannya dengan cara menyusuinya, namun bayi itu tetap tak mau diam, malah menangis semakin kencang.
"Kenapa sayang?ada apa denganmu, cup..cup..anak manis.jangan rewel ya nak," Ibu sang bayi terus menimang-nimang anaknya.
"Ayah kamu belum pulang, lagi. kemana sih dia?mana sepi banget ini malam!"Ia terus menimangnya sampai tangannya terasa pegal.
"Gog..gog..gog"Anjing itu terus menggonggongi rumahnya.
"Hargh..hargh..aauuuu"Suaranya semakin kencang sehingga terdengar berisik mengganggu penghuni rumah.
Bayi yang sudah diam karena timangan ibunya pun kembali menangis, bayi itu seperti tahu akan kehadiran makhluk lain. sehingga ia tak henti-hentinya menangis sampai suara tangisnya terdengar lirih.
Kasihan..
Tok..tok..tok..
Terdengar pintu depan di ketuk sangat keras, sehingga membuat ibu sang bayi terkaget.
"Ayahmu sudah pulang nak, ibu buka pintu dulu ya?"Ia pun meletakkan bayinya di ayunan bayi, dan membukakan pintu untuk suaminya yang pulang.
Ketukan itu semakin keras seperti tak sabar untuk di buka.
"Sebentar, sabar dong!"Ibu itu melangkah lebih cepat karena ketukan pintu yang terdengar terus.
Ceklek,,Krekettt..
Kunci pun di putar dan terbukalah pintu. Namun, disana tidak ada siapa pun.
"Eh, mana orangnya?kok gak ada siapa pun sih disini?"Ia terus menengok kesana kemari mencari orang yang mengetuk pintu tadi.
"Siapa ya?"Tanya nya sambil mencari seseorang di luar.
"Ayah, apa itu kamu?"Ia pun memanggil suaminya.Namun tak ada jawaban dari siapa pun.
"Aneh, tadi ketuk pintu gak sabaran, sekarang malah gak ada orangnya?Hemh, iseng saja sih!"Ia pun berbalik arah dan menutup pintu serta menguncinya kembali.
Saat ia akan menuju ke kamarnya, sesuatu mengalihkannya kembali.
Kriing..kring.
Terdengar bunyi telpon rumah berdering, membuat ia berhenti di ruang tamu dan mengangkat gagang telpon itu."Hallo!"
"Hallo bu, ayah tidak pulang malam ini karena harus kerja lembur. Di kantor lagi banyak kerjaan, paling bisa pulang subuh. Kamu tidak apa-apa kan jika di rumah berdua?"Tanya suaminya di ujung telpon.
"Lembur, kok ngedadak sih yah?"Tanya istrinya.
"Iya bu, mau gimana lagi, sudah tugasnya."Suaminya sedih.
"Tapi, sebenarnya ayah khawatir kalian di rumah berdua saja.hati ayah gak tenang, apa ayah minta izin pulang saja sama bos?" Ia seperti merasakan akan terjadi sesuatu.
"Ooh, gitu yah?ya sudah kalau ayah mau lembur, kita enggak apa-apa kok!"Ucapnya menenangkan hati suaminya.
"Kalau ada apa-apa, ibu minta tolong tetangga saja!"Lanjutnya.
"Baiklah kalau begitu, hati-hati di rumah ya bu.kalau ada apa-apa cepat hubungi ayah atau minta tolong tetangga.ya bu?"Kata suaminya sebelum memutus panggilannya.
"Hahh,"Ibu itu pun menghela napas panjang, ia melangkah kembali ke kamarnya untuk melihat bayinya.
Suara gonggongan anjing pun terdengar terus menerus seperti memberitahu kedatangan seseorang.
"Oeeeek...oooeeeeek..."Terdengar suara tangisan bayinya lagi.
Ia pun mempercepat langkahnya.
__ADS_1
Namun, saat pintu kamar terbuka, betapa terkejutnya ia dengan apa yang di lihatnya. Sosok berambut panjang gimbal dengan pakaian merah, kuku panjang yang hitam, serta wajah yang menyeramkan dengan seluruh wajahnya berwarna merah darah dan matanya yang hitam melotot ke arahnya dan makhluk itu pun menggendong bayinya.
"Aaaaaaaaa.."Ia terkejut dengan kehadiran makhluk halus di depannya yang sedang menggendong bayinya.
Bayi itu menangis tak henti-hentinya di dalam gendongan makhluk itu.
Makhluk itu menyeringai dan melayang, keluar melalui jendela kamar yang terbuka oleh tiupan angin dari mulutnya.
"To..tolong...tolong...bayiku..tolong bayiku" Ibu itu berteriak kencang namun tak ada yang mendengar.
Ia pun berlari keluar rumahnya dan berteriak."Tolong..bayiku..."Ia berusaha mengejar makhluk itu.
Seorang warga yang mendengar teriakan pun keluar dari rumahnya, ia mendapati si ibu sedang menangis sambil berteriak "Tolong bayiku".Ia pun menghampirinya.
"Ada apa bu?"Tanya orang itu.
"Bayiku, pak.bayiku di ambil makhluk halus, hiks..hiks"Tutur ibu itu sambil menangis.
"Makhluk halus seperti apa bu?"Tanya orang itu.
"Seluruh wajahnya merah seperti darah, matanya hitam.pokoknya menyeramkan lah pak, makhluk itu mengambil bayiku pak. Tolong, selamatkan bayiku?"Ibu itu terus memohon.
Orang itu pun berlari ke arah pos ronda.ia langsung memukul kentongan dan membuat suara gaduh, sehingga para warga keluar dari rumahnya.
"Tong..tong..tong..
Suara kentongan terdengar nyaring.
"Ada apa ini?"Para warga yang keluar berlarian menghampiri.
"Ibu-ibu, bapak-bapak.pengumuman. Di kampung kita ini ada seorang ibu yang kehilangan bayinya, bayinya di culik sama kuntilanak merah."Tutur si bapak membuat para warga bergidik takut.
"Memangnya benar, bayinya di culik kuntilanak merah?"Warga yang tak percaya dengan perkataan orang itu.
"Benar bu, pak, bayi ibu ini yang jadi korbannya.barusan saja kuntilanak merah itu membawanya ke arah sana.mari, kita bantu untuk mengambil bayinya kembali. Sebelum jadi korban"Kaya orang itu.
"Ayo, kita cari kuntilanak merah itu!" Mereka pun berbondong-bondong untuk mencari bayi yang di culik makhluk itu.
Mereka pun segera menghampirinya.
"Ada suara bayi menangis, tapi dari mana ya?"Mereka celingukan mencari kesana kemari.
"Ooeeeek..oooeeeek"Suara tangisan bayi itu terdengar lagi.mereka pun segera mencari keberadaannya.
"Sepertinya di atas pohon ini deh!"Kata salah satu warga.
Mereka pun mendongakkan kepalanya ke atas.
Nampak sosok itu sedang berayun kaki sambil menimang bayi itu.
"Itu bayinya sedang di timang sama kuntilanaknya?"
Saat mereka terus menatap ke atas, tiba-tiba, mis kun itu menoleh ke arah mereka. Terlihatlah wajah yang menyeramkan dari makhluk itu, ia menyeringai dengan menampakkan gigi taringnya dan membuat semuanya ketakutan.
"woooaaaaaaa"Mereka berlarian karena takut melihat wajah seramnya.
"Hihihiiiiiii"Terdengar tawa makhluk itu dengan nyaring sampai masih terdengar walaupun sudah beberapa puluh meter.
Mereka bergidig ngeri mengingat senyuman makhluk itu.
Semenjak kejadian itu, tak ada yang berani lagi meninggalkan bayi atau anak-anak mereka sendirian lagi.Mereka terlalu takut jika anak mereka jadi korban penculikan kuntilanak merah itu.
Kejadian aneh menimpa warga lain di komplek perumahan sebelah.
"Ciak..ciak..ciak"Suara anak ayam terdengar di malam yang sunyi.
"Ada suara anak ayam, malam-malam begini"Seorang gadis terbangun dari tidurnya.
"Siapa sih yang lupa gak masukin anak ayam ke kandangnya?"Gerutunya karena kesal dengan suara anak ayam yang mengganggunya di tengah malam.
Diliriknya jam dinding yang sudah menunjukan waktu jam dua belas pas.
__ADS_1
"Kok merinding sih?"Ia bergidig saat melihat jam sudah menunjukan larut malam, ia pun enggan untuk melihat anak ayam yang berbunyi di dekat jendela kamarnya.
"Ciak..ciak..ciak.."Suara anak ayam itu tak mau berhenti, berbunyi terus menerus dan mengganggu tidur gadis itu.
Tapi karena anak ayam itu terus berbunyi, ia pun kesal dan membuka jendela kamarnya.
"Anak ayam siapa sih, malem-malem gini bunyi mulu.masukin kandang kek, gangguin orang tidur saja!"Gerutu gadis itu yang kesal karena gangguan suara anak ayam.
Ingin rasanya ia menendang anak ayam yang berisik itu, atau melemparnya ke pemilik ayam yang lupa memasukkan anak ayamnya sehingga tertinggal satu dan mengganggu orang tidur.
Saat jendela di buka, bukan anak ayam yang terlihat di depan jendelanya. Namun, sosok menyeramkan berwajah merah bermata hitam, dengan rambut panjang dan kuku panjang hitamnya, sedang menatapnya dan menyeringai menampakkan senyumnya yang menyeramkan.
"Huaaaaaa...mamaaaaaaa"Gadis itu berlari setelah membanting jendela dengan keras menimbulkan suara yang cukup nyaring.
Ia tak perduli jika kaca jendela pecah, yang ia perdulikan hanya rasa takut jika makhluk itu masuk dan mencekiknya.
Ia menggedor pintu kamar ibunya dan menceritakan kejadian yang menimpa dirinya barusan.
Teror kuntilanak merah pun terjadi di area perumahan dekat danau itu.semua komplek perumahan yang mengelilingi danau itu, menjadi korban teror kuntilanak merah.
Para warga ketakutan dengan teror makhluk menyeramkan itu, semuanya tak ada yang berani keluar rumah atau membukakan pintu untuk tamu setelah lewat jam delapan malam.
Komplek perumahan pun terasa sepi saat malam hari, tak ada orang yang sekedar nongkrong di pinggir jalan, atau keluar rumah dan sekedar bertamu.
⚘⚘⚘
Seorang pemuda melintasi jalan pinggir danau, ia pulang setelah mengantarkan mobil pelanggan yang berada di area perumahan dekat danau.
Ya, siapa lagi kalau bukan Geri. karyawan teladan di bengkel mobil Indra.
Ia melintasi dengan motor yang di kasih pinjam oleh warga komplek perumahan itu.
Saat melintasi pohon besar ujung jalan dekat danau itu, motor yang di bawa Geri terasa berat dan tak mau bergerak.
Mesin motor yang tiba-tiba mati, membuat ia menggerutu kesal.
"Hadeuh, kenapa sih nih motor? tadi kan baik-baik saja, kenapa tiba-tiba mati?"Ia pun turun dan mengecek kondisi motor.
Dibukanya jok motor, siapa tahu ada kunci untuk membetulkannya, namun tak ada satu pun kunci di sana.
"Nih orang ketahuan, gak pernah bawa peralatan buat benerin kendaraan.berarti dia ngandelin orang terus buat benerin motornya!"Geri terus memperhatikan kerusakan motor, namun tak ada yang rusak.
"Aneh, gak ada masalah.tapi kenapa mati?" Ia pun mencoba menyalakan kembali, namun tetap tak bisa nyala.
"Huuch, kalau tahu begini.gue nganterinnya besok saja.mana sepi lagi disini,"Ia terus menggerutu kesal.
"Hadeuh nasib, coba kalau gue tadi nurutin si Sherly, enggak bakal sial kaya gini dah!" Geri pun menuntun motor itu sepanjang jalan.
"Kenapa gak ada orang satu pun yang lewat?padahal ini jalanan biasanya rame, ini juga baru jam delapan lewat sepuluh."Ia terus bekata sendiri.
"Tadi juga yang punya mobil aneh, masa gue ketuk pintu dia ngintip dulu.gak langsung bukain pintunya.hemh, ini komplek aneh banget"Ia terus menuntun motor itu.
"Berat banget sih ni motor?apa orangnya gak ikhlas minjemin ke gue?"Batinnya, namun ia tak berkata apa-apa.ia terus berjalan dan berusaha menuntun motor itu.
Sesampainya di depan sebuah rumah kosong, motor itu terasa enteng kembali.
"Apa-apaan ini motor, tadi berat banget dan mesin pun mati, sekarang jadi normal lagi.jangan-jangan mesinnya bisa di hidupin lagi nih?"Geri berhenti dengan napas yang ngos-ngosan.
"Terima kasih bang, karena aku sama anak-anak sudah diizinin nebeng di motor abang"Suara yang mengejutkan Geri dari belakang membuat ia menoleh.
Saat Geri melirik ke belakang, nampak sosok berambut panjang dengan wajah yang merah, mata hitam dan berbaju merah.sosok itu pun menggendong dua bayi yang sudah ia curi dari warga.
"Whoaaaaaaa"Geri yang terkejut dan berteriak, ia pun berlari meninggalkan motor yang ia tuntun tadi.
Tak perduli mau motor itu di ambil orang atau rusak.yang pasti, ia harus menyelamatkan dirinya dari sosok makhluk menyeramkan itu.
"Hihihiiiii"Suara cekikikannya masih terdengar Geri sampai ujung jalan komplek perumahan itu,
Tak perduli apapun, Geri terus berlari ke luar komplek sampai ke jalan raya.
Sebuah mobil melintas saat Geri berlari, ia tak melihat ada sebuah kendaraan melaju ke arahnya.karena saking takutnya, ia tak fokus menatap jalan.
__ADS_1
"Aaaaaa"Teriak Geri saat mobil itu melaju dengan kencang ke arahnya.