
"Sayangnya mama udah bangun kan?"Seorang wanita paruh baya mendekati ranjang tempat tidur anaknya.
"Hai tampan, kenapa jam segini belum bangun?Ini sudah lewat waktu buat ke mesjid lho?"Mama menggoyangkan tubuh anaknya yang terbaring dengan selimut tebal yag melilit tubuhnya.
"Eemmhh, aku masih ngantuk ma.Nanti aku shalat di rumah saja deh!"Ia tak mau bangun dan tak bergerak sedikit pun.
"Owh, ya sudah.mama sama papa mau pergi saja.Kami gak mau punya anak yang selalu meninggalkan kewajibannya."Mama cemberut dan berdiri kemudian melangkah pergi.
"Aku bangun ma..aku udah bangun!"Anak itu langsung berdiri dan berlari memeluk ibunya.
Ibunya pun tersenyum di balik wajahnya yang membelakangi.
Ia pun berbalik dan memeluk anaknya.
"Nah, gitu dong!Anak mama sama papa tuh gak boleh malas, apalagi menjalani kewajibannya."Di elusnya kepala anak semata wayangnya itu.
"Ayo, papa nunggu kamu di bawah.kita ke mesjid sama-sama!"Ajak mama dengan menggandeng tangan putranya.
Anaknya pun mengangguk."Iya ma."Ia pun berjalan mengikuti tarikan tangan sang ibu.
Menuruni tangga lantai dua dan berjalan ke luar rumah.
Di teras rumah, sudah berdiri seorang pria paruh baya yang tinggi dan tampan.
"Hai jagoan papa, kenapa telat bangun hemh?"Papa mengulurkan tangannya ke arah sang anak.
Anaknya pun menyambut uluran tangan papanya."Aku semalam gak bisa tidur pa, semalam banyak sekali yang mengganggu ku" Tutur anaknya dan kedua orang tuanya pun seketika saling pandang.
"Sabar ya sayang, mama sama papa akan berusaha untuk menjauhkanmu dari mereka."Mama mengelus kepala putranya.
Anaknya terlihat sangat sedih.Ia selalu murung setiap kali kejadian itu menimpanya.
"Hemh, dari pada mikirin itu terus, kita ke mesjid yuk!"Ajak papa mengalihkan perhatian mereka dengan menggandeng tangan kecil itu.
Ia pun mendongakkan kepalanya sambil tersenyum.
Mereka berjalan menuju mesjid terdekat dan melakukan kewajibannya di sana.
Setiap hari mereka selalu seperti itu.Tak pernah telat ataupun tak hadir.Kebiasaan itu di terapkan sang ayah untuk melatih anaknya supaya beriman dan bertaqwa kepada tuhan.Menjalankan kewajiban sesuai syariat.
Anak itu tumbuh menjadi sosok terdidik dan berkepribadian yang sopan dan bertutur lembut.
Namun, suatu kejadian menimpanya.
Malam itu, sang ayah terlihat cemas saat pulang dari mesjid setelah menunaikan shalat tahajud di sana.
Sang ayah berlari masuk ke dalam rumah dan mengunci setiap pintu rumah.
Ia masuk dan memeluk tubuh putranya yang sedang tertidur dan menggendongnya ke kamar serta menidurkannya di samping sang istri.
Istrinya terkejut saat suaminya datang dengan perasaan gelisah dan raut wajah yang tegang.
"Ada apa mas, mengapa kamu terlihat tegang?"Istrinya langsung duduk dan memeluk putranya yang masih tertidur pulas.
"Kita harus secepatnya melepaskan dia dari ini semua.nyawanya dalam bahaya."Tutur suaminya.
"Memangnya apa yang mengancam dia sekarang?"Tanya istrinya.
"Mereka menginginkan keabadian, maka dari itu mereka menginginkan anak kita untuk menjadi tumbalnya."Jelas suaminya.
"Kamu tahu dari mana mas?"Istrinya penasaran dengan itu.
"Aku barusan shalat tahajud di mesjid, seseorang mendatangiku dan mengatakan untuk menjaga anak kita.Dia bilang sesuatu akan terjadi kepadanya, dan kita harus menjauhkannya dari apapun itu"Tutur Suaminya.
"Siapa itu?"
"Aku juga tidak tahu.Ia seorang kakek berjanggut panjang dan memakai sorban serta jubah berwarna emas.Ia mengatakan sesuatu kepadaku setelah itu ia pergi dengan mengucapkan salam!"Suaminya mengingat sosok itu.
"Apa dia sejenis jin atau apa?"
"Mungkin itu arwah leluhur kita sayang. Beliau memperingatkan kita supaya menjaga anak kita dengan baik.Karena kelak anak kita akan menjadi pemimpin."Jelas suaminya.
"Apa sebaiknya kita pindah saja dari sini?" Tanya istrinya memberi usul.
"Iya, kau benar sayang.kita pindah saja dari sini.itu ide yang bagus."Suaminya menyetujui usul istrinya.
"Baiklah, kita besok bersiap untuk pindah" Lanjut suaminya.
"Tapi, bagaimana dengan ayah?apa ayah akan setuju kalau kita pindah dari sini?" Suaminya tampak bingung dengan pertanyaan sang istri.
"Kita bicarakan itu nanti setelah kita keluar dari negara ini."Ucap suaminya.
"Apa tidak ada cara lain untuk menjauhkannya dari semua ini?"Istrinya nampak sedih dengan memeluk dan menciumi kepala anaknya.
"Ada, kakek itu mengatakan dia akan terhindar dari semua ini setelah menemukan pasangannya"Jelasnya.
"Kapan?kapan anakku akan menemukan pasangannya?sedangkan sekarang dia masih kecil.Apa dia harus menunggu sampai dewasa dulu baru menemukannya?"Istrinya menjadi putus asa.
"Dia harus bersabar untuk itu.Lihatlah, tanda bulan sabit di keningnya ini."Suaminya menyinkap rambut anaknya yang menghalangi.
"Ini akan terlihat jelas setelah dia menemukan jodohnya"Itulah yang di bkatakan si kakek kepadanya.
"Terus, gadis seperti apa yang akan menjadi jodohnya nanti?"
"Gadis bertanda bintang di punggungnya." Kata suaminya singkat.
__ADS_1
"Apa kakek itu juga yang mengatakannya?"
"Iya, dia memberitahuku semua itu.Gadis itu yang akan jadi jodoh anak kita.Maka dari itu, kita harus segera menemukannya!"Kata sang suami.
"Tapi, dimana kita menemukan gadis itu?" Tanya istrinya bingung.
"Dimana pun dia berada, kita harus menemukannya secepat mungkin supaya menjauhkannya dari segala bahaya yang mengancam."Ia bersemangat.
"Anak kita tanpa gadis itu, akan terus di buru oleh makhluk halus.Begitu juga gadis itu tanpa anak kita.nyawa gadis itu juga akan terancam.Karena anak yang bertanda khusus seperti ini sangat diinginkan para iblis ataupun jin untuk menjadikan mereka abadi dan terkuat diantara kaumnya" Jelas suaminya.
Tanpa sadar, pembicaraan mereka di dengarkan oleh orang lain di sana.
Dia tersenyum setelah mendengarkan obrolan kedua orang paruh baya itu.Ia pun melangkah pergi dan masuk ke dalam kamarnya kembali.
"Bagaimana cara anak kita melindungi dirinya selama kita belum menemukan gadis itu?"Istrinya kembali bertanya.
"Aku punya senjata ampuh peninggalan orang tuaku dulu.Ini adalah senjata khusus yang digunanakan untuk melawan Siluman, Jin, iblis, setan, ataupun hantu."Jawab suaminya.
"Ini adalah bambu kuning atau di sebut haur wulung.Tongkat kecil ini bisa membuatnya terhindar dari marabahaya."Lanjutnya.
"Baiklah kalau gitu, kita simpan ini baik-baik untuknya."Ucap istrinya.
Obrolan mereka sedari tadi di dengar oleh anaknya yang berpura-pura memejamkan mata.Ia mendengar setiap detil ucapan ayah dan ibunya tentang dirinya atau pun cerita tentang si gadis bintang itu.
Entah mengapa, rasa takut yang selalu menghampirinya saat makhluk-makhluk itu mendekati dan mengerumuninya pun berangsur hilang.Ia sekarang tak takut sedikit pun oleh gangguan para makhluk halus itu.
⚘⚘⚘⚘
"Papa, mama, aku sudah menemukannya.Dia sekarang berada di dekatku.Namun, sesuatu terjadi padanya hingga dia pun hampir kehilangan nyawanya.Itu semua karena salahku yang tak bisa melindunginya."Zidane sangat sedih.
"Pa, ma, kasih tahu aku bagaimana cara membawanya kembali ke kehidupannya.aku mohon!"Zidane menatap sebuah fhoto berbingkai di tangannya.
Tanpa sadar air matanya turun membasahi pipi.Ini kesekian kalinya ia menangis untuk seorang gadis yang selalu membuatnya kesal.
Diambilnya senjata peninggalan orang tuanya itu dari balik bajunya.Ia memperhatikan tongkat kecil berukuran lima puluh sentimeter itu dengan cermat.
"Aku masih tak percaya, bambu seperti ini bisa membuat para makhluk halus takut?"Ia membolak balikannya.
"Tapi, baru kali ini aku menggunakannya dan ternyata memang terbukti.Coba kalau aku menggunakannya dari dulu, mungkin aku bisa menyelamatkan banyak orang dari kejahilan makhluk halus."
Zidane yang fokus menatap benda peninggalan ayahnya sampai tak mengetahui kedatangan dua sosok yang masuk ke dalam kamarnya.
Mereka memandangi si tampan dengan seksama.
"Apa yang dia pikirkan sampai terlihat sedih seperti itu?"Tanya Sherly pada Nania dengan berbisik.
"Tidak tahu, mungkin dia merindukan orang tuanya.Tuh lihat, dia sedang memegang sebuah potret."Jawab Nania.
Mereka pun menghampiri Zidane yang sedang menghadap ke luar kamar.
Keduanya mengendap supaya tak ketahuan. Dengan tangan terulur dan diangkat ke atas sed
Namun, saat sudah didekatnya dan bersiap untuk mengejutkannya, tiba-tiba Zidane berkata.
"Mau ngapain kalian?"Ia berdiri dan berbalik ke arah mereka.
Keduanya pun terkejut dengan Zidane yang tiba-tiba berbalik.
"Kyaaaa..gubrag" Keduanya terjatuh saling bertindihan di lantai.
"Hei, dasar lu..minggir."Sherly mendorong tubuh Nania yang menindihnya karena ia paling depan.
"Iiih, kamu kok tetep galak sih?dasar hantu sementara"Rengek Nania sambil mencoba bangkit.
"Kenapa kalian datang kemari?"Suara Zidane kembali dingin dan datar.
"Cih, bisa gak sih lu kalau ngomong itu dengan tutur yang lembut dan hangat.Jangan datar dan dingin kaya layar televisi dong" Sherly mencibir ucapan Zidane.
"Aku memang seperti ini."Singkat dan padat ucapan Zidane.
"Haish, pantesan dia gak ada yang deketin. Taunya mereka takut pada kepribadian si king ice"Gumam Sherly yang masih bisa di dengar oleh Zidane.
"Cepatlah kau masuk lagi ke ragamu dan kembali menjadi manusia!"Kata Zidane tanpa menoleh ke arahnya.
"Memangnya kenapa?"Tanya Sherly.
"Kalau gue bisa juga udah gue lakuin, kali!" Lanjutnya.
"Karena dengan kamu yang seperti ini, aku tak bisa berbuat apapun pada mu"Zidane melirik Sherly sekilas sebelum ia berlalu ke kamar mandi.
"Hei, memang apa yang akan lu lakuin sama gue jika gue jadi manusia?"Ia mengekor di belakang Zidane dengan pertanyaannya.
Nania yang melihat Sherly mengikuti Zidane pun langsung menarik tangannya.
"Hei, kamu mau kemana?jangan ikutin dia!" Nania berusaha mencegah Sherly yang akan masuk untuk mengikuti Zidane.
"Minggir ah, gue penasaran sama jawaban si king ice!"Sherly terus mendorong tubuh Nania.
Dia masuk ke dalam kamar mandi dengan cara menembus tembok.
"Hei king ice, jawab pertanyaan gu...haaaaa" Ia menutup matanya menggunakan kedua tangannya dengan jari yang tak rapat.
Zidane terkejut dengan kehadiran Sherly yang tiba-tiba berada di dalam kamar mandi.
Zidane sedang membuka baju dan celananya saat Sherly masuk.Ia pun berbalik memunggungi gadis itu.
__ADS_1
"Hei gadis berisik, kenapa kamu masuk kemari?" Ia bertanya dengan membelakangi Sherly.
"Gu..gue tadi mau tanya tentang ucapan lu. Sorry, gue gak tahu kalau lu mau..."Ucapan Sherly di sela oleh Zidane langsung.
"Keluar, aku mau mandi."Potong Zidane dengan ketus.
Namun Sherly tetap diam tak mengerti. Mungkin otaknya ketinggalan saat dia bangun dari tidurnya.
Zidane melirik Sherly yang tak bergeming sedikit pun dari tempatnya berdiri.
Ia pun menggapai handuk dan menutupi bagian bawahnya dan melilitkannya di pinggang kemudian berbalik dan melangkah mendekati Sherly.
"Apa tubuhku sangat indah sehingga kamu memandanginya terus?"Zidane melangkah mendekat.
Namun Sherly belum sadar dengan pertanyaan Zidane.
"Hahh??"Ia mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Zidane yang sedikit basah.
"Apa karena roh kamu keluar dari ragamu dan sekarang kamu berubah jadi hantu mesum, hehh?"Lanjutnya lagi.
Perkataan Zidane menyadarkan Sherly yang sedari tadi menatap tubuh atletis Zidane.
Sherly tersadar dengan perkataan si king ice. Ia pun mundur dan berbalik.
"Gu..gue..gak sengaja"
Ia pun keluar dengan menembus tembok lagi.
Zidane terkekeh melihat tingkah Sherly yang menurutnya lucu.
"Dasar hantu mesum"Teriak Zidane dengan terkekeh.
Sherly keluar dengan wajah merah merona. Ia merasa sangat panas sehingga ia terus mengipas-ngipasi wajahnya.
"Haduh, sialan.kok bisa gue tadi diem mulu di saat seperti itu?"Sherly merutuki tingkahnya.
"Dodol..dodol..dodol.."Ia terus melangkah ke balkon.
"Huuh, aku kan sudah bilang padamu supaya jangan mengikutinya.Kau saja yang ngeyel." Cibir Nania.
"Bilang dong yang jelas kalau dia mau mandi. bukan cuma mencegah gue dengan menarik tangan gue doang!"Sherly cemberut sambil duduk di kursi balkon.
"Hei nona muda, aku kan tadi belum sempat ngomong.Tapi kamu terus mendorongku"Nania membela dirinya.
"Tapi, apa tubuhnya sangat keren sampai kamu lama di dalam sana, hehh?"Ledeknya.
Sherly melotot ke arah Nania dan langsung berdiri.
"Dasar lu, bisanya ngeledekin gue!"Ia bertolak pinggang di hadapan Nania.
Dan terjadilah keributan antara mereka.
Keduanya saling baku hantam dengan menjambak satu sama lain dan mereka pun kejar-kejaran saat salah satunya lepas.
Sampai suara teriakan Zidane menghentikan keduanya.
"Berhenti, kenapa kalian selalu saja ribut sih?"Suaranya sampai mengejutkan mereka.
"Bu..bukan gue yang duluan.Tapi dia"Tunjuk Sherly pada Nania.
"Hei, aku gak salah, ganteng.Dia yang duluan menjambak rambut aku.nih lihat, rambutku jadi rontok gara-gara dia tarik.huhuuu"Ia berpura-pura nangis sambil memperlihatkan helaian rambut yang tertarik oleh tangan Sherly.
"Pantas saja kamu menyebutnya si Machan, rupanya dia galak kaya macan!"Kata Nania.
"Hei genit, dasar aduan lu.Elu duluan kan tadi yang mulai menjewer kuping gue"Sherly pun mendorong Nania.
"Tuh kan, ganteng.Dia terus menganiayaku" Nania merengek manja.
"Idih, gitu aja ngerek.kaya anak kecil, lu." Cibir Sherly.
"Udah stop, aku pusing tahu sama kalian berdua.Saat kamu jadi manusia, kamu gak akur sama dia.Sekarang kamu cuma roh, kamu juga tetap selalu bertengkar sama dia. Bikin aku pusing saja" Ia duduk di sofa kamarnya.
"Yang satu hantu genit, satunya lagi hantu mesum.Harusnya kalian itu akur.Jangan berantem terus."Lanjut Zidane.
Sherly dan Nania menoleh karena perkataan Zidane barusan.
Keduanya melotot ke arahnya dengan kekesalan di hati masing-masing.
"Siapa yang kamu kata hantu mesum sama hantu genit?"Nania bertolak pinggang di hadapannya.
"Kamu hantu genit, dia hantu mesum"Jawab Zidane dengan santai menunjuk satu persatu.
"Apa??"Keduanya saling pandang kemudian menoleh ke arahnya.
"Hahahaaaaaa"Zidane tertawa puas karena sudah bisa meledek keduanya.
☆☆☆
**Pergi ke pasar membeli jamu,
Jamu di minum pake madu,
Jika kalian suka ceritaku,
Ayo terus hadir selalu.
__ADS_1
Terima kasih readers..😘😘😘😘**