Jodoh Sang Penguasa

Jodoh Sang Penguasa
Hantu Genit


__ADS_3

Kondisi Zidane yang tidak stabil, membuat ia tak bisa mengetahui sesuatu dengan pasti.ia tak dapat membedakannya.


Wajah cantik yang sedari tadi ia lihat sebelum gadis itu pergi untuk mencari obat, bibir merah yang sempat ia rasakan kemanisannya, tangan putih halus yang menyentuhnya dan melingkar di pinggangnya, tubuh kecil yang tadi memapahnya.kini gadis itu berada di depannya dengan kondisi yang berbeda.


Sosok wanita berbalut dress berwarna biru laut, kini sedang berdiri di depannya.ia terlihat sangat mengenaskan dengan keadaannya yang seperti itu.


Luka di wajah dan kaki yang tergigit oleh hewan buas dan hampir memutuskan kakinya sedang menatap Zidane dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Gadis berisik..!"


"Tidak...itu bukan kamu.tidak"Zidane menggelengkan kepala sambil memundurkan tubuhnya ke belakang.ia tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Sosok itu terus mendekat ke arah Zidane dengan tersenyum sambil mengulurkan tangannya.sosok itu berkata dengan serak, lirih dan datar."Ikut aku sekarang,supaya kita bisa bersama selamanya.ayo lah!"


"Kemana?aku harus ikut kamu kemana?"


Zidane bertanya dan menatapnya lagi.


"Ke tempat ku berada.ayo!"


Zidane merasa ada yang aneh dengan sosok yang ada di depannya itu.penampilannya semua memang mirip dengan gadis berisik yang membuat hatinya dag dig dug.


Namun, cara bicaranya sangat lah berbeda dari biasanya, gadis berisik itu selalu banyak bicara dan cenderung bertele tele membuat orang bertanya karena penasaran.sedang kan sosok yang ada di depannya ini sangat to the point sekali.


"Tidak, itu bukan kamu..pergi..pergiii..."


"Ini aku sayang, ayo lah.ikut aku"


"Dia tidak pernah memanggilku sayang, siapa kamu?"Tanya Zidane menyelidik.


"Hanya gadis bodoh yang tak memanggilmu sayang, mulai sekarang aku akan terus memanggilmu sayang.maka, ayo ikut aku pergi"


"Bohong, kau bukan dia.kau berbeda dengannya"Tutur Zidane


"Ini beneran aku, cinta pertama mu bukan?aku selalu setia bersamamu dan aku selalu ikut kemana pun kamu pergi.nyatanya, aku sekarang seperti ini karena demi melindungimu sayang.kemarilah, ikut aku"


Sosok itu terus mengulurkan kedua tangan ke arah Zidane berharap di sambut oleh lelaki tampan itu.


Saat sosok itu mendekat ke arahnya dengan cara melayang, semakin dekat dan tangannya menyentuh wajah tampan Zidane membuat lelaki tampan itu memejamkan mata sambil membacakan ayat suci al-qur'an.


Zidane terus melapalkan ayat ayat suci al-qur'an dalam hati, ia juga membaca istigfar dan syahadat.berdo'a dan meminta perlindungan kepada yang maha kuasa.


Matanya sudah terpejam cukup lama, namun ia tak merasakan apapun yang menyentuhnya sampai ia membuka mata.


Ia sangat lega sekali dengan keadaan di sekitarnya itu, tak nampak siapa pun di sana sampai ia mendengar bunyi sesuatu.


Kreeekkk...ssreeekk..


Suara seperti ranting yang terinjak dan dedaunan yang tersapu oleh langkah kaki.


Zidane menjadi lebih waspada setelah mendengar suara itu, ia bersembunyi di balik batu untuk melihat siapa kah yang datang dan mengikutinya ke tempat itu.


Seorang gadis memakai dress berwarna biru laut dengan robekkan di ujung bawah roknya, sedang berjalan mengendap masuk ke dalam gua itu.ia menengok kiri kanan seperti sedang mencari sesuatu.


Saat ia berbalik, tiba tiba...


Grepp...


Tubuh gadis itu di tangkap oleh Zidane, ia menarik kedua tangannya ke belakang.


"Aaaaaaa....sakit..sakit..sakit.."Jerit Shery yang kedua tangannya ditekuk ke belakang.


"Siapa kamu?apa mau kamu mengikutiku?" Zidane semakin kencang menariknya.


"Ish, sialan lu king ice, lepasin gue.sakit...!" Sherly terus meronta.


"Katakan, siapa kamu?"Bentak Zidane lagi.


"Elu gila ya?ini gue, mata lu buta apa?"


Zidane membalikkan badan Sherly dan menghadapkan ke depannya.ia menatap wajah cantik gadis itu.


"Kamu beneran si gadis berisik,kan?"Zidane menatap Sherly dengan penuh harap.


"Bukan!"Jawaban Sherly membuat Zidane melepaskan genggaman tangannya.

__ADS_1


"Gue bukan si gadis berisik, gue gadis cantik yang turun dari langit.datang dari khayangan dan keturunan dari raja langit"


Tanpa pikir panjang, Zidane langsung memeluk Sherly dengan erat membuat tubuh Sherly meregang.Zidane juga membelai rambut panjang yang pirang itu. "Syukurlah.."


"Haish..dasar orang aneh, tadi bentak sambil narik tangan gue.sekarang malah meluk tubuh gue.apa kepala elu kejedot?sampe jadi aneh?"Tanya Sherly yang masih ada di pelukan Zidane.


"Ekhem..ekhem"Zidane melepaskan pelukannya dan ia pun bersikap seperti biasa lagi, membuat Sherly cemberut.


"Dari mana kamu?bikin orang khawatir aja"


Suara yang dingin dan datar.


"Huchh..baru sebentar bersikap manis, udah dingin lagi.ckkk..dasar"Dengusan kesal Sherly membuat Zidane tersenyum dalam hati.ia tak mau menampakannya.


"Apa yang kamu bawa?"Tanya Zidane.


"Nih"Sherly mengangkat daun obat yang ia temukan di hutan."Dan juga ini!"Dia senang dengan apa yang di dapatnya.


Buah-buahan yang sudah matang dari pohonnya sangatlah enak dan menggiurkan.


"Ayo dimakan,"Sherly menyodorkan mangga dan apel.


"Buka baju lu"Kata Sherly membuat Zidane menyipitkan matanya.


"Kenapa?elu gak mau diobatin ya?"Dia tahu arti dari tatapan Zidane.


Tanpa bertanya lagi, Zidane langsung menarik ke atas kaos hitam yang ia pakai.


Perut kotaknya Zidane terlihat jelas sekali di depan mata Sherly, membuat ia langsung berpaling karena malu.wajah merah merona tak dapat ia sembunyikan.


Memang Zidane suka berolahraga, maka dari itu badannya sangat bagus dan six pack.


"Balikin badan lu"Sherly berkata tanpa melihat ke arahnya, Zidane pun tersenyum.


Tanpa Sherly sadari, Zidane malah sengaja mendekatinya.ia berdiri tepat di depannya.


"Ayo sekarang..."Sherly tak bisa berkata kata lagi saat tubuh seksi itu terekspose di depannya."Ke..kenapa elu ma..malah..men."


"Kenapa kamu gugup?bukannya tadi nyuruh aku untuk buka bajuku hehh?"Zidane nakal dengan cueknya bertanya pada Sherly.


Zidane pun berbalik badan, ia memperlihat kan punggung yang terkena luka goresan dahan dan ranting pohon di tebing itu.


"Wahhh..lukanya cukup dalam.seharusnya ini di jahit!"Sherly meneliti luka itu dengan menyentuh punggung Zidane.


Zidane sendiri tubuhnya meremang saat tangan Sherly menyentuh punggungnya dengan lembut dan sedikit mengusap.


Tahan Zidane, apa kamu mau menjatuhkan harga dirimu di depan gadis berisik ini?


"Tahan ya, obat ini cukup perih lho!jadi..."


"Kamu pikir aku ini kamu, yang bisanya meringis saat terluka sedikit saja"Ketus Zidane membuat Sherly sebel.


eeeuuuhhh..gue bejek bejek juga lu.Sherly yang kesal karena ucapan Zidane.


"Jangan menggerutu dalam hati ,tak baik tau"Zidane berkata seolah ia tahu isi hati Sherly yang sedang kesal.


Kok dia tahu sih?jangan jangan dia....


"Cepetan, keburu ada yang datang lagi"Dia sengaja berkata seperti itu supaya Sherly tak menggerutu terus.


Sherly pun menempelkan dedaunan yang sudah haluskan sebelumnya, kemudian dia tutup lagi pake kain.awalnya dia akan merobek lagi ujung roknya.namun Zidan menahannya.


"Jangan pake itu, rok sudah sependek itu masih mau di robek!pake kaos aku aja"Dia menahan tangan Sherly yang akan merobek roknya yang sudah di atas lututnya sedikit.


"Oohh..oke!"Tanpa ba bi bu lagi, Sherly langsung merobek kaos Zidane dan mengikatnya di punggung Zidane.


"Eh..lengan elu juga terluka.sini di obatin sekalian!"Ia langsung menarik pelan lengan Zidane dan menempelkan daun obat itu.


Melihat Zidane yang menggigit bibir bawah, ia pun tahu kalau itu sakit.punggungnya pun pasti begitu, tapi Sherly tak melihatnya.


Sherly meniup luka di lengan Zidane, lalu ia mengikatnya menggunakan robekan baju.


Zidane menjulurkan kakinya ke arah Sherly membuat ia mendongakkan kepala.


"Apa?"Tanya Sherly tak mengerti.

__ADS_1


Tanpa berkata, Zidan menarik celana jeans nya ke atas dan memperlihatkan betis yang terluka.


"Ya ampun, elu seneng banget terluka sih!" Sherly terkejut dengan luka goresan di kaki Zidane yang cukup parah.Ia pun langsung menumbuk dedaunan dan menempelkan di kaki Zidane yang terluka.


"Sudah beres deh,"Sherly mengikat kaki Zidane yang terluka.


"Elu gak mau berterima kasih sama gue?" Sherly langsung memojokkan Zidane dengan pertanyaan itu.


"Untuk apa?itu sudah jadi kewajiban kamu untuk menolong ku!"Zidane berkata dengan ketus dan datar.


"Cih, dasar tak tau terima kasih!"Sherly kesal dan berdiri, ia pun melangkah lalu menumpukan ranting yang kemudian ia bakar menggunakan dua batu yang di gesek.


"Wahh..ternyata kamu pintar juga ya?" Zidane memuji Sherly yang bisa melakukan itu."Tapi Sedikit.."Lanjutnya lagi.


Sherly tak menghiraukan ucapan Zidane, ia terus mengumpulkan ranting ke dalam tumpukan api kemudian ia duduk di dekat api itu.


Zidane yang melihat Sherly cuek, kemudian ia berdiri untuk mendekatinya.namun, ia tak bisa berdiri sendiri.karena luka itu terasa amat sakit."Sssttt.."Ia pun duduk kembali di tempatnya


Sherly yang melihat itu pun tak tega, ia berdiri dan menghampiri Zidane kemudian mengulurkan tangannya untuk di pegang Zidane.awalnya dia ingin memberi pelajaran pada cowok dingin itu.namun hati nuraninya tak bisa melihat orang lain kesusahan.makanya,ia pun menolongnya.


"Ayo berdiri, pelan pelan aja oke!"Tangan Sherly terulur ke arah Zidane.


Si king ice itu pun langsung menyambut uluran tangan Sherly, ia langsung berdiri perlahan dan berjalan dengan terpincang.


Mereka pun duduk di depan api yang di buat Sherly untuk mereka.


Hari sudah gelap dan hawa dingin mulai menyeruak ke dalam gua itu, membuat mereka menggigil.apalagi Zidane yang tak memakai pakaian atasnya.


"Bbbbrrrr....,dinginnya"Kata Sherly sambil menggosok kedua telapak tangannya.


"Elu gak dingin?"Tanya Sherly pada Zidane.


Zidane malah diam saja, ia tak menjawab atau menggeleng.membuat Sherly menoleh.


"Eh...elu kenapa?"Sherly mendekati Zidane yang diam terus sambil memeluk tubuhnya sendiri."Dingin ya?"Tanya Sherly lagi.


Zidane terus diam dan menatap ke depan sambil memeluk tubuhnya sendiri.


Sherly pun mengikuti pandangannya, di sana berdiri sosok hantu wanita dengan mata yang berbinar sedang menatap perut seksi Zidane sambil meneteskan air liurnya.


"Astaga, siapa lu?"Tanya Sherly saat melihat hantu wanita itu.


"Hihihiii...ganteng nya, Aaahhh...jadi pengen!"Seru hantu itu dengan nada manja membuat Zidane bergidik ngeri.


Hantu wanita itu tersenyum sambil memainkan rambutnya dengan melinting menggunakan jari telunjuknya.


"Hhhiiiihhhh"Zidane langsung bersembunyi di balik tubuh kecil Sherly."Usir dia"Kata Zidane di balik tubuh Sherly.


"Kenapa?kayaknya dia suka tuh sama lu!"


Sherly mulai iseng.


"Pokoknya kamu harus usir hantu itu, cepat"Kata Zidane yang masih bersembunyi.


Sherly malah semakin ingin menggoda Zidane, dengan sengaja ia menyuruh hantu wanita itu masuk ke dalam gua membuat Zidane menoleh ke arahnya dengan tatapan tajamya.


Sherly tak perduli dengan tatapan itu.ia tak menghiraukannya.


"Ayo masuk sini!"Kata Sherly tersenyum.


Tanpa di minta dua kali, hantu genit itu menghampiri mereka dan langsung menyentuh lengan Zidane namun di tepis si empunya.


"Apa yang kamu lakukan?"Zidane mundur setelah menepis tangan dingin itu.


"Hai ganteng, godain aku dong!hihiiiii"Hantu itu cekikikan dengan gaya genitnya.


"Ogah..."


******Bersambung..


Gimana...gimana...lanjut ga nih?


kalo mo lanjut, pastiin dong dukungan buat otor supaya otor selalu rajin buat upnya.


Dukungan dari klean semua adalah penyemangat buat otor.

__ADS_1


Terima kasih banyak atas semua yang sudah mendukung karya-karya otor..😘😘😘😘


__ADS_2