
Kapten Deni yang sedang berusaha mencari mereka yang hilang, terus bolak balik ke Rumah Sakit.karena takut mereka ada di sana.dan menjadi korban seperti sepuluh tahun lalu.
Dia mencari informasi tentang banyak korban yang hilang sepuluh tahun lalu.sama seperti Hendri dan juga menimpa Sherly dan Geri yang hilang saat malam itu.
Dia merasa takut, jika kejadian itu menimpa mereka juga.
Sepuluh tahun lalu.
Kejadian mengerikan terjadi di kamar 108.
Saat itu, ada seorang dokter dan dua orang perawat yang sedang berusaha menyelamat kan pasien yang penyakitnya aneh.kondisi pasien sangat mengenaskan.kulit tubuhnya mengelupas, tercium bau amis karena terus mengeluarkan darah dan nanah.
Dokter dan suster itu tak mengerti lagi harus melakukan apa.karena setiap mereka membungkusnya dengan kassa,kassa itu berubah membakar tubuh pasien.sehingga ia terbakar sampai menjadi abu.
Dokter dan suster itu tercengang dengan kejadian yang di saksikan kedua mata kepala mereka, mengapa sebuah kassa bisa membakar tubuh seseorang?pertanyaan itu berputar di kepala mereka.
Karena takut, mereka pun berlari ke luar. namun saat akan membuka pintu, sebuah tangan menarik mereka kedalam dan membanting tubuh mereka.
Jeritan terdengar dari arah kamar itu.
Ada beberapa orang yang mendengarnya, langsung menghampiri kamar itu, pada saat pintu terbuka.nampak tubuh Dokter dan Suster itu sedang di kerumuni oleh para siluman pemakan daging.
Mereka pun bergidik ngeri, melihat kejadian itu sampai lari terbirit-birit.tapi, salah satu siluman itu terlanjur melihat orang yang sudah memergokinya.dan dengan cepat, ia mengejar dan menghabisinya seperti nasib dokter dan suster itu.
Adapun yang selamat, tapi ia menjadi gila.
Ternyata, pasien yang coba di selamatkan dokter dan suster itu adalah seorang pengikut iblis, ia melakukan pemujaan dan pesugihan untuk mensejahterakan hidupnya sendiri.namun setelah beberapa kali ia tak memberikan tumbalnya, maka iblis itu mengambil nyawanya.dan menjadikan ia roh jahat yang haus akan darah, juga seorang pengikut setianya.
Semenjak hari itu, banyak kejadian aneh di Rumah sakit ini.banyak korban yang hilang karena masuk ke kamar itu.Ada yang melihat korban di bawa oleh seorang dokter atau suster, ada pula yang salah masuk ruangan dan ada yang mendengar jeritan tolong dari sana sehingga ia masuk dan tak kembali lagi.
Bertahun tahun kamar itu di kosongkan.tak pernah di buka lagi, namun mahluk tak kasat mata tetap bisa memperdaya penglihatan manusia.mereka menjebak dengan segala cara supaya mendapatkan korbannya.
Cerita simpang siur dari banyak orang, membuat misteri ini semakin rumit.ada yang menganggap sebuah kebetulan, ada yang bilang jika ini ulah setan pemuja itu,ada juga yang bilang bahwa ini sebuah kutukan Rumah sakit.
Namun yang pasti, mereka pun tak tahu dengan kejadian sesungguhnya.
Begitupun dengan Kapten Deni yang mendengar cerita separuh-separuh dari informasi yang ia kumpulkan.
Yang pasti ia menyimpulkan bahwa semua orang yang hilang tak kan kembali lagi.
Maka dari itu, ia menjadi khawatir dengan keadaan sahabatnya.yaitu Hendri.Kapten termuda dari kantor pusatnya.
▪▪▪▪
Geri bergegas menuju rumah orang tua Indra, dengan diantarkan Hendri dan Deni.ia ingin memastikan sendiri perkataan Kapten Deni.
Tanpa ia ketahui, roh Indra yang keluar bersamanya dari pembatas pintu alam ghaib..ternyata mengikuti mereka.
"Ndra, gue gak percaya lu udah mati.tadi kan kita keluar bareng dari sana"Kata Geri yang duduk di kursi penumpang.
"Iya Ger, gue belum mati.gue di sini sama lu kok!roh gue belum masuk ke tubuh asli gue" Kata Indra yang tak kelihatan dan tak kedengaran siapa pun.
"Pasti elu gak bakal ninggalin gue, gue yakin karena roh elu yang belum nyatu ke raganya kan?"Kata Geri lagi.
"Iya Ger, itu yang gue bilang"Kata Indra.
"Iya Ndra,pasti elu ngomong gitu.gue yakin itu"Kata Geri dengan serius.
"Iya bedul, tadi kan gue ngomong gitu"Kata Indra nyolot, padahal suaranya gak bisa di dengar sahabatnya itu.
Hendri cuma tersenyum di kursi samping kemudi.ia mendengar semua gerutuan Indra kepada sahabatnya yang tak bisa di dengar mereka.
"Si Geri saking stresnya kehilangan temen, sampe gitunya.nanya sendiri, jawab sendiri.hadeuh.."Kata Deni sambil menggelengkan kepalanya di kursi kemudi.
"Udah cuekin aja.emang kamu gak kasihan liat dia tersiksa gitu?"Kata Hendri, yang di maksud adalah karena Geri tak bisa melihat Indra yang duduk di sampingnya dengan wajah kesal.
__ADS_1
"Justru itu Hen, aku malah kasihan sama dia karena kehilangan temannya itu."Kata Deni lagi.
"Teman yang di maksud ada di sampingnya kok Den, kalian aja yang gak bisa lihat"Kata Hendri dalam hati.
"Eh kita udah sampai nih!"Seru Hendri.
"Ini rumahnya?kok gak ada bendera kuning?"Tanya Deni kepada Hendri.
"Kamu gak liat itu!"Kata Hendri menunjuk benda kuning melengkung di tiang pagar.
"Aih, aku kira itu apaan?tahunya bendera?kok kaya janur sih?"Kata Deni terkekeh.
"Itu emang bukan bendera, itu janur"Kata Hendri santai menanggapi pertanyaan Deni.
"Lho kok!bukannya orang ninggal itu rumah nya di kasih bendera kuning?kok janur kuning sih?kaya nikahan aja!"Tanya Deni bingung.
"Iya Den, ini emang rumah orang nikahan! kamu gak liat itu pengantennya?"Kata Hendri lagi.
"Kita kan bukan mau kondangan, tapi ngelayat?"Tanya Deni makin bingung.
"Siapa bilang mau kondangan?rumah Indra di belakang rumah ini, kapten Deni"Jelas Hendri yang baru di mengerti Deni.
"Ohh..bilang dong dari tadi, kirain kamu mau ngajak aku makan.hehehe..."Kata Deni cengengesan.
"Hadeuh...makan aja cepet!"Cibir Hendri.
"Yuk ah Ger, keburu mereka mengubur jasad Indra.berabe nanti."Kata Hendri mengejut kan kedua penumpang di belakang.
"Apa??"Pekik mereka bersamaan namun cuma terdengar satu oleh Deni.
"Whoa, kenceng bangat suara kalian!"Kata Hendri sambil menutup telinganya.
"Kalian?dia doang kali yang jerit, aku mah dari tadi diem anteng kok!"Kata Deni tak terima pernyataan Hendri.
"Kirain"
"Woy kalian berdua, ayo cepet.kita keburu telat ini!"Kata Geri yang sudah berada di luar mobil Deni.
"Sejak kapan dia keluar dari mobil?"Tanya Deni yang heran melihat Geri sudah berdiri di luar mobilnya.
"Sejak kamu nanya mulu dari tadi, dia udah turun"Tutur Hendri pada Deni.yang cuma ber Oh ria.
"Yuk cepetan, keburu dimakamkan!"Ajak Hendri yang langsung turun dari mobil.
"Emang kenapa?bukannya bagus kalo udah di makamkan?kita tinggal ke makamnya. beres kan?"Tanya Deni yang menikuti langkah Hendri.
"Kalo itu terjadi, bisa gawat!"Ucap Hendri.
"Apanya sih yang gawat?"Deni tak mengerti.
"Ah, kamu gak bakal ngerti."Jawab Hendri.
Mereka pun sampai di rumah orang tua Indra, dan lansung menemuinya.
Semua orang sudah berkumpul, dan sedang mengajikan surat Yasin untuk almarhum.
Jasad Indra terbaring di lantai di alasi tikar dan di bungkus pake kain kafan.setelah selesai di mandikan.
Isak tangis keluarga tak terbendung, mengingat sosok Indra yang periang dan sedikit manja kepada emaknya.baik hati, tidak sombong dan rajin menabung.katanya
😁😁
Keluarga terdekat sudah berada disana, bahkan semua keluarga para sahabatnya pun sudah ikut berkumpul untuk menyaksikan pemakaman Indra dan bertemu untuk yang terakhir kalinya.
Geri yang baru sampai disitu langsung menerobos masuk dan berteriak,memeluk jasad Indra yang terbujur kaku di tutupi kain dari atas sampai bawah.
__ADS_1
"Indra..cepet masuk lagi ke tubuh lu, jangan tinggalin gue.ayo, bangun Ndra!" Kata Geri dengan mengguncangkan tubuh Indra yang terbujur kaku.
"Jangan tidur mulu lu, ayo kita cari Sherly bareng-bareng!"
"Cepetan dodol, nanti keburu dia ilang. gimana coba?"Geri terus berteriak, Membuat semua orang yang sedang mengaji menjadi kaget karena teriakan dan celotehannya.
"Dia gila apa?"
"Wah, sahabat sejati.di tinggal mati temannya langsung setres"
"Sedih tau lihatin nya"
"Kasihan dia, masih muda udah gila"
Banyak lagi celotehan dari para tetangga Indra yang sedang melayatnya.melihat tingkah Geri seperti orang tidak waras.
Tapi bagi keluarga terdekat, itu membuat mereka sedih dan terharu.sampai menitik kan air mata."Hiks"
"Sabar to Le', cah bagus anak ma'e sing paling guanteng dewe'k!"Kata ibunya yang mengelus kepala anaknya."Ma'e ngertos, kowe sayang karo koncomu.tapi, ojo koyo ngonoh yo le'.ketone kowe koyo wong kenter.mending saiki relakno Indra ben tenang nengkono" Kata ma'e Geri lagi dengan lembut.
"Ya ora iso koyo kuwi ma'e, wong Indra tesih urip kok!"Kata Geri pada ibunya.
"Udah lah Ger, relain dia pergi ya.dia udah tenang di sana"Kata Dika sambil mengelus punggung sahabatnya.
"Elu percaya kan Dik, kalo dia masih hidup?" Tanya Geri pada Dika.
Dika yang mengerti kesedihan Geri,ia pun mengangguk pasti."Iya Ger, gue yakin Indra tetap hidup selamanya di hati dan pikiran kita."Ucap Dika lembut.
"Iya elu bener Dik, dia masih hidup.dan elu juga percaya kan Ren?"Geri beralih bertanya pada Iren.tapi Iren malah menangis semakin kencang"Huaaaa"
"Kenapa elu nangis gadis bodoh, dia masih hidup!elu gak percaya?"Kata Geri.
"Gu..gue..per..hiks..percaya hiks..gue..hiks sangat percaya!"Kata Iren sambil nangis.
"Jadi, kalo elu percaya kenapa nangis?" Tanya Geri pada Iren.
"Hiks..hiks..gue..hiks..huhuuuuu"Iren tak bisa berkata, cuma tangisan yang keluar.
Semua orang menjadi ikut bersedih, dan tanpa sadar menitikkan air matanya.
Sama, otor juga.lagi nulis, mata otor jadi berair.apa karena sedih atau karena ngantuk di paksain nulis?hadeuh..padahal otor udah tau ceritanya.
"Elu jangan mewek mulu Ren, Indra masih hidup.tuh liatin"Kata Geri menunjuk ke arah Indra yang bangun dari tidurnya.
Semua orang menoleh ke arah yang di tunjuk Geri, nampak Indra bangun dengan posisi sudah terikat dan di bungkus kain kafan.membuat semuanya terkejut dan berteriak histeris.
"Setaan" "Po..pocong" "Hantuu" "Juriiig"
Begitulah teriakan semua orang yang sedang melayat dan mengaji di rumah Indra.dan mereka pun berlarian tak tentu arah.
Ada yang saling bertabrakan, berpelukan, tersungkur di tanah karena tersandung, ada juga yang ngumpet di bawah meja,di balik gorden.yang lebih parah lagi, nyungseb di selokan depan rumah Indra.hadeuh... macam-macam deh kelakuan mereka.
Namanya juga kaget campur takut mah, sah sah aja ya gengs?
BERSAMBUNG..
KESEDIHAN AKAN DATANG SETELAH KITA KEHILANGAN SESUATU.
MAKA JAGALAH BAIK-BAIK APA PUN ITU.
***Ritualnya ya gengs, like, komen, vote dan favoritkan.jangan lupa follow.
Dukungan kalian selalu dinanti otor.
Terima kasih😘😘***
__ADS_1