Jodoh Sang Penguasa

Jodoh Sang Penguasa
Upacara penyambutan


__ADS_3

Setelah di obati di rumah Zidane,Sherly meminta izin pulang.walaupun Zidane tak perduli ya, tapi karena Sherly punya rasa sopan dan rasa terimakasih.makanya ia berpamitan pada si tuan muda dingin itu.


Dengan diantarkan oleh supir pribadi Zidane, Sherly pulang menuju rumah kediaman Grisheld.dia tidak tahu kejutan apa yang akan ia dapatkan saat pulang nanti.


Saat di perjalanan menuju rumahnya, ia tak sengaja melihat seorang wanita muda yang dalam keadaan hamil sedang duduk di pinggir jalan yang ia lewati.


Sherly memperhatikan wanita itu dari ke jauhan, terlihat dua orang pria menghampirinya.wanita itu di tarik paksa oleh mereka supaya mengikutinya menaiki mobil mereka.


Namun saat mereka masuk ke dalam mobil, tiba-tiba wanita itu melompat dari mobil dan terguling ketengah jalan.kepala serta perutnya yang besar itu terbentur ke aspal dengan sangat keras mengakibatkan pendarahan hebat dan ia pun meninggal di tempat.


Kedua pria itu begitu terkejut dengan aksi wanita hamil itu, mereka takut menjadi penyebab kematiannya.keduanya pun pergi dengan melajukan mobilnya dengan cepat di atas rata rata.meninggalkan tubuh yang tergeletak di atas aspal dengan bersimbah darah.


Sherly yang melihat itu menjadi tak tega.ia pun menghentikan supir pribadi Zidane yang mengantarkannya untuk pulang ke rumah.


"Stop pak, lihat itu!"Tunjuk Sherly pada supir pribadi Zidane.


"Wanita hamil itu terjatuh dan perutnya terbentur.kita tolongin dia"Pinta Sherly pada pak supir.


Pak supir pun menenoleh ke arah yang Sherly tunjuk, namun tak melihat apapun di arah yang di tunjuk itu.ia teringat dengan kata tuan mudanya."Ingat, jika dia meminta mu untuk menurunkannya di jalan apapun alasannya, kau tak tak boleh mengikuti permintaannya."Pesan si tuan muda padanya terngiang di pikirannya.


Ia pun berpura pura tak mendengarkan dan melanjutkan kembali perjalanannya.


Sherly yang merasa di cuekin pun mulai bertingkah.ia berteriak dengan kencang membuat pak supir kaget.


"Stooopppp.."Teriak Sherly memekak telinga.


Mobil itu mengerem dengan kencang membuat ban mobil berdecit dengan keras karena tergesek aspal jalan.


"Ada apa nona muda?kenapa anda berteriak kencang membuat saya kaget?" Tanya pak supir dengan sopan.padahal hatinya dongkol.hihihi.


Aduh, ternyata nona muda ini nakal juga ya.untung aku tidak punya penyakit jantung.kalau tidak?sekarang udah fyuhh.


"Bapak tidak mendengarkan apa yang aku bilang?tadi aku bilang ada wanita hamil yang jatuh dari mobil.kita harus menolong dan menyelamatkannya"Jelas Sherly.


"Dimana nona?tidak ada siapapun di tempat ini.lihat lah!"Kata pak supir.


"Itu di belakang...!Eh,kemana ibu hamil itu? bukannya tadi gue liat jelas kalau dia tergeletak di sana?"Sherly bingung dengan bertanya tanya pada dirinya.


(Kan udah si bapak bilangin,kalau gak ada siapa pun.dasar kamu aja yang ngeyel.)


"Tuh kan non, tidak ada apapun atau siapa pun disini?"Jelas pak supir.


"Iya pak, apa aku berhalusinasi ya?tapi tadi aku liat jelas kok kalau dia terjatuh dari mobil yang melewati kita tadi."Kata Sherly.


"Mobil?tidak ada satu mobil pun yang melewati kita non.cuma mobil ini saja yang lewat di jalur ini"Jelas pak supir bingung.


"Masa sih?apa aku salah lihat lagi pak?" Tanya Sherly bingung.


Pak supir cuma diam mendengarkan pertanyaan Sherly yang menurutnya aneh.


Ini tho yang di maksud tuan muda, jangan pernah menurunkannya di jalan.jika tidak. dia akan dalam bahaya!Haduh..untung saja


Pak supir mengelus dadanya lega.ia terus mengingat pesan tuan mudanya.


Ternyata Zidane sudah mengetahui jika Sherly pasti akan diikuti sesuatu hal, yaitu makhluk gaib.dengan karakter Sherly yang seperti itu, pasti banyak makhluk halus ingin mendekatinya.cuma sekedar minta tolong atau mengerjai dirinya supaya melawan mereka dan membahayakan nyawa Sherly.


"Hemh, ya sudah pak.jalan lagi deh!"Pinta Sherly pada pak supir.


"Baik nona"Ucapnya sopan.


Mobil pun melaju lagi meninggalkan area itu.


Tanpa mereka sadari, wanita yang di lihat Sherly tadi nampak tersenyum menyeringai, ia jadi tahu bahwa Sherly bisa melihat kejadian bagaimana dan dimana dirinya meninggal saat itu.


Wanita itu senang dengan fakta itu, ia pun melayang dan mengikuti mobil yang Sherly tumpangi.sampai ke kediaman Sherly.


Sesampainya Sherly di depan rumahnya,

__ADS_1


ia pun langsung turun dan berterima kasih pada pak supir yang mengantarkannya.


"Terima kasih pak, udah nganterin aku sampai di rumah"Ucapnya sopan.


"Ayo mampir dulu!"Ucapnya dengan akrab.


"Tidak nona.terima kasih!saya harus cepat pulang supaya tuan muda tidak marah" Curhat si pak supir.


"Ah iya, aku lupa kalau tuanmu itu pria dingin yang tak punya perasaan."Sherly menepuk pelan keningnya.


"Ya sudah kalau gitu, sampai kan salam terima kasih ku pada bos dingin pak supir itu ya?"Ucap Dherly dengan terkekeh.


"Baik nona, saya permisi.selamat Siang"Ucap pak supir sopan berpamitan.


Sherly pun melambaikan tangan dengan berdadah ria padanya.membuat pak supir tersenyum di balik kaca mobil hitam itu.


"Gadis lucu dan berani, tapi dia cukup nakal juga!hadeuh..bikin pusing saja.tapi cocok juga dengan tuan muda yang dingin.secara dia gadis yang periang"Pak supir tersenyum dengan perkataannya sendiri.


Sherly masuk melewati gerbang utama rumahnya, setelah berdadah ria pada supir itu.dengan di sambut bahagia oleh para penjaga rumahnya, ia melangkah menuju halaman mension yang cukup luas.


"Wah, ramai sekali.ada apa ya di rumah?" Tanya Sherly bingung melihat suasana rumahnya yang ramai.


Hantu wanita hamil itu mengikuti Sherly sampai rumahnya, namun saat akan melewati gerbang rumah itu.ia terpental dan tak bisa memasuki rumah walau cuma sekedar halamannya saja.


Tukang kebun yang melihat kedatangan nona mudanya menjadi bahagia sekali.


Ia berlari masuk ke dalam rumah dan melaporkan apa yang di lihatnya, bahwa nona muda rumah ini sudah pulang dengan selamat dan sehat tanpa kekurangan apapun.


Dengan mendengar laporan dari tukang kebunnya, si pemilik rumah dengan diikuti semua orang yang di situ.langsung keluar menyambut kedatangan Sherly.


"Ada apa sih nih di rumah?rame bener!" Sherly yang melihat banyak orang di rumah.


Semua orang menatapnya dengan senyum yang mengembang, membuat dia senang.apa lagi saat dia melewati mereka, semuanya menyingkir membagi dua dan menyisakan jalan di tengah.serasa jadi putri saja.


"Wah senangnya, di kasih surprise upacara penyambutan tuan putri nih..hehehe"Sherly melangkah ke dalam sambil tersenyum dan berdadah ria, melambaikan tangan dan memberikan kecupan jauh layaknya seorang ternama yang berjalan di karpet merah.


Sesampainya depan pintu, semua keluarga termasuk para sahabat beserta keluarganya menyambut dia dengan sumringah.


Namun saat tepat di depannya dan akan memeluknya, kak Al berubah jadi menyeramkan.ia melotot dan menjewer telinga adiknya.membuatnya berteriak.


"Kemana aja lu hah?udah seminggu lebih baru inget balik rumah?"Kata kak Al sambil memegang telinga adiknya.


"Aaaaaaaa...ampun ampun kak!masa adik tercinta baru pulang udah di jewer sih. depan banyak orang lagi, kan malu!"Seru Sherly memegeng tangan kak Al.


"Lagian kamu itu bikin orang khawatir aja kerjanya"Ucap kak Al gemas.ia langsung memeluk adiknya dan mencium keningnya.


"Sayang, akhirnya kamu pulang juga!"Seru Mommy yang tak henti hentinya memeluk dan mencium anaknya di depan semua orang membuat anaknya tersipu malu.


"Kemana saja kamu princes?daddy hampir saja menjadi gila jika kamu tak pulang" Ucap daddy nya berlebihan dan ikut memeluk dan mencium putrinya itu.


"Udah ih geli tahu, kalian berlebihan sekali sih?aku pasti akan pulang lah.kan sayang barang mewahku masih di rumah ini" Ucapnya dengan sedikit becanda.


"Aku gak akan pergi dari rumah tanpa membawa si sweaty ku"Lanjutnya lagi membuat semua melotot dan memukul lengan gadis itu.


Sweaty yaitu mobil sport merah hadiah dari ayahnya saat berusia tujuh belas tahun.


"Jadi kamu berencana pergi lagi heh?"Kak Al menjewer lagi telinga adiknya membuat ia mengaduh kesakitan.


"Aduh kak, sakit tahu!"Teriak gadis itu.


"Lagian, udah seminggu ilang.baru pulang langsung ngomong gitu.sama si Sweaty aja inget, kalau sama kita gak inget?"Ledek kak Al pada adik kesayangannya itu.


"Iya itu cuma perumpamaan kak, bukannya aku mau pergi lagi dengan membawa sweaty. tapi itu bagus juga sih, nanti kalau aku mau pergi lagi,aku bakalan bawa sweaty ah"Ucap Sherly dengan terkekeh.


"Kakak bakal jual tuh si sweaty biar kamu kapok sekalian.huhh"Dengus kesal kak Al.


"Jangan dong!"Rengekan Sherly.

__ADS_1


"Alhamdulillah, kamu pulang juga Sher!" Seru mereka semua.


"Iya dong!aku bakal pulang"Kata Sherly santai.membuat keempat sahabatnya jadi gemesh dan melompat ke arahnya.


"Gadis bodoh, kemana aja lo?"Mereka bertanya sambil menerjang temannya itu.


"Gue gak bisa nafas bedul"Kata Sherly yang meronta ada di dalam pelukan mereka.


"Elu gak seneng ya ketemu sama kita?" Tanya Iren dengan menatapnya.


"Gue seneng kok.banget malah!cuma......" Ucapan Sherly menggantung.


"Cuma apa?"Tanya mereka kompak dengan diikuti tatapan semua orang.


"Cuma...gue lapar sekarang.udah beberapa hari gak makan, kayaknya gue tambah kurus deh!iya kan?"Sherly membolak balikkan badan sambil memegangi perut.


"Pufftt..hahahaha...."Semua orang tertawa.


"Aish, orang serius malah di tertawakan,"


"Kurus dari mana lu, perasaan segitu gitu aja deh badan.malah pipi lu sekarang kaya bakpau,ngaca tuh!"Seru para sahabatnya.


"Masa sih?aaaa..ini semua gara gara si king ice ngasih makan gue banyak mulu, huh awas lu"Ucapnya penuh penghayatan.


"King ice siapa?"Tanya mereka serempak.


"Cowok dingin yang ketemu di hutan sana! ucapannya datar dan dingin.bayangin aja"


Jawab Sherly membuat orang berimajinasi.


"Apa dia orang?"Tanya Geri dan Indra.


"Bukan, kayaknya dia jelmaan iblis tampan" Sherly berbicara penuh drama.


"Iblis tampan yang dingin?wah..mungkin dia berpostur tinggi, kulit putih, wajah pucat dan gaya rambut serta pakaiannya passionable. iya kan?"Iren mulai berimajinasi.


"Elu bener Ren, dia terlihat seperti itu.tapi sayang dia dingin.Eh kok lu tahu sih Ren?" Tanya Sherly yang mengingat penampilan Zidane waktu itu.


"Gue tahu lah, kan gue sering nonton film horor yang hantunya itu cowok tampan.aih beruntungnya lu ketemu dia!"Seru Iren.


"Udah jangan ngomongin dia lagi, masuk yu! katanya mau makan"Potong Dika yang menarik tangan Sherly.


"Cemburu nih ye?"Ledek mereka.


Dan semua orang tertawa sambil mengikuti langkah mereka untuk masuk ke dalam.


Sekelebat Sherly melihat bayangan putih di sebrang jalan, walaupun jarak yang jauh, namun masih bisa Sherly lihat dengan jelas.


Sosok perempuan memakai daster putih dalam keadaan hamil itu, sedang duduk di pinggir jalan.persis seperti yang di lihat Sherly sebelumnya.tapi kini, wanita itu diam dan merenung.


Banyak yang berlalu lalang, namun wanita itu seolah tak terlihat oleh mereka.membuat Sherly penasaran.


Tapi dia tak bisa pergi karena di tarik oleh para sahabatnya untuk masuk rumah dan di berikan air do'a yang sudah di bacakan do'a oleh pak Ustadz dari acara Syukuran yang digelar sebelumnya.


Byuuurrrr


Air segelas itu sengaja ditumpahin di badan Sherly, membuat dia terkejut.


Hemh, kira kira siapa pelakunya?


Berani bener sama si big bos.awas lu ya, bikin si bos marah.tanggung sendiri akibatnya.


"Ciyaaaaatt"Sherly berbalik arah dengan gayanya untuk melihat si pelaku penyiraman itu.namun saat tangannya hampir melayangkan pukulan tiba tiba dia diam mematung.


Jeng jeng..


Bersambung...

__ADS_1


Ritualnya gengs, like sertakan komentar dan vote mu, berikan rate bintang 5 dan favoritkan di rak mu.


Hatur thank you..😘😘😘😘


__ADS_2