Jodoh Sang Penguasa

Jodoh Sang Penguasa
Si Poling


__ADS_3

Semua terlihat cuek dengan rengekkan si pocong itu.Mereka tak memperdulikannya.


"Walaupun buah anggur lebih enak dari pada apel, gue sih milih di apelin dari pada di anggurin!"Celetuk Sherly meledek si pocong yang sedang melompat-lompat tak jelas karena di cuekin.


"Tenang kakak ipar, besok-besok pasti bakal ada yang ngapelin gak bakal di anggurin lagi."Rian berbicara dengan melirik Zidane.


"Kalau dianya peka dan gercep!"Lanjutnya.


Sialan nih bocah, awas kamu.aku pindahin ke pedalaman.


Penuturan Rian yang melirik ke arah Zidane membuat Dika geram.


"Hehh, aku gak mungkin ngapelin pacar orang"Zidane tetap dengan gaya coolnya yang tak pernah memandang ke arah lawan bicaranya.


Eh, iya juga.si Sherly kan udah jadian sama.....???


Dika menoleh ke arah Sherly kemudian ke arah Zidane.


"Wah bos, elu sudah puca cowok?"Indra dan Geri menoleh ke arah Dika yang terlihat menunduk.


"Siapa nih?kenalin dong"Lanjut mereka.


"Pacar siapa?gue belum ada yang punya!" Sherly cemberut dengan perkataan mereka.


"Lagi pula, kak Al gak mungkin ngasih gue ke sembarang orang, iya kan kak?"Sherly meminta bantuan pada kakaknya.


"Hemh!"Jawab kak Al singkat.


Ia tahu kalau banyak lelaki yang mencintai adik kesayangannya itu termasuk dua lelaki di ruangan ini yang menyukai adiknya.


"Masih lama tidak beres-beresnya?aku pegel nih!"Si pocong itu duduk di bangku sambil berkipas-kipas dengan kedua tangannya yang di keluarin.


"Lah, tuh pocong kagak salah?"Kata Geri.


"Woi, elu cong.kenapa minta tolong orang buat bukain tali kalau tangan elu saja bisa di keluarin gitu?"Dika dan Indra bertolak pinggang di hadapannya.


Pocong itu tersadar, ia pun langsung memasukkan tangannya kembali dan berdiri.


"Bukain talinya, bang!"Ia menundukkan kepalanya lagi.


Semuanya menatap dengan ekspresi datar.


"Sudah?"Tanya mereka.


"Hahh?"Pocong itu tak mengerti.


"Ckk, dasar hantu kemaren.Mereka itu tak takut sama kamu!"Nania muncul di hadapan pocong itu tiba-tiba.


"Whooaa"Pocong itu terjengkang karena terkejut dengan kemunculan Nania.


Semua menatap pocong yang kejengkang, mereka tak mengerti ada apa dengannya?


Sherly pun mencibirnya."Dasar pocong kualitas rendah, masa dia takut sama hantu yang cantik!"


"Apa??"Mereka serempak menoleh pada Sherly.


"Hantu cantik iti pasti teman lu, iya kan bos?" Mereka bertanya pada Sherly yang mengangguk.


"Hei, aku bukan takut ya.Tapi terkejut!"Elak dirinya.


"Sama saja!"Mereka tak perduli.


"Tapi kok aneh sih, kenapa pocong itu kelihatan sedangkan hantu temanmu gak terlihat?"Kak Al penasaran sama seperti ke lima orang temannya.


"Padahal dia belum lama meninggal lho!" Sherly berkata pada mereka yang diangguki si pocong itu.


"Dia masih penasaran, karena banyak urusan yang belum kelar"Tutur Zidane dan lagi-lagi pocong itu mengangguk.


"Oooh, ceritakan.kenapa kamu mati, dan apa yang kami bisa bantu?"Mereka penasaran dengan cerita si pocong itu.


Pocong itu pun duduk dan diikuti oleh mereka. "Begini ceritanya!"Ia pun menerawang ke dalam lamunan......


Danu ahyar, seorang mahasiswa semester akhir di fakultas tekhnologi dan geofisika di Universitas ternama di negara ini.


Ia adalah mahasiswa teladan dan berbakat di jurusan tekhnik mesin.Segala macam ilmu tekhnologi ia kuasai.Namun, ada temannya yang tak suka dengan kemahirannya.


Danu pun di jebak oleh temannya itu.Dia di tuduh mencuri data pribadi dari Universitas dan menggelapkan dokumen resmi kepada perusahaan secara ilegal.


Barang bukti itu di temukan pihak kampus di kamar kostnya saat ia sedang di luar kota untuk mengikuti pameran rancangan mobil antar Universitas.Ia dan kawan-kawan merancang sebuah mobil dan memamerkannya di pameran itu.

__ADS_1


Karena ada barang bukti, akhirnya pihak kampus pun menuduh Danu dan meminta pihak berwajib untuk menangkap dan memenjarakannya.


Danu yang tidak mengerti akan tuduhan itu pun berontak, karena ia merasa tidak bersalah.Namun pihak kampus tetap tidak mentolelir segala bentuk hal yang ilegal.


Dia di keluarkan secara tidak hormat dan di penjarakan selama enam bulan lamanya.Itu pun karena dia memenangkan perlombaan pameran mobil.


Di penjara, ia selalu di jenguk keluarga dan pacarnya.Mereka selalu membawakan makanan enak untuknya, membuat semua temannya di rutan iri.


Kasusnya pun akan di buka seminggu lagi karena keluarga sudah menemukan barang bukti yang menguatkannya untuk keluar dari tahanan.


Mereka yang iri dan tak suka dengannya pun mulai merencanakan sesuatu untuk menghabisinya.Ia pun di racuni dan tusuk di bagian pinggangnya sehingga menghembuskan napas terakhirnya di dalam sel tepat saat ia akan dibebaskan.


Setelah meninggal dunia, ia menjadi hantu penasaran.Ia berkeliling dari komplek perumahan, ke kampus, kemudian ke rutan tempat ia di tahan.Kadang, ia pun ke kost tempatnya dulu tinggal dan menghantui teman yang memfitnahnya.


Sang pacar yang pergi ke luar kota pun tak tahu jika Danu sudah meninggal. Ia mengira jika Danu masih hidup dan mengirimi pesan untuk dirinya supaya ke rumah Danu.


Sampai sekarang, ia terus berkeliling ke sana kemari supaya bisa membebaskan dirinya dari semua tuduhan yang tidak benar itu.


Sehingga ia menjadi hantu penasaran dan berkeliling ke tempat-tempat yang pernah ia singgahi.


"Begitulah ceritanya!"Ia tertunduk lesu setelah bercerita.


"Malang bener nasibmu!"Mereka terharu dengan ceritanya.


"Jadi, nama kamu Danu?dan yang tadi dateng itu pacar kamu?"Tanya mereka lagi.


"Iya, tadi pacar aku.emang aku sengaja suruh dia dateng ke rumah supaya tahu bahwa aku sudah tak ada di dunia ini.hiks" Ia pun menangis pilu.


Mereka pun simpati terhadapnya. "Kasihannya!"


"Sampai sekarang kamu terus berkeliling ke saa ke mari untuk mencari kebebasan?"Tanya mereka lagi.


"Iya lah, apa lagi?Aku harus membuat nama baikku bersih lagi lah!"Tuturnya.


"Ooohhh kalau begitu, kamu disebut si poling dong!"Sherly tersenyum.


"Apa itu si poling?"Mereka semua menatap Sherly dengan penasaran tak terkecuali dua hantu yang ada di sana dan juga tentunya otor pun tak mau tertinggal.


"Dia kan suka berkeliling ke sana kemari.Jadi, dia itu si poling, yaitu pocong keliling!"Tutur Sherly dan mereka mengangguk sambil berOh.


"Aku kira poling itu singkatan dari pocong maling!"Zidane terkekeh dengan ucapannya.


"Wah, kalian jahat sekali sih?masa aku yang baik hati gini dikatain pocong maling."Ia tak terima dengan perkataan semuanya.


"Bercanda kali ah, sensi banget sih mas!"


"Hai poling, nama gue Dika, ini Indra, ini Iren pacarnya si Indra dan ini Geri"Dika memperkenalkan sahabatnya satu persatu.


"Ini kak Aldrian, ini dokter Rian, ini tuan Zidane, dan yang cantik ini bebeb gue, Sherly" Lanjutnya.


"Haaii"Ia say hello pada mereka dengan melambaikan tangan.


"Tuh tangan bisa keluar, kenapa elu gak bunga sendiri saja ikatanya?"Kata Geri.


"Eh iya, tapi aku juga gak tahu sih sebenarnya kenapa ini tangan bisa keluar tapi cuma sampe sini doang!"Si poling mengangkat tangannya cuma sebatas wajahnya.


"Tuh kan, ga bisa lebih dari ini!"Tunjuknya.


"Ooohh!"Mereka berseru melihat itu.


"Mungkin karena bagian lengannya juga terikat kali."Mereka mengangguk.


"Terus, gimana kita nolongin kamu?"Tanya mereka lagi.


"Aku sih ingin diriku bebas dari semua urusan duniawi.Terbebas dari beban tuduhan itu dengan dia yang telah memfitnahku mengakuinya sendiri, aku ingin mereka yang telah menghabisiku mendapat balasannya, dan aku ingin bertemu dengan pacarku tanpa dia harus takut padaku!"Danu tertunduk.


"Baiklah, kita akan bantu supaya kamu bebas dari semua beban ini dan pergi ke alam yang seharusnya."Zidane membuka suaranya.


"Kita mulai dari....."


"Satu lagi, ini yang paling penting"Dia mengacungkan jarinya menghentikan ucapan Zidane.


"Ternyata selain dia pocong keliling, dia juga pocong yang banyak mintanya!"Cibir mereka.


"Heheee..satu lagi saja ya?"Dia cengengesan.


"Please, ini yang paling penting"Katanya.


"Apa lagi?awas lu ya kalau nyusahin kita!" Tutur Sherly.

__ADS_1


"Enggak kok, aku cuma minta kalian mengambil kotak berwarna coklat di berangkas yang ada di lantai kamar kost ku." Tutur si poling.


"Lalu??"


"Lalu berikan pada orang tuaku ya, itu hasil kerja kerasku selama ini."Tuturnya.


"Emang apa isinya?"Mereka penasaran.


"Pokoknya kalian gak usah tahu, yang penting setelah mendapatkannya, kalian harus memberikannya langsung pada orang tuaku." Kata si poling.


"Oke deh!"Mereka pun menyanggupi permintaan si poling dengan pasti.


Si poling pun senang setelah mereka menyanggupi permintaannya.Ia pun duduk termenung di rumah kayu diatas pohon beringin tempat biasa mereka nongkrong dulu.


Setelah mereka berpamitan dengan si poling, mereka pun pulang ke rumah masing-masing meninggalkan si poling yang sudah di bolehin tinggal di sana.


β–ͺβ–ͺβ–ͺβ–ͺ


Dua hari berturut-turut And the gank terus mengumpulkan bukti untuk membebaskan Danu si poling dari tuduhan yang tidak benar.


Mereka bekerja keras demi untuk membantu si poling dari masalah yang menimpa dirinya.


Hari ketiga, Mereka mendapatkan bukti kebenaran tentang Danu dan kejahatan dari temannya atas bantuan dari Nania dan tentunya Danu si poling.


Akhirnya, teman Danu pun memberikan kesaksiannya.Dia mengakui bahwa dirinya yang memfitnah Danu.


Di rutan, mereka yang sudah membunuh Danu pun mendapat balasannya.Nania menakut-nakuti mereka sampai mereka terkena serangan jantung dan akhirnya meninggal dunia.


Kotak yang di maksud Danu pun sudah di serahkan kepada orang tuanya dan mereka pun sangat terharu atas pencapaian yang di hasilkan anaknya.


Sebuah piala penghargaan dan sertifikat resmi sebagai tekhnisi terbaik dari Universitasnya.Juga ada sejumlah uang yang tertera di sebuah cek untuk hadiah berbagai perlombaan.


Danu si poling juga akhirnya bisa bertemu dengan sang kekasih dalam wujud seperti dulu lagi, bukan sebagai sosok pocong menyeramkan.


Masalah Danu si poling pun sudah selesai, ia pun akhirnya pulang ke tempat yang seharusnya dan terbebas dari beban hidup yang ia tanggung selama ini.


"Aaahh, akhirnya selesai juga kasus kita ini." Sherly dan Iren meregangkan otot-ototnya dan duduk santai di kursi depan.


"Iya, akhirnya si poling pulang juga ke alamnya."Dika, Indra, dan Geri rebahan di lantai teras.


"Hemh, kira-kira kasus apalagi ya yang sudah menunggu kita?"Mereka tampak berpikir.


"Gue mah ogah ah ngurusin kasus ginian lagi." Perkataan Iren mendapat tatapan mereka.


"Kenapa?"


"Ya gue kan pengen santai gitu, gue kan cape pulang kerja harus ikut kalian.Kalian sih enak pengangguran, lah gue?"Tutur Iren.


"Elu beg* apa dodol sih?orang pengangguran di kata enak?Woi nona, orang nganggur itu kagak enak.cuma bengong diem di rumah gak jelas.ngehalu aje kerjanya kaya otor kita!"


Lho kok, kalian bawa-bawa otor segala?Padahal otor ini baek lho orangnye.segala macem keinginan klean pade, otor kabulin.Walau cuma fiksi belaka!😁😁😁


"Pokoknya, gue gak mau nerima kasus lagi. Gue berhenti dari Tim ekspedisi ini titik kagak pake koma apalagi tanda tanya, oke!" Keukeuh Iren.


Mereka pun saling pandang dan mengangguk. "Oke lah kalau itu maunya elu, kita gak maksa!"Mereka pun mengalah.


"Sorry ya, bukannya gue gak mau bareng kalian lagi.tapi...!"Dia pun tak enak.


"Alahh, sudah lah Ren, kita ngerti kok!" Mereka pun tersenyum tidak ingin membebani Iren yang terlihat tak enak.


Iren pun tersenyum dan berterima kasih karena mereka mengerti perasaannya.


"Makasih ya guys, karena kalian ngertiin gue"


"Apa sih yang enggak buat lu?"


"Kita kan sahabat selamanya!"


"BFF, best friend forever. Yeeeaaah"Mereka pun bersorak dan saling berpelukkan.


Ini dia hantu Nania yang cantik jelita ya gengs.



Dan ini sahabat si tuan muda yang dingin, yaitu Dokter Steven Riandi atau Zidane selalu menyebutnya Rian si dokter gila.



Semoga klean semua syukaaaa....

__ADS_1


__ADS_2