Jodoh Sang Penguasa

Jodoh Sang Penguasa
Pria mesum


__ADS_3

Iren pulang kerja pulang tanpa di antar Indra karena sang pacar sibuk di bengkel.


Semenjak Geri sakit, Indra menjadi lebih sibuk tiga kali lipat.Biasanya semua pekerjaan selalu di selesaikan dengan mudah oleh Geri.Namun kini, ia harus mengerjakannya sendirian.


Rasain lu, Ndra.sibuk jadinya kan?mangkanye kalau orang kerja, elu kagak usah pacaran mulu.dasar si Jalu.


Sore itu tepat jam lima, Iren melangkahkan kakinya ke atas lantai dua menuju kamar kostnya.Dengan santainya, Iren melenggang menuju kamarnya yang berada di ujung lorong lantai dua.


Dari ke jauhan, Iren melihat kedua pemilik kost itu.


"Eh, si neng udah pulang!"Sapa ibu pemilik kost saat mihat Iren melewati mereka.


"Iya bu, ibu dan bapak lagi apa?"Iren bertanya dengan ramah.


"Ini, kami sedang beres-beresin kamar yang kosong, besok mau ada yang nempatin." Tutur si ibunya.


Sedangkan si suami hanya menatap ke arah Iren dengan tatapan nakalnya.


"Srrreeuupp"Bapak itu mengelap bibirnya yang menetes air liur.


Iren bergidik takut melihat tatapan nakal suami ibu kost itu.Ia pun melangkah dan ingin berpamitan.


Namun si ibu membuat Iren berbalik lagi.


"Enggak di antar pacarnya?"Tanya si ibu.


"Ah, dia lagi sibuk bu.banyak kerjaan.Lagi pula, ini kan masih siang.jadi, aku pulang sendiri saja!"Penjelasan Iren membuat si bapak itu senang dalam hati.


Ia memikirkan suatu rencana untuk ia kerjakan setelah sepi.


"Oh, lagi sibuk ya?berarti, dia gak bakal kesini dong?"Si bapak kegirangan.namun ia sembunyikan dalam hati.


"Mungkin begitu pak, ya sudah, pak, bu, aku permisi pamit masuk kamar dulu!"Ia mengucapkan dengan ramah.


"Silahkan!"Ucap keduanya.


Lirikkan mata si bapak itu tak lepas dari tubuh Iren, apalagi melihat bokong dan kaki jenjang Iren karena ia memakai rok span selutut.Membuat gejolak hasrat si pria mesum itu membara.


Iren yang merasa risih di tatap terus menerus oleh pria tua itu pun menjadi semakin mempercepat langkah kakinya.


Di kuncinya pintu kamar, lalu ia buru-buru mandi.


Malam pun tiba, Iren terbangun karena perutnya keroncongan.Diliriknya jam dinding yang ternyata sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.ternyata setelah mandi, ia ketiduran karena saking lelahnya.


Ia pun keluar kamar setelah membasuh wajahnya.


Iren bermaksud turun ke bawah dan membeli makanan di sebrang jalan.Karena, disana masih banyak yang berjualan makanan jadi.


Perut yang keroncongan membuat Iren semakin bersemangat untuk ke bawah dan membeli sesuatu yang bisa di makannya.


"Kayaknya, nasi goreng enak nih!"Dengan bersemangat, Iren melangkah ke bawah menuruni tangga.


Tanpa Iren ketahui, di balik sebuah jendela kamar yang menghadap ke luar, sepasang mata memperhatikan tingkahnya dan ia tersenyum.


Air liur yang menetes membuat ia berulang kali mengelapnya dengan telapak tangan.

__ADS_1


"Cantik dan seksi!"Cuma itu kata yang keluar dari mulut si pria mesum itu.


Matanya semakin lebar saat melihat Iren jongkok karena membetulkan sendalnya yang lepas.


Ia terus memperhatikannya dari kejauhan, sampai Iren kembali dari sebrang setelah membeli nasi goreng.


Pria itu buru-buru turun ke bawah saat melihat Iren memasuki gerbang rumah kostnya.


"Malem neng, habis dari mana?"Ia menyapa Iren yang sedang menenteng bungkusan nasi goreng.


Tatapan nakal itu ia tunjukkan pada Iren karena sekarang tak ada siapapun yang melihatnya.


"A..aku habis beli nasi goreng, pak!" Ketakutan Iren tak bisa ia sembunyikan.


"Kenapa gugup begitu?bapak cuma nanya saja, kok!"Ia mendekati Iren yang sedang menggengam tangannya sendiri karena takut.


"Maaf, aku permisi!"Iren buru-buru melangkah pergi dan menaiki tangga.


Namun, tangannya dengan cepat di tarik oleh si pria mesum itu ke ruangan lantai bawah.Kamar yang kosong di sana membuat si pria itu leluasa berbuat sesuka hati karena jauh dari kawasan para penyewa kamar.


Iren meronta dan berteriak minta tolong, tapi sepertinya tak ada yang mendengar.


"Lepaskan aku, lepaskan!"Ia terus memukul lengan si pria itu dengan nasi bungkus yang di bawanya membuat semuanya tumpah dan berceceran di tanah.


"Ayo lah manis, aku akan memberikanmu kenikmatan yang tak pernah pacarmu berikan!"Ia terus menyeret Iren ke dalam sebuah kamar kost kosong yang berada di lantai paling bawah dan paling ujung.


Karena Iren terus memegang ke sebuah tiang, ia pun langsung menarik dan menggendong tubuh mungil itu di pundaknya.


(Kaya karung beras yang di panggul)


"Aku semakin bersemangat dengan gadis yang sepertimu ini, hahahaaa...!"Ia tak menghiraukan tangisan dan rengekan gadis itu.


Di lemparnya tubuh Iren ke dalam kamar kosong dan ia pun langsung menguncinya membuat Iren semakin takut dan menangis dengan kencang.


"Tolong jangan lakukan apa pun padaku, hiks.tolong!"Ia terus berteriak sambil menangis.


"Berteriaklah sesuka hatimu, gadis cantik. Tak kan ada yang datang kemari, karena tempat ini jauh dari keramaian."Tuturnya membuat Iren semakin ketakutan.


"Huhuuuu...Indra, tolong aku!"Iren menangis dan memanggil nama pacarnya.


"Panggilah pacarmu itu, kalau suaramu sampai padanya."Cibir pria itu yang terus maju untuk mendekati Iren.


"Tidaaaaakkkk..!"Iren berteriak karena bajunya di robek oleh pria itu.


"Hahahaaaa...berteriaklah sekencang mungkin, gadis cantik. Suara teriakanmu itu bagaikan nyanyian penghantar tidur."Ia terus menarik baju Iren sambil tertawa.


"Jangan, kumohon.huhuhuuuu..!"Tangisan Iren tak di hiraukan pria mesum itu.


Ia semakin gencar merobek baju Iren sampai terlihat tubuh bagian dadanya.


"Aaaaaaa...jangan!"Saat tangan kotor itu menyentuh paha mulus Iren.


▪▪▪▪▪▪


Di bengkel, Indra sangat gelisah.Ia cuma bertemu kekasihnya itu saat pagi hari saja. Siang sampai sore, bahkan malam, jangankan bertemu, sekedar menelpin saja ia tak bisa karena pekerjaan di bengkel yang sangat banyak.

__ADS_1


Para pelanggan meminta Indra untuk segera memodifikasi mobil mereka dengan cepat dengan alasan ingin memakainya.


Indra pun terpaksa mengiyakan permintaan mereka karena pembayaran di muka yang di lakukan mereka kemaren.


Mau tak mau, ia pun mengerjakannya secara lembur.


Namun hati dan pikirannya tak tenang, ia kepikiran terus dengan kekasihnya.


"Ada apa denganku?kenapa perasaanku tak enak begini?"Dadanya terasa deg-degan seperti mau ngambil hasil kelulusan.


Karena hatinya yang tak tenang, Indra pun bergegas mengambil kunci motor dan menyambar jaket kulitnya.


Tapi, karyawannya menghentikan langkahnya."Bos, mobil yang ini mau di ambil sekarang. Dia minta segera di modif"


"Haish,"Indra pun tak jadi pergi.ia mengurungkan niatnya dan melanjutkan pekerjaannya.


Tuuuuutt...tuuuuttt..


Bukan sebuah nyanyian, naik kereta api..tuut..tuuut..tuuttt siapa hendak turut.Tapi itu nada tunggu suatu panggilan yang tersambung.


Panggilan telpon yang di lakukan olehnya untuk di sambungkan ke handphone ke kasihnya.Namun, setelah berulang kali ia coba, tidak di jawab sama sekali.


"Ya Allah, apa sebenarnya yang terjadi?kenapa gue sangat gelisah."Indra terus memegang dadanya yang terasa sesak dan mondar mandir di bengkel.


Para karyawannya pun memperhatikan tingkah bosnya yang terbilang cukup aneh.


Indra bolak balik seperti setrikaan yang melicinkan pakaian sampai membuatnya terlihat rapih.


Mending kalau rapih, ia terlihat buteuk karena di bengkel kan penuh dengan debu dan kotor.


"Bukannya cepet-cepet mengerjakan pekerjaan, dia malah kaya gitu!"


"Si bos kaya orang stres, kenapa dia mondar- mandir gak jelas. Sudah kaya gangsing, bikin pusing saja!"Para karyawan malah bergosip kaya pasukan berdaster.


Sedangkan yang di bicarakan malah semakin tak karuan, ia terus mondar-mandir sambil membawa sebuah benda, yaitu kunci sukses...eh kunci inggris.


☆☆☆☆


**Pulang dari pasar membawa kaca,


Kaca di injak dengan kantong semen,


Buat semua yang sudah baca,


Jangan lupa like dan juga komen.


Pergi ke china membeli pot bunga,


Yang sudah baca kasih vote juga.


Minuman biji selasih,


kuucapkan terima kasih.


Ahihiiii...pantun otor yang tak berkualitas.

__ADS_1


Jangan di abaikan😁😁😁😁**


__ADS_2