Jodoh Sang Penguasa

Jodoh Sang Penguasa
Pocong


__ADS_3

Pagi itu, And the gengs sedang berada di rumah sakit.mereka sedang menunggui Geri yang akan di buka perban di matanya setelah di operasi dan di nyatakan sembuh oleh Dokter Rian.


Mereka pun senang dengan kabar berita itu, sehingga mereka melupakan semua pekerjaan mereka sendiri.


Rasa solidaritas tak pernah mereka tinggalkan dan tak bisa di gantikan untuk hal apapun.


Mereka pun bahagia jika salah satu dari mereka bahagia.


Perban di mata Geri pun mulai di buka secara perlahan oleh Dokter Rian.Suer, sekarang otor gak bohong dah.si Geri sembuh kok.hehee...


Semua sahabatnya menunggu Geri membuka mata dengan sempurna dan dengan perasaan harap-harap cemas.


Geri mengerjapkan mata karena merasa silau dari sinar matahari yang masuk melalu jendela. Habis gelap, terbitlah terang. Seperti itulah penglihatan Geri sekarang.Ia yang kemaren terbiasa dengan kegelapan, ia harus beradaptasi dengan cahaya apapun.


Geri sedikit menyipitkan matanya dan wajah para sahabatnya sudah berada tepat di depan wajahnya.Ia pun terkejut melihat ekspresi dari semua sahabatnya.


"Gimana Ger, lu bisa lihat gue gak?"Dika dan Indra mendekat dan melambaikan tangan di depan wajah Geri.


Geri memundurkan kepalanya sedikit ke belakang karena wajah kedua sahabatnya semakin mendekat.


Rian yang melihat itu pun langsung menghentikan aksi mereka berdua dengan tangannya sebagai pembatas.


"Kalau kalian seperti itu, dia malah kesusahan untuk melihat."Tutur Rian.


"Baru pertama buka mata, masa sudah lihatin polusi!"Lanjutnya mencibir keduanya.


"Ckk, dokter Rian ini kurang asyem ternyata. Dia berani ngatain kita polusi?"Dika berdecak.


"Polusi itu bukannya keamanan negara?" Indra bertanya pada mereka.


"Itu polisi, hadeuh.maaf pak polisi.temen kita ini emang otaknya kemaren belum isi ulang. Jadi rada ngehang!"


"Maklum, dia dapetnya aja unlimited."


"Gue pesen bakso tadi satu polusi"Kata Iren Ikutan ngehang.


"Itu satu porsi, dodol.Ckk, dasar lu pasangan sutles"Cibir Sherly.


"Cuss, lanjut gak nih?"Dokter Rian bertanya.


"Lanjut dong, dokter!"Teriak mereka.


"Baiklah, Geri.Saya sesuaikan dulu ya pencahayaan yang bisa kamu terima"Rian menutup sedikit gorden supaya tidak terlalu terang.


"Ayo, sekarang buka matamu dengan sempurna biar saya bisa tahu apa ada masalah atau enggak!"Tutur Rian lagi.


Geri pun membuka matanya sesuai kata Dokter Rian, ia menatap wajah semua sahabatnya dengan tersenyum.


Mereka yang melihat itu pun sudah bisa memperkirakan apa yang terjadi dengan sahabatnya itu.


"Gimana Ger, elu bisa lihat gue?"Sherly mendekat ke arahnya.

__ADS_1


Geri menggeleng membuat mereka berempat mengernyitkan dahinya.


"Ckk, elu jerawatan bos?"Geri bertanya pada Sherly yang langsung memegang keningnya.


"Gue..ini..eh, elu udah bisa lihat?"Mata Sherly berbinar menatap Geri sambil memegang keningnya diikuti tatapan ketiga sahabatnya.


"Elu kurus banget sih Ren, gak di kasih makan lu sama si Indra?"Geri menoleh Iren yang berdiri di samping Indra.


"Elu lagi, ntong.Kalau pergi-pergian itu pake jaket yang bener napa, jaket sobek elu pake mulu.kagak punya yang laen lagi?"Ia berkata pada Dika.


Keempatnya menatap ke arah Geri, lalu menoleh arah dokter Rian yang mengangguk, kemudian mereka saling berpandangan.


"Geriiiiiii"Teriak mereka dan berhamburan ke pelukkan sahabatnya itu.


"Kita seneng, akhirnya otor ngabulin do'a kita" Tutur mereka.


Geri pun terheran dengan penuturan para sahabatnya."Kok otor sih?bukannya kalian berdo'a pada tuhan, malah pada otor."


"Tuhan itu di dunia nyata, kalau di tempat kita mah harus berdo'a pada otor.Biar otor berbaik hati sama kita"Tutur mereka lagi.


"Ckk, dasar kalian, ada-ada saja!"Cibir Geri.


Otor pun duduk sambil makan kripik di bangku paling depan.heheheee...


▪▪▪▪▪


Sosok pocong itu terus meneror warga, dia terus berkeliling dari komplek rumahnya, ke kampus, kemudian ke sel di rutan tempat ia dulu di tahan.


Setiap malam selasa dan jum'at, sosok itu pasti berkeliling ke tiga tempat berbeda membuat gempar semua orang.


Sosok itu melompat ke sana kemari hanya untuk meminta pertolongan dari semua orong untuk membebaskan diri dari semuanya, entah itu tali ikatan atau dari beban hidupnya.


Kebetulan, malam ini adalah malam selasa. Kelima sahabat yang katanya udah temenan dari orok itu akan merayakan kesembuhan Geri.Mereka juga mengundang kak Al, Zidane, dan juga Rian, untuk sekedar menggelar acara syukuran ala And the gengs.


Kal Al paling pertama datang, ia tampak bingung dengan keadaan di basecamp, karena tak satu pun terlihat di tempat itu.


Ia pun mengambil gitar yang biasa di pakai Dika, sang vokalis untuk bernyari ria sekedar gombreng-gombreng saja.



"Ish, katanya mau ada acara, kenapa semua orang gak ada?"Kak Al kesal dengan mereka semua.


"Gue telpon dulu deh tuh anak!"Diambilnya benda pipih dari kantong celana jeansnya. Ia pun mencari nomer kontak adik tersayangnya lalu ia menggeser warna hijau untuk melakukan panggilan.


Tuuuut..tuuuuttt..


Sambungan telpon tersambung namun setelahnya di jawab oleh mbak yang baik hati suka ngasih tahu, bahwa nomer yang anda tuju sedang sibuk memasak di dapur, silahkan tinggalkan pesan anda.


"Huuh, dia kebiasaan aja deh, setiap di telpon, mesti yang jawab mbak-mbaknya." Kak Al menggerutu kesal.


Saat ia sedang termenung sendirian, tiba-tiba lampu di basecamp mati mendadak.

__ADS_1


"Haish, apa lagi ini, kok mati lampu sih?Apa tuh anak pada gak bayar listrik kali ya?"Kak Al makin kesal dengan adik-adiknya itu.


Kal Al pun berjalan di kegelapan malam karena lampu di ruangan itu mati.Ia berjalan ke luar untuk melihat apa di luar ada penerangan atau sama saja.


Namun saat di luar, sekelebat kak Al melihat bayangan seseorang melintas di belakangnya membuat ia berbalik.


"Dek, apa itu kamu?"Ia bertanya dengan minim penerangan.


~Hening tak ada jawaban~


Karena kesal, ia pun me ngikuti bayangan itu sampai ke belakang pohon beringin tempat adik-adiknya pada nongkrong di atasnya.


"Hei lu, kurang asyem ya?Kualat lu ngerjain kakaknya"Kak Al yang kesal pun melempar kaleng bekas minuman ke arah bayangan itu.


Klontang


Kaleng itu di lempar ke arah bayangan yang tadi lewat di belakangnya.


Hening seketika dengan hawa dingin menyelimuti sekitar membuat kak Al merinding.Padahal dia kan orangnya dingin, tapi kalah dinginnya sama udara yang berhembus di sana.


"Kenapa hawanya jadi dingin gini?"Ia menyentuh tengkuknya karena bulu kuduknya yang meremang.


"Ckk, kenapa kalian mengerjai kakak sih?" Al yang masih lesal mengira itu ulah dari adiknya.


Deblugh


Suara seperti suatu benda menabrak benda lain, menimbulkan bunyi yang sangat keras.


Ia menyalakan senter dari handphonenya dan mengarahkan ke arah sumber suara tadi.


Terlihat dari belakang pohon, bayangan sosok makhluk yang terikat mulai dari atas kepala sampai kaki, dan makhluk itu berjalan dengan melompat-lompat dan menghampiri kak Al.


Makhluk itu mendekati kak Al perlahan tapi pasti sehingga kak Al tak bisa menghindar darinya."Bang, bukain ikatan saya dong!" Suara yang serak dan lirih membuat bulu kudungnya merinding.


"Hhhiiiiiyyy"Kak Al merinding seketika melihat wajah makhluk itu yang cukup menyeramkan.wajah putih pucat pasi dengan lingkaran hitam di matanya, juga bibir yang merah darah.Membuat siapa pun ketakutan.


Kak Al berusaha menghindar dan ia berlari menuju ke dalam Basecamp, Namun sepertinya makhluk itu pun lebih cepat dari kak Al.


Saat dirinya berada di dalam ruangan untuk menghindari makhluk itu, Kak Al yang terus mengintip dari dalam ke luar, tak sadar kalau makhluk yang ia intip itu sudah berdiri di belakangnya dengan menatap ke arahnya sambil menyeringai.


Bulu kuduknya meremang seketika merasakan hawa dingin di belakang dan mencium bau busuk."Kok gue merinding sih?dan disini bau lagi.Uweeeekk"


Kak Al yang penasaran pun menoleh ke belakang sambil mengarahkan lampu senter dari handphonenya.


Cahaya lampu yang ia arahkan tepat mengenai sosok di belakangnya yang sedang menyeringai menampakkan senyuman yang menakutkan.


Saat kak Al menoleh ke belakang, tiba-tiba wajah itu terenyum sambil berkata."Bang, tolong bukain ikatan saya dong!"Kata makhluk itu sambil menundukkan kepalanya.


"Haaaaaaaa"Teriakkan kak Al menggema dalam ruangan kecil itu.suaranya terdengar kemana-mana jika dirinya berteriak memakai speaker.


¤¤¤¤

__ADS_1


Sertakan semua like, komen, dan vote ceritaku sebanyak-banyaknya.


Follow juga akun otor ya.Terima kasih..😘😘😘


__ADS_2