
Dua puluh tiga tahun yang lalu ...
Seorang wanita terlihat sedang mengobrak-abrik isi rumah kapten Hendri. Dia sepertinya sudah hapal betul letak barang-barang yang di simpan pemilik rumah dan tersusun di kamarnya.
Tak ada yang bisa melarangnya karena, wanita tersebut adalah pacar almarhum kapten polisi tersebut. Siapa lagi kalau bukan Prita Subagja.
Prita mengambil semua barang milik Hendri yang berharga ataupun barang yang bersifat ghaib. Seperti, alat-alat untuk persembahan yang biasa di gunakan Hendri.
Dengan barang-barang peninggalan Hendri, Prita menjadi wanita yang serba bisa. Dia menjadi dukun sakti di kotanya.
Wajahnya tak menua seperti usianya. Karena, dengan barang peninggalan Hendri, dirinya bisa menjadi awet muda di banding sebayanya.
Kemampuan Prita dalam hal ghaib tak bisa di ragukan lagi. Semua orang yang ingin kaya dengan menempuh jalan pintas pun datang kepadanya. Pokoknya semua yang di larang agama, dia bisa melakukannya.
Hendri sudah mati. Namun, rohnya tetap bisa keluar dan di panggil oleh Prita. Dialah yang membantu Prita dalam kegiatan kesesatan tersebut dengan diberi tumbal darah bayi yang baru lahir sampai anak-anak yang berusia sekitar lima belas tahun.
Hendri menjadi jin terkuat setelah dia mati. Tapi walaupun seperti itu, dia tak pernah bisa menembus penjagaan Zidane untuk melindungi keluarganya.
Dua puluh tiga tahun berlalu, Hendri dan Prita tetap tak bisa menemukan keberadaan Zidane dan keluarganya.
Sampai kini, mereka tetap mencari keberadaan Zidane dan Sherly. Apa mereka sudah punya anak? Ataukah mereka tak mempunyai keturunan lagi? Entahlah. Karena, walaupun Hendri sangat kuat dan sakti mandra guna, ternyata itu tak membantunya sama sekali untuk menemukan keberadaan Zidane dan keluarga.
Prita tak terima jika dirinya tak bisa menemukan keberadaan Zidane dan Sherly. Maka dari itu, dia meminta bantuan Hendri kembali supaya dia menjadi yang paling kuat.
Hendri memberikan syarat kepada Prita. Jika dia ingin menambah kekuatannya, dia harus menikahi banyak pria dan menumbalkan keperjakaan suaminya kepada siluman ratu kelabang. Setelah menikah dalam enam bulan, pria yang menjadi suaminya itu harus di tumbalkan kepada penghuni hutan larangan.
Karena hasrat yang tak bisa Prita bendung untuk menjadi terkuat, akhirnya ia menyetujui syarat yang di ajukan Hendri.
Banyak pria ia nikahi. Namun, pria itu tak tinggal dalam satu kota saja. Prita terus mencari tumbal dengan menikahi banyak pria di beberapa daerah.
Dia harus berpindah tempat setelah menumbalkan pria yang ia nikahi kepada penghuni hutan larangan. Yaitu, siluman kelabang seperti yang Hendri perintahkan.
Prita menjadi dukun sakti, terkuat dan termuda dari para dukun di negara ini. Kesaktiannya tak di ragukan lagi.
Banyak orang sesat yang meminta pertolongannya hanya untuk memperkaya diri.
Sampai dia kembali ke pusat kota lagi. Dimana dia merubah identitasnya. Namanya berganti menjadi nyonya Sari sulastri.
Dia menikah dengan pria kaya bernama Sandi dan bekerja di perusahaan interior terbesar di kota ini.
Sari sangat pintar menyembunyikan semuanya, karena dia harus mendapatkan seseorang untuk di tumbalkan. Maka dari itu, ia mengaku jika dirinya seorang janda.
Penampilannya yang cantik, muda, elegant, dan seksi, membuat dirinya mudah di gilai para pria hidung belang. Termasuk Burhan, korban Sari selanjutnya untuk di tumbalkan.
Burhan memang bukan pria perjaka yang bisa di tumbalkan untuk siluman terkutuk, namun anak-anaknya lah yang bisa di tumbalkan untuk Hendri makan.
Hendri senang karena Prita atau Sari masih memperhatikan makanan untuk dirinya. Di buatlah Burhan menjadi tergila-gila kepada Sari.
Walaupun istri Burhan yang bernama Laila tak kalah cantik dari Sari, tapi dengan godaan yang bertubi-tubi di lakukan oleh Sari mampu membuat Burhan mencintainya sampai melupakan istri dan anak-anaknya.
Segala cara di lakukan Burhan karena pengaruh yang kuat dari Sari. Dia pun meninggalkan istrinya yang sedang mengandung sampai melahirkan anak ketiganya.
Laila di bunuh oleh orang suruhan Sari karena di anggap menghalangi jalannya. Sari hanya ingin menguasai kekayaan Burhan dan mendapatkan ketiga anak Burhan. Yaitu, Farid, Fina, dan Fitri.
__ADS_1
Ketiga anak Burhan di kurung di gudang tua setelah diambil dari panti asuhan yang dititipkan oleh Burhan.
Rencananya, pada malam jum'at keliwon ini, ketiga anak itu akan di persembahkan kepada Hendri.
Tapi, keduanya harus kehilangan mangsa karena ketiga anak tersebut sudah di bawa oleh empat anak muda yang entah siapa.
Hendri tak kalah ide. Dia meminta Sari untuk membawa anak buahnya dan melakukan penglihatan ghaib melalui anak buahnya tersebut.
Sampailah dia tahu bahwa salah satu anak muda yang mengambil mangsanya ternyata anak dari keponakannya. Yaitu, keturunan Zidane dan Sherly.
Betapa marahnya saat keduanya tahu bahwa janin yang di kandung Sherly ternyata masih hidup dan di selamatkan Zidane.
Hendri dan Prita geram karena ternyata Zidane menipu mereka dengan menyembunyikan kenyataan ini. Keduanya bertekad untuk mendapatkan putra Zidane yang sudah berusia dua puluh tahun lebih itu.
"Dapatkan bocah nakal itu segera bersama istri dan keturunannya! Jika kau bisa membawanya kehadapanku, maka aku akan membuatmu lebih kuat dari pada siluman manapun di alam ghaib."
Prita terkesiap dengan perkataan Hendri yang bernada marah. Dia sampai menunduk sambil menutup telinga karena saking kuatnya suara yang keluar dari mulut Hendri.
"Ba-baiklah sayang. Tapi, bagaimana aku men ...!"
"Ku bilang kau harus membawa mereka kehadapanku dengan cara apapun! Mengerti!"
"Baiklah!"
Prita atau yang di kenal sekarang sebagai Sari, dia pergi mencari Zidane beserta keluarga kecilnya. Dia tak mau jika Hendri lebih marah lagi karena tak di turuti keinginannya.
"Setelah aku menjadi yang terkuat di dunia ini, aku akan menyingkirkan semua halangan yang menghadang di depan mataku. Termasuk si makhluk ghaib Hendri sialan itu. Huuuh, rasanya aku sudah tak sabar untuk memerintahkan siluman itu supaya tunduk di hadapanku suatu saat nanti. Kau lihat nanti, Hendri! Setelah aku menjadi orang terkuat dan tersakti, kau akan ku jadikan budak silumanku!"
Sungguh munafik.
••••••
"Mam, apa aku akan seperti ini selamanya?" Zyan bertanya dengan kepala di pangkuan ibunya.
Sherly mengusap kepala si anak dengan penuh kasih sayang. "Jangan pernah takut untuk kelebihan yang kamu punya, sayang! Papi sama mami sampai sekarang masih baik-baik saja walaupun memiliki kemampuan khusus."
Zyan menatap ibunya dengan seksama. "Apa mami sama papi mendapatkan rintangan saat membantu para hantu itu?"
"Tentu, namanya rintangan itu sangat banyak. Tapi, kita harus menolong mereka dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Kalau kata papi sih, Tuhan akan membantu kita di saat hati kita ikhlas menolong sesama." Sherly tersenyum saat menjawab pertanyaan putranya.
Zyan senang dengan jawaban sang ibu. Namun, sesuatu masih membuat dia penasaran. "Oh iya, mam. Kapan mami sama papi bertemu? Apa sebelum mami bersama and the genk atau sesudahnya?"
"And the genk itu sudah terbentuk dari kami kecil. Om Dika, om Indra, tante Iren, dan juga om Geri itu adalah sahabat kecil mami. Sedangkan papi, kami bertemu saat ...!"
"Saat mami kamu tersesat dihutan sewaktu di kejar jin penunggu rumah sakit."
Zidane tiba-tiba datang dan menjawab pertanyaan putranya, membuat Zyan terduduk dengan penasaran akan cerita selanjutnya.
"Kok bisa? Memang, waktu itu mami nolongin siapa?" Tanya Zyan penasaran.
Zidane duduk di samping putranya. "Mami itu orang yang ceroboh. Dia sok jago dan suka membuat dirinya dalam kesusahan demi menolong sahabatnya ataupun orang lain. Gak pernah mikirin bagaimana situasi dan kondisinya, ataupun cara mengatasinya. Dengan mengorbankan dirinya, dia sudah tenang. Padahal itu membahayakan dirinya." Cibir Zidane.
"Hei pap, jangan membuat mami rendah di hadapan putranya lho! Papi kebiasaan suka gitu." Sherly pun jadi cemberut.
__ADS_1
"Itu kenyataan, mam. Memang kamu seperti itu, kok!" Kata Zidane membuat istrinya tambah memberengut. "Dengerin papi ya, Zy. Jika kamu ingin menolong orang lain, pikirkan dulu bagaimana solusi supaya kalian bisa terbebas dari masalah itu tanpa membahayakan dirimu atau orang lain yang kamu tolong." Nasihat Zidane kepada putranya.
"Jadi pap, aku tetap boleh melakukan itu walaupun opa melarang?" Tanya Zyan.
"Tentu boleh dong, nak. Opa bukan melarang kamu untuk membantu sesama, opa hanya memperingatkan kamu untuk selalu berhati-hati dalam melakukannya. Hanya kamu, Reihan, dan Reva cucunya. Jadi, opa sangat khawatir jika terjadi sesuatu kepada kalian. Terutama kepadamu, karena kamu memiliki kemampuan khusus seperti kami." Jelas Zidane.
Zyan pun paham dengan penjelasan sang ayah. "Gitu ya, pap?"
"Ya. Jadi, jangan merasa tertekan atas perkataan opa!"
"Terus, pap?"
Zidane mengerutkan dahinya. "Terus apanya?"
"Ish, papi. Terus apa aku di perbolehkan melakukan hal seperti kemarin lagi dengan menjadi media perantara untuk mereka yang ingin bertemu?" Tanya Zyan gemas.
Zidane beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki menuju ke kamar. "Tanya mami saja. Dia yang sering melakukan itu untuk orang lain. Mami kan hebat!" Pujian Zidane hanya di tanggapi decakkan istrinya.
"Ckkk!"
Zyan melirik ibunya yang masih cemberut. "Mmm, kenapa gak papi aja yang jawab? Sepertinya mami masih ...!"
"Tanya dulu dong, nak. Daripada mami cemberut terus gak ada kerjaan." Ledek Zidane.
Mata Sherly menatap tajam ke arah suaminya yang sudah berada di pertengahan tangga menuju lantai dua rumah mereka.
Dengan secepat kilat, kakinya melangkah mengejar langkah Zidane yang sudah berada di pertengahan tangga sambil berteriak dengan keras. Membuat Zidane berlari dan Zyan menutup telinganya.
"Papppiiiiiii ...!"
Melihat Sherly mengejarnya dengan tanduk merah di kepala, tanpa di tunda lagi, Zidane bergegas melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamar.
"Ampun, mam. Gak lagi lagi!"
Sedangkan si tampan hanya melihat kelakuan kedua orang tuanya yang menurutnya masih mesra walaupun di usia yang sudah cukup tua bagi mereka.
"Dasar, papi sama mami tetep aja suka bercanda. Padahal, keduanya udah cukup tua!" Senyum Zyan mengembang walaupun nada cibiran keluar dari mulutnya.
☆☆☆
**Harta yang paling berharga, adalah keluarga.
Mutiara yang paling indah, adalah ... keluarga.
Walaupun di usia senja, tetap kita harus selalu menjaga kemesraan diantara suami dan istri. Apalagi, di depan anak-aak kita. Karena dengan seperti itu, kita memberikan contoh yang baik untuk mereka saat mereka berkeluarga nanti.
Jaga keutuhan keluarga kalian ya gengss. Jangan kesal jika orang tuamu suka bercanda satu sama lain, karena itu bukti kasih sayang mereka.
Justru kita harus membuat keduanya tetap rukun dan saling mengasihi.
Semoga keluarga kalian di berikan kebahagiaan yang melimpah ya, gengs.
Salam manis dari othor termanis sejagat Nt.😘😘😘**
__ADS_1