Jodoh Sang Penguasa

Jodoh Sang Penguasa
Hantu Bumil


__ADS_3

Sherly yang langsung siap dengan layangan tinjunya terhenti saat melihat si pelaku penyiraman.


Ia tak bisa berkata kata lagi, dengan sosok yang ada di hadapannya.


"Kamu mau apa?"Tanya santai si pelaku penyiraman yang ternyata mommy nya.


"Eh, mommy.hehehe..."Sherly cengengesan.


"Itu tangan mau buat apa?"Tanya mommy lagi dengan menunjuk tangan anaknya yang menggantung di depan.


"Ah, ini ya?"Sherly menarik tangannya yang menggantung di udara, kemudian menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Tadi ada....ada apa ya?"Dia bingung harus bilang apa.


"Eh, ini lho!tadi kenapa mommy nyiram aku sih?kan jadi basah nih!"Tunjuk Sherly pada kepalanya yang basah sampai ke baju.


Ia baru ingat jika kemarahannya tadi karena disiram seseorang.


"Itu air do'a dari pak Ustadz Yusuf.bisa ngusir setan yang ngikutin kamu tahu!"Ucap mommy santai.


"Haish, si mommy.hari gini masih percaya aja sama setan!"Kata Sherly pada mommy nya. padahal ia sendiri memang sering di kejar setan, namun ia tak mau keluarganya sampai tahu dan khawatir kepadanya.


Mereka yang mengetahui itu, cuma diam tak bersuara.mereka mengerti jika Sherly berkata seperti itu supaya keluarganya tak khawatir.


"Pokoknya mommy gak mau kamu kenapa kenapa, iya kan Dad?"Kata mommy keukeuh dan meminta pembelaan sama daddy nya.


"Pokoknya, iya in aja lah perkataan mommy kamu sayang!"Ucap ayahnya yang tak mau banyak bicara.


"Tapi kan aku jadi basah"Kata Sherly.


"Ya udah gih, ganti baju.biar gak masuk angin"Suruh ayahnya.


"Ya idah deh, yuk Ren.ikut gue ke kamar" Ajak Sherly pada Iren.


"Gue di ajak engga Sher?"Tanya Dika dengan menaik turunkan alisnya.


"Huuhhh!"Cibir keduanya.


"Dasar kamu itu ya ntong!"Enyak menepuk lengan anaknya."Kamu gak malu di depan orang tua neng Sherly sama yang lain?" Kata si enyak pada Dika.


"Biasanya juga kan gitu nya,"Bela Dika.


"Itu dulu, saat kalian masih bocah ingusan. sekarang tuh si entong udah kumisan tahu, jadi udah punya rasa suka.makanya bahaya"Kata enyak membuat semua tertawa


"Hahaha"Mereka tertawa dengan riang.


Di kamar Sherly sedang mengganti pakaian, tiba tiba Iren bertanya tentang sesuatu.


"Eh Sher, lihat deh tuh!kasian sekali dia ya" Ucap Iren menunjuk seorang nenek yang ada di sebrang jalan dengan membawa barangnya tanpa ada yang membantu.


Tapi Sherly menangkap sosok yang lain, yaitu seorang wanita muda yang dalam keadaan hamil dan seperti yang di lihat sebelumnya.


"Lu bener Ren, apa gue harus bantuin dia ya?"Tanya nya bingung.pasalnya setiap kali ikut campur atas masalah mereka.Sherly dan kawan semuanya selalu celaka.


"Ya iya lah dodol.Masa elu tega biarin dia kaya gitu,yuk kita bantuin nenek itu!"Ajak Iren pada Sherly yang di tanggapi dengan keterkejutannya.


"Hah, nenek?nenek siapa?"Tanya Sherly bingung."Masih muda kok udah di nilang nenek?mata lu picek kali ya!"Cibir Sherly.


"Mata lu yang picek, noh nenek nenek lagi bawa barang banyak banget tapi gak ada yang mau bantuin dia"Tunjuk Iren pada seorang nenek di sebrang jalan rumah Sherly.yang terlihat dari balkon kamarnya.


"Hah, oh..eh..gue kira elu nunjuk wanita hamil pake daster putih yang sedang duduk di sana"Sherly menunjuk ke sebrang jalan.


"Wanita hamil?mana?gak ada kok!"Iren memperhatikan ke sebrang jalan namun tak ada wanita hamil seperti yang di katakan Sherly padanya.


"Itu wanita hamil yang sedang duduk.masa sih lu gak lihat!"Serunya pada Iren.


"Elu mimpi kali Sher, apa jangan jangan yang elu liatin itu hantu kali,"Ucap Iren menjentikkan jari.


"Masa sih?tapi mungkin juga kali ya.soalnya tadi pas gue dianter sama pak supir, gue lihatin dia terjatuh tapi pas di tengok ke belakang.dia gak ada!"Ujar Sherly.


"Tuh kan, pasti bumil itu hantu deh!"Kata Iren dengan sedikit takut.


"Emh, tapi kenapa dia ngikutin gue terus ya?"Sherly mengetuk dagunya.

__ADS_1


"Mungkin dia mau minta tolong sama elu kalu Sher,"Tebak Iren.


"Mungkin juga kali Ren, kita tengokin yuk!" Ajak Sherly pada Iren yang tak mau bergerak mengikutinya.


"Kenapa sih?elu takut ya?"Sherly bertanya kepada Iren yang menggelengkan kepala.


"Gu..gue gak usah ikut ya, ajak yang lain aja deh!sorry ya..hehehe.."Iren cengengesan.


"Cih, gitu aja takut lu.dia itu cuma seorang bumil tau!"Cibir Sherly.


"Tetep aja hantu!gue ogah berhubungan dengan yang namanya hantu."Kata Iren.


"Ya udah, gue mau ke sana dulu deh!yuk turun"Ajak Sherly lagi.


"Oke deh!"Mereka pun turun ke bawah dan berkumpul lagi dengan keluarga yang lain.


Namun Sherly terus menatap ke sebrang jalan depan rumahnya,ia terus memperhatikan hantu wanita hamil itu.


"Hei, kenapa sih liatin ke sana mulu.ada apa?"Tanya kak Al yang melingkarkan tangan di leher adiknya.


"Ah itu kak, emh anu.itu.."Sherly menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Bingung juga kalau menjelaskan tentang wanita itu jika ia memang benar hantu.


"Ah gak jelas lu.yuk, katanya mau makan!" Ajak kak Al pada adiknya itu.


"Kita mau ngapain lagi ini kak?"Tanya Sherly yang melihat masih banyak orang di rumahnya itu.


"Kita mau ngedo'a dulu.tutup kepala kamu pakai kain ini,"Kak Al menutupi kepala adiknya dengan selendang yang di buat kerudungan.


Sherly mengikutinya dan diam di pojokan sama si mommy.walaupun mereka berbeda agama, tapi mereka tak pernah melarang apapun yang di lakukan anggota keluarga lain yang beragama muslim dalam bentuk apapun.entah itu beribadah atau syukuran.


Setelah selesai acara yang di tutup oleh Ustadz yang di panggil ayahnya, mereka semua yang mengikuti acara syukuran ini pun pulang ke rumahnya masing masing. termasuk keluarga para sahabatnya.


"Kita pamit pulang ya mommy dan daddy nya Sherly."Ucap mereka berpamitan.


"Syukur alhamdulillah, sekarang Sherly udah pulang.semoga selalu sehat ya bu"Ucap mereka lagi.


"Iya, makasih semua buat do'anya"Ucap mereka sekeluarga dengan tersenyum.


"Eh guys, gue lihat di sana ada wanita hamil yang sedang duduk.kalo si Iren bilang dia gak liat, kalo kalian gimana?liat gak?"Tanya Sherly pada ketiga sahabatnya.


"Sebelah mana sih?"Mereka memperhatikan sebrang jalan.


"Itu, di bawah pohon rambutan"Jelas Sherly.


"Kalo gue sih sama kaya Iren, gak liat."Kata Indra dan Geri.


"Kalau gue mah......Gak liat"Kata Dika yang menjeda ucapannya.


"Huuhh..elu tuh ya.gue kira bisa liatin."Cibir Sherly pada Dika.


Dika cuma cengengesan sambil mengacungkan dua jari di depan."Hehehe"


"Dia ngikutin gue dari jalan yang deket taman sana tau!"Tutur Sherly.


"Wah, kayaknya dia mau minta tolong kali Sher.coba lu tanya deh!"Kata Indra yang di barengi anggukan ketiganya.


"Oke deh, gue kesana dulu ya"


Sherly pun melangkah ke luar halaman rumahnya, ia tak tahu apa yang akan terjadi padanya.


Satpam penjaga rumahnya sampai terheran dengan anak majikan mereka itu.mereka melihat Sherly yang berjongkok sambil berbicara sendiri.


"Itu si nona muda kenapa?kok ngomong sendiri sih?"Tanya salah satu satpam dengan terheran.


"Tau ih, apa karena efek dia yang sudah hilang seminggu lebih.jadi otaknya rada geser?"Timpal satpam satunya.


"Hush, kalo ngomong itu di jaga.masa kamu ngatain nona muda otaknya geser sih?Dia gak geser otaknya, tapi sedikit rada rada"Si satpam satunya sama aja.


Terlihat Sherly sedang khusuk mengobrol dan entah sama siapa?


"Hei mbak, kenapa mbak ngikutin aku kesini sih?"Tanya Sherly pada wanita hamil itu.

__ADS_1


"Jadi bener, kamu bisa liatin aku?"Bukan ngejawab,dia malah balik bertanya.


"Ish, di tanya malah balik nanya!"Sherly mendengus kesal.


"Mbak ini siapa?dan dari mana?kenapa ngikutin aku sampai sini?"Sherly terus bertanya padanya namun dia tetap balik bertanya.


"Kamu bisa kan nolongin aku?please!"Ucap dia memelas.


"Ya tuhan, gue nanya dia balik nanya lagi"


"Minta tolong apa sih?"Akhirnya dia mengalah pada wanita itu.membuat wanita itu tersenyum dengan menyeringai.


"Kamu harus janji akan menolongku!"Ucap dia terus menerus sedikit memohon.


Karena kesal, Sherly juga tak mau kelamaan ia pun mengiyakan permintaan wanita itu.


"Oke lah, udah cepetan minta tolong apa?" Tanya Sherly langsung.


Wanita itu senang dan ia pun berdiri lalu menarik tangan Sherly untuk mengikutinya.


"Eh, si Sherly mau kemana tuh?dia kayak di tarik gitu tangannya!"Seru Geri yang melihat Sherly seperti di tarik paksa.


"Iya juga tuh, kita ikutin yuk!"Kata Dika yang langsung berdiri dan melangkah pergi.


Namun saat mereka akan melangkahkan kaki mereka keluar untuk mengikuti Sherly, tiba-tiba seseorang memanggil mereka semua untuk masuk ke rumah.


"Hei kalian, sini cepet!"Panggil kak Al dengan berteriak.


"Ada apa kak?"Tanya mereka yang menghampiri kak Al.


"Ini untuk kalian,"Kak Al memberikan mereka bungkusan kado,setiap orang dapet satu kado.


"Wah, kak Al bagi kami hadiah!"Seru Geri dengan girang.


"Aih, baiknya si bos aku"Iren pun memuji kak Al.


"Asyik nih, di bagi hadiah!"Dika ikut senang.


"Sering sering aja kak, bagi bagi kaya gini" Indra pun ikut girang dengan hadiah dari kak Al.


Akhirnya mereka pun melupakan niatnya untuk mengikuti Sherly.


Sherly tak bisa berbuat apa-apa, ia terus mengikuti kemana pun wanita itu menarik dan membawanya.ia tak sadar dengan apa yang sudah terjadi, sampai Sherly berada di tengah rel kereta api.


Teriakan histeris dari semua orang yang melihatnya, tak ia dengar karena perhatian dan pandangannya fokus tertuju pada wanita hamil itu.


Kereta api exspress telah berbunyi dari kejauhan, dan palang pintu perlintasan kereta api pun sudah di tutup.pertanda kereta itu akan segera melewati jalurnya untuk beberapa menit lagi.


Namun Sherly seolah tak mendengarkan itu dan seruan dari orang orang yang berteriak memanggilnya.telinganya seakan dibuat tuli dan matanya seakan di buat buta.


Sherly terus berjalan mengikuti kemana wanita itu menariknya.


Kereta api itu telah berbunyi semakin kencang dan melaju dengan cepat semakin mendekati tubuh Sherly.


Semua orang terus berteriak memanggilnya namun lagi lagi ia tak mendengar, bahkan bunyi kereta api yang tepat berada di belakangnya sekali pun.


Masinis yang mengatur lajunya kereta api itu tak bisa berbuat apa apa, saat melihat seorang gadis yang berjalan di depan kereta yang ia kendalikan.


Kalau ia memberhentikan paksa kereta hanya untuk menolong gadis itu, bisa di pastikan lebih banyak korban jiwa karena ulahnya itu.maka dari itu, ia memilih menabrak gadis di depannya itu.


Makin dekat dan terus mendekat, kereta itu terus melaju dengan cepat.ke arah Sherly.


Wwuuuusssshhh..


Tubuh Sherly terbanting ke samping dan berguling di pinggir rel kereta kemudian terjatuh ke tanah.


Semua orang berteriak dengan histeris.dan tak ada satu pun yang tak berteriak.


Bersambung...


ku tunggu like, komen dan vote mu sob.jika boleh.tolong favoritkan dan beri rate โ˜† 5.


Supaya diriku rajin up nya..

__ADS_1


Hatur nuhun๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜**


__ADS_2