Jodoh Sang Penguasa

Jodoh Sang Penguasa
Upaya pembebasan


__ADS_3

Geri terus berpikir, merasa mengenal orang yang sedang duduk itu.tapi ia belum yakin dengan penglihatannya ini.


Sampai Sherly membenarkan ucapannya.


"Iya, ini kan emang ruangannya!tapi, kenapa dia bisa kita liat di alam bawah?bukannya tadi yang kita liat hantu semua?jangan-jangan...!"


"Jangan-jangan apa?"Tanya Hendri yang mendengar pembicaraan mereka tentang dirinya.


"Kok kak Hen bisa liatin kita sih?" Tanya Sherly penasaran."Kita ini kan masuk ke dalam dunia bawah?"Kata Sherly serius.


"Iya, saya tahu!"Kata Hendri santai.


"Terus??"Tanya keduanya kompak.


"Karena mereka, saya di sini!"Jawab Hendri datar dan menunjuk ke belakang mereka berdua membuat ke duanya menoleh bersamaan.


Nampak sosok kuntilanak bermata merah, rambut panjang gimbal, kuku panjang yang hitam, wajah putih pias dan pocong dengan muka yang tak kalah seramnya, gigi runcing, mata merah menyala, sedang menatap ke arah mereka dengan tatapan yang menakutkan.


"Kkyyyaaaa....."Keduanya berteriak histeris karena terkejut dengan penampakan di belakangnya itu.


"Astagfirullah!"Pekik Geri memeluk Sherly dari belakang tanpa sadar, membuat Hendri mendelik tak suka.


"Lepasin dia Ger!"Pintanya pada Geri yang terus memeluk erat.


"Tuh dengar, lepasin kita..Geeerrrr..? Maksud kapten apa?"Dia tak mengerti dengan perkataan Hendri.


"Saya nyuruh kamu ngelepasin pelukan kamu sama dia"Kata Hendri dengan datar dan dingin.


Mereka berdua pun tersadar dan langsung melepaskan diri."Sorry, Kirain bicara sama mereka!"Tunjuk Geri pada sosok itu dengan dagunya.


"Terus, kalian disini mau apa?"Tanya Sherly pada kedua sosok itu.


"Aku akan membawa kalian menghadap yang mulia raja"Ucap mereka dengan serak.


"Enak aja maen bawa segala, dikira kita buah tangan kali ya!"Seru Geri.


"Kalian harus ikut kami, karena kami harus mempersembahkan korban dan meminta kekuatan untuk kami.supaya kami lebih kuat di banding yang lain"Tuturnya dengan suara yang masih serak


(Kayaknya dia lagi batuk tuh!)


"Hmph.jangan harap bisa bawa kami menghadap pemimpinmu!"Seru Sherly memasang kuda-kuda dan siap melawan mereka."Ayo maju"


"Oh..kau melawan rupanya ya, anak manis!"Kata pocong itu meremehkan.


"Kalau begitu, kita gak segan lagi terhadap kalian, hahaha.."


"Ayo sini kalo berani, udah bau tanah juga.masih aja belagu!"Kata Geri yang sudah siap walaupun takut.


"Hiyyaaattt..."


Mereka pun bertarung satu lawan satu dengan sengit.Geri bisa melawan mereka karena dia bisa melihat dan menyentuhnya bila di alam bawah.


Dan kedua makhluk itu kalah dengan cepat dan keadaan mereka tragis jika berakhir di tangan keduanya.


"Hufftt...kalah juga kan lu!"Hahh..hahh" Kata Geri dengan napas yang terengah- engah.


"Ampuni kami manusia, kami janji akan bertobat!"Kata Mis kun dengan menyatukan kedua tangan di dada dan Mr Poc cuma mengangguk.


"Baiklah, jika kalian sudah menyerah dan sadar dengan kesalahan diri. aku akan membebaskanmu dari roh jahat itu."Ucap Sherly sambil menggosokkan cincin bermata biru yang di berikan Raja Brata yudha, penguasa alam Ghaib.


Sherly sudah mengetahui caranya membebaskan roh yang berkeliaran dan memulangkannya kembali ke alam ghaib, dengan bantuan cincin mata biru.


Sherly mengarahkan cincin mata biru ke arah kedua sosok itu, dan seketika cahaya putih datang menyelimuti mereka dan perlahan menghilang dengan kedua sosok itu.


"Eh Sher, sejak kapan elu punya barang begituan?gue baru nyadar lho kalo elu punya tuh cincin"Tanya Geri.


"Gue juga gak ngerti Ger, lu inget gak waktu gue tersesat di gunung itu.gue mimpi ketemu Raja, dia memberikan cincin ini pada keturunannya yang wajahnya mirip sama gue.taunya tuh cincin ada di jari gue dan gue bisa ngeliat arwah."Tutur Sherly padanya.


"Oh, jadi itu yang membuat dia kuat saat melawan Genderuwo waktu itu, pantas saja dia bisa melawannya walaupun sudah terluka parah"Batin Hendri yang memperhatikan Sherly.

__ADS_1


"Ooohhh..mungkin aja elu keturunan Raja itu Sher, bisa jadi kan?"Kata Geri dengan antusias."Waah..hebat".


"Tapi ngomong-ngomong, kenapa tadi elu gak pake itu buat naklukin setan yang ada di raga si Indra?" Tanya Geri yang di simak Hendri.


"Gue lupa...hehe"Ucap Sherly dengan cengengesan.


"Huuuuucchhhh...."Geri dan Hendri mencibirnya.


Tanpa mereka sadari, ada seseorang di balik pintu kamar yang sedang menguping pembicaraannya.


"Tunggu apa lagi, ayo jalan!kita bebasin si Indra"Ajak Geri.


"Ya udah, yuk!tapi kita tetep harus waspada ya?"Kata Sherly dan mereka pun bergegas pergi.


"Kalian gak ngajak saya!"Kata Hendri datar.


"Emang kak Hen bisa berdiri?lukanya kan lebih parah dari kita.si Dika aja gak bisa bangun, cuma bisa duduk di kursi roda.apalagi kakak!"Kata Sherly bertanya pada Hendri.


"Kamu gak ingat, kalo ini roh saya bukan raga saya.jadi saya bisa bergerak bebas tanpa merasa kesakitan"Jelas Hendri yang masih menyembunyikan kemampuannya.


Sherly masih tak percaya karena tak ada keanehan dari diri Hendri, dia terlihat seperti bukan arwah.tapi Raga dia sendiri, sama seperti Geri yang manusia seutuhnya.


Namun karena Sherly penasaran dengan itu, maka ia membiarkan Hendri dan ingin mengetahui apa tujuannya melakukan ini.


"Gue belum tau maksud di balik sikap kak Hendri yang melakukan hal ini.gue ikutin aja keinginannya deh!"Batin Sherly.


"Ya udah, ayo jalan!"Seru Sherly pada mereka berdua.


Akhirnya, Sherly, Geri dan Hendri.berjalan mengendap keluar dari kamar 107 menuju kamar 108, yaitu tempat para arwah penasaran berkumpul dan melakukan pertemuan.mereka mencari korban dan membawanya kesana untuk di jadikan pengikut iblis berkepala Domba, yaitu pimpinan mereka.


Mereka di janjikan akan di beri kekuatan jika bisa membawa jiwa yang mau mengabdi padanya.


Kadang, ada juga manusia yang rela mengabdi padanya dengan memberikan tumbal, yaitu orang tak berdosa yang diambil secara paksa lewat pesugihan.dan sebagai gantinya, ia di berikan kekayaan yang berlimpah ruah.tapi harta yang tak berkah.


Karena ingin hidup kaya atau kebal dengan benda tajam, atau juga karena iri terhadap Rivalnya.maka ia tak segan menyuruh iblis itu membunuh orang yang ia minta atau yang menghalangi jalannya untuk di jadikan tumbal.


Sungguh kejam orang yang terlalu serakah, kekejamannya melebihi seekor binatang.


Ceklek


Pintu kamar itu terbuka, nampak begitu banyak arwah penasaran yang mati karena dipaksakan.Seperti,kecelakaan yang di sengaja atau tiba-tiba meninggal setelah menerima suatu barang pemberian orang yang melakukan pesugihan.


"Gila mamen!korbannya tambah banyak aja ya, ini gak boleh di biarin Sher"Kata Geri yang berjalan di belakang Sherly.


"Iya, lu bener.kita gak boleh biarin mereka menjadi korban keserakahan iblis itu"Kata Sherly membenarkan perkataan Geri.


"Ayo, kita dekati mereka perlahan dan berpura-pura jadi hantu seperti mereka!"Usul Hendri pada keduanya.


"Bener, ide bagus tuh kapt"Geri menjentikkan jari tanda setuju.


"Baiklah kalo gitu, pake ini dulu biar keliatan meyakinkan."Kata Sherly yang menyerahkan alat make-up di tasnya.


Merekapun menghias wajah sedemikian rupa supaya terlihat nyata, dengan alat make up.


"Taaarraaa...gimana?bagus kan?"Tanya Sherly yang menghiasi wajah mereka.


"Omo, gue kaya mayat beneran!"Seru Geri yang melihat wajahnya di cermin.


"Iya, kalau begini kan.kita gak usah khawatir mereka curiga pada kita."Kata Hendri pada mereka.


"Let's go, kita cuuuussss...!"Seru Sherly dan Geri yang di tanggapi dengan senyuman kapten Hendri.


Mereka berjalan dan masuk kembali ke ruangan itu, ruangan yang lebih luas dan lebih menyeramkan di banding ruangan lainnya.pasalnya, ini dunia mereka bukan dunia kita.


"Hei, siapa kalian?"Tanya para roh jahat penjaga tempat itu.


"Kami arwah penasaran yang baru saja tiba, dan kami disini di suruh menjemput rohnya."Kata Mereka dengan suara yang serak dan datar sambil menunjuk Indra.


"Apa benar kalian ini di suruh menjemput pemuda itu?pemuda itu belum mati, dia juga tidak bisa di sentuh oleh kita."Roh jahat itu tak langsung percaya dan sedikit curiga dengan mereka.

__ADS_1


"Kenapa dia tidak bisa di sentuh?"Tanya Geri pada roh jahat itu.


"Lihatlah!dia di kelilingi cahaya putih, begitu kami menyentuhnya.kami akan merasa panas dan terbakar."Tutur roh itu.


"Bagus!"Seru Geri tanpa sadar membuat roh jahat itu memicingkan mata dan bertanya. "Apanya yang bagus?"


"Cahaya putih itu yang bagus, bisa membakar kalian.berarti kalian belum cukup kuat.masa menyentuh pemuda itu saja gak bisa?"Ucap Geri menyepelekan mereka dengan sengaja membuat mereka terpancing menantang.


"Kalau begitu, kamu sendiri coba dekati dan sentuh pemuda itu.apa kau bisa?"Tantang roh jahat itu pada Geri.


"Kecil, jika aku bisa menyentuhnya.bisakan aku membawanya juga?"Kata Geri lagi.


"Baik, tapi jika kau juga sama tak bisa menyentuhnya.kau harus menuruti semua keinginanku"Tantang roh itu juga.


"Deal"Mereka bersalaman satu sama lain dan disaksikan semua penghuni ruangan itu yang berjumlah puluhan.


"Wasyem..ini toh rasanya bersentuhan sama makhluk halus.dinginnya sampe nusuk tulang.nyeeeeuuss banget"Batin Geri.


Geri berjalan mendekati Roh Indra yang tertunduk serta terikat dan sedikit terluka di bagian bibir dan tangannya karena pukulan dari iblis pemimpin mereka sebelum raga Indra di ngajikan.


Sherly dan Hendri mengacungkan jempol ke arah Geri yang berhasil mengelabui para roh jahat itu membuat Geri bangga.mereka pun mengikuti Geri dan mendekati Indra.


"Ppssstt..Ndra Hei, lu baik-baik aja kan?" Bisik Geri tepat di telinga Indra.


"Siapa kalian?"Tanya Indra yang terkejut dengan kedatangan tiga orang itu.


"Ini kita bedul"Bisik Geri padanya.


Indra memicingkan mata dan mengamati mereka dengan seksama.


"Whooaa..kalian!kenapa ada disini juga?apa kalian juga sama di paksa kesini gara gara gue gak mau mengabdi pada iblis itu.gue minta maaf ya, karena gue kalian menderita begini."Kata Indra meminta maaf atas kedatangan para sahabatnya.


"Kita belum mati dodol, kita nyamar jadi hantu biar bisa bebasin elu!"Bisik Geri yang diangguki Sherly dan Hendri.


Indra pun menatap mereka bergantian.


"Serius lu?gue kira kalian udah jadi hantu beneran.tampilannya meyakinkan dengan wajah pucet dan ada noda darah gitu"Kata Indra yang melihat tampilan mereka.


"Ini kreatifitas dia noh!keren kan..ckk"Geri berdecak menunjuk Sherly dengan dagunya yang mengacungkan dua jari di depan.


"Keren, kaya betul betul betullll..."Puji Indra pada Sherly.


"Iya, tapi gue minta elu pura pura takut sama kita.supaya terlihat tambah meyakinkan mereka.gimana?"Sherly ikut berbisik pada Indra.


Dengan membentuk huruf O dengan kedua jarinya, Indra menyetujui perkataan Sherly dan akting pun di mulai.


"Si..siapa kalian?kenapa mendekati ku, pergi sana..aku gak mau ikut kalian."Teriak Indra dengan histeris.


"Hohoho...manusia bodoh, kalau kau ikut dengan kami.kau akan enak dan terbebas dari semua masalah,"Suara Geri lantang dan terdengar oleh mereka yang di sana.


"Gak mau, kalian pasti menyiksaku lagi!" Seru Indra memundurkan tubuhnya dan membentur salah satu roh, membuat roh itu menjerit kepanasan dan kemudian menghilang.


Mereka yang menyaksikan itu bergidik ketakutan, beda dengan Sherly and the gengs.mereka malah senang dengan hal itu.


"Ayo kita lepaskan ikatan Indra dan kita dorong saja dia ke para arwah itu."Usul Sherly yang di setujui Geri dan Hendri.


Ikatan Indra pun dilepas dengan mudah oleh mereka membuat para arwah itu bertepuk tangan karena merasa mereka bertiga itu kuat dan hebat.tapi mereka tak tahu ide gila muncul di kepala ketiga sahabat Indra itu.


Saat ikatannya terlepas, Geri dengan sengaja mendorong tubuh Indra yang bercahaya itu ke arah salah satu roh yang berdiri di belakang Indra dan ia sengaja memegangnya.membuat roh itu menjerit kepanasan dan hilang begitu saja.


Hal itu terus dilakukan mereka sampai suara mengema mengejutkan mereka.


"ADA KERIBUTAN APA INI?"


***Jangan lupa ritualnya gengs.😍😍


Like, komen, vote, tap favorit and share.


Kalo boleh kasih tip buat otor dan juga di follow ya.πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜ŽπŸ˜Ž

__ADS_1


Thank you so much..😘😘😘***


__ADS_2