Jodoh Sang Penguasa

Jodoh Sang Penguasa
Toya sakti sun go kong


__ADS_3

Kelima anak manusia itu terpental jauh dan tersungkur di tanah.


Mereka kesusahan untuk bangun karena serangan dadakan itu.Alhasil, mereka tergeletak di tanah dengan luka di dada.


"Kalian tidak apa-apa?"Zidane bangun dan menghampiri mereka satu persatu dan membantu mereka berdiri.


"Tidak, terima kasih!"Ucap mereka setelah Zidane membantunya.


Zidane mengulurkan tangan ke arah Sherly yang tersungkur di tanah dengan menopang tubuhnya menggunakan kedua tangan. "Ulurkan tanganmu."Pinta Zidane.


Sherly melirik tangan Zidane yang terulur dan ia pun menyambutnya."Terima kasih!" Ucapnya tulus.


Zidane pun menarik tangannya sampai tubuh Sherly berdiri dengan sempurna.


"Gimana caranya kita menghadapinya?" Sherly bingung harus berbuat apa.


Indra pun menepuk bahu Sherly."Harimau putih, Sher.keluarin dia aja!"Usul Indra.


"Astaga, gue lupa."Sherly menepuk keningnya sedikit."Untung lu ingetin, Ndra."Ia pun menyentuh cincin permata birunya dan keluar lah si kucing kecil dari sana.


"Harrrrggghhhmm"Kucing kecil itu lompat keluar dari cincin Sherly.


Zidane memperhatikan dan mengamatinya.


Bisa-bisanya gadis ini punya siluman jelmaan Harimau?dari mana dia mendapatkannya?


Harimau itu langsung berdiri di depan siluman kerbau.Mereka seperti saling membenci satu sama lain.


"Kau rupanya, maung bodas?sudah lama tidak bertemu.hahahaa!"Siluman kerbau itu langsung tertawa saat bertemu dengan harimau putih itu.


"Harghm"Harimau putih itu terlihat marah ketika berhadapan dengan siluman kerbau.


"Kenapa kau marah, apa kau masih tidak bisa menerima kekalahanmu dulu, hemh?" Ledek siluman kerbau.


"Kau memang payah dan tetap akan payah selamanya.Apalagi, dengan kau mengikuti gadis seperti dia itu.Hahaha"Ia terus memancing emosi harimau putih Sherly.


"Apa mereka saling mengenal?kenapa kucing kecilku terlihat tak suka sama si kerbau?" Sherly nampak bingung dengan apa yang di lihatnya.


"Mereka musuh bebuyutan.di masa lampau, mereka pernah saling berhadapan dan mungkin saja kucing kecilmu kalah dalam pertarungannya!"Jelas Zidane.


"Kok elu tahu?"Bukan Sherly yang bertanya, melainkan Dika yang penasaran dengan itu.


"Aku seorang...."Zidane tersadar saat akan membongkar identitasnya.Ia pun memilih diam dan tidak melanjutkan ucapannya.


"Seorang apa?"Tanya mereka kompak.


Zidane langsung menjawab rasa penasaran mereka dengan singkat."Seorang pengamat."


"Ckk, pengamat?di lihat dari apanya jika mereka saling mempunyai dendam satu sama lain?"Tanya Dika dengan mencibirnya.


"Cara mereka saling pandang saja"Ucap Zidane asal.


"Hemh!"Mereka pun menoleh ke arah kedua siluman yang sedang berhadapan itu.


Si kucing kecil terlihat sangat marah, berbeda dengan si kerbau yang tertawa puas meledeknya.


"Iya, kayaknya mereka punya dendam deh!"Geri dan Indra yang memperhatikan keduanya dari samping.


"Elu bener, kayaknya kucing kecil gue sangat marah dengan si kerbau itu!"Sherly membenarkan ucapan asal Zidane itu.


Gue curiga sama si tuan muda.Mungkin saja dia bukan orang sembarangan.gue yakin kalau dia punya sesuatu yang tersembunyi, Sama kaya si Hendri itu.Haish, menyebalkan.


Dika menatap tak suka ke arah Zidane.Ia seolah tahu kalauZidane menyembunyikan sesuatu dalam dirinya.


"Kenapa kau menatapku?"Tanya Zidane tanpa menoleh.


Semua yang mendengarkan ucapan Zidane langsung menoleh ke arahnya.


Sedangkan Dika terlihat kikuk karena Zidane ternyata bisa tahu kalau dia memperhatikannya.


"Siapa yang kau maksud, tuan muda?"Tanya ketiganya.


"Dia"Tunjuk Zidane ke belakang Dika dan diikuti tatapan mereka semua.


Dika mendongakkan kepalanya.Ia merasa tak enak saat telinjuk Zidane mengarah padanya."Gu..gue.."


Gak mugkin kan si Zidane bisa melihat gue dari belakang?apa dia punya mata ketiga yang di taruh di belakang kepalanya?


"Kemarilah, Tong.lihat, di belakang lu itu apa?"Geri langsung menarik tangan Dika yang sedang salah tingkah dan sedikit melamun.Ia di tarik sampai ke samping mereka.

__ADS_1


"Elu ngapain ngejogrog disitu sambil ngelamun lagi?"Indra memukul lengan Dika.


"Plak..woi, sakit tahu.asyem, gue punya teman pada kek gini semua sih!"Dika mengelus lengannya yang di pukul Indra.


"Lagian, elu ngelamun mulu, bro."Geri ikut berbicara.


"Sudah, jangan ribut mulu.tuh lihat, dia dari tadi yang ngikutin kita!"Sherly melerai keributan antar sahabatnya.


"Dia sosok apa lagi, king ice?"Ia menoleh kepada Zidane yang tak pernah memalingkan tatapannya lurus ke depan.


"Siluman ular putih."Ucapnya singkat.Zidane terlihat sangat marah kepada sosok yang baru datang ini.pandangannya tak pernah berpaling dari sosok itu.


Sosok wanita cantik berdiri di belakang Dika dengan menjulur-julurkan lidahnya dan meliukkan kepalanya.


"Hai nak, kau sudah besar ya sekarang?Hihihii.."Siluman ular itu berbicara pada Zidane.


"Kau terlihat tampan sekali, lebih tampan dari sebelumnya.Kalau tahu kau akan seperti ini, aku akan menolak permintaannya dan akan memilihmu menjadi suamiku.hihihii.." Ucapnya dengan nakal sedikit menggoda.


"Tak sudi aku harus berdampingan dengan siluman sepertimu.Dan lagi pula, usiamu sudah ratusan tahun."Zidane berbicara dengan gaya coolnya.


"Hahaaa..walaupun aku sudah ratusan tahun, tapi aku akan tetap cantik dan awet muda.tidak seperti gadis itu.yang sebentar lagi akan menua.Kulit keriput dan rambut yang memutih!"Cibirnya pada Sherly yang berdiri di samping Zidane.


"Welehh, siluman itu pake formalin ternyata. Pantesan dia cantik terus!"Kata Indra yang menyimak pembicaraan mereka.


"Iya, kayaknya dia juga pake wantex. Buktinya, kulitnya mulus, putih, dan bersih" Dika yang selalu sehati sama Indra.


"Hush, dikata dia makanan, bisa diawetkan pake itu.Elu lagi, Dik.ngapain dia pake wantex, biar gak luntur gitu?Kaya kaen aja.Dia sebangsa siluman, usianya akan tetap muda di banding manusia.Dasar lu berdua, dodol otaknya!"Geri menepuk kepala Indra dan Dika.


"Abisnya, dia bilang usianya udah ratusan tahun tapi tetap awet muda."Kata Dika dan di iya kan oleh Indra.


"Elu berdua mau juga awet muda kaya dia?" Tanya Geri diikuti tatapan Sherly dan Zidane.


"Bukan, gue ogah ya entar gue masih muda bini gue udah tua, tengsin dong.Gue mau minta resep biar awet kaya.jadi, banyak cewek yang nemplok ama gue kalo gue kaya, iya kan.hehehee!"Tutur Dika dan lagi-lagi Indra mengangguk.


(Mereka kok sehati sih?)


"Elu mau kaya?"Tanya Geri yang di angguki Dika dengan cepat.


"Kerja..jangan ngehalu mulu!"Bentak Geri ke arah Dika yang mengangguk sampai ia memejamkan matanya.


"Wasyem, ngomong ya ngomong.tapi jangan sambil nyembur dong ah!"Dika mengelap wajahnya yang kena cipratan hujan lokal.


"Abis nya gue gedek sama lu berdua, sorry deh.vish ah,"Ucap Geri sambil mengangkat kedua jari di depan.


"Ayo lanjut, gak usah hiraukan mereka bertiga, udah biasa kaya gitu.cuss, mau ngomong apa lagi lu miss Silutih?"Kata Sherly.


"Miss Silutih?siapa itu?"Mereka bingung dengan nama yang di panggil Sherly.


"Silutih, siluman ular putih.kalau di ucapin kan panjang, ya gue singkat dah.cape gue ngomongnya!"Jelas Sherly dan mereka cuma ber Oh doang kagak ada yang lain.Ckk, dasar.


"Haish, ada-ada aja kamu, manusia.Sudah ah, aku mau membereskan urusanku dengan si tampan ini.sudah lama aku mencarinya namun gak pernah ketemu."Silutih menoleh pada Zidane yang menatapnya dengan dingin.


(Kayaknya, si babang tamvan pujaan hati otor itu masuk dalam kulkas deh.Perasaan dingin mulu.apa dia juga pake formalin?dinginnya awet.)


"Aku juga sudah lama menunggu kesempatan ini."Ucap Zidane dengan nada dingin.


"Mereka sepertinya punya urusan yang belum kelar.Lihatlah, si tuan muda mengepalkan tangannya."Bisik Geri di telinga Sherly.


Sherly melirik ke arah tangan Zidane yang terkepal itu.Ia juga jadi memperhatikan raut wajah Zidane yang tegang dan amarah yang terpendam.


Apa masalah diantara mereka?sepertinya si king ice sangat marah kepada para siluman itu, tapi apa masalahnya?


Sherly terus menatap Zidane dengan kekesalannya."Dia menyimpan dendam."


"Apa yang akan kau putuskan, tampan?" Silutih bertanya pada Zidane.


"Aku memutuskan akan melenyapkanmu untuk selamanya!"Zidane mengepalkan tangannya.


"Ouh, manisnya saat dia marah.Aku makin suka pria macho sepertimu.hihihii"Dia tertawa manja saat melihat Zidane marah.


"Ayo kerbau, kita bawa mereka menghadap tuan!"Ajak Silutih pada si kerbau.


"Dengan senang hati"Ucap siluman kerbau dengan menyeringai.


"Jangan lupakan aku"Jin wanita itu ikut bergabung dengan mereka.


"Baiklah, kita selesaikan ini sekarang juga." Tanpa perintah siapa pun Zidane berlari dan menerjang ke arah mereka dan diikuti harimau putih Sherly.


"King ice,"Sherly berlari mengikuti Zidane dan ikut melawan mereka.

__ADS_1


Pertarungan pun tak terelakkan.Mereka bertiga bertarung satu lawan satu.


Sedangkan ketiga sahabat Sherly hanya diam di tempat, mereka bingung harus berbuat apa.


"Apa yang harus kita lakukan?"Tanya Indra.


"Gak tahu, sepertinya mereka tak membutuhkan kita!"Dika terlihat cuek.


"Terus, kita mau ngapain nih?"Geri bertanya pada kedua sahabatnya.


"Kita lihatin aja lah mereka dari sini.gue bingung harus ngapain"Kata Dika.


Mereka terus saling menyerang satu sama lain dengan sekuat tenaga.


Sherly berusaha mengalahkan jin wanita itu. Ia terus mengerahkan semua kemampuannya untuk melawan jin itu.


Bugh


Pukulan Sherly mendarat di dada jin itu dan seketika jin itu hancur dan menghilang.


Zidane membabi buta melawan miss Silutih itu. ia terlihat sangat marah kepadanya.


"Wow, setelah tujuh belas tahun tak bertemu, kau malah semakin kuat ya.tampan?"Silutih meledek Zidane.


"Tapi, kau tak akan pernah bisa mengalahkanku. Hihihiii"Dia terus mengejek Zidane.


Zidane sangat marah melihat miss Silutih itu, ia langsung mengeluarkan sebuah tongkat kecil dari bambu kuning(Bambu haur wulung).Konon katanya, tongkat bambu itu sangat di takuti oleh para makhluk halus.


Tongkat bambu kuning berukuran lima puluh centimeter itu di keluarkan Zidane dari balik jaketnya.Sepertinya memang ia sudah menyiapkan itu.


Dengan gerakkan yang cepat, Zidane berlari dan menerjang ke belakang Silutih dan menancapkan bambu kuning tepat di punggung Silutih.Membuat Silutih meronta kesakitan.


Bruk..Zidane menapakkan kakinya setelah melompat kearah punggung Silutih dan menancapkan tongkat bambu kuning itu.


"Aaaaaaaa"Silutih ambruk seketika.Ia berguling-guling di tanah dengan kesakitan.


"Kau ternyata menyimpan senjata orang tuamu.dasar manusia kurang ajar"Silutih berusaha menggapai tongkat itu namun tak bisa.


Lama kelamaan, Silutih berubah menjadi ular kembali dengan kepala berjambul menandakan bahwa dia siluman dan bukan ular biasa.Dan Silutih pun lenyap seketika dengan meninggalkan tongkat bambu di tanah.


Zidane langsung memungut tongkat bambu itu dan memegangnya kembali.


"Wah, hebat dia.si tuan muda ternyata punya toya sakti sun go kong.!"Mata Indra berbinar menatap Zidane yang keren menurutnya.


"Iya, gue kira dia ngeluarin apaan dari balik jaket.ternyata toya sakti.hebat bener dah!" Dika ikut memuji Zidane.


"Berarti dia si sun go kong dong.bisa ngalahin makhluk halus pake tongkat saktinya."Geri mengatakannya dengan penuh perasaan.


Plak..plak..plak..


"Hush, masa ganteng kaya gitu jadi sun go kong?"Sherly menepuk lengan ketiganya.


"Habisnya dia hebat sih!"Mereka bertiga berucap sambil mengelus kepala yang di keplak si bos.


Sedangkan Zidane tetap terlihat cuek.


Sementara si kerbau yang sedang bertarung dengan kucing kecil Sherly pun kewalahan.


Ia tidak menyangka kalau si kucing kecil itu sekarang menjadi lebih kuat di banding beberapa ratus tahun yang lalu.


"Sekarang kau lebih hebat ya, maung bodas?" Siluman kerbau pun kecapean.


"Harghmm"Harimau putih terus mengelilingi siluman kerbau dengan tatapan kebenciannya.


Harimau putih itu pun langsung menerjang ke arah siluman kerbau namun ia langsung terpental secara tiba-tiba.Entah apa yang membuatnya terpental saat akan menerjang siluman kerbau itu.


Tuuuuiiiinng..brukh..


Si kucing kecil terlempar beberapa meter dan terguling di tanah hutan itu.


"Kucing gue!"Sherly berlari ke arah harimau putih dan di ikuti mereka semua.


Lanjut terus ya gaesss....


Ini gambaran si kucing kecilnya Sherly ya.



**Maaf karena otor upnya di rubah jadwal jadi jam 6 sore.soalnya kesibukan otor di dunia nyata sangat banyak gaess.

__ADS_1


Salam manis dari otor yang manisnya tak pake pemanis buatan dan juga awet tanpa formalin.


Lupyuh all and thank you very much..😘😘😘**


__ADS_2