
Mentari pagi menyinari dan menyilaukan matanya.Ia pun berbalik tengkurap supaya tak terkena sinar matahari.
Suara ayam berkokok terdengar begitu nyaring.
"Emh, siapa sih yang pagi-pagi sudah bukain jendela kamar gue?"Suara serak ciri khas orang bangun tidur terdengar menggerutu.
"Nyak, tutup jendelanye.Aye masih ngantuk!"Lanjutnya sambil memiringkan badannya ke sebelah kanan.
Karena suara ayam yang berkokok sangat nyaring, ia pun menjadi kesal."Babeh, itu si jago kandangin, nape.brisik banget sih!"Ia berteriak.
Sebuah tangan terulur dan menepuk wajah tampannya."Ish, berisik banget sih lu?"Gerutu kesal dari si penepuk membuat dirinya mengerjapkan mata.
Saat matanya terbuka sedikit, ia melihat wajah seorang gadis cantik yang tertidur di sampingnya.Matanya pun membulat besar dan ia pun terduduk.
"Lho..lho..kok elu disini sih?"Ia terkejut dan langsung terduduk sambil menggoyangkan tubuh si gadis.
"Ish, apaan sih lu.gue ngantuk!"Rengek gadis itu sambil membuka matanya.
Mereka seperti ada yang merhatiin, diliriknya ke arah luar saung dan ternyata..
Jeng jeng..
Beberapa pasang mata sedang memperhatikan mereka berdua yang tertidur bersama di tempat itu.
Keduanya pun menatap mereka lalu saling pandang dan berteriak."Haaaaaaaa"
Sidang di mulai pagi itu juga.
"Jadi, apa yang semalam terjadi sama kalian berdua?"Babeh berperan jadi jaksa penuntut sedangkan Enyak jadi hakimnya sambil duduk di kursi rotan dan memegang centong nasi.
"Kami tidak ngapa-ngain beh, suer!" Pembelaan diri darinya sambil mengangkat kedua jari di depan.
"Lalu, apa maksud dari pakaiannya yang sobek-sobek kaya gitu?"Jaksa penuntut bertanya lagi pada si tertuduh.
"Aye abis nolongin die beh, semalem si Iren.." Dia tak bisa melanjutkan kata-katanya.
"Ape?elu kagak useh alesan dah.enyak tahu, elu pasti maksain die kan?"Sang hakim mulai menunjuk dengan centong nasinya.
"Set dah nyak, entong kagak pernah maksain die, tanye aje ame orangnye!"Ia tak terima.
Si hakim tak mudah percaya, dia langsung berdiri dan menghampiri si korban dengan mode on nya."Neng, ngomong sejujurnye, ape yang dilakukan si entong ame elu?Ape die nyakitin elu?atau ini semue hasil karya die?"
Si korban pun menjadi takut dan gerogi karena sang hakim menyalakan mode on.
Ia menggelengkan kepala dan tidak berbicara sepatah katapun karena takut.
"Elu kagak useh takut, ade enyak ame babeh. Kalau die nga-ngapain elu, bilang aje ame kite."Kata si hakim sambil memegang bahu si korban membuat dirinya semakin gugup.
"Semalem, elu disakitin?"Tanya sang hakim dan ia pun mengangguk.
__ADS_1
"Jadi, die yang ngelakuin enih?"Tanya nya lagi dan korban pun menggeleng.
"Sebernarnye, elu ngangguk apa nggeleng sih?"Hakim dan jaksa penuntut pun bingung.
Romi yang mengerti masalahnya dengan melihat keadaan mereka, ia pun membuka suaranya sebagai jaksa pembela.
"Gini nyak, menurut aye.Iren di jahatin ame orang, dan Dika dateng buat nolongin.lah terus, dibawanya si Iren kemari karena sudah kemaleman"Tutur Romi menatap pada kedua nya dan di angguki oleh mereka.
"Aah, enyak kagak percaye.Pokoknye enyak udeh mutusin, elu kudu tanggung jawab ame neng Iren titik kagak pake koma!Tung..tung" Centong nasi pun menjalankan tugasnya.
"Tidaaakk" "Jangaaaan" Keduanya berteriak dengan tangan menggantung di udara saat ketukkan centong nasi mengenai meja makan dengan keras.
"Haaa..masa depanku!"Ia berteriak dan berhambur menghampiri si hakim yang ternyata centong nasi yang di ketuknya mengenai benda pipih dengan keras membuat layarnya pecah seketika.
"Handphone gue!"Diangkatnya benda pipih itu yang sudah remuk.
"Maaf ye, enyak kagak sengaje.heheeee!"
"Haaaaa...enyak!"Ia berteriak membuat semuanya menutup telinga berjamaah.
▪▪▪▪
Di sebuah rutan, telah terjadi pembunuhan. Seorang lelaki penghuni rutan dikabarkan mati di dalam tahanannya.
Di duga, korban di bunuh oleh sesama penghuni rutan yang iri karena si korban sering di jenguk oleh keluarganya yang selalu membawakannya makanan enak.
Padahal si korban adalah orang baik, ia di penjara karena di fitnah oleh teman sekampusnya.Kasusnya akan di buka minggu depan dan sudah mendapatkan saksi dan bukti yang memperkuat dirinya.
Tanpa mencari bukti, ia langsung di jebloskan ke penjara dan ia di tahan selama empat bulan lamanya.
Selama itu, keluarganya terus mencari bukti dan saksi yang kuat untuk membebaskannya. Kini setelah semua sudah siap untuk di kemukakan, ia malah mati dengan tragis.
Dia di bunuh dengan cara di racun dan di tusuk di bagian pinggangnya karena sempat berontak.
Berita itu menyebar luas di masyarakat dan menggegerkan seluruh penghuni rutan.
Setelah kematiannya, terungkap sudah semua kejujurannya.Banyak yang mengutuk si pelaku dan orang yang telah tega menjebloskannya ke penjara.
Kejadian-kejadian aneh terjadi di lingkungan rumah, kampus, atau pun rutan tempat di tinggalinya dulu.
Setiap malem, ada penjaga yang melihat sosok pocong berjalan dengan melompat-lompat di sekitar kampus atau pun di rutan.
Kadang, sosok pocong itu mendatangi rumah warga dan meminta tolong.
Tok..tok..tok..
Ketukan pintu terdengar dari arah depan rumah salah satu warga, semakin di biarkan ketukan itu malah semakin terdengar kencang dan tak sabaran.
"Siapa sih nih, ganggu orang saja!"Gerutu si tuan rumah.
__ADS_1
Ia pun berjalan dengan malas dan membuka pintu rumahnya untuk tamu yang tak sabaran itu.
Namun saat pintu di buka, sudah berdiri seonggok..eh sesosok pria dengan di balut kain putih dan atas kepala, bagian tangan dan kakinya yang terikat.Wajahnya yang putih kaya di kasih cat dengan mata yang hitam seperti panda, serta bibirnya yang merah darah, Menatap ke arah pemilik rumah dengan tatapan menyeramkan.
Sosok itu berkata dengan lirihnya."Pak tolong buka ikatan saya!"
Sontak si pemilik rumah pun terkejut sambil menutup pintu rumahnya dengan kencang menimbulkan suara yang begitu nyaring.
Deblug.
Hal yang sama pun terjadi di kampus, saat si penjaga sedang berpatroli untuk mengecek keadaan di kampus itu.
Penjaga itu sekelebat melihat bayangan seseorang yang masuk ke ruang komputer. Ia pun mengikutinya dari ke jauhan.
"Siapa sih yang malem-malem datang kemari?Diikutinya bayangan seseorang yang masuk ke ruangan itu.
"Kok tidak ada siapa-siapa?pintunya juga masih di kunci?"Ia terheran melihat pintu yang masih terkunci dan di dalam tak ada siapa pun yang terlihat.
Penjaga itu melirik ke dalam ruang komputer, kanan dan kiri ia teliti dan tidak ada siapa pun.Ia pun berhenti melihat ke dalam dan tak perduli lagi.
Namun langkahnya terhenti saat melihat sebuah komputer dalam keadaan menyala. Penjaga itu pun mendekatkan dan menempelkan wajahnya ke kaca karena takut salah lihat.
Saat wajahnya menempel di kaca, tiba-tiba tepat di depan wajahnya terlihat wajah menyeramkan dan sosok itu menyeringai membuat penjaga itu terkejut dan mundur sampai terjatuh ke lantai.
"Whhooooaaaa"Ia berteriak dan berlari dengan tergesa-gesa setelah mencoba berdiri.
"Hahahaaaa"Makhluk itu tertawa dengan menyeramkan.
Kejadian serupa terjadi di rutan tempat terjadi pembunuhan itu.Para penjaga rutan melihat sosok lelaki yang memakai pakaian serba putih dan melompat-lompat ke arah lapas.Mereka yang tak percaya akan hantu, mengejar sosok itu sampai ke dalam ruangan.
Saat di dalam ruangan, mereka tak menemukan siapa pun.Namun, semua lampu di sana kerlap kerlip mati menyala kemudian mati lagi dan menyala seperti di mainkan seseorang.
Mereka kesal karena merasa di permainkan. Lalu, dengan geramnya mereka melemparkan benda ke arah bayangan hitam yang terlihat di sana.
Sosok itu menjadi marah, sehingga semua lampu di pecahkannya dan membuat para penjaga terkejut sampai terjatuh dengan terkena pecahan bohlam lampu itu.
"Haaaaaaaaa"
¤¤¤¤¤
Gimana...gimana..masih lanjut gak nih?
***Berakit-rakit ke hulu,
Berenang-renang ke tepian,
Baca-baca dahulu,
Ayo like kemudian.
__ADS_1
Hatur tengkiuyuuhh
😘😘😘😘😘***