Jodoh Sang Penguasa

Jodoh Sang Penguasa
Alasan kematian


__ADS_3

Malam ini begitu sangat sepi.Udara terasa dingin menusuk tulang. Burung hantu mengeluarkan suara ciri khasnya.


Langkah kaki terdengar menghampiri kamar perawatan Sherly.


Di bukanya pintu kamar itu dan ia pun masuk ke dalam secara diam dengan mematikan lampu kamar supaya tak terlihat siapapun.


Digenggamnya dengan erat tangan Sherly yang terbaring di kasur perawatan dengan berbagai alat perawatan lengkap.


"Hai Sher, apa kabar?"Tanya orang itu.


"Sudah lama kita gak ketemu ya.Aku jadi kangen banget sama kamu"Dia mencium tangan Sherly dengan mesra.


"Kamu tahu gak, tanpamu hidupku hampa. Sejak malam itu, aku terus memikirkan apa yang kamu ucapkan padaku."Terlihat matanya berkaca.


Tangannya terus menggenggam erat tangan si putri tidur.Entah apa yang membuatnya begitu sedih sampai menitikkan air mata.


"Sejak malam itu, aku terus berpikir tentang perkataanmu.Mungkin kamu benar Sher, aku gak pantas untukmu.Aku kira dengan menyatakan perasaanku padamu bisa membuat beban di hatiku berkurang.Tapi ternyata aku salah, hatiku semakin terikat lebih dalam hanya untukmu seorang."Air matanya terus berjatuhan bagaikan hujan.


Tetesan air matanya membasahi tangan si gadis sampai ia terbangun dari tidurnya.


"Kakak!"Rohnya keluar dari raganya dan ia terduduk menatap lelaki di depannya.


"Ka..kamu bangun.apa kamu sudah sadar?" Ia terkejut dengan apa yang di lihatnya ini.


"Ini cuma roh ku saja, sedangkan ragaku ya seperti itu!"Sherly sedih dengan menatap raganya yang tak bisa dia masuki itu.


"Ja..jadi, roh kamu keluar dari ragamu dan tak bisa bangun seperti dulu lagi, begitu?" Pertanyaannya di angguki si gadis dengan sedih.


Ia pun menyentuh roh Sherly dan anehnya bisa tersentuh olehnya.


"Eh, kakak bisa menyentuhku."Sherly terkejut karena wajahnya di usap oleh lelaki itu.


"Memangnya kenapa?lihat, aku bisa menyentuhmu bahkan memelukmu"Ia menyentuh tangan, wajah serta langsung memeluknya.


"Kok bisa?si king ice malah gak bisa menyentuhku sama sekali.Aneh kan?" Di tatapnya lekat pria itu karena penasaran.


"Ini yang dinamakan takdir, Sher.Cuma aku yang bisa menyentuhmu!"Ucapnya dengan tersenyum.


"Hemh, masa sih?"Sherly gak percaya dan ia tampak berpikir.


Perkataan pria itu membuyarkan lamunannya."Sudah gak usah di pikirin.Biar semua berjalan dengan seharusnya."


Sherly pun mengangguk dengan tersenyum manis ke arahnya.


"Kak, aku kesepian disini.semua orang tak bisa berinteraksi bersamaku.Ada yang bisa melihatku, tapi dia......"


Seketika bayangan si king ice sedang bermesraan dengan gadis lain berputar di pikuran Sherly.Ia tertunduk sedih dengan memikirkan itu.


Pria itu mendongakkan wajah cantik itu dengan tangannya.


"Kamu mau gak ikut bersamaku?Aku janji akan menjagaku sampai aku mempunyai cara mengembalikanmu ke dalam ragamu!" Tutur lembutnya membuat Sherly mengiyakan ajakannya.


Dengan mata yang berbinar, bibir tersenyum dengan sumringah dan kebahagiaan terpancar dari wajah cantiknya.


Pria itu tersenyum menyeringai merasa menang.


Ragamu tak bisa kudapatkan, rohmu pun sudah cukup untukku.Asalkan itu si gadis bintang, kenapa tidak?


Di rangkulnya bahu Sherly dan di tuntun keluar meninggalkan raga yang terbaring tak sadarkan diri sudah hampir tiga bulan.


"Emh, kak.Apa kakak masih marah kepadaku setelah kejadian malam itu?"Tanya Sherly dengan hati-hati sambil meliriknya.


Lelaki itu melirik ke arahnya."Aku gak marah, cuma sedikit kecewa aja sama kamu"


Sherly berhenti."Hemh, kakak kecewa padaku?"


"Iya, aku kecewa karena kamu tak menerimaku menjadi kekasihmu!"Jawabnya.


"Aku kan sudah bilang, kak.Aku cuma menganggap kak Hendri sebagai kakak, gak lebih.Lagi pula, aku tidak ingin pacaran dulu!" Dia melanjutkan langkahnya.


Hendri menatap punggung si gadis bintang.


Aku harus mendapatkanmu.apapun rintangannya, akan aku singkirkan.Termasuk menyingkirkan keluargamu dan keponakanku sendiri, Zidane.


"Hei, tunggu aku!"Ia berlari dan mengejar Sherly yang sudah jalan duluan.


Sherly berbalik dan meledeknya."Tadi kakak yang ngajakin aku pergi, sekarang malah kakak yang tertinggal.Ayo, kejar aku kalau kakak bisa!"Ia pun berlari sekencang mungkin supaya tak tertangkap oleh pria itu.


Mereka saling kejar-kejaran kaya di film india.


Grep


"Nah, kena kamu ya?"Hendri menarik tangan Sherly dan menggelitiknya.


"Hahahaaaaa..sudah cukup, kak.Oke, aku mengaku kalah."Ia tak bisa menahan tawanya karena di kelitiki oleh Hendri.


"Baiklah, apapun yang kakak mau, aku akan menurutinya!"Tawar Sherly agar tangan Hendri lepas dari pinggangnya.


Itulah pertanyaan yang aku tunggu.


"Ikut denganku!"Ucapnya singkat.


Sherly menatapnya."Hemh, maksud kakak?"


"Ikut denganku ke rumah, dan aku akan mengutarakan permintaanku di sana!"Kata Hendri.

__ADS_1


Sherly tampak berpikir.


Kalau gue pergi, takutnya Nania dan Alea juga si king ice mencariku.Eh, si king ice?hemh, dia kan sudah ada gadis lain yang akan dia ganggu.Sebaiknya, gue ke tempat kak Hendri aja lah.Gak ada salahnya kan jika bermain sebentar?


Ia pun mengiyakan ajakan Hendri.


Sesampainya di rumah Hendri, Sherly merasa ada yang aneh.


Rumah Hendri terlihat sepi dan terpencil jauh dari keramaian serta terlihat seperti tempat praktek.


"Ini rumah kakak?"Sherly mengedarkan pandangannya.


"Iya, rumahku kecil tidak seperti rumahmu yang besar itu, iya kan?"Hendri duduk di sebuah kursi rotan.


"Kok sepi sih, apa kakak tinggal disini sendirian?" Pertanyaan Sherly dianggukinya.


"Memang, harus bersama siapa aku disini?semua orang gak mau bersamaku, termasuk kamu!"Kata-katanya menusuk ke hati.


"Maaf!"Cuma itu yang keluar dari mulut Sherly.


Flashback on


Malam itu, Hendri datang ke rumah Sherly berniat untuk menyatakan cintanya pada gadis itu.


Dengan percaya dirinya, Hendri mengutarakan niat kedatangannya kepada gadis itu bahwa dirinya ingin menjadikan Sherly bukan hanya sebagai kekasih.Tapi juga sebagai istrinya.


Hendri mengeluarkan cincin permata merah untuk melamar Sherly.Namun gadis itu tak menerima niat baiknya karena entah kenapa, hati dan pikirannya tertuju pada satu orang, yaitu King Ice.


"Aku mencintaimu sejak kita bertemu, hatiku seakan tak bisa lepas darimu, Sherly"Di genggamnya dengan erat tangan gadis itu.


"Maukah kamu menikah denganku?"Tanya Hendri dengan sangat berharap.


Sherly cuma terdiam tak tahu harus berkata apa.Dia tak menyangka jika kedekatan mereka malah membuat Hendri salah paham.


"Apa kau tidak menyukaiku?"Sherly pun menggelengkan kepala dengan pertanyaan itu."Jadi, kau tidak menyukaiku?" Pertanyaannya di sambut gelengan kepala kemudian anggukan membuat Hendri memicingkan matanya.


"Bukan gitu maksud aku kak, aku menyukaimu, tapi..."Belum sempat Sherly menuntaskan kata-katanya, Hendri dengan cepat memeluk gadis di hadapannya itu.


"Terima kasih karena kamu menerimaku!"Ia terlihat sangat bahagia.


Tanpa mereka ketahui, dua orang pemuda sedang memperhatikan mereka.


Zidane datang ke rumah Sherly untuk menyatakan perasaannya.Begitu juga dengan Mahardika.Ia pun datang setelah mendapat izin dari enyak dan mendapatkan uang dari engkong untuk membeli cincin couple yang akan di berikannya pada Sherly.


Setelah mendengarkan perkataa Sherly dan melihat dirinya di peluk oleh Hendri, tanpa mendengar kelanjutan pembicaraan mereka, Zidane pergi dari rumah Sherly dan tak lama kemudian Dika pun pergi.


Perasaan mereka saat itu pun tak karuan karena setelah melihat keduanya.Namun, pada saat perjalan pulang ke rumah, Dika dikira akan bunuh diri karena berdiri di atas pagar jembatan yang di ketemukan bang Juki waktu itu.Padahal, duit kontrakan di ambil oleh tuyul.


Mereka mengira jika Sherly malam itu menerima lamaran dari Hendri.Padahal, Sherly akan mengatakan sesuatu padanya.


Di lepaskannya pelukkan Hendri dan ia pun berkata dengan tegas."Maaf kak, hatiku sudah milik lelaki lain"


Hendri menatap Sherly dengan kesal.Ia merasa rencananya gagal.


Padahal aku sudah merencanakan ini sejak lama.Sialan, jika saja dia mau menerima, mungkin cincin batu merah ini akan menyala dan menunjukkan kebenaran tentangnya.


Hendri tersenyum kecut."Apa itu Zidane?" Ia berkata tanpa memalingkan wajahnya dari hadapan Sherly.


Sherly tampak terkejut, kenapa tebakannya benar?Namun gadis itu pandai menyembunyikan perasaannya.


"Kakak sok tahu ya?memangnya cuma dia saja lelaki di dunia ini?"Ia terkekeh dengan perkataannya sendiri.


"Jadi, bukan dia?"Hendri penasaran.


Aku tahu, kau sedang berbohong.pasti Zidane lah yang membuatmu menolakku.


Sherly pun tersenyum dan tak mengatakan apapun.Ia memilih bungkam.


Sedangkan Zidane dan Dika, mereka mengira jika Sherly telah memilih lelaki pilihan hatinya.Mereka pun menjadi pendiam dan tak mengganggu Sherly lagi.


Tapi, bukan Sherly namanya jika tak bisa mendapatkan perhatian lagi dari mereka berdua.hahaaaa.


Flashback off


Sekarang, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.Kau sudah ada disini dan aku akan mengurungmu bersama dengan yang lainnya.Hahahaaaa..


Hendri menyeringai dengan tawa jahatnya tanpa diketahui Sherly.


Hendri berusaha menahan roh Sherly supaya tak pulang dan kembali ke raganya.Ia senang karena sudah mendapatkan gadis bintang walau hanya rohnya saja.


Toh, dia bisa melakukan apapun dengan kesaktiannya.Seperti yang di lakukan pada roh yang lain sebelumnya.


Ternyata Sherly tak mendengarkan perkataan Zidane bahwa dirinya harus menjauhi paman si king ice.


Zidane sudah mengetahui kemunafikan Hendri, namun orang lain tak bisa mengetahuinya karena Hendri menutupinya dengan kebaikkan.


Saat malam dimana tubuh Sherly mengalami kritis, roh Sherly di tahan oleh Hendri di ruangan yang sudah di mantrai sehingga roh nya pun tak bisa keluar.Seperti terperangkap dalam sangkar Namun Sherly tak mengetahui niat buruknya karena Hendri berpura-pura sedih saat itu sehingga Sherly pun tak curiga.


Sampai Sherly di nyatakan meninggal oleh dokter, itu karena roh dan raganya Sherly perlahan seperti di putus oleh Hendri dengan kekuatannya.


Ia senang karena bisa mendapatkan si gadis bintang walau hanya rohnya saja.


Sedangkan di rumah kediaman Grisheld, acara kremasi untuk Sherly telah di lakukan.


Seluruh keluarga besar dan teman-temannya sedang menangisi kepergian gadis itu dengan sangat sedih.

__ADS_1


Kenapa gue merasa ada yang memanggil ya?Tapi siapa, dan dimana, gue gak tahu!


Ini lagi, kenapa gue gak bisa melangkah pergi?cuma keliling di rumah sekecil ini.


Sebenarnya, kak Hendri kenapa sih?kok dia kayak gak ngebiarin gue pergi?


Sherly merasa terpanggil saat Zidane membisikkan sesuatu"Aku mohon, kembalilah"


"Siapa itu?"Ia celingukkan kesana kemari mencari dari mana asal suara itu.


Kaya suara si king ice.tapi...apa mungkin?


"Kamu kenapa, Sher?"Hendri menyentuh bahu Sherly dengan tangannya yang memakai sebuah cincin bergambarkan ular.


Sherly melirik jari yang terpakai cincin ular itu."Kok, rasanya panas sih?"Tapi dia tidak curiga sedikitpun.


Tubuhnya seperti terbakar karena sentuhan itu.Sedangkan Hendri, dia tersenyum melihat ekspresi wajah Sherly.


"Umm, kak.A..aku bisa pulang sekarang kan?" Dia mencari alasan untuk menghindar.


Namun Hendri seperti tak memperdulikannya dan malah dengan sengaja menekan jarinya yang bercincin."Kenapa, apa kamu tak nyaman bersamaku?"


"Aaakkkhhh..."Jeritan kesakitannya karena cincin itu membakar rohnya namun Hendri berpura-pura tak tahu.


"Kamu kenapa, Sher?"Ia panik seketika.


Kak Hendri gak tahu kalau cincin itu menyakiti gue?


"A..aku..aku.."Rasa panas itu menjalar di seluruh tubuh dan seketika tanda bintang yang ada di punggungnya bercahaya.


Ini saatnya.Ayo manis, tunjukkan kekuatanmu.


Hendri menyeringai dalam hati di balik ekspresi wajah paniknya.


"Ini sakit sekali, kak!"Sherly berteriak.


Ayo, sebentar lagi..


Hendri tetap menunggu cahaya bintang itu bersinar dengan sempurna.


Namun, usahanya harus gagal karena perlahan roh Sherly sedikit demi sedikit memudar sampai menghilang dari tempatnya.


"A..apa yang terjadi?"Ia terkejut dengan apa yang dilihatnya.


"Kakak, ada apa denganku?"Sherly menatap rohnya yang menghilang sedikit demi sedikit mulai dari kaki sampai ke atas.


Ini..panggilan ini lagi.Siapa yang memanggil dan meminta gue untuk kembali?


"Sherly" "Kakak" Teriak mereka bersamaan sampai Hendri tak melihat gadis itu.


"Siaaaaaalll, kenapa jadi begini.padahal tinggal sedikit lagi akan berhasil" Di bantingnya perabotan yang ada di ruangan.


Sementara roh Sherly menghilang dan masuk ke dalam raganya kembali setelah panggilan dari Zidane.


πŸ€πŸ€πŸ€


"Kembalilah!"Teriak Zidane saat peti itu di turunkan ke liang lahat.


Peti itu di turunkan dan di tutup sempurna dengan tanah sedikit demi sedikit sampai tertutup rapat.


Semua keluarga dan teman-temannya sangat sedih saat tanah memenuhi dan mengubur peti bersama jasad Sherly.


"Hiks..hiks..huhuuu"Tangisan kesedihan tak bisa di bendung lagi.


Perlahan semua orang meninggalkan pemakaman dan menyisakan keluarga, sahabat dan juga Zidane.


"Ayo, kita pulang!"Ajak mereka kepada Zidane yang tetap diam sambil mengelus batu nisan Sherly.


Zidane menatap Fhoto berbingkai di hadapannya.Terlihat wajah cantik dan manisnya si Machan.


Jika Allah SWT mengembalikanmu kepadaku, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan.


Wajahnya tertunduk di batu nisan dengan air mata yang menetes.


Mereka menjadi tak tega melihat Zidane yang seperti itu.Di rangkulnya tubuh jangkung itu dan di tuntun untuk pulang.


Dengan yerpaksa Zidane mengikuti tarikan tangan itu dan ia pun berdiri.


Saat akan melangkah pergi, Zidane seperti mendengar sesuatu dari dalam makam Sherly.


"Tolong!"


"Apa itu?"Ia tak jadi melangkah pergi dan berbalik arah sehingga membuat mereka berhenti.


"Tolong!" Suara itu terdengar namun hanya Zidane yang mendengarkannya.


"Dia kembali..dia kembali!"Teriak Zidane dengan histeris.


"Ya tuhan, segitu cintanya dia sama si bos sampai jadi gila?"Geri dan Indra merasa kasihan.


"Gue memang mencintai Sherly, tapi gak sampai kayak dia juga kali.langsung jadi setres"Bisik Dika.


"Astagfirullah, kasihan sekali kamu, Zidane" Semuanya menatap haru dan bersimpati kepada pemuda itu.


**Bersambung....

__ADS_1


Lanjut gaessπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


Mumpung otak lagi fresh**


__ADS_2