Jodoh Sang Penguasa

Jodoh Sang Penguasa
Kematian Indra


__ADS_3

Suara yang menggema di ruangan itu mengejutkan mereka.


"ADA KERIBUTAN APA INI?"Tanya iblis berkepala domba, pimpinan mereka.ia datang kesana atas laporan dari bawahan yang melihat siluman ular dan kedua setan suruhannya juga di kalahkan oleh mereka.


Kedatangannya membuat para pengikutnya senang, tapi tidak bagi keempat manusia itu.


"Yang mulia, mereka mempermainkan kami dengan melepaskan tahanan itu dan sengaja mendorongnya supaya mengenai kami.membuat sebagian dari kita menghilang karena panas dari cahaya yang dikeluarkan rohnya"Jelas salah satu setan itu melapor yang menunjuk Indra.


"APA?JADI INI SEMUA ULAH MEREKA?" Tanya iblis itu pada bawahannya yang dianggukan oleh mereka.


"KALAU BEGITU, TANGKAP MEREKA SEMUA DAN JANGAN ADA YANG LEPAS.BIAR MEREKA JADI SANTAPAN KITA, DAN MERASAKAN NERAKA YANG SEBENARNYA.HA HA HAAA.." Perintah iblis itu pada semua pengikutnya yang berdatangan dan tertawa dengan menggelegar.


"Aish, sial.dia udah datang!"Seru keempat sekawan itu.


"Gimana ini guys?"Tanya Indra bingung.


"Tau nih?gue juga bingung"Kata Geri sambil menggaruk kepalanya.


Para makhluk mengerikan itu mengepung mereka berempat.roh jahat terus menerus berdatangan mendekati dan mengepung keempatnya, membuat mereka terpojok.


"Apa yang harus kita lakuin?"Tanya Geri.


"Kita lawan saja mereka"Usul Hendri.


"Gak mungkin kita bisa lawan mereka semua"Kata Indra yang melihat jumlah mereka makin bertambah.


"Terus gimana dong!"Seru mereka lagi.


"Pake kekuatan kamu Sher!"Seru Hendri.


"Gak mungkin kak, perlu banyak waktu.lagi pula jumlah mereka banyak banget dan kekuatanku telah terpakai tadi."Kata Sherly. "Jika ingin melakukan lebih lagi, kita harus menunggu tengah malam.kekuatanku baru bisa lebih besar"Tutur Sherly lagi.


"Shit..Ini masih dua jam lagi menuju tengah malam!"Seru Indra. melihat jam dinding yang menunjukan jam sepuluh malam.


"Lu yakin tuh jam kagak error?"Tanya Geri.


Pertanyaan Geri membuat mereka menoleh.


"Error??"


"Iya error, secara kita udah masuk dunia lain.yang otomatis waktu pun udah mereka kendalikan kali."Jelas Geri yang dibenarkan oleh mereka.


"Bener juga!"Seru mereka kompak.


"Tumben otak lu cerdas kalo masalah kaya gini?"Ledek Indra meremehkan.


"Elu ngeremehin gue Ndra?"Tanya Geri.


"Ya secara kan otak lu suka geser, apalagi kalo sedang ketakutan."Ucap Indra makin ngeledek Geri membuat mereka ribut.


"Kalian berdua ya?waktu genting kaya gini aja masih sempet ribut..hadeuhh!"Sherly menepuk jidatnya sedikit.takut geser..hihii


"Udahan ah ributnya, kasihan si bos pusing liatin kita!"Indra dan Geri pun cuma saling pandang dan tersenyum.


"Eh kita terpojok guys"Ucap Geri yang terus mundur sampai tembok dan diikuti mereka.


"Ada satu cara untuk menghindari mereka" Kata Sherly dengan serius.


"Apa itu?"Tanya mereka kompak sambil menoleh ke arah Sherly.


"Kaabuuuuuuurrrr!"Seru Sherly yang berlari keluar melewati pintu mendahului mereka.


"Woy, curang lu!"Seru mereka bertiga yang menyusul Sherly dari belakang.


Iblis itu dan para pengikutnya cuma diam dan melongo, melihat mereka yang berlarian ke luar dengan ketakutan.


"Hahaha...mereka takut juga sama kita ternyata yang mulia!"Seru salah satu roh.


"KAU BENAR, MEREKA CUMA MANUSIA PENGECUT YANG SEHARUSNYA JADI MAKANAN KITA.HAHAHA..."Kata iblis itu tertawa dengan puas."EH..MAKANAN?"Ia baru sadar akan sesuatu.


(Yaelah baru nyadar dia?).


"KENAPA KALIAN DIAM SAJA?TANGKAP MEREKA!"Perintahnya dengan nada tinggi dan marah besar kepada para pengikutnya yang baru mengingat tujuannya.


(Kirain sama otor?bikin kaget aja deh!soalnya kan otor dari tadi cuma diem sambil ngelamun).


Sherly, Indra, Geri dan Hendri berlarian di koridor Rumah sakit dengan tak menentu arah.mereka berlari mencari kamar tempat dimana tubuh Indra terbaring.


"Dimana tempatnya sih Sher, Ger?"Tanya Indra yang kebingungan mengikuti mereka.


"Gue yakin tadi dari kamar nomer 92,iya kan Ger?"Kata Sherly yang mengingatnya.


"Tapi kenapa laen?Ada yang aneh ini mah guys"Ucapnya bingung.

__ADS_1


"Bener Sher, kita kayaknya sedang di permainkan oleh makhluk itu deh!"Timpal Geri membenarkan ucapan Sherly.


"Kita cari terus kamarnya, sebelum mereka menemukan kita."Ucap Hendri dengan berlari pelan dan sedikit meringis seperti menahan kesakitannya.


Hal itu tak luput dari pandangan mereka, ia seakan memperlihatkan bahwa sepenuhnya sudah sembuh namun fisiknya tak bisa membohongi bahwa itu bukan roh, tapi asli tubuh Hendri.


"Kapt, bukannya kamu itu roh seperti Indra, kok kaya kesakitan gitu?"Tanya Geri.


"Hahh, emm..anu saya cuma kecapean saja..iya capek..hahaha..."Alibi Hendri dengan tersenyum ketir.


"Ayo, kita jalan terus.takutnya mereka bisa nyusul kita!"Teriak Sherly kepada mereka.


Mereka terus berlarian, namun mereka baru tersadar.koridor Rumah sakit yang tadinya tempat mereka berlarian, kini menjadi Hutan belantara yang lebat dan gelap.


"Apa yang terjadi?"Tanya mereka bingung.


"Kenapa kita jadi lari di hutan?"


Saat mereka sedang bingung, tiba-tiba terdengar bunyi-bunyian binatang hutan. kemudian nampak sosok para hantu dengan wajah yang menyeramkan, datang menghampiri mereka.


Wajah pucat pasi, mata hitam melotot, gigi taring panjang, kuku panjang hitam, badan besar, dan luka di sekujur tubuhnya.itu lah ciri dari masing-masing diantara mereka.


"Gu..gue ngeri deh liatin mereka!"Ucap Geri ketakutan dan bersembunyi di balik roh Indra."Kok masih kelihatan Ndra?"Tanya Geri yang masih melihat sosok mereka.


"Gue kan cuma roh aja.pasti tembus pandang lah."Jawab Indra santai.


"Tapi tadi pas di Rs, enggak kok.gue aja bisa nyentuh lo.sekarang gak bisa nih!"Kata Geri mencoba menyentuh tubuh Indra namun tak bisa.


"Eh iya juga!"Seru mereka kompakkan.


"Shit, gue lupa sesuatu!"Kata Sherly.


"Lupa apa Sher?"Tanya mereka.


"Iblis itu bilang, Indra itu di beri waktu tujuh hari.jika dalam waktu tujuh hari tak ada yang menolong?maka jiwa Indra akan selamanya terperangkap disini"Tutur Sherly.


"Iya, gue inget si iblis pernah ngomong gitu. Eh, lu tahu dari mana Sher?"Tanya Indra diikuti tatapan mereka.


"Gue kan bisa tahu dari tubuh asli lu, kalian lupa itu?"Jawab Sherly santai.


"Tapi ini kan belum tujuh hari, baru tadi pagi setelah gue mau nengokin kapten Hendri.iya kan?"Kata Indra.


"Iya, elu dari pagi disini.tapi, waktu terhitung sejak kita nolongin elu.satu jam sama dengan satu hari kalo disini.kita tadi masuk kesini sekitar jam tujuh, coba lu liat sekarang udah jam berapa?"Kata Sherly.


"Terus gimana sekarang?mereka udah disini dan mendekati kita.gimama cara lepas dari mereka dan menemukan jalan keluar?"


Tampak mereka berpikir sambil ketakutan karena setan itu terus mendekat.tak lama Sherly mendapatkan lampu bercahaya di kepalanya....💡Ting...


"Gue punya ide!gue alihkan mereka semua sementara kalian nyari jalan keluar dari sini.cepetan"Titah Sherly.


"Enggak..enggak,,kita masuk bareng.keluar juga harus barengan"Tolak Geri.


"Iya, bener tuh!kita gak mungkin ninggalin lu sendirian ngelawan mereka semua.biarin gue jadi arwah penasaran, asalkan kita tak saling meninggalkan."Tutur Indra.


"Elu mau jadi arwah selamanya Ndra?kalo gue sih kagak mau elu mati sia-sia, terus jiwa lu bergentayangan.gue mau elu hidup bahagia sama kita.gue yakin, kita selamat asalkan kita kompak.percaya sama gue,gue bisa kok lawan mereka"Kata Sherly yakin.


"Tapi gue udah janji sama si Dika, kalo gue akan ngelindungi lu selama disini!"Tutur Geri yang ingat janjinya.


"Gue masih bisa hidup, kalian harus yakin itu.tapi Indra, dia udah gak banyak waktu.lu tau itu kan."Kata Sherly mengingatkan.


Mereka tampak berpikir dan saling pandang.membuat Sherly tak sabar.


"Buruan mikirnya, setannya makin banyak dan terus kesini."Kata Sherly dengan emosi.


"Tapi....?"


"Tapi apa lagi?"


"Oke, kita pergi.tapi lu harus hati-hati,dan setelah kita menemukan jalannya.gue bakal kesini buat ngasih tahu lu oke."Kata Geri.


"Oke siipp.."


"Ayo Ndra, kapten."Ajak Geri pada Indra dan Hendri.


"Saya disini aja bantuin Sherly, kalian berdua yang cari jalan keluarnya."Kata Hendri dengan pasti.


"Tapi kak!"


"Kamu rela berkorban demi kami, masa saya harus diam dan pergi seperti pengecut."Ucap Hendri lagi.


"Baiklah, kalian berdua cepat pergi.keburu habis waktunya"Perintah Sherly pada kedua sahabatnya itu.


Indra dan Geri berlari meninggalkan mereka, namun setan itu mengetahui dan mengejarnya.tapi untung Sherly bisa menghadang dan membanting setan itu ke tanah membuatnya tersungkur.

__ADS_1


"Lawan gue sini"Tatang Sherly.


Mereka pun berkelahi tak seimbang, dua lawan sepuluh.tapi Sherly dan Hendri tak putus asa, dengan gesitnya keduanya bisa mengalahkan mereka walau harus bergulingan di tanah.


"Hahh..hahh..hahh.."Nafas mereka tak karuan dengan keringat bercucuran.


Setan itu semakin bertambah dengan kedatangan para siluman.


"Makin banyak kak, sebaiknya kakak pergi cari Indra dan Geri supaya kakak bisa selamat"Kata Sherly di sela perlawanannya.


"Saya gak bakal ninggalin kamu Sher, sampai mati pun akan selalu melindungi kamu"Kata Hendri sambil melawan para setan itu.


Penuturan Hendri membuat Sherly terharu.


"Kenapa kamu mau berbuat itu kak?"Batin Sherly memandang Hendri.


"Karena saya mencintai kamu Sher"Ucap Hendri seakan tahu pertanyaan hati Sherly.


"Apa?"Sherly yang mendapat jawaban itu langsung tak paham, pasalnya ia cuma berbicara dalam hati.


"Aku mencintai kamu Sher, apa kamu tak percaya akan?"Tutur Hendri.


Mendapat pernyataan cinta, bukannya membuat Sherly senang.tapi malah bingung.


"Nih orang kesambet setan apa?"Tanyanya dalam hati.


Hendri yang mendengar isi hati Sherly, cuma bisa tersenyum pelik.


"Tunggu setelah kita keluar dari sini Sher, Saya akan menyatakan perasaan saya kepadamu di depan semua orang." Batin Hendri terus tersenyum melihat tingkah cuek Sherly.


Sementara Indra dan Geri yang berlarian mencari jalan keluar, harus bertemu dengan iblis itu saat di ujung jalan menuju pintu keluar dunia bawah ini.


"Sial Ger, dia disini!"Seru Indra menghentikan langkahnya.


"Apa yang harus kita lakuin Ndra?apa kita bisa melawannya?"Tanya Geri kebingungan.


"Kita coba aja lah Ger, Sherly dan kapten Hendri aja bisa melawan semua setan itu demi kita.masa kita enggak bisa melawan dia sendiri."Kata Indra pada Geri.


"Walaupun dia sendiri, tapi dia rajanya dodol.elu lupa?"Kata Geri mengingatkan.


"Iya ya,tapi gak apa lah.kita lawan aja oke!"Kata Indra dengan semangat.


"KALIAN MAU MELAWANKU HEHH?MANUSIA LEMAH YANG TAK PUNYA KEKUATAN APAPUN, MAU MELAWANKU?JANGAN MIMPI"Ucap Si iblis itu dengan suara serak ciri khasnya.


"Ayo, kita buktikan siapa diantara kita yang lemah"Tantang Mereka berdua.


"HAHAHA...BAGUS, TERNYATA KALIAN BERSEMANGAT JUGA YA?KALAU BEGITU, AKU TAK KAN SUNGKAN UNTUK MENGHABISI KALIAN BERDUA SEKALIGUS"Ucap Iblis itu.


Pertarungan pun terjadi antara mereka. Walaupun mereka berdua, namun yang di lawan bukan tandingannya.membuat mereka kalah dengan mudah.


Iblis berkepala domba dengan tanduk yang besar dan kuat itu, menubruk tubuh Geri dan Indra.membuat mereka terpental jauh.


"Ukhuk..ukhuk.."Mereka terbatuk dengan mengeluarkan darah dari mulutnya.


Begitu juga tubuh asli Indra yang tiba-tiba terbatuk dan mengeluarkan darah.membuat mereka yang sedang mengajikannya tubuh aslinya yang koma, terkejut dan panik.


"Indra..!kunaon atuh jang?"Orang tua Indra berteriak histeris.


Alat yang di pasang Dokter di tubuh Indra seolah tak berfungsi dan tak membuat Indra membaik.pendeteksi jantung sudah memperlihatkan garis lurus.


Pihak Rumah sakit sudah menyatakan Indra telah meninggal.


Semua orang yang menyayanginya pun bersedih, terutama orang tuanya dan Iren.


Mereka merasa terpukul dengan kepergian Indra.


***Readers:😭😭😭 Apa Indra beneran mati Thor?


Author:😢😢Gak tau, otor belum ketemu sama dia.


Readers:Cepet temuin thor.


Author:Nanti otor cari dulu di lemari.


Readers:Kok di lemari thor?dikata Indra baju kali ah.


Author:Lupa...hehehe..


Readers:Huuuuhhhh...


Jangan lupa like, komen, vote sebanyaknya dan favoritkan.


Terima kasih😘😘***

__ADS_1


__ADS_2