
Kedatangan sosok hitam legam yang berbadan besar itu pun sangat mengejutkan mereka.sehingga mereka berteriak.
"Whhoooaaaaaaaa"
"Sssssttttttt...jangan berteriak, ada yang sedang memperhatikan kita tahu!"Sosok besar itu malah menempelkan jari di bibirnya.
Mereka pun saling pandang tak percaya dengan sosok di depan mereka."Hahhh??"
"Ini demit kok ikutan kita sih, bro?"Geri menyikut Indra yang berada tepat di sampingnya.
"Gue juga kagak tahu kenapa dia ikut-ikutan kita.mungkin dia ketularan.hihiii"Indra cekikikkan.
"Hei kamu, apa kamu mau dia menyerang kamu juga?"Tanya makhluk itu kepada Indra.
Sontak Indra mundur dan bersembunyi di balik tubuh Dika dan Geri.
"A..apaan maksudnya?siapa yang menyerang gue?"Ketakutan Indra tak bisa di sembunyikan.Ia gemetaran saat melihat tatapan tajam itu seperti menusuk kedua matanya.
"Bukankah kamu sebangsa siluman, kenapa ada di sini?"Zidane bertanya pada makhluk itu.
"Wahh, kau tahu aku ini siapa ya?hebat benar. Memang aura mu sudah tercium dari luar sana.Hufft, tapi ada satu aura lagi yang sangat menarik penciuman ku!"Siluman itu berkata kepada mereka.
"Memang kenapa kalau menarik penciumanmu?" Tanya Zidane karena mereka terlalu takut untuk bertanya.
"Karena kalian bisa membantu aku untuk menaklukan sosok jahat ini."Tutur siluman.
"Sosok jahat?maksud kamu?"Mereka bertanya.
"Kenapa kami harus menolongmu?"Zidane tetap dingin dan tak mau terpengaruh.
Makhluk itu pun berkata dengan lantang. "Karena aku adalah penunggu tempat ini. Namun karena ulahnya, mereka mengusirku dari tempatku sendiri."Tuturnya.
"Sosok jahat seperti apa yang meneror tempat ini dan menyingkirkan makhluk besar sepertimu?"Sherly penasaran dengannya.
"Seorang hantu wanita baru meninggal yang ingin membalas dendam dan ia pun di bantu jin penguasa kegelapan."Jelasnya.
Apa mungkin sevia?tapi, dia sangat lemah. Gak mungkin, itu pasti bukan dia.
"Hantu wanita?seperti apa dia?"Sherly maju untuk bertanya.Namun dengan cepat Zidane menarik tangannya biar tidak melangkah lebih jauh.
Tubuh Sherly pun tertarik ke belakang Zidane dan ia pun mengatakan sesuatu.
"Jangan mendekatinya, aku tidak percaya pada sebangsa siluman!"Zidane melirik Sherly yang akan protes.
Sherly pun akhirnya diam karena melihat tatapan mata tajam Zidane."Oke!"
Makhluk itu menyeringai."Jadi kalian pasangan bintang itu?"Perkataannya membuat mereka tak mengerti kecuali Zidane yang diam dan tak terkejut.
"Hahahaaa..akhirnya aku menemukanmu, di ujung penantianku"Dia tertawa mengerikan.
Aku tahu, ini pasti ulahnya.mereka semakin gencar mencariku dan si Machan.Aku harus melindungi mereka dan tak akan ku biarkan mereka menyentuh gadis ini.
"Keluar!"Kata Zidane singkat.
Mereka tak mengerti dengan perkataan Zidane itu.
"Keluar!"Teriak Zidane dengan menoleh ke arah mereka semua.
"Oohh, oke!"Mereka pun mundur dan berlari ke arah pintu luar.
Zidane menarik tangan Sherly dan mengikuti langkah ketiganya untuk berlari keluar.
Namun saat mereka akan sampai pintu dan membukanya, tiba-tiba semuanya menjadi gelap gulita dalam seketika.
"Aaa...ada apa ini?"Ketiganya saling berpelukkan.
Zidane menggenggam tangan Sherly dan tak melepaskannya.
"Jangan pernah lepaskan tanganku dan jangan menyentuh apa pun di sini."Zidane memperingatkan Sherly.
"Oke!"Sherly sekarang lebih sering nurut membuat Zidane tersenyum dalam kegelapan.
"Hei tuan muda, apa yang harus kita lakukan?"Tanya ketiganya.
"Jangan melakukan apapun yang akan membahayakan nyawa kalian"Kata Zidane.
Mereka pun diam dan saling berpegangan satu sama lain.
"Lepaskan mereka semua, biar aku yang membantumu!"Tawar Zidane pada makhluk itu.
"Terlambat, karena aku sudah menemukan kalian berdua dan mereka akan menjadi tawananku untuk memaksa kalian menyerah" Tutur makhluk itu.
Zidane mengepalkan tangan yang satu dan yang satunya menggenggam tangan Sherly.
"Aku tidak akan mengorbankan siapa pun."
"Baiklah, kalau itu kemauan mu!"Makhluk itu menyeringai dan menjentikkan jarinya.
__ADS_1
Ruangan yang sempit dan gelap gulita itu berubah menjadi sebuah hutan.
Terdengar suara hewan saling bersahutan entah apa yang mereka obrolin karena mereka gak bilang apapun sama otor.Padahal jiwa bergosip otor meronta.
Hutan rimba yang tak tahu entah dimana keberadaannya itu benar-benar nyata.
"Waah, kita dimana lagi ini?"Ketiga sahabat Sherly memperhatikan seluruh keadaan di hutan itu.
"Kemana siluman kerbau itu?"Tanya mereka lagi.
"Waspada, dia bisa datang kapan saja!" Zidane memperhatikan keadaan sekeliling tempat itu.
Srekkk..srekkk..
Suara sebuah benda tajam beradu dengan benda lain membuat kelimanya waspada.
"Suara apa itu?"Mereka mengedarkan pandangan keseluruh keadaan sekitar hutan.
Namun, tak ada apapun yang membuat mereka curiga.
"Eh Sher, perasaan gue kita kaya pernah ngalamin ini deh, iya kan?"Geri merangkul pundak Sherly yang mendapat pelototan si tuan muda.
Melihat aura dingin yang terpancar dari wajah si tuan muda, Geri pun melepaskannya."Sorry, udah kebiasaan. Jangan marah ya.heheee"Nyali Geri menjadi ciut saat melihat tatapan mematikan itu.
Haish, kenapa gue lebih takut sama Zidane dari pada setan-setan yang bergentayangan.
Dika dan Indra pun saling pandang dengan perkataan Geri yang meminta maaf kepada tuan muda dingin itu.
"Kenapa sih Ger, gue kan sahabat elu.kenapa elu minta maaf?"Sherly menoleh pada Geri yang tersenyum kikuk.
"Ahh, gue jadi gak enak aja!"Ia tak mampu mengungkapkan perasaannya saat ini.
"Kita masuk ke dunia mereka lagi Ger, kaya waktu kita mau nyelamatin Indra dulu"Jelas Sherly kepada mereka.
"Pantes, disini hawanya beda."Kata Dika.
"Elu belum pernah kan, Dik?nih, rasain sensasinya masuk dunia ghaib!"Indra menepuk bahu Dika.
"Hemmh, bodo amat lah.yang penting kita sama-sama"Ucap Dika dengan melirik Sherly.
Ketika mereka sedang asyik mengobrol, tiba-tiba dari arah depan muncul sosok wanita dengan memakai pakaian khususnya.
"Eeeh, itu kan Sevia?"Sherly melihat sosok wanita yang ternyata hantu yang dateng ke rumahnya kemaren untuk meminta bantuan.
"Sevia!"Teriak Sherly dengan melambaikan tangannya.
"Iya, dia yang minta bantuan sama kita itu. Hantu cewek yang dateng ke rumah gue dan gak sengaja gue lempar sendal jepit mbok Iyem yang kena oo ayam."Tutur Sherly.
"Pffftt, gue gak bisa bayangin tuh wajah hantu yang belepotan oo."Geri dan Indra terkekeh menahan tawanya.
"Eh, jangan ngetawain lu.entar tuh hantu marah gimana?Abis elu sama mereka"Kata Dika yang memperingatkan keduanya.
"Sevia, sini!"Sherly terus melambaikan tangannya ke arah hantu itu.
"Tidak, kamu jangan dekati dia.dia berbahaya!"Zidane menghalangi Sherly yang akan menghampiri sosok itu.
"Hei, kenapa sih lu?dia teman gue juga kali." Sherly yang protes dan tetap ingin menghampiri Sevia namun Zidane terus menghalanginya.
"Aku minta kamu jangan mendekatinya!" Nada bicara Zidane berubah menjadi dingin.
"Biarkan dia yang kemari.Ingat, kamu jangan pernah melepaskan tanganku. "Lanjut Zidane lagi.
Sherly diam menatap Zidane yang sepertinya marah."Huhh, kenapa sekarang dia yang galak?"Gumaman Sherly masih bisa di dengar Zidane.Namun ia tetap tak bergeming dengan menggenggam erat tangan Sherly.
Sosok itu mendekat ke arah mereka, namun sesuatu terjadi di sana.
Sebelum Sevia mendekat ke arah mereka, tiga sosok hantu wanita lain pun datang dan mencegah Sherly untuk mendekat ke arah Sevia.
"Jangan, jangan dekati dia.Dia bukan hantu biasa, kak!"Cegah ketiganya yang ternyata ketiga wanita yang di kamar ganti itu.
Ternyata mereka mati setelah terkena pecahan kaca yang menggores leher dan seluruh tubuh mereka semua.
Mereka mati seketika dan roh nya langsung keluar dari raganya dan ia datang kemari untuk memperingatkan mereka semua bahwa Sevia bukan hantu biasa.Melainkan jin yang disuruh seseorang untuk mendekati dan membawa Sherly kehadapan tuannya.
Sevia sebenarnya sudah tidak ada sejak lima tahun yang lalu.Ia mati karena penyakit kanker yang di deritanya.Namun karena ia sangat populer di kalangan pelatih senam, maka jin itu memasuki raga Sevia dan melakukan pencarian si gadis bintang untuk di persembahkan kepada tuannya.
Dengan ia menyamar jadi pelatih senam, ia bisa sekalian mencari keberadaan si gadis bintang yang diinginkan tuannya.
Cerita yang Sevia katakan kepada Sherly malam itu ternyata bohong belaka.Ia sengaja menjerat Sherly agar ia mau datang kemari dan memasuki dunia bawah lewat jalan yang sudah disiapkan oleh mereka.
Siluman raja kerbau itu adalah kekuatan terbesar si tuannya untuk menaklukan mereka.
Si tuan itu mengira kalau Sherly akan datang bersama And the genk saja, dia tak tahu kalau Sherly selalu di lindungi Zidane yang lengket bagaikan permen karet.
"Kakak, jangan dekati wanita itu kak.Dia jin yang selalu meneror warga kampung dan mencari korban!"Ketiganya memperingati mereka terus menerus.
"Tapi, dia yang jadi korban kalian bukan?" Sherly tetap tak mau percaya.
__ADS_1
"Mereka benar, Machan.wanita itu adalah jin yang menyamar jadi hantu kecil."Tegas Zidane.
Ketiga sahabat Sherly jadi bingung.
"Sebenarnya, dia apa mereka yang bohong?"
"Dia"Sevia dan ketiga wanita itu saling menunjuk.
"Gue jadi bingung!"Sherly memperhatikan mereka satu persatu.
"Sevia yang waktu itu datang ke rumahmu memang asli, dia meninggal gara-gara fitnah dari ketiga wanita ini.tapi, Sevia yang ini adalah jin yang menyamar jadi dia."Jelas Zidane kepada si gadis berisiknya.
"Mereka semua makhluk berbahaya.mereka tak dapat di percaya"Lanjut Zidane.
Karena melihat Zidane yang tak bergeming dan tak membiarkan gadis itu mendekat, akhirnya mereka semua yang mendekat ke arah para manusia itu.
Penampilan dan penampakkan mereka yang semula baik cuma sekedar pucat di wajah saja, kini wajah itu berubah menyeramkan dan menakutkan bagi semua yang melihat.
"Whoooaaa"Mereka semua terperanjat melihat penampakkan di depan mereka.
Dari belakang keempat hantu wanita itu, munculah sosok siluman kerbau, yang menjadi rajanya mereka.
"Huhuhaahahaaa"Tawanya menggelegar dan ia pun berubah menjadi lebih besar dan tanduk yang besar pula.
"Buset dah, itu siluman kerbau apa banteng?gede amat?"Dika, Indra dan Geri mundur.
"Dia gak mudah di lawan gaess, berhati-hatilah!"Sherly mundur beberapa langkah menark Zidane ke belakang.
"Jangan pernah lepaskan pegangan tanganku, ingat!"Kata Zidane menoleh ke arahnya.
"Hahh?"Gadis itu sedikit jongkok otaknya.
"Ckk, menyebalkan"Gerutu Zidane.
"Aku bilang jangan di lepas pegangan tanganku ini."Ucap Zidane yang malas.
"Ooohh, oke!"Sherly pun mengangguk.
"Ayo, kita serang mereka!"Semuanya pun terlibat dalam pertarungan.Lima lawan lima, itu adil bukan.
Sherly mengusap cincin birunya dan keluar lah cahaya putih dari cincin itu.
"Ku perintahkan kau menyerap semua jiwa yang tersesat, masuk dan pulang lah para jiwa yang tersesat kembali ke alam yang seharusnya."Sherly mengacungkan tangannya sambil memejamkan mata.
"Haaaaaa"Ketiga hantu yang baru meninggal itu pun masuk terserap dan menghilang bersama hilangnya cahaya putih itu.
"Kini giliran kalian berdua."Ucap Sherly.
"Ternyata memang benar kata tuanku. Kau memang terkuat diantara keempat sahabatmu.Tapi, aku merasa tuanku salah menilai pemuda itu juga."Tunjuknya pada Zidane.
"Aku merasakan aura penguasa ada dalam dirinya juga.pasti kalian yang sedang di bicarakan oleh para jin di seluruh alam ghaib itu!"Lanjutnya membuat mereka tak mengerti.
"Kau betul, siluman kerbau.mereka berdua yang menjadi trending topik yang masuk berita terhot di alam jin."Tutur jin wanita yang menyamar jadi Sevia.
"Kita harus bisa membawa salah satunya. Kalau perlu keduanya."Siluman kerbau menoleh kepada jin wanita itu.
"Kau benar, ayo kita bawa mereka!" Keduanya pun bersiap untuk menyerang.
"Persetan dengan gosip yang beredar diantara para jin.orang gue kagak dapet penghargaan.malah kalian ingin membahayakan nyawa gue."Kata Sherly.
"Betul tuh betul, apa-apaan kalian.masa jin percaya sama gosip."Dika membenarkan perkataan Sherly.
"Jangan percaya sama gosip, woi"Indra berteriak.
"Iya, lagian belum tentu dia yang mereka bicarakan."Geri menimpali ucapan para sahabatnya.
"Aku gak perduli, tapi menurut insting kesilumananku, pemuda dan gadis ini lah yang sedang naik daun di topik terkini"Ucap siluman kerbau.
"Terus, apa yang akan kalian lakukan pada kami?"Tanya Zidane.
"Kami harus membawa kalian untuk menghadap kepada tuanku dan mempersembahkan nyawa kalian kepada sang penguasa kegelapan!"Kata jin wanita.
"Enak saja mau mempersembahkan nyawa kita.sebelum kalian menyentuh kita, kalian akan lenyap dari sini"Sherly sudah bersiap akan menyerang lagi.
Namun dengan cepat siluman kerbau itu mengeluarkan kekuatannya ke arah mereka sehingga mereka pun terkena pukulan dari siluman kerbau.
"Aaaakkkhhh...Brukh.."Mereka ambruk karena kekuatan dari siluman kerbau.
"Ukhuk..ukhuk..kalian gak apa-apa gaess?" Sherly mencoba berdiri.
"Enggak kok, ukhuk..kita gak apa-apa.Elu sendiri gimana?"Tanya mereka.
"Gue..ukhuk gue oke, kok!"Kata Sherly sambil memegang dadanya.
Saat mereka belum siap untuk menerima serangan lagi, siluman kerbau itu tiba-tiba menyerang ke arah mereka tanpa aba-aba membuat semuanya jatuh tersungkur.
"Aaaaakkkhhhh"Semuanya terpental jauh dan terpisah.
__ADS_1
Bersambung gaess....