Jodoh Sang Penguasa

Jodoh Sang Penguasa
Masih tentang Indra


__ADS_3

Di dunia bawah


Indra dan Geri yang terpental jauh akibat dari serangan iblis berkepala Domba itu. Membuat mereka terguling di tanah dan mengeluarkan darah.


"Uhukh..uhukh.."Mereka terbatuk dengan mulut yang mengeluarkan darah.


"Ger, uhukh..lu baik-baik aja kan?"Tanya Indra kepada Geri


"Uhukh..gu..gue..masih kuat kok..uhukh.." Kata Geri sambil menahan sakit di dada.


"Elu sendiri gimana?gak apa-apa?"Geri balik bertanya pada Indra.


"Gue kaya gak kuat gitu deh Ger, dada gue uhukh..sakit"Kata Indra.


"Sebenarnya dada gue juga sakit Ndra, tapi gue harus kuat.demi melindungi dan membawa roh lu balik ke raganya.gue harus kuat"Batin Geri.


Di tempat lain, Sherly dan Hendri juga kewalahan mengalahkan mereka dengan jumlah banyak.mereka sangat lelah sampai harus terkena pukulan dari siluman monyet.


Dua jam sudah berlalu, kini mereka sangat kelelahan dan pintu keluar dari dunia Ghaib pun belum mereka temukan.


Indra dan Geri yang sudah menemukannya, malah bertemu dengan iblis pemimpin para demit.yang mengakibatkan mereka tak bisa melewati pintu dan berakhir dengan luka.


Cincin bermata biru milik Sherly bercahaya terang dan menyilaukan mata mereka.


"Cincin kamu mengeluarkan cahaya Sher!" Seru Hendri menunjuk cincin Sherly.


"Mungkin ini sudah waktunya kak"Kata Sherly.Dia pun langsung membacakan sesuatu dan cahaya itu makin terang membuat malam yang gelap menjadi seterang siang.


Keluarlah sosok besar dengan memakai baju kerajaan ciri khasnya.membuat semua para demit bertekuk lutut di hadapannya.


"*Wah**ai rakyatku, Aku lah Raja kalian yang sesungguhnya.tunduk dan patuh lah kepadaku perintahku.Aku yang akan membimbing kalian ke jalan yang benar dan bisa membawa kalian ke dalam kedamaian. jangan lah kalian mengikuti jalan sesat.karena sesungguhnya para iblis itu menyesatkanmu*." Tutur sang raja kepada para hantu dan siluman.sehingga mereka saling pandang.


"Yang mulia raja, apa engkau bisa menolong arwah yang penasaran dan memulangkan kami ke jalan yang seharusnya?"Tanya salah satu dari mereka yang mewakili.


"Kalau kalian ingin kembali, berbuat baiklah dan tidak pernah mengganggu manusia lagi. juga tidak boleh kelihatan oleh para manusia.jika itu terjadi, maka hukuman kalian adalah berkeliaran tanpa arah tujuan dan tidak di terima di alam Ghaib" Jelas sang Raja.


"Baiklah yang mulia, kami akan berubah. kami ingin ikut pulang bersamamu!"Seru mereka pada rajanya.


Dengan kesaktian dari sang raja, para makhluk itu hilang semua dari tempat itu.


menyisakan Sherly dan Hendri yang terduduk dengan keletihan.


"Hahh..hahh..aku capek sekali kak!"Nafas Sherly tak beraturan.


"Iya Sher, sama!saya juga."Kata Hendri yang sama kelelahan.


"Eh, Indra dan Geri gimana ya?"Sherly baru tersadar dengan sahabatnya."Ayo kak, kita cari mereka"Ajak Sherly yang berdiri kemudian menarik tangan Hendri.


"Ya sudah, ayo!"Ucap Hendri sambil berdiri dan mengikuti langkah Sherly.


Mereka berlari cepat mencari kedua temannya itu, saat melihat cahaya putih di depan, mereka mempercepat langkahnya.


Namun terhenti seketika saat melihat kedua temannya sedang dalam genggaman iblis.


"Indra...Geri..."Teriak Sherly yang melihat keduanya tercekik dan terangkat oleh iblis itu dengan kondisi mengenaskan.


"Lepaskan mereka mahluk jelek..!"Teriak Sherly kepada iblis itu.


"KITA BERTEMU LAGI GADIS KECIL, HAHA.." Kata mahluk itu dengan tawanya.


"MEREKA TAK BISA MELAWANKU.JIKA KAU BISA MENJADI LAWAN YANG SEIMBANG BUAT KU, MAKA AKU AKAN MELEPASKAN MEREKA BERDUA."Ucapnya lagi.


"Baiklah, gue akan ngelawan lu.tapi lepaskan mereka sekarang"Kata Sherly.


"KAU MAU MENIPUKU LAGI HEHH?AKU TAK KAN TERTIPU UNTUK KEDUA KALINYA."Kata mahluk itu menyeringai.


"Sial, dia udah tahu rencana gue.terpaksa gue harus ngelawan dia dulu!"Gumam Sherly dan ia melirik cahaya putih di sebelahnya.


"Di depan jalan keluar.tapi mereka ditahan oleh iblis itu.sedangkan waktu tinggal sedikit lagi, mana cukup buat lawan dia.yang ada kita bisa di terjebak disini selamanya."Batin Sherly penuh pertimbangan.


"Akkkhhhh.."Jeritan keduanya melengking.


"Oke gue lawan..!"Kata Sherly cepat.


"Kamu gila Sher, waktu kita gak cukup!yang beberapa menit lagi kita sudah tujuh jam berada disini.jika kita kelamaan, kita bakal terjebak disini selamanya.kamu tahu itu?" Bentak Hendri pada Sherly.

__ADS_1


"Aku tau kak.tapi aku gak mungkin ninggalin sahabatku, lebih baik kakak pergi duluan gih"Kata Sherly.


"Sheeerrr..kalian pe..pergi aja sana.jangan hiraukan kita"Pinta Indra kepadanya.


"Iya Sher, elu ha..rus se..la..matt.."Geri yang sudah tak bisa berbicara dengan cepat.


"Gak mungkin gue ninggalin kalian, sampai mati pun gue gak akan pernah ninggalin kalian!"Teriak Sherly.


"Jangan bodoh kamu Sher, ayo kita pergi cari bantuan."Kata Hendri yang terus memaksa.


"Kalo lu mau pergi ya pergi aja sendiri, gue akan tetap menolong mereka!"Bentak Sherly pada Hendri membuat ia terhenyak.


"Belum pernah dia sekasar itu sama saya, demi sahabatnya dia rela mengorbankan nyawa.beruntung sekali orang yang dekat dengannya."Batin Hendri.


"Baiklah, jika itu mau mu.kita hadapi dia bersama"Ucap Hendri lirih.


"SUDAH MEMUTUSKAN ANAK MANIS?KALAU SUDAH, CEPATLAH.KARENA MEREKA SUDAH TIDAK AKAN ADA KESEMPATAN HIDUP LAGI" Kata iblis itu.


"Ya, gue udah mutusin buat menghabisi iblis seperti lu"Kata Sherly.


"TERNYATA SELAIN SOMBONG, PERCAYA DIRI MU ITU TINGGA JUGA YA.HAHAAA"


"Ini tawa yang terakhir buat lu, hiyaaatt.." Sherly dan Hendri menerjang mahluk itu, dengan sekali tendang saja mahluk itu terpundur ke belakang walaupun tak jauh tapi cukup membuat Indra dan Geri lepas.


"Akkhh.."Ringisan mereka saat terguling di tanah.


Dengan cepat Sherly menghampiri mereka.


"Kalian baik-baik aja kan?"Tanya Sherly yang khawatir melihat kondisi mereka.


"Gadis bodoh, elu seharusya pergi dari sini!" Seru Indra yang diangguki Geri.


"Gue pengen kita keluar bersama dodol" Kata Sherly menepuk keras lengan mereka.


"Aww,,"Ringis mereka membuat Sherly sadar.


"Sorry..sorry..gue sengaja.hehe."Ucap Sherly cengengesan.


"Ayo kita pergi dari sini"Kata Sherly sambil memapah mereka yang langsung di bantu Hendri.


"Lupain aja lah, saya juga mengerti kok" Kata Hendri dengan tersenyum.


"ENAK SAJA MAU PERGI.KALIAN SUDAH MELUPAKAN KU!"Seru iblis itu yang sekarang berdiri di depan mereka.


"Oh Shit, dia masih disini!"Seru Sherly.


"Gimana ini?"Tanya Indra dan Geri bingung


"Kalian pergi duluan, gue alihin dia dulu ok" Usul Sherly.


"Tapi lu gimana?"Tanya mereka.


"Gue bakal selamat, percaya deh!"Ucap Sherly pada mereka.


"Kamu pergi bawa mereka aja, biar saya yang alihin makhluk itu!"Kata Hendri.


"Enggak kak, aku tau kak Hen terluka.biar aku aja yang alihin dia, kak hen bawa mereka keluar."Kata Sherly keukeuh.


Melihat Hendri yang akan protes, dengan cepat Sherly memotongnya."Punggung kak Hen berdarah, cepat keluar dan obati lukanya sebelum infeksi."


"Hahh"Perkataan Sherly membuat mereka menoleh ke arah punggung Hendri yang ternyata mengeluarkan banyak darah.


"Aakhkh"Ringisan kecil keluar dari mulut Hendri yang baru sadar akan itu.


"*Sial, pantas saja dari tadi punggungku terasa perih.ternyata lukanya kebuka lag*i" Batin Hendri.


Dengan menggenggam tangan Hendri, Sherly berkata."Sherly minta tolong sama kak Hen, tolong selamatin mereka.terutama Indra yang sudah tak punya banyak waktu lagi."


Perkataan lembut Sherly membuat hatinya luluh, ia tak bisa menolak permintaan Sherly padanya."Baiklah, tapi kamu harus selamat"


"Janji"Ucap Sherly.Ia pun berbalik dan menghampiri iblis itu.


"Ayo mahluk jelek, lawan gue!"Ucapnya.


"KAU BENAR-BENAR PEMBERANI YA?"Kata iblis itu menyeringai.

__ADS_1


"Gue memang harus berani buat ngabisin lu" Sherly memancing mahluk itu untuk mundur dengan menendangnya."Sekarang" Teriaknya memberi kode pada ketiganya.


Mereka pun berjalan melewati mahluk itu menuju cahaya putih, yaitu pintu keluar dari alam Ghaib ini.meninggalkan Sherly yang sedang melawan iblis berkepala domba itu.


Cahaya putih mulai meredup, mereka bergegas menuju cahaya itu dan keluar dari alam ghaib.


Sementara Sherly yang berusaha melawan dengan sekuat tenaga, mengerahkan semua kekuatannya.karena ia telah menggunakan kekuatan yang berlebihan, ia pun tak dapat memanggil Raja Bratayudha. Sang penguasa alam Ghaib.


Sherly terpental dengan pukulan bertubi dari iblis itu, membuat ia terguling di tanah dengan darah dari mulutnya.seperti yang di alami Indra dan Geri sebelumnya.


"Sherly..."Teriak ketiganya dari ambang pintu yang kian lama kian meredup dan menghilang.membuat mereka terpisah dari batas alam ghaib.


🍁🍁🍁


Dua orang lelaki muda terlihat sedang duduk sambil mengetuk pintu dan berteriak memanggil nama seorang gadis.


Seorang suster menghampiri mereka sambil bertanya heran."Kenapa kalian teriak di sini?apa ada sesuatu?"


Keduanya pun menoleh ke arah suster yang sedang berdiri di depan mereka.


"Kami sedang menunggu teman kami sus?" Kata mereka datar kemudian mengetuk pintu lagi.


"Siapa?dan kenapa kalian menunggu di sini?" Tanya suster itu lagi.


"Sherly sus, dia terjebak di dalam sana!" Jelas Salah satunya.


Suster itu heran, kemudian berkata lagi.


"Bagaimana dia bisa terjebak di dalam? sedangkan kamar ini saja sudah tak terpakai dan tak pernah di buka lagi."Jelas suster kepada mereka.membuat mereka menoleh ke arah suster itu.


"Kamar?"Mereka pun mendongak ke atas dan tercengang."Ah ya ampun".Keduanya pun berdiri.


"Suster, kenapa kita disini?"Tanya mereka.


Suster pun diam dan terheran."Tadi kan aku yang tanya, kok jadi mereka yang nanya balik?mana ku tahu mereka bisa disini.penampilan mereka yang berantakan dan banyak darah di sekujur tubuh.apa mereka kecelakaan sampai kondisinya seperti ini?hadeuh..sayang..ganteng-ganteng pada gila ternyata..ckk"Batin Suster itu yang mengamati mereka dari atas sampai bawah.


"Lebih baik ikut saya mas, luka kalian berdua harus di obati dulu biar sembuh.nanti kita tunggu dia lagi oke?"Bujuk suster itu yang mengira mereka berdua gila.


"Tapi sus, kami ingin menunggunya di sini!" Rengekan mereka membuat suster yakin kalau mereka berdua gila.


"Ada apa ini sus?"Tanya seorang yang datang.


"Ini kapten, mereka berdua sepertinya habis kecelakaan dan sedikit terganggu mentalnya"Jelas suster pada orang yang di panggil kapten.


Orang itu pun menoleh ke arah kedua lelaki yang sedang menunduk.


"Kapten Hendri!!"Serunya pada Hendri.


"Hendri, kemana aja kalian selama ini?sudah seminggu kalian menghilang dari Rumah sakit semenjak aku meninggalkanmu sore itu.dan tak ada jejak yang kau tinggalkan untuk kami"Tutur Kapten Deni.


"Saya..saya.."Hendri bingung harus berkata apa pada temannya itu.


"Ya sudah, yang penting kalian sudah balik" Potong Deni dengan cepat."Oh iya, apa kamu tak menengok sahabatmu yang meninggal itu?"Tanya Deni pada Geri yang keheranan karena pertanyaannya.


"Meninggal?siapa?"Tanya Geri heran.


"Itu lho, yang wajahnya baby face.siapa sih? lupa saya"Kata Deni sambil mengingat.


"Indra!"Seru Geri dan Hendri menatap Deni dan dianggukinya.


"Gak mungkin kapten, gak mungkin Indra.!" Kata Geri menutup mulutnya.


"Indraaaa"Teriakan histeris Geri membuat semua orang yang berada di koridor Rumah sakit itu menoleh ke arah mereka.


**😒😒Apa Indra beneran mati?


😭😭😭Jangan dong thor, kan si jalu belum merasakan indahnya dunia.baru juga pacaran, itu juga sebatas cium pipi doang!huhuuuuu...😒😒


Kalo mau Indra gak mati, gampang kok.


caranya..like, komen, vote sebanyaknya. boleh favoritkan dan follow otornya yaπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜πŸ˜


Otor bisa mengubah yang gak mungkin menjadi mungkin😎😎


Hatur tengkiyuhh..😘😘**

__ADS_1


__ADS_2